Cerita Ricky, Pemain Biola Jalanan yang Kerap Kucing-kucingan dengan Satpol PP

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Di tengah lalu lintas Kota Bandung, Ricky menghibur pengendara dengan alunan biola dari hasil belajar otodidak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Di tengah lalu lintas Kota Bandung, Ricky menghibur pengendara dengan alunan biola dari hasil belajar otodidak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Di tengah sempitnya lapangan kerja dan minimnya ruang bagi seniman jalanan, Ricky Rustandi Pratama (27) memilih jalannya sendiri. Baginya, aspal Bandung bukan sekadar tempat melintas, melainkan panggung untuk bertahan hidup.

Setiap malam, saat hiruk-pikuk Jalan Pelajar Pejuang hanya diterangi lampu lalu lintas dan sorot kendaraan, Ricky berdiri tegap dengan biolanya. Gesekan senarnya melahirkan melodi yang membelah kebisingan kota, memaksa para pengendara sejenak menoleh.

Banyak yang melabelinya sekadar "pengamen", namun bagi Ricky, ini adalah seni bertahan hidup.

"Senang rasanya bisa menghibur orang," ujar Ricky singkat. Namun, kenyataan di jalanan tak selalu semanis nada biolanya. "Pahitnya, ya... suka dikejar Satpol PP," tambahnya lirih, matanya tetap menatap lurus ke depan tanpa sekalipun berpaling.

Belajar Otodidak hingga Bertahan di Jalanan

Sejak 2023, Ricky memainkan biola di jalanan. Pekerjaan utamanya sebagai cleaning service membuatnya mengamen dari sore hingga malam. Pada hari libur, ia bahkan memulai lebih awal, dari pagi hingga sore.

“Nambah penghasilan, buat rokok. Kalau ngejar kafe, ada yang ramai, ada yang sepi,” katanya.

Ricky tidak tumbuh di lingkungan yang dekat dengan dunia musik. Ia dibesarkan di jalanan, yang justru membentuk pandangannya tentang kehidupan.

“Dari dulu, dari kecil udah di jalan,” ujar Ricky sambil tetap menatap lurus dan memainkan jarinya.

Ketertarikan terhadap biola muncul secara sederhana. Tanpa les khusus, ia belajar dari berbagai sumber di sekitarnya, mulai dari teman hingga tutorial di YouTube.

“Tertarik sama biola, diajarin sama teman, tapi kebanyakan belajar sendiri,” ucap Ricky.

Ricky Rustandi Pratama memainkan biola di persimpangan jalan untuk menambah penghasilan sambil bekerja sebagai cleaning service. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ricky Rustandi Pratama memainkan biola di persimpangan jalan untuk menambah penghasilan sambil bekerja sebagai cleaning service. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Bagi Ricky, belajar memainkan biola adalah tantangan besar. Biaya pendidikan musik yang tinggi mendorongnya untuk belajar secara otodidak.

“Kalau sekolah belajar biola mahal, paling murah Rp150 ribu per jam,” kata Ricky.

Ia pun mengandalkan tutorial di internet dan latihan mandiri. Dari menonton video hingga mencoba meniru lagu, semuanya dilakukan perlahan tanpa bimbingan yang jelas.

“Kalau mau cepat bisa, harus punya biola dulu, terus belajar dari lihat teman dan YouTube,” ujarnya.

Biola yang kini ia miliki bukanlah yang pertama. Ia mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membelinya, menjadikannya lebih dari sekadar alat musik, melainkan simbol perjuangan panjang.

Selama tiga tahun, Ricky memainkan biola di jalanan Bandung. Ia memilih lokasi yang sudah dikenalnya sejak kecil, seperti Gatot Subroto, Malabar, dan Jalan Peta.

Ia memainkan lagu-lagu populer yang sesuai dengan selera orang yang lewat. Bagi Ricky, bermain biola di jalan bukan sekadar idealisme musik, melainkan cara untuk bertahan hidup.

Setiap lampu merah menghadirkan peluang. Uang koin dari pengendara perlahan terakumulasi menjadi pendapatan harian.

“Kalau di jalan kan ada Rp500, ada Rp1.000, lumayan setiap stopan,” kata Ricky.

“Kalau ramai bisa sampai Rp100 ribu, kalau sepi paling Rp30 ribu,” tambahnya.

Namun, di balik keterbatasan itu, ada kepuasan yang tidak selalu bisa dinilai dengan uang. Ada momen ketika orang-orang berhenti sejenak, mendengarkan, lalu tersenyum dan memberikan selembar uang.

“Senang, bisa menghibur orang,” ungkap Ricky.

Namun, jalanan tidak selalu bersahabat. Risiko penertiban dari aparat menjadi bagian kesehariannya.

“Kalau pahitnya, suka dikejar Satpol PP, Dinas Sosial,” ucap Ricky tanpa melirik, hanya menatap lurus meja di depannya.

Ia bahkan pernah ditangkap dan harus menjalani penahanan. Pengalaman itu menjadi bagian dari realita yang tak terpisahkan dari kehidupannya di jalan.

“Sudah dua kali ditangkap,” katanya pelan.

Menariknya, Ricky tidak menganggap dirinya sebagai musisi dalam pengertian ideal. Baginya, biola awalnya hanyalah eksperimen yang kemudian menjadi kebiasaan.

“Kalau suka musik sih nggak (passion), cuma iseng-iseng,” ujar Ricky.

Namun, dari hobi tersebut, ia menemukan sesuatu yang lebih berarti. Ia mulai mengajarkan teman-temannya yang juga hidup di jalan tentang dasar-dasar bermain biola, meskipun keterampilannya terbatas.

Dalam kondisi serba kekurangan, keinginan untuk maju mulai muncul. Ia tidak ingin terus-menerus berada di tempat yang sama.

“Harapannya pemusik jalanan bisa difasilitasi, jadi nggak terus di jalan,” ucap Ricky di akhir percakapan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)