Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Lagi! Otak-atik Ganda Putra, Pasangan Baru Rian Ardianto/Rahmat Hidayat Bikin BL Malaysia Marah

Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Jumat 17 Okt 2025, 16:04 WIB
Rahmat Hidayat dan Rian Ardianto. (Sumber: PBSI)

Rahmat Hidayat dan Rian Ardianto. (Sumber: PBSI)

SETELAH sukses memasangkan pasangan baru Fajar Alfian/Muhammad Sohibul Fikri dan berhasil menjuarai China Open 2025 Super 1000, PBSI melalui coach Antonius memasangkan formula pasangan baru Rian Ardianto/Rahmat Hidayat. Rian di Korea Open 2025  sebelumnya dipasangkan dengan Yeremia Erik Yose Yakob Rambitan dan gagal. Sementara Rahmat Hidayat tidak punya pasangan alias menganggur.

Memang Rahmat Hidayat selama ini dikesankan sebagai pemain ganda “cadangan”. Rahmat pernah berduet dengan Yeremia Erik Yose Yakob Rambitan setelah sebelumnya berpisah dengan Pramudya Kusuma Wardana. Pasangan lamanya adalah Muhammad Rehan Nurfadilah hingga menjadi partner sementara Kevin Sanjaya Sukamulyo. Kini, untuk kelima kalinya Rahmat memiliki partner baru Muhammad Rian Ardianto, mantan pasangan Fajar Alfian.

Usia Rahmat masih muda, 20 tahun. Syukurlah, ia mengaku tidak memiliki masalah besar dengan kebijakan pelatih yang membuatnya harus gonta-ganti pasangan. 

“Enggak sih masalah ganti-ganti partner. Memang prinsip saya sama siapa saja harus bisa masuk karena kita enggak tahu ke depannya mau partner dengan siapa. Jadi, ketika ada kesempatan saya ambil terus. Pokoknya enggak ada masalah sih mau sama siapa aja,” kata Rahmat kepada media.

Dicap sebagai pemain “cadangan” tak membuat kecil hati. Tetapi justru ia mencoba mengambil sisi positifnya. “Enggak dong, dianggap cadangan karena saya kan merasa di bawah ini selalu dapatnya pemain di level International series atau International challenge super 100. Nah, kalau sama yang di atas kan bisa naik level super 300 sampai 500. Jadi, kayak shortcut lah buat ke level lebih tinggi,” lanjutnya.

Dengan Rian, oleh PBSI Rahmat Hidayat diproyeksikan untuk mengikuti Tour Eropa tahun 2025 di tiga turnamen, yaitu: Denmark Open 2025 (14-19 Oktober), French Open (21-26 Oktober) dan Hylo Open 2025 (28 Okt-2 Nov).

Hasilnya mengejutkan, di Denmark Open 2025, pasangan Rian Ardiano/Rahmat Hidayat berhasil menjalani debutnya dengan baik. Tak disangka da tak diduga, pasangan “dadakan” ini mengalahkan unggulan kedua turnamen, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dari Malaysia di babak pertama dengan skor meyakinkan, 21-17, 21-13.

"Kami bermain nothing to lose dan karena pasangan baru jadi sepertinya lawan belum tahu pola main kami. Kami bisa bermain lebih nyaman dan mengurangi melakukan kesalahan sendiri," kata Rian. "Secara kualitas mereka berdua (Aaron Chia/Soh Wooi Yik) juga bagus, tidak jauh berbeda. Kredit saya hari ini untuk Rahmat, ia bermain cukup baik," tutur Rian seperti dikutip dari rilis PBSI.

Sementara itu, Rahmat Hidayat mengakui bahwa bimbingan Rian cukup berpengaruh karena terus memberikan ketenangan dalam dirinya di lapangan. "Dari gim pertama kami sudah siap mau main seperti apa. Sebagai senior, Mas Rian juga selalu membimbing saya dengan pengalamannya yang sering bertemu Aaron/Soh, saya terus diingatkan dan akhirnya kami bisa mengatasi permainan lawan."

"Ada jeda beberapa bulan sebelum ke sinia. Saya coba untuk improve diri sendiri lewat latihan, memperbaiki kekurangan. Gugup pasti ada karena ini level kejuaraan yang tinggi, berpasangan dengan senior, dan melawan unggulan kedua tapi saya harus hadapi," kata Rahmat.

Rahmat Hidayat dan Rian Ardianto. (Sumber: Dok. PBSI)
Rahmat Hidayat dan Rian Ardianto. (Sumber: Dok. PBSI)

Kemenangan pasangan Rian Ardiano/Rahmat Hidayat terus berlanjut di 16 besar. Rian/Rahmat berhasil melaju ke babak perempat final Denmark Open 2025 usai mengalahkan Takumi Nomura/Yuichi Shimogami, 21-15, 16-21, 21-17. Di babak perempat final, Rian/Rahmat malama ini akan berjumpa pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Kemenangan mengejutkan Rian Ardianto/Rahmat Hidayat atas pasangan nomor satu Malaysia Aaron/Soh membuat marah para Badminton Lovers (BL) Malaysia. Apalagi dari lima ganda putra Malaysia yang diturunkan, hanya menyisakan satu pasangan ganda veteran, Nur Mohd Azriyn Ayub/Tan Wee Kiong. Itu pun bukan wakil dari Pelatnas Malaysia. 

Dengan demikian, otomatis semua anak didik pelatih asal Indonesia “Sang Naga Api” Herry IP tak bersisa alias gagal total. 

Dimulai dari kekalahan unggulan nomor dua, Aaron Chia/Soh Wooi Yik lebih dulu tersingkir Rian/Rahmat pada babak 32 besar. Kemudian, kekalahan Junaidi Arif/Roy KingYap yang dikalahkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi asal Jepang.

Sedangkan Choong Hoon Jian/Muhammad Haikal harus mengakui keunggulan Liang Wei Keng/Wang (China). Lalu, pasangan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, malah tersungkur lebih dulu. Goh/Izzuddin yang berstatus unggulan ketiga dan pemain independen kalah dari underdog, Ben Lane/Sean Vendy (Inggris).

Pada hari yang sama, Ong Yew Sin/Toh Ee Yi yang juga pemain independen kalah dari Christo Popov/Toma Junior Popov (Prancis).

Untunglah Malaysia masih terhibur, pasangan Negeri Jiran yang tersisa Nur Mohd Azriyn Ayub Azriyn/Tan Wee Kiong yang pada babak pertama mengandaskan Xue Haonan/Zeng Wei Han (China), secara mengejutkan mengandaskan ganda putra nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung Jae asal Korea Selatan, dengan skor 19-21, 14-21. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)