Menjalani Masa Tua dengan Bahagia

4 menit baca
Sam Edy Yuswanto
Ditulis oleh Sam Edy Yuswanto diterbitkan
Kegiatan bersepeda yang biasa saya lakukan di pagi hari (Foto: Sam)
Kegiatan bersepeda yang biasa saya lakukan di pagi hari (Foto: Sam)

Setiap orang yang mendapat anugerah usia panjang, pasti dia akan mengalami yang namanya proses penuaan.

Kulit yang mulai mengeriput dan tak sekencang dulu lagi, fisik yang mudah merasa lelah dan kepayahan, dan banyak lagi tanda-tanda penuaan alamiah yang umumnya dialami oleh orang-orang yang usianya sudah tak muda lagi.

Menjalani masa tua itu, sebagaimana sedang saya alami (saat ini usia saya sudah menapaki angka 48 tahun) memang butuh persiapan. Termasuk kesiapan mental.

Mental di sini sangat penting, agar kita tak mudah kagetan atau merasa tersinggung (istilah sekarangnya baper) ketika ada orang yang, misalnya, memanggil kita dengan embel-embel Bapak atau Om bahkan Kakek.

Mungkin ada sebagian orang yang merasa tersinggung dan lantas melampiaskan kemarahannya ketika dirinya dipanggil dengan sebutan Ibu atau Tante oleh orang yang baru dikenal.

Misalnya saat membeli makanan di mini market, si pelayan memanggilnya dengan panggilan Ibu pada pembelinya. Lantas, si pembeli merasa tersinggung dan marah-marah kepada si pelayan, karena merasa panggilan Ibu dianggap tidak sopan dan dia merasa masih cukup muda untuk mendapat panggilan Ibu. Mungkin harusnya si pelayan memanggil Mbak atau Kakak saja.

Mudah merasa tersinggung inilah yang saya sebut dengan ketidaksiapan mental saat menghadapi masa-masa tua.

Mestinya, ketika seseorang memanggil Ibu atau Bapak pada kita yang usianya memang sudah lanjut, kita tak usah merasa tersinggung.

Justru menjadi semacam pengingat atau renungan, “Oh saya sudah semakin tua, ya?” Pengingat ini mestinya akan membuat kita berusaha memanfaatkan sisa-sisa usia kita dengan baik. 

Ilustrasi orang tua. (Sumber: Pexels/Ekam Juneja)
Ilustrasi orang tua. (Sumber: Pexels/Ekam Juneja)

Saya pun sekarang sudah mulai membiasakan diri menerima segala bentuk panggilan dari orang-orang yang saya temui. Mulai dari panggilan Bapak atau Pak, Om, Pak Lik, hingga Mas. Memang sih, kalau mau jujur, saya lebih senang bila ada orang yang memanggil dengan panggilan Mas.

Menurut saya, diksi "Mas" terdengar lebih enak dan nyaman di telinga meski usia kita sudah tak muda lagi. Hehehe. Panggilan Mas juga terkesan lebih akrab dan menyenangkan. 

Bahkan di antara sebagian teman-teman saya yang usianya tak lagi muda, kami biasa saling memanggil dengan panggilan Kakak.

Salah satu tujuannya adalah agar kami bisa lebih akrab dan seolah lupa dengan jumlah usia kami hahaha. Panggilan semacam ini juga menjadi cara bagi saya agar tetap semangat dan bahagia menjalani hari-hari.

Beda lagi dengan keponakan-keponakan saya yang sudah menikah dan memiliki buah hati. Mereka, anak-anaknya keponakan saya, akan memanggil saya dengan panggilan Mbah (Simbah) atau Kakek. Duh, jadi semakin merasa sangat tua, ya? Hehehe. 

Namun, terlepas dari apa pun panggilan orang-orang pada kami (orang yang usianya tak lagi muda ini) saya sudah jauh-jauh hari menyiapkan mental dan menerima dengan lapang dada apa pun panggilan yang diberikan orang-orang pada saya. Rasa menerima dan lapang dada inilah yang lantas membantu saya merasa lebih tenang dan bahagia dalam menghadapi masa tua. 

Selain perihal panggilan atau sebutan tersebut, tentu masih banyak lagi beragam hal yang berkaitan dengan kesiapan mental kita saat menghadapi masa-masa lanjut usia.

Misalnya, rambut yang semakin memutih. Bagi mereka yang tak siap dengan hal ini, mungkin akan melakukan upaya-upaya agar rambutnya tetap berwarna hitam. Mengecat rambut misalnya, biasa dilakukan oleh mereka yang sudah berusia lanjut usia dan masih ingin terlihat muda. 

Lihat Juga: Podcast Terbaru Ayobandung

Kalau saya sendiri, jujur merasa enggan untuk mengecat rambut kepala yang sudah banyak memutih. Saya belajar untuk menerima kondisi saya apa adanya, kondisi yang memang sudah tak lagi muda. Yang saya lakukan adalah berusaha memangkas rambut agar lebih cepak atau pendek.

Selain lebih rapi dan tak butuh sisir, saya juga ada masalah dengan rambut kepala yang bila dibiarkan panjang sedikit saja sudah terasa gatal-gatal.

Jadi intinya, berdamai dan menerima kondisi rambut yang mulai memutih itu juga butuh persiapan mental.

Bila tak siap dengan kondisi perubahan rambut ini, maka dapat berakibat pada suasana hati atau mood yang tidak baik, atau merasa tidak percaya saat harus bertemu dengan banyak orang. Ini tentu akan mengganggu aktivitas kita dan akibatnya hidup kita menjadi kurang bahagia.

Menjalani masa tua dengan bahagia menjadi semacam jargon bagi saya saat ini. Bila ditelisik, ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan agar kita tetap bahagia menjalani masa tua. Misalnya, melakukan beragam aktivitas yang bermanfaat dan menyenangkan.

Baca Juga: Hijrah Menuju Masyarakat Beradab

Menyalurkan hobi yang selama ini kita abaikan misalnya, dapat menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan.

Bersepeda, jalan kaki atau jogging di pagi hari, memancing, membaca beragam jenis buku, berwisata, bergabung dengan komunitas yang memiliki hobi senada, merupakan contoh dari sekian banyak hobi atau kegiatan positif yang bisa membuat masa-masa tua kita menjadi lebih menyenangkan.

Pada akhirnya, yang dapat menentukan bahagia tidaknya kita (mau usia muda atau tua) adalah diri kita sendiri. Bukankah Allah Swt. telah memberikan sedikit kuasa bagi kita untuk menentukan arah jalan hidup kita? Oleh karenanya, tentukan kebahagiaan hidup Anda dari sekarang. 

Yang perlu dicatat di sini bahwa menjalani hidup bahagia bukan berarti tanpa ujian atau persoalan. Sebab yang namanya hidup, kita akan berhadapan dengan ujian yang sejatinya akan menjadi bekal bagi kita untuk menjadi sosok yang lebih dewasa dan bijaksana. Wallahu alam bish-shawaab. (*)

Jangan Lewatkan Podcast Terbaru AyoTalk:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)