Ketika Gajah Turun Tangan untuk Membersihkan Bencana Ulah Manusia

3 menit baca
Arin Dyah Arista Widya
Ditulis oleh Arin Dyah Arista Widya diterbitkan
Gajah Sumatra. (Sumber: WWF Indonesia)
Gajah Sumatra. (Sumber: WWF Indonesia)

Ironi Gajah Sumatera menjadi relawan pasca pemulihan bencana, memicu berbagai tanggapan di kalangan Masyarakat. 4 ekor gajah Sumatera dari PLG Saree tersebut dikerahkan untuk diperdayakan dalam pembersihan puing-puing kerusakan akibat banjir tersebut. Tak hanya itu, mereka pun turun tangan dalam Upaya penyelamatan korban banjir.

Hal serupa juga pernah terjadi sebelumnya, Pada tahun 2004 saat bencana gempa dan Tsunami melanda Aceh. Pada saat itu gajah-gajah ikut membersihkan kerusakan pasca bencana, mengangkat kayu, membersihkan reruntuhan, turun dalam pencarian korban. Dan kali ini ketika banjir bandang menghadang beberapa wilayah, termasuk Pidie Aceh. Mereka kembali turun meringankan beban beban manusia. Memindahkan batang-batang pohon yang ikut terhanyut, membuka jalan warga desa, mengangkat puing-puing kerusakan infarstruktur, hingga membantu dalam penemuan korban pasca banjir yang berada di are-area yang sulit di jangkau.

Gajah memang memiliki tubuh besar dan kuat secara fisik. Dapat menangkut beban hingga 300-350 kg hanya dengan menggunakan belalainya. Dan punggungnya pun mampu mengankat beban sekitar 900 kg, yang setara dengan sebuah mobil kecil. Namun, ironi nya mereka menjadi penyelamat manusia disaat manusia sendiri merampas banyak hak mereka.

Gajah Adalah salah satu satwa yang dilindungi. Sangat disayangkan deforestasi terus menerus merampas, menggerus rumah dan habitat mereka dengan beberapa mesin dan alat-alat berat  itu. dan hal tersebut Adalah ulah manusia. Lalu ketika bencana seperti ini datang yang merupakan akibat dari keserakahan manusia, kerusakan lingkungan. Makhluk-makhluk yang dirampas haknya oleh pelaku-pelaku tak ber moral itu dan harus ikut menanggung dan diperdaya untuk aktivitas pasca pemulihan banjir.

Jika manusia dapat menurunkan alat-alat berat nya untuk merusak dan menggerus hutan dan habitat mereka seharusnya, dalam keadaan seperti ini mereka juga mampu untuk mengerahkan alat-alat berat tersebut. Jika manusia serius dalam menangani perihal mitigasi bencana, mereka harusnya mampu dan memfokuskan pemulihan pasca bencana ini dengan alat, sistem, dan tanggung jawab manusia sendiri, bukan menggunakan makhluk-makhluk yang bahkan tidak bisa bersuara untuk menolak.

Habitat Yang Dibabat Habis

Deforestasi sudah menjadi praktik yang sangat sering terjadi di Indonesia. Perubahan fungsi lahan, Illegal logging hingga pembukaan lahan sawit yang tidak sesuai prosedur mengindikasikan penyebab habitat “rumah” terus menyusut. Pasalnya, Hutan bukan hanya tempat Kawasan hijau yang menjaga ekosistem belaka. Hutan merupakan tempat pelestarian seluruh makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)
Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)

Kawasan hutan Sumatra dan Kalimantan merupakan habitat hewan-hewan langka yang terancam punah. Namun, Kawasan tersebut Adalah Kawasan yang paling parah mengalami deforestasi di Indonesia. Alih-alih dilestarikan, Kawasan tersebut dibabat dan berganti menjadi alih fungsi lahan untuk Perkebunan sawit dan pertambangan. Perizinan terhadap alih fungsi lahan dan pertambangan menjadi lingkar ironi yang tak kunjung usai. Dan bencana yang terjadi pada akhir tahun ini merupakan bukti keserakahan manusia. Pasalnya, Manusia jelas-jelas memahami dampak yang akan terjadi jika deforestasi ini terus terjadi. Namun, bak menutup mata. Hutan terus dibabat tanpa memerdulikan ekosistem di dalamnya. Akibatnya habitat mereka terdesak dan kehilangan ruang hidup.

Kesejahteraan Hewan

Ini bukanlah suatu kebijakan lingkungan yang layak dibela. Meski, Kepala Balai KSDA Aceh Ujang Wisnu Barata mendukung pemanfaatan atas mamalia gajah dalam pemulihan pasca bencana. Dengan alasan bahwa gajah Sumatera telah terlatih untuk penanganan bencana.

Tak dipungkiri, selain mamalia tersebut terancam punah dan habitatnya semakin menipis akibat ulah manusia. Mengerahkan gajah dalam pemulihan pasca banjir seperti membersihkan puing-puing, dan mengangkat ratusan Batangan kayu berukuran besar dapat juga beresiko gajah terkena cedera.

Baca Juga: Belajar dari Banjir Sumatra: Komunikasi Politik Bencana Lingkungan

Di sisi lain di saat habitat mereka terkikis dan menyempit akibat alih fungsi lahan, perkebungan sawit hingga pertambangan sesungguhnya mereka sudah kehilangan kesempatan mereka untuk hidup, mencari makan, hidup berkelompok dan menjaga ekosistem alam yang sesungguhnya. Bukan hanya hutan saja yang hilang tapi, tapi “rumah” mereka pun hancur. Mereka Adalah makhluk yang tidak bisa meminta tolong dengan kata-kata, mereka bukan alat berat, mereka Adalah makhluk cerdas yang penuh perasaan. Lalu bagaimana tugas manusia yang sesungguhnya bertugas untuk menjaga dan melindungi alam dan isinya? (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arin Dyah Arista Widya
Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan penulis pemula yang mempelajari jurnalistik, berfokus pada isu, dan penulisan faktual secara akurat dan bertanggung jawab.
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 12:36

Romantisme Membaca Majalah Vista September 1983: Ketika Radio, Kaset, Bioskop dan Idola Menghidupkan Kenangan

Membaca Vista hari ini seperti memutar kembali sebuah kaset lama.

Majalah Vista, salah satu majalah hiburan populer pada era 1980–1990-an. Majalah ini menyajikan beragam informasi seputar musik, film, dan perkembangan dunia hiburan. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)