Hijrah Menuju Masyarakat Beradab

6 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Masjid Hijrah BJTB atau akronim dari Bawah Jembatan Tol Buahbatu. (Sumber: AyoBandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Masjid Hijrah BJTB atau akronim dari Bawah Jembatan Tol Buahbatu. (Sumber: AyoBandung | Foto: Mildan Abdalloh)

Sejatinya, kehadiran 1 Muharam 1447 H yang jatuh pada tanggal 27 Juni 2025 menjadi momentum awal untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Saat yang tepat untuk meneguhkan kembali keteladanan dalam kehidupan sehari-hari dan membangun masyarakat yang beradab.

Peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan secara geografis, melainkan tonggak besar dalam sejarah transformasi peradaban.

Dari masyarakat yang keras, jahil, dan terpecah-belah, Islam menghadirkan tatanan sosial baru yang dilandasi nilai kasih sayang, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama.

Titik Balik Perubahan

Hijrah adalah titik balik. Setiap perubahan pasti terjadi, termasuk bagi masyarakat yang sebelumnya dilabeli “biadab.”

Di Madinah, Nabi bersama para sahabat membangun masyarakat yang plural, bermartabat, dan berkeadaban. Nilai-nilai moral ditegakkan bukan dengan kekerasan, melainkan dengan keteladanan, dialog, dan keberanian untuk berubah.

Dalam catatan sejarah, peristiwa hijriah yang diikuti Muhammad dan 200 orang pengikutnya yang secara diam-diam berhijrah mulai dari bulan Juli-September 622 M ke Madinah ini menjadi titik balik bagi keberuntungan Muhammad dan terciptanya tahapan baru dalam sejarah gerakan Islam.

Apalagi pada saat umat Islam mengambil peranan guna terbentuknya sebuah kesatuan umat bernama negara di Madinah.

Arti penting hijriah dicerminkan dalam pengambilannya sebagai awal tahun baru Islam. Kaum muslim memilih awal tahun sejarah mereka tidak berdasarkan kelahiran Muhammad atau diturunkan wahyu pertama kepadanya, tetapi dari pembentukan komunitas Islam (umat).

Umat ini sebagaimana pribadi-pribadinya menjadi kendaraan untuk mewujudkan kehendak Illahi di muka bumi. (John L. Esposito, 2004:14)

Kajian Ramadan bersama Bertahan Bertuhan di Bale Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/6). (Sumber: AyoBandung | Foto: Fathia Uqim)
Kajian Ramadan bersama Bertahan Bertuhan di Bale Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/6). (Sumber: AyoBandung | Foto: Fathia Uqim)

Berkat peristiwa ini, penanggalan Islam dihitung sejak Rasulullah hijrah dari Mekah ke Madinah. Rasul tiba di Madinah pada Senin, 12 Rabiul Awal, bertepatan dengan 22 September 622 M. Penentuan tahun baru Hijriah dilaksanakan pada era Khalifah Umar bin Khatab.

Ketika peristiwa tahun baru Hijriah kembali tiba untuk diperingati, sesungguhnya spirit dari sejarah nabi yang mesti diserap, khususnya oleh umat Islam, dan umumnya bangsa Indonesia. Buah dari perubahan ini bisa dirasakan oleh semua elemen bangsa dan lebih jauh masyarakat dunia. 

Konteks kesejarahan hijriah nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah memuat makna reformatif, baik menyangkut pembangunan perilaku maupun kultur. Bahkan lebih luas lagi perubahan peradaban.

Terminologi masyarakat Madani, sesungguhnya mewakili watak bangunan struktur kemasyarakatan yang universal yang di bawah kepemimpinan Muhammad. Kita merindukan kepemimpinan ala Rasulullah yang secara istiqamah adalah sikap amanah, adil, konsisten yang semuanya berorientasi rakyat. (Pikiran Rakyat, 24/10/2013).

Hikayat Kota Madinah

Sudah menjadi kewajiban kita semua untuk ikut serta ambil peran dalam usaha bersama bangsa kita mewujudkan masyarakat berperadaban, (madani, civil society) di negeri kita tercinta, Republik Indonesia.

Karena terbentuknya masyarakat madani adalah bagian mutlak dari wujud cita-cita kenegaraan, yaitu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Nabi Muhammad yang memberi teladan kepada umat manusia kearah pembentukan masyarakat berperadaban. Setelah belasan tahun berjuang di kota Makkah tanpa hasil yang terlalu menggembirakan. Allah memberikannya petunjuk untuk hijrah ke Yatsrib, kota wahah (oase) yang subur sekitar 400 km sebelah utara Makah. 

Sesampai di Yatsrib, setelah perjalanan berhari-hari yang amat melelahkan dan penuh kerahasiaan, nabi disambut oleh penduduk kota itu dan para gadisnya menyanyikan lagu Thalaa al-badru alayna (bulan purnama telah menyingsing di atas kita), untaian syair dan lagu yang kelak menjadi amat terkenal di seluruh dunia.

Setelah mapan dalam kota hijrah itu, Nabi ubah nama Yatsrib menjadi al-Madinah artinya kota. Sering dilengkapi menjadi Madinat al-Nabiy (Kota Nabi)

Secara konvensional perkataan Madinah memang diartikan sebagai kota. Tapi secara ilmu kebahasaan, perkataan itu mengandung makna peradaban. Dalam bahasa Arab, peradaban memang dinyatakan kata-kata madaniyah (tamaddun, hadlarah).

