Modernisasi Berkebaya yang Berbudaya

3 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)

Fashion era kekinian menjadi landasan pacu bagi perempuan utamanya untuk membuat penampilan selalu menjadi dambaan dan menyenangkan. Jika dilihat dari segi tampilan memang fashion tidak pernah luntur dan masih sebagai tolok ukur dari pelbagai kegiatan. 

Pada fashion tidak selalu mengedepankan unsur mode yang kebaratan melainkan pentingnya tetap menjaga kebudayaan di negeri sendiri. Pada dasar kebutuhan fashion, perempuan di Indonesia memiliki standarnya tersendiri. 

Keseriusan untuk membuat penampilan semakin diminati perempuan biasa memilih dari baju yang mahal dan berbahan kain yang nyaman dan tenar, dijahit oleh desainer handal dan terkenal. Oleh karenanya pakaian yang dikenakannya sangat elegan dan mewah.

Masalahnya adalah apakah perempuan berkenan mengembalikan pakaian yang unggul dari Nusantara? Sementara tidak banyak perempuan yang siap terlihat berbeda, khawatir disebut saltum alias salah kostum. 

Kostum terbaik bagi perempuan adalah hal mutlak dan wajib disiapkan jauh hari dengan biaya yang tidak murah, persiapan lainnya berkaitan dengan tema yang diusung pada setiap kegiatannya. 

Bagaimana perempuan Indonesia dalam memandang kebaya? 

Identitas Kebudayaan Nusantara 

Tidak dapat ditawar lagi dengan berkebaya. Kebaya sudah menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia. 

Kebaya adalah pakaian tradisional yang dikenakan terutama oleh perempuan di Indonesia, serta di beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Kebaya umumnya berupa atasan berlengan panjang dengan potongan yang mengikuti bentuk tubuh dan dipadukan dengan kain batik, songket, tenun, atau kain tradisional lainnya. Selain menjadi busana adat, kebaya juga merupakan simbol keanggunan, identitas budaya, dan warisan budaya yang terus berkembang mengikuti zaman.

Dari setiap kegiatan yang dilaksanakan baik secara formal maupun non formal dapat menggunakan kebaya. Tidak perlu lagi malu mengenakan kebaya. Perempuan yang tidak dapat melupakan bahwa kebaya bukan sebagai busana tetapi menjadi penciri penting. Busana paling unik dan menarik.

Kenapa kebaya sebagai simbol keanggunan dan identitas kebudayaan? Perempuan wajib mengetahui. Simbol keanggunan mengenakan kebaya menjadi ruang bagi perempuan menunjukkan bahwa negeri ini menjunjung tinggi peradaban berkebaya.

Melampaui Batas Fashion

Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)

Setiap individu perempuan pasti tahu bahwa busana berkebaya untuk melampaui batas berbusana, yang artinya memiliki banyak kisah dalam berkebaya. Kepentingan berkebaya untuk mempromosikan kebudayaan. Promosi kebudayaan ini dimaksudkan bahwa di setiap tempat yang paling terbaik tentunya tidak terlepas dari berkebaya. 

Perkembangan yang terjadi pada dunia busana, kebaya masih banyak yang tidak diketahui sedangkan kebaya sudah diputuskan sebagai hari kebaya nasional.

Tidak ada yang bilang jika berkebaya tidak modern, berkebaya tidak mendorong perempuan disegani, justru perempuan berkebaya menuntaskan stigma jika kebaya hanya dipakai oleh orang tua. 

Padahal berkebaya di era fashion berkiblat ke Prancis, berkebaya untuk perempuan mendambakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan kebudayaan yang tertulis dan tidak tertulis. 

Kaya budayanya disebut sebagai warisan yang tidak dapat dimiliki oleh negara lainnya. Wisatawan mancanegara pun mengakui keutuhan berkebaya untuk merepresentasikan perempuan Indonesia seutuhnya dan sesungguhnya.

Jika melihat perempuan berkebaya menawarkan berbagai macam kegiatan wisata Kebudayaan. Pada kebaya inilah sejarah berbusana di zamannya memberi suasana yang penuh kenangan yang bercerita tentang perjalanan perjuangan dalam membangun keadaban di negeri ini. 

Selain itu, memberikan wisata bercorak lokalitas. Menjadi pribadi wisatawan tahu bahwa berkebaya tidak sekadar baju melainkan filosofi kebudayaan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia.

Apalagi jika berkebaya dan berperilaku baik akan memberikan kesan kepada wisatawan mancanegara lebih banyak lagi datang dan menikmati kebudayaan yang megah dan berkarakter. 

Meski sudah dirayakan sebagai hari kebaya nasional, pemerintah belum memberikan kegiatan berkebaya dengan totalitas. Sebab belum ada kegiatan berkebaya diwajibkan menggunakan kebaya dan belum ada sanksi bagi perempuan yang tidak memakai kebaya.

Keseriusan pemerintah membuat kegiatan berkebaya belum nampak serentak. 

Maka dibutuhkan gebrakan bagi pemerintah menjunjung kebaya. Bermaksud agar kebaya tidak bersifat normalitas, tetapi menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia dan khususnya penyuka kebaya.  

Jaminan berkebaya bukan sekadar perintah namun menjadi tuntunan. Berkebaya untuk mendefinisikan perempuan yang cerdas, perempuan yang anggun, perempuan yang tidak bisa dilepaskan dari predikat tertinggi sebagai perempuan bersimbol kebudayaan.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Sep 2026, 17:12

Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian

Sulit menemukan research gap untuk skripsi? Pelajari cara menemukannya dari jurnal, melihat celah penelitian, hingga mengubahnya menjadi ide penelitian.

Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 16:57

Sekali di Udara, Tetap di Hati: 81 Tahun Perjalanan RRI

Radio Republik Indonesia (RRI) memperingati hari jadinya setiap 11 September.

Gedung RRI Bandung, diambil pada bulan Agustus 2024. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Pijri Paijar)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 14:04

Komunikasi di Era AI: Mengapa Suara Manusia di Radio Tak Tergantikan

Di era AI, radio bertahan sebagai benteng keaslian manusia. Hari Radio Nasional mengingatkan bahwa kehangatan dan koneksi emosional dari suara penyiar tak tergantikan oleh algoritma.

Ilustrasi ruangan siaran radio. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Linimasa 11 Sep 2026, 14:02

Dulu Sempat Viral, Apa Kabar Odading Mang Oleh?

Odading Mang Soleh pernah viral berkat video Ade Londok. Kini usaha tersebut diteruskan anak-anak dan memiliki cabang di luar Bandung.

Odading Mang Oleh yang dulu sempat viral. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 13:27

Menghidupkan Siaran RRI Bandung dengan Kreativitas Siniar

Alih wahana oleh RRI Bandung membutuhkan platform digital karya anak bangsa yang multifungsi.

Gedung Radio Republik Indonesia Bandung di Jalan Diponegoro No.61 Kota Bandung (Sumber: RRI | Foto: Atep)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 10:16

Dari I Hate Monday Menjadi 'Dimanusiakan' Pengalaman Tak Terduga di BP Kebudayaan Jabar

Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat adalah unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Kebudayaan yang bertugas merawat dan memajukan kebudayaan serta cagar budaya di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Ilustrasi tulisan "I hate monday". (Sumber: Pexels | Foto: elena_ sher)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 09:00

Mengapa Laga Persib–Persija Lebih dari Sekadar Tiga Poin

Para pemain Persib tidak hanya bermain untuk klub, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan sebagian masyarakat Jawa Barat. 

Pemain Persib dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)