Bermain dengan Sabar, Reza Gebuk 2 Ganda Malaysia, BL Negeri Jiran Marah!

Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Minggu 02 Nov 2025, 12:29 WIB
Sabar Karyaman Gutama dan Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. (Sumber: Dok. PBSI)

Sabar Karyaman Gutama dan Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. (Sumber: Dok. PBSI)

PELATIH ganda putra Malaysia asal Indonesia, Herry IP sejatinya sempat tersenyum lebar saat anak didiknya, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, berhasil mengandaskan pasangan Indonesia yang sedang “naik daun” Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di perempat final Hylo Open 2025 Super 500 di Saarlandhalle, Saarbruecken, Jerman, Jumat 31 Oktober 2025.

Sebab, Fajar/Fikri selama ini selalu menjadi “batu sandungan” pemain-pemain ganda putra Malaysia di setiap turnamen. Mungkin, dalam benak “Sang Naga Api”—julukan pelatih Herry IP—ingin mengatakan, “Baiklah, saya sudah menemukan ramuan untuk mengalahkan Fajar/Fikri.”

Tapi, pasangan Indonesia bukan cuma Fajar/Fikri. Ada ganda putra lain—meski mereka bermain di luar Pelatnas--Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, yang lagi moncer di turnamen Hylo Open2025ini. Setelah di perempat final mengalahkan pemain Malaysia unggulan satu, Aaron Chia/Soh Wooi Yik 11-21, 21-14, 21-17, Sabtu (1/11/2025), di semifinal Sabar/Reza berhasil membalaskan dendam kekalahan Fajar/Fikri dengan mengalahkan pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, dengan skor 21-16 dan 21-15. Dan senyum Herry IP pun sirna dan berubah jadi “cemberut”.

Bagaimana Herry IP tidak kecewa, dengan begitu, habis sudah ganda putra Malaysia di Hylo Open 2025 Super 500 ini. Satu pasangan lain Nur Mohd Azriyn Ayub/Tan Wee Kiong telah lebih dulu “angkat koper” setelah ditekuk Fajar/Fikri di babak pertama dua gim langsung 21-16 dan 24-22. Padahal, di turnamen ini Malaysia sangat berharap banyak pada anak didik Herry IP di mana tidak diikuti oleh pasangan terbaik dari Korea, India, dan China.

Kemenangan atas Man/Tee membuat Sabar/Reza lolos ke final Hylo Open 2025. Di final malam nanti, Sabar/Reza yang kini ditukangi Hendra Setiawan akan berhadapan dengan wakil Taiwan, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin. Apabila mampu juara Hylo Open 2025, ini akan menjadi gelar pertama bagi Sabar/Reza musim ini. Sebelumnya, prestasi terbaik mereka adalah runner-up Indonesia Open 2025.

Kekalahan tiga ganda putra Malaysia menjadi pukulan telak bagi Herry IP dan membuat marah Badminton Lovers (BL) Malaysia. Apalagi kekalahan Man Wei Chong/Tee Kai Wun dari  pasangan Sabar/Reza hanya dengan dua set langsung 16-21, 21-23 dalam waktu singkat, 34 menit.

Ini adalah kemenangan ketiga Sabar/Reza dari pasangan Malaysia itu dalam empat pertemuan. Hasil ini juga membuat Malaysia gagal menempatkan wakilnya di babak final dalam tiga turnamen berturut-turut. 

Kini, Herry IP sedang bingung. Komentar pedas BL Malaysia usai Man Wei Chong/Tee Kai Wun dikalahkan Sabar/Reza di semifinal memenuhi kolom komentar media sosial dan tentu saja memenuhi pikiran sang coach “Naga Api”.  Mimpinya untuk membawa salah satu anak didiknya menjuarai Hylo Open 2025 pupus sudah.  

Berikut di antara komentar-komentar pedas itu:

- Mens double kita bermain sangat mengecewakan. 

- Sebab apa kalah? Coach-nya kan dari Indonesia, pastinya lebih mementingkan negaranya yang menang. So, pikirkanlah.

- Pemain Malaysia rankingnya saja yang tinggi, tetapi bermain macam taik. Taktikal Naga Api betul-betul out. Main macam tadi tanpa jiwa, tak pakai otak. 

- Macam mana boleh tertinggal 21-12 itu? Coach Naga Api sudah hilang kuasanya.

- Potong gaji Coach Harry IP.

- Coach Naga Api out

- Naga Api sudah jadi Naga Sayur. 

- Sepertinya Herry IP harus pergi.

- Pasangan Indonesia ini beda dengan pasangan Indonesia yang lain. Gaya permainan mereka mirip main Ahsan/Setiawan. 

- Pelatih Indonesia kini bisa membaca rencana permainan dan taktik Herry IP. Lalu pelatih taktik Indonesia bagus dan berhasil. 

- Ada Hendra Setiawan di belakang mereka. Sedap permainan Indonesia. 

- Coach Hendra memang power. 

Tentang Kepindahan Herry IP

Herry IP. (Sumber: Dok. Djarum Badminton)
Herry IP. (Sumber: Dok. Djarum Badminton)

Herry IP pindah ke Malaysia pada awal Februari 2025 setelah dikontrak oleh Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) untuk menjadi pelatih ganda putra. Alasan kepindahan itu adalah tawaran menggiurkan, tantangan baru, dan potensi materi pemain Malaysia, serta target untuk meraih medali emas Olimpiade Los Angeles 2028.

BAM secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah melakukan berbagai upaya untuk meyakinkan pelatih legendaris ini. Menurut laporan The Star, BAM bahkan mengeluarkan dana besar untuk membawa Herry ke Negeri Jiran. Namun, nilai kontrak tersebut hingga kini masih dirahasiakan.

Herry IP bukanlah nama asing dalam dunia bulu tangkis internasional. Ia dikenal sebagai pelatih di balik kesuksesan pasangan-pasangan top Indonesia, termasuk Candra Wijaya/Tony Gunawan, Hendra Setiawan/Markis Kido, hingga Marcus Gideon/Kevin Sanjaya. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Beranda 04 Feb 2026, 11:56 WIB

Ironi Co-firing Biomassa PLTU di Jawa Barat, Klaim Transisi Energi dan Dampaknya bagi Warga

Skema yang diklaim lebih ramah lingkungan ini dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar, terutama dampak lingkungan dan kesehatan warga yang hidup berdampingan dengan PLTU.
Ilustrasi PLTU. (Sumber: Bruno Miguel / Unsplash)
Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 19:47 WIB

Susah Payah Menjaga Tertib Bahasa Dicengkram Mesin Algoritma

Standar Bahasa Indonesia perlahan tidak lagi dibentuk oleh komunitas diskusi, melainkan oleh mesin berbasis data global.
Ilustrasi bahasa mesin yang menentukan algoritma. (Sumber: Sketsa oleh ChatGPT)