Kandung Bahan Kimia, Skincare Pencerah Wajah Ternyata Tidak Berbahaya jika Tahu Cara Pakai

4 menit baca
Metta Olive Putri Nugroho
Ditulis oleh Metta Olive Putri Nugroho diterbitkan
Tidak semua bahan kimia dalam skincare pencerah wajah berdampak negatif. (Sumber: Pexels/Moose Photos)
Tidak semua bahan kimia dalam skincare pencerah wajah berdampak negatif. (Sumber: Pexels/Moose Photos)

Saat ini, penggunaan skincare semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya merawat kulit untuk tampil lebih percaya diri.

Menurut survei yang dilakukan oleh Zap Beauty Index (2024) terhadap kurang lebih 9000 wanita mulai dari 15 hingga 65 tahun, ternyata sebanyak 75,8% wanita Indonesia sedang gencar mencari skincare yang bisa membuat kulit menjadi lebih cerah.

Namun, tren ini juga memunculkan kekhawatiran masyarakat mengenai kandungan bahan kimia dalam produk skincare pencerah yang sering kali dianggap berdampak negatif bagi kulit. Kekhawatiran ini semakin diperkuat oleh maraknya informasi simpang siur di media sosial yang menimbulkan stigma bahwa semua bahan kimia dalam skincare bersifat berbahaya, tanpa memahami peran dan karakteristik masing-masing zat.

Padahal, tidak semua bahan kimia dalam skincare pencerah wajah berdampak negatif, sehingga diperlukan edukasi mengenai bahan yang baik dan ketentuan penggunaan yang tepat.

Tidak semua bahan kimia dalam produk skincare pencerah kulit bersifat berbahaya, banyak diantaranya justru telah terbukti aman dan efektif dalam mencerahkan kulit apabila digunakan secara tepat. Senyawa kimia seperti niacinamide, vitamin c, dan ɑ-arbutin telah digunakan secara luas. Niacinamide merupakan turunan dari vitamin B3, vitamin hidrofilik yang mampu mengatasi hiperpigmentasi dengan menghambat transfer pigmen gelap dari sel pembuat pigmen ke sel kulit, sehingga mengurangi penumpukan pigmen gelap pada kulit.

Selain itu, niacinamide juga meningkatkan fungsi penghalang kulit, memperkuat skin barrier, dan memberikan efek pencerah pada kulit. Sementara itu, vitamin C atau asam askorbat adalah antioksidan kuat yang dapat membantu menghambat aktivitas enzim pensintesis pigmen gelap sehingga produksi pigmen gelap terhambat dan kulit menjadi lebih cerah. Terakhir, ɑ-arbutin merupakan turunan alami hidrokuinon yang bekerja lebih lembut namun efektif dalam menghambat aktivitas enzim pensintesis pigmen gelap sehingga produksi pigmen gelap terhambat dan mempu mencerahkan kulit.

Studi menunjukkan bahwa ketiga bahan ini dapat digunakan dalam jangka panjang tanpa efek samping seperti iritasi atau sensitivitas berlebih. Ketiga bahan kimia ini menunjukkan bahwa bahan kimia tidak selalu berbahaya bagi kulit, melainkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan kulit jika digunakan dengan tepat. 

Baca Juga: Kini 10 Netizen Terpilih Dapat Total Hadiah Rp1,5 Juta dari Ayobandung.id setiap Bulan

Tidak semua bahan kimia dalam skincare pencerah wajah berdampak negatif. (Sumber: Pexels/Sora Shimazaki)
Tidak semua bahan kimia dalam skincare pencerah wajah berdampak negatif. (Sumber: Pexels/Sora Shimazaki)

Meskipun terdapat banyak bahan kimia dalam skincare pencerah yang terbukti aman, kurangnya edukasi pada konsumen mengenai kandungan, dosis, dan kombinasi bahan aktif dalam produk skincare dapat menyebabkan timbulnya efek samping pada kulit. Misalnya niacinamide yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit apabila digunakan secara bersamaan dengan vitamin C. Meskipun keduanya merupakan dapat mencerahkan kulit, namun penggabungan kedua komponen ini secara bersamaan dapat merusak rantai Vitamin C sehingga kulit menjadi kemerahan.

