Bahu Jalan Tol Merupakan Ruang Darurat yang Tidak Boleh Disalahgunakan

3 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan
Sebuah kendaraan hancur setelah menabrak bagian belakang bus di Jalan Tol Padaleunyi KM 140 arah Bandung, Rabu (1/4/2026). (Sumber: Instagram/@ridwanzaelanii)
Sebuah kendaraan hancur setelah menabrak bagian belakang bus di Jalan Tol Padaleunyi KM 140 arah Bandung, Rabu (1/4/2026). (Sumber: Instagram/@ridwanzaelanii)

Kecelakaan di jalan tol yang melibatkan kendaraan berhenti di bahu jalan terus berulang. Truk yang parkir sementara, bus yang menaikkan atau menurunkan penumpang, hingga kendaraan pribadi yang berhenti karena kelelahan—semuanya berkontribusi pada risiko yang sering kali berujung fatal.

Beberapa kasus nyata memperlihatkan pola yang sama. Sebuah laporan tahun 2025 menyebutkan bagaimana kendaraan menabrak truk yang berhenti di bahu jalan di Tol Trans Sumatera hingga menyebabkan dua orang tewas.

Dalam kasus lain pada tahun 2024 di Tol Batang–Pemalang, kendaraan yang berhenti di bahu jalan justru ditabrak dari belakang oleh truk yang melaju.

Fenomena ini menegaskan satu hal: bahu jalan tol, yang dirancang sebagai ruang darurat, dapat berubah menjadi titik paling berbahaya ketika disalahgunakan.

Data nasional menunjukkan bahwa keselamatan jalan di Indonesia masih menjadi pekerjaan besar. Korlantas Polri tahun 2025 mencatat 158.508 kasus kecelakaan, mengakibatkan 24.296 korban meninggal dunia, 19.311 luka berat, dan 195.271 korban luka ringan.

Secara global, World Health Organization memperkirakan sekitar 1,19 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas. Angka ini menunjukkan bahwa kecelakaan di jalan merupakan ancaman serius yang menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia, dengan sebagian besar kasus terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Dengan skala persoalan sebesar ini, setiap faktor risiko—termasuk kendaraan yang berhenti di bahu jalan—perlu dilihat sebagai bagian dari sistem keselamatan yang lebih luas.

Mengapa Pengemudi Tetap Melakukannya?

Penting untuk tidak melihat fenomena ini secara hitam-putih. Dalam banyak kasus, keputusan berhenti di bahu jalan bukan semata pelanggaran, tetapi juga hasil dari tekanan sistem.

Pengemudi truk, misalnya, sering menghadapi target waktu yang ketat tanpa diimbangi ketersediaan tempat istirahat yang memadai. Pengemudi bus berhadapan dengan kebutuhan penumpang yang tidak selalu terakomodasi oleh titik naik-turun resmi. Sementara itu, pengguna kendaraan pribadi kerap mengalami kelelahan saat rest area penuh.

Dalam literatur keselamatan jalan, kecelakaan dipahami sebagai hasil interaksi antara manusia, kendaraan, dan infrastruktur (Shaik et al., 2025). Artinya, perilaku di lapangan sering kali mencerminkan keterbatasan sistem, bukan sekadar kelalaian individu.

Dari sudut pandang rekayasa lalu lintas, jalan tol dirancang untuk kecepatan tinggi dengan asumsi bahwa tidak ada hambatan di jalur maupun tepinya. Ketika ada kendaraan berhenti di bahu jalan, asumsi ini runtuh.

Penelitian menunjukkan bahwa gangguan di sisi jalan dapat meningkatkan probabilitas kecelakaan secara signifikan, terutama dalam kondisi lalu lintas yang tidak stabil. Selain itu, tingkat keparahan kecelakaan juga meningkat, dengan risiko cedera serius hingga fatal (Sepahvand et al., 2024).

Dengan kata lain, kendaraan yang berhenti di bahu jalan bukan sekadar “diam”, melainkan menjadi hazard aktif dalam sistem lalu lintas.

Bus antarkota sedang menaikkan penumpang di bahu jalan Tol Purbaleunyi, Selasa (24/3/2026). (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Bus antarkota sedang menaikkan penumpang di bahu jalan Tol Purbaleunyi, Selasa (24/3/2026). (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)

Pendekatan solusi perlu melihat persoalan ini secara menyeluruh.

Pertama, peningkatan kapasitas dan manajemen rest area menjadi krusial. Rest area yang penuh sering mendorong pengemudi mengambil keputusan berisiko. Pemanfaatan teknologi untuk memberikan informasi ketersediaan parkir secara real-time dan pengaturan durasi parkir dapat membantu mengurangi tekanan ini (Skaug et al., 2025).

Kedua, kendaraan berat memerlukan fasilitas khusus. Tanpa ruang istirahat yang memadai, bahu jalan menjadi alternatif yang “dipaksakan”. Penelitian menunjukkan bahwa kendaraan berat memiliki kontribusi signifikan terhadap tingkat keparahan kecelakaan (Abdi & O'Hern, 2024).

Ketiga, penataan layanan angkutan umum perlu diperkuat. Praktik menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan tol menunjukkan adanya celah dalam sistem layanan. Integrasi dengan simpul transportasi di luar tol menjadi kunci untuk mengatasi hal ini.

Keempat, pemanfaatan teknologi seperti pengaturan kecepatan dinamis (variable speed limit) dan sistem prediksi kecelakaan berbasis data dapat membantu mengurangi risiko, terutama di ruas dengan tingkat kerawanan tinggi (Abdel-Aty et al., 2024).

Terakhir, penegakan hukum dan edukasi publik tetap penting. Namun, keduanya perlu berjalan beriringan dan berbasis pemahaman risiko, bukan sekadar kepatuhan aturan.

Bahu jalan tol dirancang sebagai ruang darurat—tempat terakhir untuk menyelamatkan nyawa, bukan ruang alternatif untuk berhenti. Ketika fungsi ini bergeser, maka risiko yang muncul tidak lagi bersifat individual, tetapi sistemik.

Pendekatan yang terlalu menyederhanakan masalah menjadi “pelanggaran pengemudi” tidak akan cukup. Sebaliknya, solusi yang menggabungkan perbaikan infrastruktur, manajemen sistem, teknologi, serta perubahan perilaku akan jauh lebih efektif.

Pada akhirnya, keselamatan di jalan tol bukan hanya soal aturan, tetapi tentang bagaimana sistem transportasi dirancang untuk meminimalkan risiko—bahkan ketika manusia melakukan kesalahan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)