Polemik SPPG Sukabumi: Antara Harapan Gizi dan Alarm Nyata bagi Gen Z

3 menit baca
Nenah Haryati
Ditulis oleh Nenah Haryati diterbitkan
Dokumentasi demo SPPG Sukabumi
Dokumentasi demo SPPG Sukabumi

Sukabumi setahun terakhir seolah tak pernah benar-benar tenang. Riuh kendaraan di jalanan kini seakan kalah oleh riuh suara warga yang berulang kali turun ke jalan, menyuarakan keresahan atas program SPPG. Tercatat sudah tiga kali gelombang unjuk rasa terjadi di pertengahan tahun ini. Dari aksi warga Cibeureum Bersatu (Forwacib) ke Balai Kota dan DPRD pada 1 April 2026, sengketa lahan di Pamuruyan Cibadak pada 23 April, hingga aksi terakhir di depan dapur SPPG Cirendeu, Desa Girijaya, pada 5 Juni 2026.

Deretan aksi ini tentu bukan sekadar angka atau peristiwa administratif. Ini adalah alarm keras. Di balik niat baik pemerintah Indonesia untuk menghadirkan program ini, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan sisi yang kurang sempurna. Monopoli bahan baku, pungutan liar, hingga nepotisme yang disuarakan warga adalah luka yang nyata dalam sebuah upaya pemberdayaan.

Program ini memang membawa banyak dampak positif yang kita harapkan, namun ia juga telah tercederai oleh proses yang jauh dari kata ideal. Ketidaksempurnaan ini mencapai puncaknya ketika BGN secara resmi melansir pembekuan operasional pada 10 hingga 11 satuan SPPG per 25 Mei 2026. Alasan utamanya sederhana namun fatal: ketidakmampuan memenuhi syarat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Ini adalah ironi, sebuah program yang seharusnya membawa manfaat justru meninggalkan masalah lingkungan yang semestinya bisa diantisipasi sejak awal.

Refleksi untuk Generasi Z: Berani Bersuara, Bijak Berperan

Polemik SPPG ini bukan sekadar masalah administratif bagi kita, generasi yang berada tepat di tengah pusaran arus informasi. Bagi rekan-rekan Gen Z, terutama yang terlibat langsung sebagai pekerja atau fresh graduate di dalamnya, ada beberapa poin yang layak kita renungkan bersama:

1. Greenwashing dan Lingkungan itu Nyata. Kita tidak bisa lagi menutup mata. Banyak dari kita yang memiliki kompetensi, memahami ilmu pengolahan limbah, dan tahu betul dampak kerusakan lingkungan yang dihasilkan. Jika kita tahu ada yang salah dengan pengelolaan limbah di lapangan, maka mendiamkannya adalah bentuk pengingkaran terhadap ilmu dan etika profesi yang kita pegang.

2. Pentingnya Menjadi Watchdog Digital. Kekuatan citizen journalism saat ini sangatlah besar. Gen Z telah membuktikan bahwa gaung kebenaran di media sosial mampu memicu perubahan nyata. Jika posisi atau jenjang karier membuat kita merasa terancam, manfaatkanlah ruang anonimitas untuk tetap menyampaikan fakta. Menjadi pengawas berbasis data adalah bentuk tanggung jawab moral kita agar suara tetap tersampaikan tanpa harus mengorbankan integritas diri.

3. Melampaui Struktur yang Kaku. Kita sering terjebak dalam dikotomi: lantang di media sosial, namun ciut saat berhadapan dengan struktur komando di dunia kerja. Padahal, Gen Z dikenal tidak terlalu mendekap prinsip hierarki yang kaku. Kita seharusnya berani menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan kerja tidak boleh dikalahkan oleh ketakutan akan tekanan atasan. Jangan biarkan kualitas kerja kita terkorbankan hanya karena kita takut bersuara terhadap ketidakbenaran yang ada di depan mata.

Kejadian ini memaksa kita untuk merenung, apakah kita sedang membangun kesejahteraan atau sekadar membangun kerumitan baru? Sebagai warga yang ingin kotanya maju, saya berharap polemik ini menjadi pelajaran. Harapan yang sangat nyata bahwa kehadiran program pemerintah tidak lagi diwarnai dengan kegaduhan yang lahir dari ketidaksiapan, melainkan dari kebermanfaatan yang tuntas dan jujur. Sukabumi layak mendapatkan yang jauh lebih baik dari sekadar janji dan sengketa. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)