Selain itu, banyak orang yang tidak memahami jenis kulit mereka dan membeli skincare berdasarkan apa yang sedang viral di media sosial. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Sinaga & Sitorus (2025) terhadap 100 responden di kota Batam menunjukkan bahwa 57,1% pengguna skincare membeli produk karena ulasan influencer, tanpa mempertimbangkan kesesuaian produk dengan jenis kulit mereka.

Hal ini mengakibatkan meningkatnya risiko ketidaksesuaian bahan kimia, sehingga alih-alih memperbaiki kondisi kulit, justru semakin memperburuk. Dengan demikian, bahaya dari skincare pencerah lebih sering muncul akibat minimnya pengetahuan tentang cara penggunaan yang benar, bukan karena bahan kimia di dalamnya secara inheren berbahaya.

Pentingnya edukasi bagi konsumen dalam penggunaan skincare pencerah wajah tidak dapat diabaikan. Kurangnya pemahaman tentang kandungan produk, cara penggunaan yang tepat, dan potensi interaksi antar bahan aktif dapat meningkatkan resiko efek samping pada kulit. Menurut program edukasi yang telah dilakukan oleh Nur, et. al. (2025) di MAN 1 Mamuju, edukasi mengenai penggunaan skincare yang aman dapat meningkatkan kualitas kesehatan di mana siswi dapat memahami mengenai cara membaca label produk, pentingnya memilih produk sesuai jenis kulit mereka, serta mengenali kombinasi bahan aktif yang aman.

Selain itu, edukasi juga membantu konsumen untuk lebih kritis terhadap klaim-klaim produk yang beredar di media sosial, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih bijak dalam memilih produk perawatan kulit. Dengan demikian, edukasi yang tepat dan berkelanjutan sangat penting untuk memberdayakan konsumen dalam menjaga kesehatan kulit mereka dan mencegah dampak negatif dari penggunaan skincare yang tidak sesuai.

Baca Juga: Ketentuan Kirim Artikel ke Ayobandung.id, Total Hadiah Rp1,5 Juta per Bulan

Bahan kimia dalam skincare pencerah wajah memiliki manfaat yang terbukti secara ilmiah, namun tetap diperlukan pemahaman yang memadai tentang kandungan dan cara penggunaannya yang tepat oleh konsumen. Senyawa seperti niacinamide, vitamin C, dan ɑ-arbutin telah menunjukkan efektivitas dalam mencerahkan kulit tanpa efek samping yang signifikan ketika digunakan sesuai petunjuk. Namun, kurangnya edukasi mengenai dosis, kombinasi bahan aktif, dan ketidaksesuaian produk dengan jenis kulit dapat meningkatkan resiko efek samping.

Oleh karena itu, edukasi menjadi hal yang penting agar konsumen dapat merawat kulit dengan aman dan efektif. Dengan memahami kandungan dan cara penggunaan yang tepat, konsumen dapat memanfaatkan manfaat bahan kimia dalam skincare pencerah wajah secara optimal, sekaligus meminimalisir resiko yang mungkin timbul. (*)

Daftar Pustaka

  • Nur, A., et. al. (2025). “Edukasi Penggunaan Skincare dan Kosmetik yang Aman”. Idea Pengabdian Masyarakat, 5(2), hlm. 182–187.

  • Sinaga, H. R., & Sitorus, D. H. (2025). “Pengaruh Beauty Influencer, Brand Image, dan Customer Review Terhadap Keputusan Pembelian Skincare di Kota Batam”. YUME: Journal of Management, 8(1), hlm. 658–670.

  • ZAP Clinic. (2024). ZAP Beauty Index 2024. Jakarta: ZAP Clinic. https://zapclinic.com/files/ZAP_Beauty_Index_2024.pdf (Diakses pada 18 Mei 2025)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Metta Olive Putri Nugroho
Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)