Persaingan Ojek Online, Ojek Pangkalan, dan Dampaknya pada Kenyamanan Publik Bandung

aisha felicia
Ditulis oleh aisha felicia diterbitkan Minggu 14 Des 2025, 13:14 WIB
Sejumlah pengendara ojek pangkalan menunggu penumpang di area pangkalan Cijambe, pada Senin 1 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Aisha Felicia A)

Sejumlah pengendara ojek pangkalan menunggu penumpang di area pangkalan Cijambe, pada Senin 1 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Aisha Felicia A)

Persaingan antara ojek pangkalan dan ojek online di bandung ini sudah menjadi fenomena sehari hari yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Di zaman yang sudah serba modern ini hadirlah layanan transportasi online yang berbasis aplikasi yang menawarkan solusi agar memudahkan untuk memesan jasa transportasi hanya melalui smartphone yang dimiliki. 

Pada akhirnya, masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi menjadi pihak yang paling merasakan dampak akibat ojek pangkalan. Rasa tidak nyaman ataupun takut yang bisa menjadi konflik, hingga keterbatasan mobilitas yang menjadi konsekuensi dari adanya persaingan antar dua kelompok ini.

Masyarakat pasti ingin ketenangan dalam memesan jasa transportasi online yang memudahkan mereka untuk berkegiatan. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat sering menjadi saksi dari kejadian yang tidak seharusnya terjadi, situasi ini justru menurunkan kualitas pengalaman penggunaan transportasi harian.

Wali Kota Bandung M. Farhan perlu lebih serius untuk menata persoalan tentang ojek pangkalan yang hingga kini masih menimbulkan konflik di berbagai daerah terutama di kota-kota besar seperti bandung. Regulasi yang minim juga membuat praktik ojek pangkalan berjalan tanpa kepastian hukum yang jelas, sehingga berujung kepada intimidasi pengemudi ojek online maupun untuk kenyamanan masyarakat. 

Menurut saya, kehadiran transportasi berbasis aplikasi seharusnya menjadi momentum untuk melakukan pengamatan menyeluruh, bukan hanya membiarkan saja adanya perseteruan antara dua pihak terus berlangsung tanpa adanya solusi yang jelas. Walikota juga belum menghadirkan ruang dialog yang adil bagi semua pihak, ojek pangkalan, ojek pangkalan, ojek online dan pengguna jasa harus ditempatkan pada mediasi yang transparan agar tidak terjadi diskriminasi kebijakan. 

Ojek pangkalan ini memiliki aturan tidak tertulis nya sendiri yaitu ojek online tidak boleh melewati area yang diklaim sebagai wilayah “kekuasaan” dari ojek pangkalan tersebut. Seringkali penumpang ojek online sedikit berjalan untuk melewati area ojek pangkalan ini atau harus melewati rute yang lebih jauh agar terhindar dari wilayah mereka. 

Tarif yang ditawarkan oleh ojek pangkalan ini juga menjadi sorotan, dikarenakan tarif yang diberikan oleh ojek pangkalan ini seringkali berubah-ubah. Ini menjadi alasan mengapa lebih banyak masyarakat yang memilih untuk memesan ojek online daripada ojek pangkalan.

Dampak dari ojek pangkalan ini tidak selalu negatif, tetapi ada positif nya juga seperti memberikan akses transportasi yang cepat, fleksibilitas tarif dan rute, meningkatkan ekonomi lokal. Dampak negatif dari ojek pangkalan ini adalah potensi konflik dengan ojek online, tarif tidak konsisten, pembatasan area, dan juga ketidakpastian layanan.

Masyarakat tidak seharusnya menjadi korban atas persaingan antara ojek online dan ojek pangkalan ini. Kondisi tersebut mengubah ruang publik yang awalnya tenang menjadi wilayah yang penuh dengan tekanan sosial.

Persaingan ini juga melihatkan ketidaksiapan sebagian ojek pangkalan untuk beradaptasi dengan era digital di masa kini. Beberapa pihak berpendapat bahwa konflik ini bukan semata karena perebutan penumpang, tetapi juga soal ketimpangan akses teknologi.

Baca Juga: Buruknya Penataan Master Plan Kota Bandung: Warga Terdampak, Citra Tercoret

Modernisasi layanan ini dapat menjadi langkah penting untuk kita bisa mempertahankan keberlangsungan usaha yang berkualitas. Maka dari itu hal ini bisa menjadi momentum bagi para ojek pangkalan untuk beradaptasi dan berinovasi.

Banyak perubahan yang menunjukkan perubahan besar dari ekonomi tradisional yang bersifat lokal menuju ekonomi digital yang lebih global. Ojek pangkalan merupakan pekerjaan tradisional yang mengandalkan kedekatan sosial dan hubungan personal antara pengemudi dan pelanggan.

