Bermain dengan Sabar, Reza Gebuk 2 Ganda Malaysia, BL Negeri Jiran Marah!

3 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Sabar Karyaman Gutama dan Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. (Sumber: Dok. PBSI)
Sabar Karyaman Gutama dan Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. (Sumber: Dok. PBSI)

PELATIH ganda putra Malaysia asal Indonesia, Herry IP sejatinya sempat tersenyum lebar saat anak didiknya, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, berhasil mengandaskan pasangan Indonesia yang sedang “naik daun” Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di perempat final Hylo Open 2025 Super 500 di Saarlandhalle, Saarbruecken, Jerman, Jumat 31 Oktober 2025.

Sebab, Fajar/Fikri selama ini selalu menjadi “batu sandungan” pemain-pemain ganda putra Malaysia di setiap turnamen. Mungkin, dalam benak “Sang Naga Api”—julukan pelatih Herry IP—ingin mengatakan, “Baiklah, saya sudah menemukan ramuan untuk mengalahkan Fajar/Fikri.”

Tapi, pasangan Indonesia bukan cuma Fajar/Fikri. Ada ganda putra lain—meski mereka bermain di luar Pelatnas--Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, yang lagi moncer di turnamen Hylo Open2025ini. Setelah di perempat final mengalahkan pemain Malaysia unggulan satu, Aaron Chia/Soh Wooi Yik 11-21, 21-14, 21-17, Sabtu (1/11/2025), di semifinal Sabar/Reza berhasil membalaskan dendam kekalahan Fajar/Fikri dengan mengalahkan pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, dengan skor 21-16 dan 21-15. Dan senyum Herry IP pun sirna dan berubah jadi “cemberut”.

Bagaimana Herry IP tidak kecewa, dengan begitu, habis sudah ganda putra Malaysia di Hylo Open 2025 Super 500 ini. Satu pasangan lain Nur Mohd Azriyn Ayub/Tan Wee Kiong telah lebih dulu “angkat koper” setelah ditekuk Fajar/Fikri di babak pertama dua gim langsung 21-16 dan 24-22. Padahal, di turnamen ini Malaysia sangat berharap banyak pada anak didik Herry IP di mana tidak diikuti oleh pasangan terbaik dari Korea, India, dan China.

Kemenangan atas Man/Tee membuat Sabar/Reza lolos ke final Hylo Open 2025. Di final malam nanti, Sabar/Reza yang kini ditukangi Hendra Setiawan akan berhadapan dengan wakil Taiwan, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin. Apabila mampu juara Hylo Open 2025, ini akan menjadi gelar pertama bagi Sabar/Reza musim ini. Sebelumnya, prestasi terbaik mereka adalah runner-up Indonesia Open 2025.

Kekalahan tiga ganda putra Malaysia menjadi pukulan telak bagi Herry IP dan membuat marah Badminton Lovers (BL) Malaysia. Apalagi kekalahan Man Wei Chong/Tee Kai Wun dari  pasangan Sabar/Reza hanya dengan dua set langsung 16-21, 21-23 dalam waktu singkat, 34 menit.

Ini adalah kemenangan ketiga Sabar/Reza dari pasangan Malaysia itu dalam empat pertemuan. Hasil ini juga membuat Malaysia gagal menempatkan wakilnya di babak final dalam tiga turnamen berturut-turut. 

Kini, Herry IP sedang bingung. Komentar pedas BL Malaysia usai Man Wei Chong/Tee Kai Wun dikalahkan Sabar/Reza di semifinal memenuhi kolom komentar media sosial dan tentu saja memenuhi pikiran sang coach “Naga Api”.  Mimpinya untuk membawa salah satu anak didiknya menjuarai Hylo Open 2025 pupus sudah.  

Berikut di antara komentar-komentar pedas itu:

- Mens double kita bermain sangat mengecewakan. 

- Sebab apa kalah? Coach-nya kan dari Indonesia, pastinya lebih mementingkan negaranya yang menang. So, pikirkanlah.

- Pemain Malaysia rankingnya saja yang tinggi, tetapi bermain macam taik. Taktikal Naga Api betul-betul out. Main macam tadi tanpa jiwa, tak pakai otak. 

- Macam mana boleh tertinggal 21-12 itu? Coach Naga Api sudah hilang kuasanya.

- Potong gaji Coach Harry IP.

- Coach Naga Api out

- Naga Api sudah jadi Naga Sayur. 

- Sepertinya Herry IP harus pergi.

- Pasangan Indonesia ini beda dengan pasangan Indonesia yang lain. Gaya permainan mereka mirip main Ahsan/Setiawan. 

- Pelatih Indonesia kini bisa membaca rencana permainan dan taktik Herry IP. Lalu pelatih taktik Indonesia bagus dan berhasil. 

- Ada Hendra Setiawan di belakang mereka. Sedap permainan Indonesia. 

- Coach Hendra memang power. 

Tentang Kepindahan Herry IP

Herry IP. (Sumber: Dok. Djarum Badminton)
Herry IP. (Sumber: Dok. Djarum Badminton)

Herry IP pindah ke Malaysia pada awal Februari 2025 setelah dikontrak oleh Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) untuk menjadi pelatih ganda putra. Alasan kepindahan itu adalah tawaran menggiurkan, tantangan baru, dan potensi materi pemain Malaysia, serta target untuk meraih medali emas Olimpiade Los Angeles 2028.

BAM secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah melakukan berbagai upaya untuk meyakinkan pelatih legendaris ini. Menurut laporan The Star, BAM bahkan mengeluarkan dana besar untuk membawa Herry ke Negeri Jiran. Namun, nilai kontrak tersebut hingga kini masih dirahasiakan.

Herry IP bukanlah nama asing dalam dunia bulu tangkis internasional. Ia dikenal sebagai pelatih di balik kesuksesan pasangan-pasangan top Indonesia, termasuk Candra Wijaya/Tony Gunawan, Hendra Setiawan/Markis Kido, hingga Marcus Gideon/Kevin Sanjaya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)