Lagi! Otak-atik Ganda Putra, Pasangan Baru Rian Ardianto/Rahmat Hidayat Bikin BL Malaysia Marah

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Rahmat Hidayat dan Rian Ardianto. (Sumber: PBSI)
Rahmat Hidayat dan Rian Ardianto. (Sumber: PBSI)

SETELAH sukses memasangkan pasangan baru Fajar Alfian/Muhammad Sohibul Fikri dan berhasil menjuarai China Open 2025 Super 1000, PBSI melalui coach Antonius memasangkan formula pasangan baru Rian Ardianto/Rahmat Hidayat. Rian di Korea Open 2025  sebelumnya dipasangkan dengan Yeremia Erik Yose Yakob Rambitan dan gagal. Sementara Rahmat Hidayat tidak punya pasangan alias menganggur.

Memang Rahmat Hidayat selama ini dikesankan sebagai pemain ganda “cadangan”. Rahmat pernah berduet dengan Yeremia Erik Yose Yakob Rambitan setelah sebelumnya berpisah dengan Pramudya Kusuma Wardana. Pasangan lamanya adalah Muhammad Rehan Nurfadilah hingga menjadi partner sementara Kevin Sanjaya Sukamulyo. Kini, untuk kelima kalinya Rahmat memiliki partner baru Muhammad Rian Ardianto, mantan pasangan Fajar Alfian.

Usia Rahmat masih muda, 20 tahun. Syukurlah, ia mengaku tidak memiliki masalah besar dengan kebijakan pelatih yang membuatnya harus gonta-ganti pasangan. 

“Enggak sih masalah ganti-ganti partner. Memang prinsip saya sama siapa saja harus bisa masuk karena kita enggak tahu ke depannya mau partner dengan siapa. Jadi, ketika ada kesempatan saya ambil terus. Pokoknya enggak ada masalah sih mau sama siapa aja,” kata Rahmat kepada media.

Dicap sebagai pemain “cadangan” tak membuat kecil hati. Tetapi justru ia mencoba mengambil sisi positifnya. “Enggak dong, dianggap cadangan karena saya kan merasa di bawah ini selalu dapatnya pemain di level International series atau International challenge super 100. Nah, kalau sama yang di atas kan bisa naik level super 300 sampai 500. Jadi, kayak shortcut lah buat ke level lebih tinggi,” lanjutnya.

Dengan Rian, oleh PBSI Rahmat Hidayat diproyeksikan untuk mengikuti Tour Eropa tahun 2025 di tiga turnamen, yaitu: Denmark Open 2025 (14-19 Oktober), French Open (21-26 Oktober) dan Hylo Open 2025 (28 Okt-2 Nov).

Hasilnya mengejutkan, di Denmark Open 2025, pasangan Rian Ardiano/Rahmat Hidayat berhasil menjalani debutnya dengan baik. Tak disangka da tak diduga, pasangan “dadakan” ini mengalahkan unggulan kedua turnamen, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dari Malaysia di babak pertama dengan skor meyakinkan, 21-17, 21-13.

"Kami bermain nothing to lose dan karena pasangan baru jadi sepertinya lawan belum tahu pola main kami. Kami bisa bermain lebih nyaman dan mengurangi melakukan kesalahan sendiri," kata Rian. "Secara kualitas mereka berdua (Aaron Chia/Soh Wooi Yik) juga bagus, tidak jauh berbeda. Kredit saya hari ini untuk Rahmat, ia bermain cukup baik," tutur Rian seperti dikutip dari rilis PBSI.

Sementara itu, Rahmat Hidayat mengakui bahwa bimbingan Rian cukup berpengaruh karena terus memberikan ketenangan dalam dirinya di lapangan. "Dari gim pertama kami sudah siap mau main seperti apa. Sebagai senior, Mas Rian juga selalu membimbing saya dengan pengalamannya yang sering bertemu Aaron/Soh, saya terus diingatkan dan akhirnya kami bisa mengatasi permainan lawan."

"Ada jeda beberapa bulan sebelum ke sinia. Saya coba untuk improve diri sendiri lewat latihan, memperbaiki kekurangan. Gugup pasti ada karena ini level kejuaraan yang tinggi, berpasangan dengan senior, dan melawan unggulan kedua tapi saya harus hadapi," kata Rahmat.

Rahmat Hidayat dan Rian Ardianto. (Sumber: Dok. PBSI)
Rahmat Hidayat dan Rian Ardianto. (Sumber: Dok. PBSI)

Kemenangan pasangan Rian Ardiano/Rahmat Hidayat terus berlanjut di 16 besar. Rian/Rahmat berhasil melaju ke babak perempat final Denmark Open 2025 usai mengalahkan Takumi Nomura/Yuichi Shimogami, 21-15, 16-21, 21-17. Di babak perempat final, Rian/Rahmat malama ini akan berjumpa pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Kemenangan mengejutkan Rian Ardianto/Rahmat Hidayat atas pasangan nomor satu Malaysia Aaron/Soh membuat marah para Badminton Lovers (BL) Malaysia. Apalagi dari lima ganda putra Malaysia yang diturunkan, hanya menyisakan satu pasangan ganda veteran, Nur Mohd Azriyn Ayub/Tan Wee Kiong. Itu pun bukan wakil dari Pelatnas Malaysia. 

Dengan demikian, otomatis semua anak didik pelatih asal Indonesia “Sang Naga Api” Herry IP tak bersisa alias gagal total. 

Dimulai dari kekalahan unggulan nomor dua, Aaron Chia/Soh Wooi Yik lebih dulu tersingkir Rian/Rahmat pada babak 32 besar. Kemudian, kekalahan Junaidi Arif/Roy KingYap yang dikalahkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi asal Jepang.

Sedangkan Choong Hoon Jian/Muhammad Haikal harus mengakui keunggulan Liang Wei Keng/Wang (China). Lalu, pasangan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, malah tersungkur lebih dulu. Goh/Izzuddin yang berstatus unggulan ketiga dan pemain independen kalah dari underdog, Ben Lane/Sean Vendy (Inggris).

Pada hari yang sama, Ong Yew Sin/Toh Ee Yi yang juga pemain independen kalah dari Christo Popov/Toma Junior Popov (Prancis).

Untunglah Malaysia masih terhibur, pasangan Negeri Jiran yang tersisa Nur Mohd Azriyn Ayub Azriyn/Tan Wee Kiong yang pada babak pertama mengandaskan Xue Haonan/Zeng Wei Han (China), secara mengejutkan mengandaskan ganda putra nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung Jae asal Korea Selatan, dengan skor 19-21, 14-21. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)