Mati Kelaparan di Negeri para Bedebah

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Ilustrasi Meninggal karena kelaparan (Sumber: Freepik)
Ilustrasi Meninggal karena kelaparan (Sumber: Freepik)

Kisah mengiris hati datang dari seorang pemuda Indonesia asal Lubuk Linggau bernama Randika Alzataria Syahputra (28). Wajah Randika bukan pertama kali muncul di layar televisi. Dirinya sempat viral pada tahun 2023 karena menyerahkan diri kepada polisi dengan mengaku pernah mencuri motor. Namun dirinya tidak dipenjara karena tidak terbukti melakukan tindak kejahatan.

Di saat banyak oknum yang mengaku miskin dengan modus meminta-minta sumbangan di jalanan. Padahal hartanya jauh lebih cukup dari yang kita bayangkan sebagai masyarakat menengah. Di saat sejumlah pejabat kita mangkir dari panggilan kepolisian saat diduga melakukan korupsi. Sementara Randika justru memilih berbohong telah mencuri motor demi hidup nyaman dalam penjara.

Barangkali bagi Radika mendekam di balik jeruji besi adalah sebuah kemerdekaan bagi dirinya. Di saat dirinya kehilangan sosok sang Ayah-- dia mulai kehilangan arah hidup. Meski penjara tidak menunjukkan arah hidup baginya-- mungkin setidaknya penjara bisa memberikan makanan gratis dan aktivitas pekerjaan meski mungkin tidak mendapatkan bayaran.

Setahun kemudian di tahun 2024 Randika kembali viral saat ditemukan terlantar di Sukoharjo Jawa Tengah karena kehabisan ongkos juga dalam kondisi yang sama yaitu kelaparan.

Banyak narasi dan komentar dari netizen kenapa Randika tidak mencari pekerjaan atau meminta uang untuk sekedar makan?

Miris, sejumlah 19 juta lapangan pekerjaan yang dijanjikan pun bahkan hingga detik ini belum nampak batang hidungnya. Lalu bagaimana dengan Randika yang melalui surat wasiatnya dia merantau dari Sumatera Selatan ke kota lain semenjak 2019 hingga ditemukan tidak bernyawa pada 2025 karena kelaparan.

Perlu kita ketahui bahwa tidak semua orang punya mental "Pengemis" sekalipun kondisinya lebih menyiratkan dari itu. Ada seseorang yang punya harga diri yang tinggi, bukan karena dia sombong tapi justru dia tidak mau menghinakan dirinya dengan meminta-minta. Ada orang yang punya harga diri tinggi yang tidak bisa menerima bantuan orang bukan karena angkuh. Tapi dia lebih suka mendapatkan segala sesuatu karena usahanya bukan karena rasa kasihan dari orang lain.

Barangkali mungkin Randika adalah orang seperti itu. Meski hidupnya berada di bawah garis kemiskinan tapi hati dan pikirannya tetap kaya. Orang seperti ini memang sangat sulit ditemukan, mungkin bak jarum dan tumpukan jerami. Mungkin bukan karena Randika tidak memiliki garis keberuntungan. Bukan pula karena Randika telah dikalahkan oleh takdir.

Justru barangkali Randika terlahir ke dunia ini karena sebuah misi mulia. Benar, sebuah misi yang mungkin kita anggap biasa saja tapi maknanya teramat dalam. Kematian Randika menjadi pengingat bagi kita, meski hidup dalam garis kemiskinan tapi kita harus memiliki jiwa pejuang dan nilai harga diri yang kaya. Kematian Randika menjadi pengingat bagi kita untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar.

Banyak dari kita yang terkenal dermawan bagi mereka nan jauh di sana. Tapi kita sering lupa bahwa tak jarang-- beberapa dari kita bisa berpotensi menjadi pembunuh bagi orang terdekat kita, salah satunya Randika. Seperti pepatah mengatakan "Gajah di pelupuk mata tak nampak" sementara Semut di ujung lautan nampak.

Membunuh memang tidak selamanya melukai tubuh seseorang dengan senjata. Tapi hilangnya empati dan simpati dalam diri kita justru bisa membunuh tanpa harus menyentuh.

