Trend Plastic Surgery, Akankah di Masa Depan Wajah Asli Manusia Hilang?

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Terlebih trend ini sudah banyak diikuti oleh publik figure yang sering kali (Sumber: Pexels Youssef Labib)
Terlebih trend ini sudah banyak diikuti oleh publik figure yang sering kali (Sumber: Pexels Youssef Labib)

Ya terserah merekalah, mau di operasi plastik, mau ubah hidung, suntik pelangsing, itu hak mereka. Sok suci banget ngurusin hidup orang. Ingat selain donatur dilarang ngatur

Begitulah kiranya kata- kata yang keluar ketika mengomentari seseorang yang melakukan tindakan operasi plastik atau mereka yang mendukung aksi ini.

Mungkin istilah ini, dulu hanya bisa didengar di negara seperti Korea, Thailand, Cina atau beberapa negara yang sudah memiliki pertumbuhan dokter bedah yang sangat masif.

Tapi siapa sangka ternyata kecanggihan teknologi dan informasi bisa membuka ruang-ruang untuk mengakses kehidupan di negara lain dengan cepat. Sehingga paparan informasi bisa merubah prinsip atau paradigma seseorang mengenai suatu hal yang awalnya tidak mereka yakini atau hal yang membuat tabu.

Trend Plastic Surgery, menjadi perbincangan hangat yang dibicarakan akhir-akhir ini. Hal ini tidak lepas dari semakin banyak jumlah publik figure atau influencer media sosial yang juga melakukan tindakan bedah plastik terhadap bagian tubuh untuk kebutuhan estetika semata.

Meski pada awalnya beberapa publik figure berkilah bahwa tindakan bedah plastik itu dilakukan semata-mata karena suatu penyakit seperti sinusitis. Sinusitis sendiri merupakan peradangan pada jaringan yang melapisi sinus di sekitar area rongga hidung.

Meski tindakan rhinoplasty bisa dapat membantu masalah sinus yang ada kaitannya dengan hubungan struktural pada hidung, seperti penyumbatan karena kelainan konstruksi hidung. Namun sebetulnya tindakan rhinoplasty sendiri bukanlah rekomendasi pengobatan lini pertama pada sinusitis. Adapun jika kondisi sinus memang parah , tindakan yang paling tepat adalah operasi khusus sinus yaitu FESS.

Berdasarkan penelitian yang oleh Tri Yunita , dkk , berjudul " Studi Komparasi Prosedur Rinoplasti Dari Aspek Bedah dan Non- Bedah : Efektifitas dan Komplikasi" menyajikan data sebanyak 852.000 prosedur Rinoplasti bedah dilakukan pada tahun 2020 dan mengalami peningkatan sebesar 3.7 % dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara tindakan Rinoplasti non bedah berada pada posisi kedua tertinggi pada segmen Non- bedah yaitu 4.050.000 kasus pada tahun yang sama. Data ini semakin meningkat sejalur dengan banyaknya permintaan khususnya perempuan yang ingin tampil cantik sesuai dengan standar yang ditampilkan di media.

Pertumbuhan yang tinggi akan permintaan tersebutlah yang membuka celah bagi oknum yang bertindak nakal memanfaatkan kesempatan ini atau biasanya disebut dengan malpraktik. Banyak kasus klinik kecantikan ilegal yang berpraktik tanpa SIP (Surat Izin Praktik), bahkan mirisnya yang melakukan tindak bedah tersebut tidak memiliki pendidikan dokter sama sekali. Kasus di Indonesia sendiri pernah ditemukan sarjana lulusan perikanan yang membuka praktek bedah plastik yang mengakibatkan kegagalan pada pasiennya.

Sementara pada tahun 2020 di Cina juga pernah ada kasus serupa mengenai kegagalan bedah plastik yang terjadi pada seorang artis sekaligus penyanyi bernama Gao Liu. Kasus yang pernah diliput oleh BBC News Indonesia dengan judul "Saya sudah 100 kali operasi dan tidak akan berhenti'- Di balik tren operasi plastik di Cina" dan dipublikasikan melalui akun YouTube ini memberikan fakta yang sangat mengejutkan.

Sebuah pemikiran bahwa artis yang cantik dan fotogenik harus selalu terlihat sempurna dari berbagai sudut pandang kamera membuat dirinya selalu menetapkan standar yang tinggi perihal kecantikan. Operasi bedak plastik mengakibatkan jaringan ujung hidungnya mati dan mengalami pembusukan.

