Cerita Ricky, Pemain Biola Jalanan yang Kerap Kucing-kucingan dengan Satpol PP

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Rabu 08 Apr 2026, 15:39 WIB
Di tengah lalu lintas Kota Bandung, Ricky menghibur pengendara dengan alunan biola dari hasil belajar otodidak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Di tengah lalu lintas Kota Bandung, Ricky menghibur pengendara dengan alunan biola dari hasil belajar otodidak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Di tengah sempitnya lapangan kerja dan minimnya ruang bagi seniman jalanan, Ricky Rustandi Pratama (27) memilih jalannya sendiri. Baginya, aspal Bandung bukan sekadar tempat melintas, melainkan panggung untuk bertahan hidup.

Setiap malam, saat hiruk-pikuk Jalan Pelajar Pejuang hanya diterangi lampu lalu lintas dan sorot kendaraan, Ricky berdiri tegap dengan biolanya. Gesekan senarnya melahirkan melodi yang membelah kebisingan kota, memaksa para pengendara sejenak menoleh.

Banyak yang melabelinya sekadar "pengamen", namun bagi Ricky, ini adalah seni bertahan hidup.

"Senang rasanya bisa menghibur orang," ujar Ricky singkat. Namun, kenyataan di jalanan tak selalu semanis nada biolanya. "Pahitnya, ya... suka dikejar Satpol PP," tambahnya lirih, matanya tetap menatap lurus ke depan tanpa sekalipun berpaling.

Belajar Otodidak hingga Bertahan di Jalanan

Sejak 2023, Ricky memainkan biola di jalanan. Pekerjaan utamanya sebagai cleaning service membuatnya mengamen dari sore hingga malam. Pada hari libur, ia bahkan memulai lebih awal, dari pagi hingga sore.

“Nambah penghasilan, buat rokok. Kalau ngejar kafe, ada yang ramai, ada yang sepi,” katanya.

Ricky tidak tumbuh di lingkungan yang dekat dengan dunia musik. Ia dibesarkan di jalanan, yang justru membentuk pandangannya tentang kehidupan.

“Dari dulu, dari kecil udah di jalan,” ujar Ricky sambil tetap menatap lurus dan memainkan jarinya.

Ketertarikan terhadap biola muncul secara sederhana. Tanpa les khusus, ia belajar dari berbagai sumber di sekitarnya, mulai dari teman hingga tutorial di YouTube.

“Tertarik sama biola, diajarin sama teman, tapi kebanyakan belajar sendiri,” ucap Ricky.

Ricky Rustandi Pratama memainkan biola di persimpangan jalan untuk menambah penghasilan sambil bekerja sebagai cleaning service. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ricky Rustandi Pratama memainkan biola di persimpangan jalan untuk menambah penghasilan sambil bekerja sebagai cleaning service. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Bagi Ricky, belajar memainkan biola adalah tantangan besar. Biaya pendidikan musik yang tinggi mendorongnya untuk belajar secara otodidak.

“Kalau sekolah belajar biola mahal, paling murah Rp150 ribu per jam,” kata Ricky.

Ia pun mengandalkan tutorial di internet dan latihan mandiri. Dari menonton video hingga mencoba meniru lagu, semuanya dilakukan perlahan tanpa bimbingan yang jelas.

“Kalau mau cepat bisa, harus punya biola dulu, terus belajar dari lihat teman dan YouTube,” ujarnya.

Biola yang kini ia miliki bukanlah yang pertama. Ia mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membelinya, menjadikannya lebih dari sekadar alat musik, melainkan simbol perjuangan panjang.

Selama tiga tahun, Ricky memainkan biola di jalanan Bandung. Ia memilih lokasi yang sudah dikenalnya sejak kecil, seperti Gatot Subroto, Malabar, dan Jalan Peta.

Ia memainkan lagu-lagu populer yang sesuai dengan selera orang yang lewat. Bagi Ricky, bermain biola di jalan bukan sekadar idealisme musik, melainkan cara untuk bertahan hidup.

Setiap lampu merah menghadirkan peluang. Uang koin dari pengendara perlahan terakumulasi menjadi pendapatan harian.

“Kalau di jalan kan ada Rp500, ada Rp1.000, lumayan setiap stopan,” kata Ricky.

“Kalau ramai bisa sampai Rp100 ribu, kalau sepi paling Rp30 ribu,” tambahnya.

Namun, di balik keterbatasan itu, ada kepuasan yang tidak selalu bisa dinilai dengan uang. Ada momen ketika orang-orang berhenti sejenak, mendengarkan, lalu tersenyum dan memberikan selembar uang.

“Senang, bisa menghibur orang,” ungkap Ricky.

Namun, jalanan tidak selalu bersahabat. Risiko penertiban dari aparat menjadi bagian kesehariannya.

