Jeritan Pedagang Pasar Baru dalam Fase Ekonomi Menurun Tajam

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Suasana di Pasar Baru Bandung, Jumat, 20 Mei 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Suasana di Pasar Baru Bandung, Jumat, 20 Mei 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Beberapa waktu yang lalu penulis mengunjungi Pasar Baru yang lokasinya tidak jauh dari Stasiun Bandung. Sepanjang ingatan penulis, dahulu jalan trotoar yang dijadikan tempat berjualan ini tidak luput dari desakan orang-orang yang berbelanja setiap harinya.

Namun ketika itu jalan ini kondisinya benar-benar lenggang dari pembeli. Bahkan beberapa penjual terlihat melamun, bermain hp dan merapihkan barang-barang.

Beberapa ruko yang dahulunya dijadikan untuk sewa sebuah toko, lambat laun makin banyak yang kosong. Bahkan seringkali banyak ruko yang terbengkalai dan mulai rusak konstruksi bangunannya.

Hal ini terjadi karena sudah mulai banyak pengusaha yang beralih ke penjualan online yang cukup bisa dilakukan di rumah tanpa harus menyewa sebuah ruko. Tentu selain bisa mengurangi biaya operasional, berjualan secara online juga dianggap lebih fleksibel.

Kondisi Pedagang di Pasar Baru Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Kondisi Pedagang di Pasar Baru Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Berdasarkan informasi yang penulis dapat di lingkungan sekitar maupun media sosial hampir semua sektor perdagangan mengalami penurunan sejak bulan ramadhan hingga saat ini.

Tidak hanya pedagang di pasar tradisional, beberapa pedagang yang sudah bergelut di e-comerce pun mengeluh karena biaya yang dibebankan oleh pemilik aplikasi makin mencekik. Belum lagi distributor yang dahulu menyalurkan produk/jasanya melalui seller, kini mereka bisa menjualnya langsung ke konsumen eceran dengan harga yang bisa dibilang tidak masuk akal.

Ke dua video ini ditonton hampir seribu kali dan mendapatkan beberapa respon dari pembeli dan beberapa penjual di pasar tradisional lain hingga penjual online.

Keluhan pembeli terhadap pedagang offline (Sumber: Tiktok : @medocxshop)
Keluhan pembeli terhadap pedagang offline (Sumber: Tiktok : @medocxshop)

Respon di atas ada kaitannya dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dyah Ratna Rohmania dkk, berjudul “Pengaruh Pasar Online Terhadap Minat Beli Konsumen Dan Dampaknya Terhadap Pasar Tradisional”, penelitian ini menyimpulkan bahwa:

Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh pasar online dan pasar tradisional dapat mempengaruhi minat beli konsumen. Konsumen yang cenderung tidak ingin repot lebih memilih belanja di pasar online, sedangkan konsumen yang terlalu takut dengan risiko belanja secara online lebih memilih berbelanja di pasar tradisional. Keberadaan pasar online tidak berdampak secara signifikan terhadap Pasar Induk kajen. Hal ini dikarenakan Pasar Induk Kajen merupakan pusat perbelanjaan bagi masyarakat baik masyarakat daerah maupun kota. Selain itu, beberapa barang dagangan yang mudah busuk seperti sayuran, dan ikan para konsumen lebih cenderung untuk berbelanja di pasar tradisional dibandingkan pasar online.

Saran pembeli untuk penjual (Sumber: Tiktok : @medocxshop)
Saran pembeli untuk penjual (Sumber: Tiktok : @medocxshop)

Opini di atas dapat diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Bintang Priyono dan Dian Permata Sari yang berjudul “Dampak Aplikasi Tiktok Dan Tiktok Shop Terhadap UMKM di Indonesia”. Penelitian ini menunjukkan bahwa Tiktok memiliki potensi sebagai media yang efektif bagi UMKM untuk menjangkau audiens yang lebih luas, dapat meningkatkan penjualan dan meningkatkan kehadiran branding produk yang dijual tanpa perlu pihak endorse. 

Meski masih banyak yang menolak untuk beralih ke sistem online tapi alangkah baiknya hasil penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi penjual untuk selaras dengan trend yang ada.

Kondisi Pasar Jatayu (Sumber: Tiktok : @medocxshop)
Kondisi Pasar Jatayu (Sumber: Tiktok : @medocxshop)

Beberapa pasar tradisional juga mengeluhkan hal yang sama seperti Pasar Jatayu, banyak kios yang tutup akibat sepi. Selain itu juga ada netizen lain yang mengaku kondisi di pasar Cileunyi juga sepi dan merasa semenjak kehadiran online hal ini terjadi. Kemudian ada netizen yang menyarankan untuk melaporkan kejadian ini kepada KDM dan meminta solusi agar pasar kembali ramai.

Sementara dari sudut pandang penulis, selain memang zaman sudah berubah dan banyak teknologi yang menggerus tradisi sebelumnya dan masyarakat dipaksa untuk mengikuti perkembangan zaman agar bisa tetap bertahan. Kenaikan PPN di tahun 2025 juga sedikitnya berperan terhadap daya beli masyarakat terutama pada kelompok yang memiliki penghasilan di bawah minimum.

Meski pada awalnya kenaikan PPN dibatalkan dan hanya berlaku bagi produk mewah. Namun kenyataan di lapangan sebagian pengusaha atau produsen sudah terlanjur menaikan harga produk di perusahaannya. Hal ini berakibat barang yang dijual mengalami peningkatan sementara penghasilan masyarakat masih tetap.

Baca Juga: 6 Tulisan Orisinal Terbaik Mei 2025, Total Hadiah Rp1,5 Juta untuk Netizen Aktif Berkontribusi

Kondisi pasar yang mengalami perlambatan, penurunan kuantitas penjualan dan tingkat konsumsi masyarakat yang menurun. Hal ini berdampak pada aspek sosial ekonomi masyarakat sehingga meningkatkan angka kemiskinan dan kesenjangan pendapatan di Indonesia. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan, perlu adanya kerjasama dari pemerintah, para pengamat ekonomi, pelaku ekonomi hingga para penjual untuk menstabilkan ekonomi.

Masyarakat pun perlu berkonstribusi dengan cara menggunakan produk lokal. Pemerintah pun perlu melakukan evaluasi dan penyesuaian yang berkala terhadap tarif PPN demi menjaga kestabilan ekonomi dan kesejahteraan yang diimpikan bersama dapat terwujud. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)