Beberapa contoh kegagalan Operasi Plastik (Sumber: Jurnal Poltekkes Kendari)
Beberapa contoh kegagalan Operasi Plastik (Sumber: Jurnal Poltekkes Kendari)

Naasnya meskipun Liu sudah melaporkan dan pihak kepolisian serta dinas setempat sudah menutup izin operasional. Namun setelah enam kali mendapat denda bukannya jera tapi klinik beroperasi kembali dan dokter yang bersangkutan dirumorkan masih melakukan praktiknya. Beruntungnya Liu bisa menemukan dokter yang memiliki kualifikasi di bidangnya yang dapat memperbaiki kondisi wajahnya meski sebagian jaringan hidungnya harus terbuang.

Chengdu, kota di barat daya Cina dikenal dengan panda dan makanan pedasnya. Pada 2017, pemerintah di Cina meloloskan rencana pengembangan Chengdu untuk menjadi ibu kota bedah kosmetik. Namun hal ini menjadikan modus baru dari klinik abal-abal yang bermunculan di kota ini. Klinik tersebut merekrut karyawan untuk melakukan pekerjaan seperti menulis review baik di postingan bedah plastik, menawarkan orang-orang yang tidak tertarik untuk melakukan bedah plastik.

Bahkan menjebak karyawannya sendiri untuk melakukan bedah plastik dengan cara mengajukan kredit. Sebuah fakta yang ditampilkan oleh BBC ini sangat mengerikan. Tren yang bukan hanya menghancurkan standar kecantikan wanita di setiap negara tapi juga menjerat korbannya untuk terlilit hutang.

Hari ini trend ini sudah merambah ke Indonesia. Bahkan mulai diminati banyak kalangan, ketika keberhasilan dari publik figure yang menunjukan kecantikan dan kesempurnaannya di media sosial, membuat sejumlah kalangan dari masyarakat biasa mulai berlomba-lomba melakukan hal yang sama.

Baca Juga: Kini 10 Netizen Terpilih Dapat Total Hadiah Rp1,5 Juta dari Ayobandung.id setiap Bulan

Perempuan kadang lupa beberapa yang ditampilkan di media sosial bisa jadi sebagiannya disempurnakan oleh editan. Bahkan meski sudah ada contoh yang gagal, mereka tetap berspekulasi bahwasannya standar kecantikan yang mereka harapkan tetap bisa terwujud dengan memilih dokter yang tepat dan kredibel.

Standar kecantikan di media memang sudah meracuni pola pikir perempuan di banyak negara. Perempuan yang tidak hanya selalu menjadi objektivitas seksual tapi juga seringkali juga menjadi target para produsen industri kecantikan. Bagaimana media memvisualisasikan kecantikan yang tidak masuk akal.

Kecantikan yang didapatkan dari tindakan operasi yang menyakitkan. Kecantikan yang didapatkan dari kehilangan sejumlah uang yang tidak tertakar. Membuat semua perempuan hampir kehilangan akal untuk mendapat tempat di mata semua yang memandang dengan julukan 'kamu cantik'.

Jika trend ini terus berlangsung tanpa adanya tindakan yang tegas dari pemerintahan setempat perihal regulasi pendirian klinik bedah. Maka sepertinya trend ini akan terus bertambah sampai waktu yang tidak diketahui. Mungkin di masa depan prosedur bedah plastik ini akan menjadi budaya yang akan diwariskan kepada keturunan dan dianggap sebagai suatu hal yang normal.

Tidak menutup kemungkinan di kemudian hari, anak- anak yang terlahir dari kondisi pasangan yang melakukan bedah plastik akan memiliki genetik wajah seperti kondisi orangtuanya sebelum melakukan operasi. Sehingga bisa saja hal ini memicu anak untuk melakukan hal serupa yang juga didukung oleh orangtuanya di usia yang masih belia.

Melalui trend ini menimbulkan sebuah pertanyaan, Apakah di masa depan wajah- wajah oriental akan sulit untuk ditemukan? Mungkin jawaban sementara yaitu bisa dilihat 10-20 tahun mendatang.

Akankah suatu hari wajah oriental akan menjadi hal unik dan langka untuk ditemui atau hidup kembali sebagai kesadaran seorang manusia yang kembali kepada fitrahnya untuk tidak mengubah sesuatu yang sudah menjadi Ciptaan-Nya.

Perempuan, kamu cantik dengan apa yang sudah di anugerah Tuhan melalui wajahmu. Rawatlah sebagai bentuk rasa syukur karena kamu sudah diciptakan, tentu dengan cara yang baik dan ahsan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)