“Kalau pahitnya, suka dikejar Satpol PP, Dinas Sosial,” ucap Ricky tanpa melirik, hanya menatap lurus meja di depannya.

Ia bahkan pernah ditangkap dan harus menjalani penahanan. Pengalaman itu menjadi bagian dari realita yang tak terpisahkan dari kehidupannya di jalan.

“Sudah dua kali ditangkap,” katanya pelan.

Menariknya, Ricky tidak menganggap dirinya sebagai musisi dalam pengertian ideal. Baginya, biola awalnya hanyalah eksperimen yang kemudian menjadi kebiasaan.

“Kalau suka musik sih nggak (passion), cuma iseng-iseng,” ujar Ricky.

Namun, dari hobi tersebut, ia menemukan sesuatu yang lebih berarti. Ia mulai mengajarkan teman-temannya yang juga hidup di jalan tentang dasar-dasar bermain biola, meskipun keterampilannya terbatas.

Dalam kondisi serba kekurangan, keinginan untuk maju mulai muncul. Ia tidak ingin terus-menerus berada di tempat yang sama.

“Harapannya pemusik jalanan bisa difasilitasi, jadi nggak terus di jalan,” ucap Ricky di akhir percakapan.

News Update

Bandung 08 Apr 2026, 17:15

Menjembatani Celah Kreativitas dan Hukum dalam Ekosistem Ekraf Bandung

Dialog Ekraf Bandung bedah celah hukum dan nilai ekonomi industri kreatif guna ciptakan ekosistem yang lebih kokoh bagi pelaku seni

Dialog Ekraf Bandung bedah celah hukum dan nilai ekonomi industri kreatif guna ciptakan ekosistem yang lebih kokoh bagi pelaku seni (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 08 Apr 2026, 15:50

Plastik Makin Mahal, Saatnya Warga Bandung 'Putus Hubungan' dengan Kantong Sekali Pakai

Harga plastik di Bandung naik, jadi momentum warga beralih dari kantong sekali pakai untuk mengurangi sampah.

Kenaikan harga plastik di Pasar Kosambi membuat pedagang dan pembeli sama-sama merasakan dampaknya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Beranda 08 Apr 2026, 15:39

Cerita Ricky, Pemain Biola Jalanan yang Kerap Kucing-kucingan dengan Satpol PP

Di tengah kerasnya jalanan Bandung, Ricky Rustandi Pratama memilih bertahan hidup lewat alunan biola di sela-sela ancaman penertiban petugas.

Di tengah lalu lintas Kota Bandung, Ricky menghibur pengendara dengan alunan biola dari hasil belajar otodidak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 08 Apr 2026, 14:08

Tombolo Pangandaran Menghubungkan Pulau Pananjung dengan Daratan Utama

Tombolo itu terbentuk bukan karena sebab tunggal. Prosesnya rumit dan memakan waktu yang panjang.

Tombolo Pangandaran, menyambung Pulau Pananjung dengan Daratan Utama dengan endapan pasir yang terbentuk secara bertahap. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Wisata & Kuliner 08 Apr 2026, 13:33

Jelajah Situ Cileunca sampai Hilir: dari Wisata, Pembangkit Listrik hingga Kearifan Lokal

Dibangun sejak era kolonial, Situ Cileunca berkembang menjadi sumber listrik, destinasi wisata unggulan, serta ruang aktivitas olahraga air bagi masyarakat Pangalengan.

Situ Cileunca, salah satu objek wisata favorit di Kabupaten Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Ikon 08 Apr 2026, 13:19

Hikayat Gunung Kunci, Benteng Kamuflase Belanda di Tengah Kota Sumedang

Di balik hijaunya Gunung Kunci Sumedang, tersimpan sejarah benteng Belanda dan kisah pahit penahanan pejuang.

Tahura Gunung Kunci Sumedang. (Sumber: sumedangkab.go.id)
Ayo Netizen 08 Apr 2026, 11:22

Kaum Urban di Bandung Abad ke-19

Di Bandung pada abad ke-19 pun telah terjadi banyak lonjakan urbanisasi.

Jalan Raya Pos Bandung masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 08 Apr 2026, 08:38

Ruang Terakhir yang Kian Sempit

Lahan pemakaman yang dikelola pemerintah kian terbatas.

Warga berziarah di Tempat Pemakaman Umum Cikutra, Kota Bandung pada Sabtu, 21 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 07 Apr 2026, 20:09

Rapor Hijau Perbankan Jawa Barat di Tengah Tren Pengetatan Sektor Unggulan

Dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jawa Barat menunjukkan performa perbankan yang solid, meski dihadapkan tantangan diversifikasi sektor dan manajemen risiko kredit yang makin selektif.

