Riwayat Gedung Sate dan Jejak Para Insinyur Kolonial

4 menit baca
Redaksi
Ditulis oleh Redaksi diterbitkan
Gedung Sate (Sumber: bandung.go.id)
Gedung Sate (Sumber: bandung.go.id)

AYOBANDUNG.ID - Gedung Sate berdiri megah sebagai ikon Kota Bandung, tetapi siapa sebenarnya arsitek di balik bangunan ini masih menjadi perdebatan hingga kini. Nama J. Gerber memang kerap disebut sebagai sosok utama di balik rancangan arsitekturalnya, tetapi tidak sedikit yang menyangsikan hal itu. Bahkan, pakar asal Belanda sekalipun pernah menabur keraguan terhadap klaim ini.

Haryoto Kunto dalam Balai Agung di Kota Bandung mengisahkan bahwa pada pertengahan 1988, seorang dosen Teknik dari Delft, Ben van Leerdam, datang ke Bandung untuk melakukan napak tilas jejak Henri Maclaine Pont. Namun, kunjungannya justru membuka lembar baru dalam misteri Gedung Sate. “Cobalah selidiki kembali segala sesuatunya tentang Gedung Sate. Masih banyak hal yang saya sangsikan, terutama tentang siapa arsitek perancang bangunan tersebut,” kata Leerdam kepada Haryoto.

Timbul pula pendapat yang menyebut bahwa arsitek Gedung Sate bukanlah Gerber yang berkebangsaan Belanda, melainkan seseorang dari Austria. Seakan itu belum cukup membingungkan, muncul pula nama Ir. FJL Ghijsels dari biro AIA, yang disebut pernah mengajukan rancangan pembangunan kantor pemerintahan di lokasi Gedung Sate pada 1917.

Tapi menurut Haryoto, “rancangan itu ditolak pemerintah dengan alasan terlalu kebarat-baratan. Namun ada juga elemen desainnya yang diambil oleh tim arsitek dari Landsgebouwendienst (jawatan gedung-gedung nusantara) pimpinan J. Gerber.”

Boleh dikata ada benarnya bila sebagian orang meragukan peran utama Gerber. Ia baru lulus kuliah pada 1917, lalu hanya tiga tahun berselang sudah dipercaya menangani proyek sekelas Gedung Sate. Padahal, pada masa itu, seorang arsitek lulusan baru umumnya hanya mendapat tanggung jawab proyek-proyek kecil dan harus menjalani magang terlebih dahulu. “Pada umumnya di Negeri Belanda maupun di Indonesia pada zaman kolonial dulu, seorang lulusan perguruan tinggi (teknik) harus kerja praktek atau ‘magang’ dulu beberapa tahun, sebelum dia dianggap cakap untuk bekerja sendiri,” tulis Haryoto.

Kendati demikian, keberadaan Gerber di Hindia Belanda terkonfirmasi lewat beberapa sumber, termasuk Mijn Indische Reis karya Dr. H.P. Berlage yang menyebut pertemuannya dengan Gerber di Bandung antara akhir April sampai awal Mei 1923.

Tim Pakar, Tapak Slors, dan Gerber yang Tak Bisa Dihapus

Dugaan bahwa Gedung Sate tidak sepenuhnya dirancang oleh Gerber juga menguat dari kemunculan nama Kolonel V.L. Slors. Ia dikenal sebagai tokoh penting dalam pembangunan kota militer Cimahi sejak 1894. Setelah pensiun dan kembali ke Belanda, ia ditunjuk menjadi direktur dinas bangunan Gemeente Bandung, lalu kembali lagi ke Hindia Belanda pada 1919 untuk menggarap proyek-proyek besar termasuk Gedung Sate.

Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sate pada 27 Juli 1920. (Sumber: Repro dari buku Balai Agung di Kota Bandung karya Haryoto Kunto)
Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sate pada 27 Juli 1920. (Sumber: Repro dari buku Balai Agung di Kota Bandung karya Haryoto Kunto)

Dalam edisi Maret 1922 majalah Groot Bandoeng, disebutkan bahwa tim pembangunan Gedung Sate terdiri dari Slors, Ir. E.H. de Roo, G. Hendriks, dan J. Gerber. Roo dikenal sebagai perancang Gedong Papak dan perumahan sewa di Cihapit, sementara Hendriks merancang Gedung Dwi Warna dan Rumah Pemotongan Hewan di Jalan Arjuna.

“Tim pakar arsitek inilah yang bekerja mendampingi Ir. J. Gerber menggarap Gedong Sate. Hingga tak mengherankan bila rancangan Gedung pusat pemerintahan Hindia Belanda itu tergolong karya arsitektur yang paling indah di Nusantara,” tulis Haryoto.

Tetapi peran Gerber tetap tak bisa dihapus. Her Suganda menyebut bahwa Gedung Sate adalah bagian dari rencana pembangunan pusat pemerintahan sipil yang dipimpin Slors dan didukung Gerber, de Roo, Hendriks, serta Gemeente Bandung. “Di kemudian hari, rencana itu dikenal dengan ‘Tapak Slors’,” tulis Her Suganda.

Keterlibatan Gerber juga didukung korespondensi antara Maclaine Pont dan seorang dengan inisial “G”, yang diduga kuat adalah Gerber. Bahkan gaya arsitektural sekolah HBS di Surabaya yang dirancang Gerber memperlihatkan kemiripan dengan Gedung Sate. “Hal ini membuktikan bahwa ide rancangan Gedong Sate, secara dominan merupakan kreasi J. Gerber,” ujar Haryoto.

Robert Voskuil dalam Bandung Citra Sebuah Kota malah menegaskan bahwa Gedung Sate adalah proyek perseorangan dari Gerber. “Terdapat proyek perseorangan yaitu proyek pembangunan oleh BOW – Arsitek J. Gerber yang mendirikan bangunan gedung departemen. Peletakan batu pertamanya tahun 1920; Gedung tersebut sudah selesai dan siap dipakai pada tahun 1924.”

Ia menambahkan bahwa bangunan ini memiliki menara dengan ujung berbentuk tusuk sate yang membuatnya cepat dikenal publik sebagai Gedong Sate. “Nama ‘Gedong Sate’ cepat terkenal dan sampai kini merupakan ‘penanda’ Kota Bandung,” tulis Voskuil.

Selubung misteri siapa sebenarnya arsitek utama Gedung Sate boleh jadi tak akan pernah benar-benar selesai. Tapi kalau bangunannya masih berdiri, mungkin kita tak harus sibuk menentukan siapa yang paling pantas mengklaimnya. Toh, setiap batu yang tersusun di sana tampaknya memang hasil kerja kolektif, bukan sekadar satu tangan jenius yang bekerja sendirian

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)