Perpaduan Cita Rasa Yoghurt dan Ice Cream Tianlala

4 menit baca
Nadya Maghfiroh Noor Diswa
Ditulis oleh Nadya Maghfiroh Noor Diswa diterbitkan
Tianlala seperti oase kecil yang bisa membangkitkan mood siapa saja yang lewat. (Sumber: Dok. Penulis).
Tianlala seperti oase kecil yang bisa membangkitkan mood siapa saja yang lewat. (Sumber: Dok. Penulis).

Sore itu, langit Cibiru tampak mendung, seolah menyimpan rintik hujan yang belum sempat jatuh, sementara jalanan di luar dipenuhi hiruk-pikuk orang-orang yang pulang dari kuliah dan bekerja. Macet yang mengular di sepanjang jalan membuat suasana semakin padat, namun di tengah keramaian itu berdirilah Tianlala dengan tampilan warna kuning berpadukan putih cerah yang mencuri perhatian.

Dari kejauhan, papan namanya yang bersinar lembut seakan mengundang siapa pun untuk singgah. Interior kacanya memantulkan cahaya hangat yang membuat hati terasa lebih ringan. Di antara kesibukan sore itu, Tianlala seperti oase kecil yang bisa membangkitkan mood siapa saja yang lewat. Dan di sanalah saya berhenti, terpikat oleh suasana yang hangat di balik kaca.

Menu yang saya angkat kali ini adalah ice cream, yang sekilas tampak seperti es krim pada umumnya, lembut dan menggugah selera sejak pandangan pertama. Namun Tianlala memberi sentuhan berbeda dengan menghadirkan varian ice cream original rasa yogurt yang jarang ditemukan di tempat lain.

Teksturnya halus, warnanya lembut, dan aromanya membawa sensasi segar yang tidak biasa. Perpaduan rasa yang ditawarkan membuat saya penasaran sebelum menyendok gigitan pertama. Dari tampilannya saja sudah terlihat bahwa es krim ini tidak hanya menjual bentuk, tetapi pengalaman. Dan pengalaman itu dimulai dari rasa penasaran sederhana terhadap menu yang tampak akrab, tetapi sebenarnya unik.

Tianlala sendiri merupakan merek minuman teh gaya baru asal Tiongkok yang telah mengembangkan, memproduksi, dan menjual es krim segar, teh, dan kopi sejak tahun 2015. Brand ini berada di bawah PT. Hui Wang Prosperity, perusahaan yang fokus pada kemitraan dan waralaba minuman teh segar yang terus berkembang.

Dengan konsep waralaba modern, Tianlala berhasil membangun jaringan toko yang tersebar di berbagai wilayah. Salah satu cabangnya berada di Cibiru, tempat yang saya datangi sore itu, membawa sedikit nuansa Tiongkok modern ke tengah kesibukan kota. Setiap detail tokonya terlihat dirancang agar nyaman dan menyenangkan bagi para pengunjung. Dan dari sana, cerita tentang rasa dimulai.

Dalam proses pembuatannya, mungkin es krim ini tidak jauh berbeda dari cara pembuatan es krim pada umumnya, dimulai dari campuran bahan yang diolah hingga mencapai tekstur yang lembut. Namun yang membuatnya berbeda adalah salah satu menu andalan mereka, ice cream yogurt.

Menu ini menggabungkan kelezatan es krim dengan kesegaran yogurt, menghadirkan harmoni rasa asam-manis yang jarang ditemui di toko es krim lain. Perpaduan ini menghadirkan sensasi baru yang membuat saya ingin tahu lebih dalam tentang karakter rasanya. Seolah ada cerita yang diselipkan dalam setiap sendoknya, terasa ringan namun tetap memikat. Tidak heran jika banyak yang penasaran dengan inovasi sederhana tapi menarik ini.

Dari sudut tempat duduk, saya sempat berbincang dengan beberapa pembeli yang memberikan kesan cukup positif tentang ice cream ini. Mereka memberi rating 9 dari 10, menyebut bahwa harga dan porsinya sangat cocok untuk mahasiswa. Meski ada beberapa orang yang kurang menyukai rasa asam dari yogurt, banyak yang justru penasaran ketika yogurt itu dipadukan dengan kelembutan es krim.

Selain itu, suasana ruangan yang sejuk dan bersih membuat pengalaman menikmati menu ini semakin menyenangkan. Para pengunjung juga mengaku tertarik untuk kembali mencoba menu lain yang masih belum sempat mereka cicipi. Semua komentar itu membuat rasa penasaran saya semakin dalam terhadap menu andalan tersebut.

Menurut saya sendiri, rasa ice cream yogurt ini sangat pas bagi siapa pun yang menyukai yogurt dan juga cocok bagi mereka yang biasanya menghindari rasa asam. Penggabungan yogurt dengan es krim membuat rasa akhirnya menjadi lebih seimbang dan mudah dinikmati. Keunikannya terletak pada fakta bahwa tidak banyak toko es krim yang menyediakan menu seperti ini.

Selain itu, suasana Tianlala yang nyaman dengan variasi menu yang banyak membuat kunjungan saya terasa lengkap. Inovasi rasa yang mereka hadirkan terasa berbeda, namun tetap ramah bagi lidah. Pengalaman itu membuat saya semakin yakin bahwa menu ini punya daya tarik tersendiri. Dan hal itu membuat Tianlala lebih dari sekadar tempat singgah.

Karena menu ice cream yogurt ini belum banyak ditemukan di tempat lain, saya membayangkan Tianlala bisa menjadi salah satu tujuan favorit bagi mereka yang ingin mencari sesuatu yang berbeda. Uniknya rasa dan harga yang cukup terjangkau memberi nilai tambah bagi para pencari kuliner baru. Lokasinya yang strategis juga mempermudah siapa saja untuk mampir dan mencobanya.

Perpaduan antara inovasi rasa dan suasana yang nyaman menjadikan tempat ini layak dikunjungi lebih dari sekali. Tidak hanya sebagai tempat membeli minuman, tetapi juga tempat melepas penat. Sebuah ruang kecil yang menawarkan pengalaman singkat namun berkesan.

Pada akhirnya, Tianlala terasa sangat layak direkomendasikan, bukan hanya karena ice cream yogurt nya yang unik, tetapi juga karena ragam minuman yang mereka tawarkan. Selain es krim, pengunjung dapat menikmati berbagai menu teh yang cocok bagi para pecinta minuman hangat maupun dingin. Setiap kunjungan terasa seperti menemukan kejutan baru yang menyenangkan.

Tempatnya nyaman, menunya beragam, dan harganya bersahabat. Rasanya sulit untuk tidak merekomendasikannya kepada siapa pun yang mencari pengalaman kuliner berbeda. Tianlala bukan hanya tempat makan es krim, tetapi tempat menemukan suasana baik di tengah riuhnya kota. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)