Dari sudut pandang ekonomi dan teknologi, perubahan adalah hal yang sangat tidak bisa kita hindari. Teknologi memberikan kita akses yang lebih luas dan efisiensi waktu yang lebih baik. Dalam hal ini, jika ojek pangkalan ingin tetap relevan, mereka perlu beradaptasi dengan zaman yang sudah modern seperti sekarang. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

aisha felicia
Tentang aisha felicia
hi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jan 2026, 18:15 WIB

Mencintai Kota seperti Kekasih: Kota Bandung, Konferensi Asia Afrika, dan Tanggung Jawab Kita

Bagaimana rasanya mencintai kota seperti kekasih? Dari Bandung yang terasa asing di kening hingga Bandung yang asyik untuk dikenang.
Bangku yang terduduk di Perpustakaan Kota Bandung (Sumber: Koleksi Pribadi Penulis | Foto: Penulis)
Ayo Jelajah 25 Jan 2026, 17:21 WIB

Sejarah Pasar Cimol Gedebage Bandung, Surga Thrifting Kota Kembang di Ujung Jalan

Jejak sejarah Pasar Cimol Gedebage bermula dari Cibadak hingga menjadi pusat pakaian bekas terbesar di Bandung.
Pasar Cimol Gedebage. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 16:13 WIB

Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

Bila makna kata berputar-putar dikaitkan dengan toponimi Kampung Muril, sangat mungkin, penduduk di sana pada masa lalu pernah merasakannya.
Sangat mungkin toponim Muril karena pernah terjadi gempabumi yang menyebabkan serasa berputar-putar. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 13:38 WIB

Gali Potensi, Raih Prestasi

Pengalaman LDKB menjadi bekal berharga bagi kita untuk terus menggali potensi diri, memperbaiki diri, meraih prestasi
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 11:05 WIB

Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Transportasi publik dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang interior bergerak yang dialami secara nyata oleh pengguna/penumpang.
Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 24 Jan 2026, 21:30 WIB

Menyelami Dinamika Properti Indonesia: Antara Regulasi, Pasar, dan Integritas Developer

Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti.
Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti. (Sumber: Freepik)
Beranda 24 Jan 2026, 09:15 WIB

Memaknai Filosofi Warna Wayang Golek sebagai Cermin Karakter dan Arti Kehidupan

Tak hanya posisi mahkota, warna pada wajah wayang juga menjadi kunci untuk memahami filosofi karakter.
Tatang Ruhiana dan koleksi wayan goleknya yang dijual di galeri Alan Ruchiat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 22:10 WIB

Normalisasi Sungai Mandiri: Kepemimpinan RT/RW Menjawab Tantangan Banjir

Kabupaten Bandung termasuk wilayah yang hampir setiap musim penghujan mengalami banjir di sejumlah titik.
Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 20:43 WIB

Kualitas Perjalanan Warga Bandung Menurun, Evaluasi Infrastruktur Transportasi Mengemuka

Kemacetan di Bandung membuat perjalanan harian warga lebih lama, menurunkan produktivitas, dan menurunkan kenyamanan mobilitas. Perlu pengaturan lalu-lintas lebih baik.
Pengendara terjebak macet di Buah Batu Ketika hujan turun, Senin (01/12/2025). (Foto: Nabila Khairunnisa P)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 19:47 WIB

Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita

Lisa Blackpink syuting di Bandung Barat? Intip alasan Netflix memilih Citatah dan bagaimana warga menyikapi bocornya lokasi syuting tersebut.
Salah satu tebing karst yang terus dijaga bersama adalah Tebing Citatah 125 karena di sinilah sejarah panjat tebing Indonesia bermula. (Sumber: Eiger)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 17:24 WIB

Industri Sepak Bola Putri Indonesia Sedang Bertumbuh di Tengah Kekosongan Liga Resmi

Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat.
Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat. (Sumber: MilkLife Soccer Challenge)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:58 WIB

Menata Ulang Wajah Transportasi Bandung

Lalu lintas Bandung yang terbilang sangat padat telah menjadi masalah bagi warga sejak tahun 2024.
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:24 WIB

Kota Wisata dengan Beban Mobilitas Tinggi: Tantangan Tata Transportasi Bandung

Pemerintah sudah mencoba menerapkan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan kemacetan, namun masih tak kunjung menemukan solusi yang tepat.
Kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan Buah Batu, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, menjadi pemandangan sehari hari bagi warga yang melintas (03/12/2025). (Sumber: Ramadhan Dwiadya Nugraha)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 15:58 WIB

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Krisis Fiskal: Strategi Obligasi dan Sukuk Jawa Barat

Ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2025 tumbuh solid sebesar 5,23% year-on-year. Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan itu, terdapat bayangan tantangan fiskal yang semakin nyata.
Ilustrasi obligasi dan sukuk daerah memperluas inklusi keuangan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 15:01 WIB

Ketika Mobilitas Tersendat, Kepercayaan Publik Ikut Tergerus

Kemacetan yang terus menerus terjadi membuat masyarakat Bandung semakin resah.
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)
Ayo Jelajah 23 Jan 2026, 14:03 WIB

Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Judi online jaringan Kamboja menjalar hingga Bandung lewat iklan kerja digital. Anak muda direkrut sebagai operator dari rumah kontrakan atau luar negeri dengan janji gaji bulanan yang terlihat wajar.
Ilustrasi judi Kamboja.
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 13:38 WIB

Dana Indonesiana Tertunda, Pelestari Budaya Ngada Alami Tekanan Mental

Dana Indonesiana belum cair, program budaya Ngada tertunda, pelakunya menghadapi tekanan sosial dan mental di kampungnya sendiri.
Desa Adat Bena. (Sumber: Arsip pribadi narasumber)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 12:08 WIB

Catatan Awal Tahun dari Wargi Bandung

Januari 2026 tiba, udara Bandung terasa berbeda.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 10:07 WIB

Semestinya Kita Berefleksi dari Bencana Sumatra

Peristiwa ini bukan sekadar kabar duka dari satu wilayah, melainkan cermin rapuhnya kesiapsiagaan kita menghadapi bencana yang berulang.
Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)
Beranda 23 Jan 2026, 06:49 WIB

Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Akun ini tidak ingin dipandang sebagai media yang semata-mata mengutamakan kecepatan, namun juga tidak memilih gaya bahasa yang saklek, kaku, atau terlalu formal.
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)