Saya meyakini di negeri para bedebah ini masih banyak Randika lainnya yang berjibaku dengan masalah ekonomi dan isi perut. Di saat program MBG yang seringnya tidak tepat sasaran itu dan memangkas dana pendidikan justru lebih banyak mudharatnya (sia-sia). Selain beberapa kasus telah membuat sejumlah anak keracunan juga makanan sisa terbuang begitu saja menjadi penyumbang limbah bagi bumi. Sementara dibelahan lain ada Randika yang justru lebih layak mendapatkan program ini.

Di tengah krisis kepercayaan publik saya sadar banyak masyarakat yang kehilangan rasa empatinya karena modus dari beberapa oknum tidak bertanggung jawab. Termasuk saya pribadi karena beberapa kali mencoba menolong tapi pada akhirnya sering tertipu karena Tuhan menunjukkan kebenarannya, terlepas setelah kejadian atau beberapa waktu berlalu.

Namun dari pengalaman itu saya belajar untuk mengasah intuisi agar empati saya bisa mendarat pada orang yang tepat, orang-orang yang memang layak mendapatkan bantuan kita. Selain itu kita harus belajar mengasah daya nalar untuk kritis, sehingga kita bisa meminimalisir penipuan atau modus yang digunakan oleh para oknum.

Dilansir dari Bangkapos.com, Randika ditemukan tewas di teras rumah seorang warga di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat(17/10/2025). Semoga Randika pulang dengan penuh kedamaian dan semoga Di sisi Tuhan-Nya ia diberikan kelimpahan. Di negeri para bedebah ini Randika menjadi bukti dan cerminan bahwa apa yang selalu digaungkan dalam Pancasila pada hari senin di setiap sekolah atau beberapa kantor masih sangat jauh terefleksikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Kemanusiaan yang adil dan beradab serta Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Begitu seharusnya pesan yang telah kita sepakati bersama--sejak dulu kala.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Jun 2026, 12:25

Penggunaan Wewangian dari Zaman Mesir sampai Sekarang

Perkembangan singkat wewangian dari awal mula ketenarannya di Mesir sampai sekarang.

Pajangan botol parfum berwarna-warni. (Sumber: pexels.com | Foto: Hồng Quang)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 11:30

'Don’t Buy This Jacket' Kampanye Jujur atau Strategi Manipulasi Persepsi?

Membedah paradoks kampanye "Don’t Buy This Jacket" Patagonia:

Penulis sedang menelaah konsep iklan 'Don't Buy This Jacket'.
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 11:27

Wisata Gratis di Surabaya: Jelajah Taman Bungkul Ikon Kota yang Selalu Ramai

Taman Bungkul menjadi salah satu destinasi wisata gratis paling populer di Surabaya dengan fasilitas lengkap dan suasana nyaman sepanjang hari.

Taman Bungkul Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:56

Indonesia dalam Angka

Algoritma Statistik memang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi bukan berarti angka itu disusun hanya demi kepuasan publik. Sehingga fakta yang terjadi hanya sebatas retorika

Ilustrasi angka dalam kalkulator. (Sumber: Pexels | Foto: Yan Krukau)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:06

Penggunaan Kendaraan Listrik Dikebut, Tapi Listriknya Sering Padam

Di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif, pemadaman listrik yang masih sering terjadi memunculkan pertanyaan: seberapa siap sistem energi Indonesia?

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa (20/6/2026). (Sumber: Instagram/@pln_id)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 08:58

Ada Apa dengan Tanjakan Emen?

Jalan tanjakan Emen yang berada di Subang tepatnya di Ciater, terkenal dengan misteri seringnya terjadi kecelakaan.

Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 18:02

Peran Media Relations dalam Membangun Citra Kolaborasi Brand di Industri Olahraga

Memahami identitas kolaborasi sebagai perpaduan antara motorsport, inovasi, dan gaya hidup modern.

Gambar dari akun Instagram resmi Puma
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 17:37

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 15:26

Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala

Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.

Ilustrasi Bandung Mati Listrik Bergilir (Sumber: Pixabay)
Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0