Kebugaranmu kok Hanya FOMO?

4 menit baca
Veronika
Ditulis oleh Veronika diterbitkan
Olahraga padel. (Sumber: Pexels | Foto: Diana Scala)
Olahraga padel. (Sumber: Pexels | Foto: Diana Scala)

FOMO yang lebih banyak dikenal masyarakat adalah ikut-ikutan supaya tidak ketinggalan yang sedang tren. Apakah Anda pernah ada di fase FOMO olahraga? Kapan terakhir kali Anda berolahraga? Apa alasan terbesar Anda memilih jenis olahraga untuk dilakukan? Zumba, lari, gowes, dan padel termasuk pilihan olahraga yang hadir sebagai tren di masyarakat.

Sebelum pandemi, olahraga berbasis komunitas seperti zumba dan lari adalah olahraga yang menjadi pilihan favorit masyarakat. Tak ayal berbagai event olahraga komunitas pun menjadi hal yang diikuti masyarakat, salah satu diantaranya color run. Saat pandemi menggerogoti seluruh belahan bumi, di mana ada pembatasan kerumunan, minat masyarakat mengubah arah tren olahraga lebih personal seperti gowes. Paska pandemi tren olahraga kembali marak, ditambah lagi peran influencer banyak membuat konten aktif berkegiatan olahraga.

Menurut data tahun 2023 dari Indonesia Running Club, tren jenis olahraga berbanding lurus dengan minat olahraga masyarakat sebanyak 68% pelari di Jakarta dan Bandung berlari karena tren di media sosial. Di mana masyarakat terdeteksi fomo terhadap jenis olahraga sesuai tren. Begitu juga dengan padel yang hype sejak akhir tahun 2025.

Bak koin memiliki 2 sisi, begitu juga dengan olahraga. Ketika kebermanfaatan olahraga tidak optimal dan tidak melekat dalam jangka panjang bagi masyarakat, lantas apa yang didapat? Apakah hanya sekedar menambahkan galeri foto berbagai komunitas olahraga? Apakah hanya sekedar mengoleksi alat-alat pendukung olahraga yang padahal banyak jenis olahraga yang tidak membutuhkan alat bantu seharga fantastis? Atau segudang manfaat yang akan didapat dengan membangun motivasi dan konsistensi dalam berolahraga?

Konsistensi dalam aktivitas olahraga memberikan berbagai manfaat, diantaranya bagi kesehatan tubuh dan mental serta kebugaran dalam melakukan banyak kegiatan produktif yang berkualitas. Saat berolahraga maka akan terjadi pelepasan hormon endorfin, dopamin, dan serotonin yang akan membuat suasana hati bahagia, positive vibes, dan mengurangi stres . Dan juga dengan tubuh yang bugar maka Anda mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan semangat, tidak mudah lelah, dan tubuh berfungsi secara optimal.

Olahraga hyrox. (Sumber: universe.roboflow.com)
Olahraga hyrox. (Sumber: universe.roboflow.com)

Pilihlah olahraga yang sesuai minat, kebutuhan, dan gaya hidup. Jangan lupa, menjaga kesehatan bukan soal ikut tren semata, tapi perlu disesuaikan dengan kapasitas individu dan komitmen untuk diri sendiri. Perihal kapasitas individu adalah hal yang harus menjadi filter utama dalam memilih olahraga yang akan dilakukan. Dengan adanya kondisi fisik tertentu di tiap orang, maka olahraga yang dipilih sangat dianjurkan untuk disesuaikan. Seperti kasus low back pain dengan keluhan nyeri area punggung bagian bawah, untuk olahraga lari dan sepeda perlu dihindari terutama saat kondisi nyeri akut. Beberapa olahraga pilihan untuk penderita low back pain adalah renang, sepeda statis, dan pilates.

Komposisi tubuh dalam berat badan dan usia tiap individu juga berdampak dalam pemilihan olahraga yang tepat. Begitu juga faktor usia berperan pada pemilihan olahraga yang tepat. Ada kekhawatiran soal cedera bagi lansia dalam olahraga tertentu sehingga dianjurkan memilih olahraga yang ringan dan aman. Begitu juga anak berusia di bawah 17 tahun yang tidak dianjurkan memilih olahraga angkat beban berlebihan karena akan mengganggu proses pertumbuhan tinggi badan anak. Komitmen untuk diri sendiri dalam memilih olahraga juga berperan besar terhadap kebermanfaatan olahraga tersebut. Kok bisa-bisanya karena tren tertentu memaksa tubuh Anda melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan kapasitas tubuh Anda sehingga bukannya manfaat baik yang didapatkan tapi malah dampak buruk.

Begitu juga ketika memilih olahraga hanya karena FOMO dan sekedar mengeluarkan keringat, maka manfaat kebugarannya pun cenderung terlewatkan. Di dalam komitmen dibutuhkan konsistensi. Seperti saat menurunnya tren gowes, maka konsistensi olahraga gowes pun menurun yang pada akhirnya menggantungkan sepeda. Lantas penurunan kebugaran tubuh pun menjadi taruhan sebagai dampak dari FOMO tren gowes. Ditambah lagi jika pada akhirnya sepeda hanya dijadikan pajangan atau tersimpan di gudang begitu saja.

Perlu diingat kembali, kebugaran tubuh perlu dirawat berkelanjutan dan bukan hanya sekedar pernah merawat. Dalam konsistensi melakukan olahraga secara rutin 3-4 kali dalam seminggu, maka banyak manfaat kebugaran yang didapat. Apakah banyak manfaat manfaat yang diurai di atas bisa terjaga dan terawat karena sekedar FOMO? Tentu tidak! Komitmen dan konsistensi adalah kunci. Mari perkuat otot dan persendian, tingkatkan stamina, dan lancarkan metabolisme tubuh lewat konsisten berolahragan. Dan dari sekarang pilihlah olahraga yang secara manfaat bisa berdampak bagi perawatan jangka panjang untuk tubuh Anda. Lawan fomo, aktifkan kebugaranmu! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)