Bertahan di Tengah Perubahan: Kampung Blekok Jadi Tempat Berlindung Burung Air Saat Habitat Mereka Terus Menyusut

3 menit baca
Mildan Abdalloh
Ditulis oleh Mildan Abdalloh diterbitkan
Seekor burung blekok sawah (Ardeola speciosa) di Kampung Blekok Gedebage, Senin (17/6). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Lukman Hidayat)
Seekor burung blekok sawah (Ardeola speciosa) di Kampung Blekok Gedebage, Senin (17/6). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Lukman Hidayat)

AYOBANDUNG.ID - Suara bercicit terdengar dari atas rumpun bambu yang rimbun di RW 02 Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Sesekali terdengar kepakan sayap di antara daun, dan tetesan putih kental jatuh dari ketinggian. Begitulah suasana khas di Kampung Blekok, tempat yang kini menjadi rumah bagi ratusan burung bangau lokal, yang oleh warga dikenal sebagai blekok sawah.

Burung blekok sawah atau Ardeola speciosa adalah salah satu jenis burung air yang kerap terlihat di lahan basah seperti persawahan, tambak, dan rawa.

Saat terbang, bulunya tampak putih bersih, namun saat diam di dahan, bulunya tampak kecoklatan dengan sedikit rona kemerahan. Keberadaan burung ini mencerminkan ekosistem yang masih sehat.

Seekor burung blekok sawah (Ardeola speciosa) terbang di kawasan Gedebage, Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Lukman Hidayat)
Seekor burung blekok sawah (Ardeola speciosa) terbang di kawasan Gedebage, Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Lukman Hidayat)

Sepengetahuan warga setempat, Erna, yang sudah belasan tahun tinggal di Kampung Blekok, ada beberapa jenis blekok yang biasa bersarang di antara rumpun bambu di dekat rumah mereka. Namun dalam beberapa tahun terakhir, muncul jenis baru yang bertubuh lebih besar dan berwarna abu-abu. Awalnya, kedatangan burung bangau abu ini sempat memicu perkelahian antar burung. Tapi seiring waktu, mereka bisa hidup berdampingan dan kini jumlahnya terus bertambah.

Lama-kelamaan, jumlah blekok yang datang ke Kampung Blekok juga meningkat. Penambahan rumpun bambu yang dilakukan oleh pengembang perumahan elite di sekitar lokasi diduga ikut menciptakan ruang bersarang baru yang nyaman bagi mereka. Meski kerap mengotori pekarangan warga dengan kotoran yang menetes dari atas pohon, penduduk sekitar tetap membiarkan keberadaan burung-burung tersebut.

Apa yang terjadi di Kampung Blekok seolah menjadi anomali positif di tengah menyusutnya habitat blekok di tempat lain.

Di banyak wilayah lain di Indonesia, populasi blekok terancam oleh alih fungsi lahan menjadi perumahan dan kawasan industri. Rawa dan sawah tempat mereka biasa mencari makan terus menghilang. Pencemaran air serta gangguan manusia juga ikut mempercepat penurunan populasi burung ini secara perlahan.

Dua ekor burung blekok sawah (Ardeola speciosa) di habitatnya di kawasan Gedebage, Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Lukman Hidayat)
Dua ekor burung blekok sawah (Ardeola speciosa) di habitatnya di kawasan Gedebage, Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Lukman Hidayat)

Meski status konservasinya saat ini masih tergolong Least Concern atau berisiko rendah menurut IUCN, para ahli memperingatkan bahwa tekanan habitat dalam jangka panjang bisa mengubah status tersebut menjadi lebih terancam.

Blekok sawah sejatinya adalah burung migran lokal yang tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Keberadaannya sangat bergantung pada kualitas dan keberlanjutan lahan basah.

Warga Kampung Blekok memahami hal ini, meski tidak sepenuhnya menyadari signifikansi ekologisnya. Mereka tidak pernah menebang bambu yang menjadi rumah blekok, apalagi memburunya. Kalaupun ada yang tertangkap karena jatuh dan tidak bisa terbang, barulah burung itu dimasak. Tapi secara umum, mereka menjaga agar sarang tidak dirusak, dan blekok tetap bisa hidup tenang.

Burung blekok adalah indikator alami kualitas lingkungan, terutama kualitas air. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: A.Baihaqi)
Burung blekok adalah indikator alami kualitas lingkungan, terutama kualitas air. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: A.Baihaqi)

Kesadaran lokal semacam ini patut diapresiasi. Dalam banyak hal, warga menjadi pelindung alami satwa liar di tengah tekanan pembangunan kota. Banyak penelitian menyebut bahwa burung air seperti blekok sebagai indikator penting ekosistem air tawar, dan potensial untuk dikembangkan menjadi daya tarik ekowisata berbasis keanekaragaman hayati.

Kesadaran ekologis ini juga terlihat saat warga menerima kondisi kurang nyaman akibat keberadaan sarang burung blekok

Saat hujan datang, daun-daun bambu berubah putih karena terlalu banyak blekok yang bermalam. Kotoran mereka bercampur dengan air hujan dan mengalir ke halaman warga, menimbulkan bau amis yang menyengat. Di musim kemarau pun tak kalah repot, karena kotorannya mengering dan berubah menjadi debu halus. Meski begitu, tak satu pun warga yang berniat mengusir blekok dari desa mereka.

Di tengah kepadatan Kota Bandung dan derasnya pembangunan, Kampung Blekok menjadi benteng terakhir yang memberi ruang hidup bagi burung-burung ini. Setiap pagi mereka terbang keluar mencari makan dan kembali ke rumahnya di rumpun bambu saat senja. Tempat ini bukan sekadar sarang, tetapi simbol dari keharmonisan antara manusia dan alam yang wajib dijaga dan dipelihara.(*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)