Karena itu tindakan Nabi mengubah nama Yatsrib menjadi Madinah, pada hakikatnya adalah sebuah pernyataan niat (proklamasi), bahwa Rasulullah bersama para penduduknya yang terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshar hendak mendirikan dan membangun masyarakat beradab. 

Tak lama setelah menetap di Madinah itulah, Nabi bersama semua unsur penduduk Madinah secara kongkret meletakkan dasar-dasar masyarakat Madani dengan menggariskan ketentuan hidup bersama dalam satu dokumen yang dikenal sebagai Piagam madinah (Mistaq al-Madinah).

Dalam dokumen itulah umat manusia untuk pertama kalinya diperkenalkan antara lain kepada wawasan kebangsaan, terutama di bidang agama dan ekonomi, serta tanggung jawab sosial dan politik, khususnya pertahanan, secara bersama. 

Di Madinah itu pula, sebagai pembelaan kepada masyarakat Madani, Nabi dan kaum beriman diizinkan mengangkat senjata, perang membela diri menghadapi musuh-musuh peradaban.  

Dengan kalender Hijriah ini pula, kaum muslimin di sepanjang masa terus terhubung dengan akar sejarah dan identitas mereka sebagai umat Nabi Muhammad saw. (Sumber: Pexels/Soner Arkan)
Dengan kalender Hijriah ini pula, kaum muslimin di sepanjang masa terus terhubung dengan akar sejarah dan identitas mereka sebagai umat Nabi Muhammad saw. (Sumber: Pexels/Soner Arkan)

Keberhasilan Nabi dalam membangun masyarakat berbudi luhur, berakhlak mulia itulah membuat terkagum-kagum Robert N. Bellah, seorang sosiologi agama terkemuka, disebut masyarakat yang untuk zaman dan tempatnya sangat modern, bahkan terlalu modern, sehingga setelah Nabi sendiri wafat tidak bertahan lama.

Timur Tengah dan umat manusia saat itu belum siap dengan prasarana sosial yang diperlukan untuk menopang suatu tatanan yang modern, seperti dirintis Nabi. 

Setelah wafat Nabi, masyarakat Madani warisan Nabi itu, yang antar lain bercirikan egalitarianisme, berdasarkan prestasi, (bukan prestise seperti keturunan, kesukuan, ras), keterbukaan, partisipasi seluruh anggota masyarakat dan penentuan kepemimpinan melalui pemilihan, bukan berdasarkan keturunan hanya berlangsung selama tigapuluh tahun masa Khulafaur Rasidin.

Sesudah itu, sistem sosial Madani digantikan dengan sistem yang lebih banyak kesukuan (tribalisme Arab pra-Islam) yang dikukuhkan dengan sistem dinasti keturunan (geneologis). 

Dalam menegakan masyarakat Madani Nabi tidak pernah membedakan antara orang atas orang bawah ataupun keluarga sendiri. Nabi pernah menegaskan hancurnya bangsa-bangsa di masa lalu dikarenakan orang atas melakukan kejahatan dibiarkan, tetapi orang bawah melakukannya pasti dihukum.

Karena itu Nabi pun menegaskan, seandainya Fatimah itu melakukan kejahatan maka akan diberi hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Masyarakat berperadaban tak akan terwujud jika hukum tidak ditegakkan dengan adil, yang dimulai dengan ketulusan komitmen pribadi. Masyarakat berperadaban melakukan adanya pribadi-pribadi dengan tulus mengikatkan jiwanya kepada wawasan keadilan. (Jurnal Ulumul Quran No 2 VII/1996: 51-53)

Memupuk Semangat Hijrah

Bagi Cak Nur, pelajaran terpenting dari peristiwa Hijrah adalah memperingati pergantian nama Kota Yatsrib menjadi Madinah. “Pergantian itu melambangkan peningkatan tata hidup yang ber-madaniyah, bersivilisasi, beradab, dan berbudaya. Dan itulah memang yang dibangun Nabi Saw. Setelah Hijrah.”

Usaha membangun masyarakat yang berperadaban itulah yang Rasulullah Saw. lakukan selama sepuluh tahun di Madinah. Dan umat Islam bisa berefleksi tentang tantangan modernitas  dari pengalaman Nabi di masa klasik ini. (Nurcholish Madjid, 1994:113 dan Budhy Munawar-Rachman, 2007:138)

Semangat hijrah adalah nilai yang selalu relevan sepanjang zaman. Di tengah krisis moral, derasnya arus informasi, dan ancaman dehumanisasi di era digital, kita semakin membutuhkan semangat hijrah. Keberanian untuk meninggalkan kebiasaan yang merusak, menuju kehidupan yang lebih adil, manusiawi, dan berkeadaban.

Masyarakat beradab tidak tercipta dalam semalam. Namun terlahir dari tekad bersama untuk bergerak dari keburukan menuju kebaikan, dari kebodohan menuju pengetahuan, dan dari kekerasan menuju kelembutan. Tentunya semua itu berawal dari satu langkah hijrah, perubahan dalam diri sendiri.

Dengan demikian, tahun baru Islam adalah momentum penting untuk meneguhkan cita-cita membangun peradaban. Bukan peradaban yang biadab, bahkan barbar di tengah berbagai krisis, melainkan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai moral, toleransi, dan kemanusiaan.

Mari kita meneladani Rasulullah SAW dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berkeadaban. Mudah-mudahan 1 Muharam 1447 H menjadi awal baru bagi perubahan diri dan masyarakat ke arah yang lebih baik. Selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)