Ilustrasi. Dinamika ekonomi global yang fluktuatif di awal tahun 2026 tidak menyurutkan ketahanan sektor jasa keuangan di Jawa Barat. (Sumber: Pixabay)
Bandung 07 Apr 2026, 19:47

Strategi Market Chicken Steak Bertahan di Tengah Geliat Kuliner Pasar Cihapit

Siapa sangka ada kelezatan steak di sudut pasar tradisional? Simak kisah Sutrisno mengubah peluang jadi keunikan kuliner di Pasar Cihapit yang kini jadi primadona.

Kios Market Chicken Steak milik Sutrisno yang menghadirkan menu Barat di tengah deretan kuliner tradisional Pasar Cihapit, Bandung. Meski berukuran terbatas, kios ini menjadi destinasi baru bagi pemburu kuliner. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Komunitas 07 Apr 2026, 18:44

Ekspresi Tanpa Suara, Komunitas Karya Seni Tuli Bangun Jembatan antara Teman Tuli dan Dengar

Ruang ini menjadi tempat berbagi cerita, belajar, dan mengekspresikan diri tanpa batas, sekaligus mempererat hubungan antara teman tuli dan teman dengar dalam semangat saling memahami.

Suasana hangat pertemuan Karya Seni Tuli dipenuhi interaksi melalui bahasa isyarat, tawa, dan semangat berkarya bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 07 Apr 2026, 16:23

Tumbuh Pesat! Penyaluran Kredit UMKM Jawa Barat Tembus Rp186 Triliun, Kota Bandung Jadi Motor Utama

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini bukan lagi sekadar jaring pengaman ekonomi, melainkan motor utama pertumbuhan di Jawa Barat.

Ilustrasi. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini bukan lagi sekadar jaring pengaman ekonomi, melainkan motor utama pertumbuhan di Jawa Barat. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 07 Apr 2026, 15:22

Panduan Wisata Talaga Bodas Garut, Kawah Belerang yang Pernah jadi Primadona Orang Eropa

Talaga Bodas pernah populer sejak abad ke-19 melalui kartu pos kolonial, sebelum kembali bangkit sebagai destinasi wisata alam unggulan di Garut.

Objek Wisata Talaga Bodas, Garut. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 07 Apr 2026, 14:35

Pendidikan Bertumbuh Dimulai dari Guru yang Growth Mindset

Pendidik adalah agen pembelajar sepanjang hidup untuk memberikan stimulus kepada para murid dalam menuntun menumbuhkembangkan potensi secara kodrati.

Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Ayo Netizen 07 Apr 2026, 11:04

Kisah Pendatang yang Tak Sengaja Ciptakan ‘Batagor’ Makanan Favorit Kota Bandung

Batagor pertama kali muncul di Bandung pada tahun 1970-an.

Pedagang batagor. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ikon 07 Apr 2026, 10:25

Hikayat Jalan Soekarno Hatta Bandung, Bypass Lurus Panjang Buatan Orde Baru

Dibangun pada 1980-an sebagai jalan elak, Jalan Soekarno Hatta kini berubah menjadi koridor padat yang merekam pertumbuhan Bandung dari pinggiran ke pusat aktivitas.

Suasana Jalan Soekarno Hatta, Bandung. (Foto: Irfan Al Faritsi/Ayomedia)
Ayo Netizen 07 Apr 2026, 08:57

Inilah 5 Hierarki Kebutuhan Mahasiswa dari Garut di UIN Bandung Tahun 2002

Tahun 2002, saya resmi jadi mahasiswa di UIN Bandung. Modalnya? Nekat.

Kampus tempat menimba ilmu keislaman Penulis (Sumber: uinsgd.ac.id)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 18:12

Tantangan Komunikasi Perantau

Pasca mudik Lebaran, kota-kota besar didatangi para perantau baru.

Pemudik di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 06 Apr 2026, 17:02

Menghadapi "Paradoks Rebana", Antara Ambisi Industri dan Realitas Kompetensi Lokal

Kawasan Metropolitan Rebana yang meliputi Cirebon (Kota), Cirebon (Kabupaten), Indramayu, Majalengka, Kuningan hingga Subang kini tengah bersiap menjadi motor penggerak ekonomi masa depan Jawa Barat.

Kawasan Rebana kini telah didukung oleh konektivitas terbaik salah satunya Pelabuhan Patimban untuk ekspor-impor, yang merupakan magnet bagi investor global. (Sumber: portalkemhub.go.id)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 17:02

10 Netizen Terpilih Maret 2026: Akhir Ramadan, Lebaran, dan (Sy)awal Harapan

Tulisan-tulisan terbaik yang masuk ke kanal Ayo Netizen sepanjang Maret 2026.

Umat Islam setelah melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di pelataran Gedung Sate. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)