Uang Menjadi Simbol: Membaca Realitas Sosial Lewat Lukisan “Uang Kecil”

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Vania Kamila Zahra dan lukisannya yang berjudul “Uang Kecil”. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Vania Kamila Zahra dan lukisannya yang berjudul “Uang Kecil”. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Industri seni rupa di Indonesia terus berkembang sebagai medium ekspresi yang tidak hanya estetis, tetapi juga reflektif terhadap pengalaman personal dan sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, ruang-ruang alternatif seperti independent gallery dan creative space menjadi wadah penting bagi perupa muda untuk menampilkan karyanya ke publik. Fenomena ini menunjukkan bahwa seni tidak lagi eksklusif, melainkan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pameran “Rona Makna” yang digelar di Howl Library and Creative Space yang digagas oleh mahasiswa Seni Rupa ITB menjadi salah satu contoh bagaimana ruang kecil mampu menghadirkan pengalaman besar khususnya bagi perupa dan pengunjung yang datang. Di antara sebelas karya yang dipamerkan, setiap lukisan membawa cerita personal yang beragam, mulai dari keresahan hingga refleksi diri. Salah satu karya yang menarik perhatian adalah lukisan berjudul “Uang Kecil” karya Vania Kamila Zahra (20).

Lukisannya terlihat begitu nyata, dengan pilihan warna merah bata yang berani—membuat mata melirik. Lukisan tersebut menampilkan lembaran uang nominal Rp5 ribu dan Rp2 ribu yang terlipat, kusut, dan tampak usang di atas lantai tua dengan tekstur menyerupai bata. Tak lupa uang koin pecahan melengkapi latar lukisannya. Sekilas sederhana, namun komposisi visualnya menyimpan lapisan emosi yang kompleks. Dari visual itu, muncul pertanyaan tentang nilai, perjuangan, dan relasi manusia dengan uang dalam kehidupan sehari-hari.

Pengalaman Emosional yang Personal

Bagi Vania, “Uang Kecil” berangkat dari pengalaman emosional yang sangat personal. Ia mengaku ketimpangan yang ia rasakan menjadi pemantik utama dalam proses penciptaan karyanya.

“Ide dasar dari lukisan ini itu pas aku ngerasa iri. Orang-orang tuh udah achieve banyak banget hal, tapi kayak effortless banget,” ucap Vania menjelaskan sambil berdiri di samping lukisannya. “Sedangkan aku tuh harus kasih effort lebih, jauh lebih dalam untuk dapetin hal yang sama,” keluhnya.

Dalam ceritanya, Vania menempatkan uang sebagai simbol dari akses dan kesempatan. Ia menyadari bahwa banyak hal dalam hidup menjadi lebih mudah dicapai ketika seseorang memiliki dukungan finansial yang cukup. “Jujur aku milih uang juga karena menurut aku semua itu berangkat dari modal,” ucap Vania.

Proses Personal dalam Setiap Detail

Proses pembuatan untuk lukisan ini bersifat emosional, bukan hanya sekadar ide. Vania mengambil uang pribadi sebagai sumber inspirasi utama, yang membuat karyanya lebih berhubungan dengan kehidupannya.

Dia juga secara sengaja meremas dan "merusak" uang tersebut agar tampak lebih bertekstur dan realistis dalam tampilan referensi lukisannya. Memberikan kesan bahwa uang dalam lukisan tersebut bukan hanya benda, melainkan bagian dari pengalaman yang sebenarnya. “Duit yang ada di dompet aku, aku lecekin biar kelihatan kasar,” kata Vania menceritakan awal mula proses lukisannya.

Lukisan ini selesai dalam waktu kurang lebih dua hingga tiga minggu, melalui berbagai tahap seperti observasi, dokumentasi, hingga melukis dengan cat minyak. Pilihan medium ini juga bukan tanpa alasan, karena menurutnya, cat minyak memberi ruang untuk eksplorasi emosional yang lebih nyaman.

Ekspresi Diri dan Refleksi Sosial

Walaupun terinspirasi dari pengalaman pribadi, "Uang Kecil" tetap bisa diartikan sebagai refleksi dari perjuangan kelas sosial. Vania menyadari bahwa pandangan terhadap karyanya dapat memberikan perspektif yang berbeda bagi setiap individu yang melihatnya. “Jujur karena ini berangkat dari rasa iri aku, lebih ke ekspresi diri sih sebenarnya,” ucap Vania.

Baginya, lukisan tidak perlu hanya dimaknai satu cara, melainkan dapat menjadi cermin bagi pengalaman masing-masing orang. Di balik semua itu, tersimpan pesan sederhana tetapi bermakna yang ingin ia sampaikan kepada pengunjung. Yaitu, di tengah hidup yang penuh persaingan, sering kali orang lupa untuk melihat apa yang sudah ada. “Aku harap orang-orang itu bisa lebih bersyukur, kadang kita terlalu sibuk ngelihat ke atas,” kata Vania.

Melalui "Uang Kecil", Vania tidak hanya menyajikan gambaran tentang uang, tetapi juga mengenai perjuangan, rasa cukup, dan bagaimana manusia memahami hidupnya. Di dalam ruang kecil pameran, karya ini menjadi pengingat bahwa nilai sesuatu tidak selalu bergantung pada jumlahnya, melainkan pada cerita bermakna di baliknya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)