Kecelakaan Bus di Wado Sumedang 2021, Tragedi Study Tour yang Renggut 29 Korban

3 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Bus study tour yang terguling dalam kecelakaan di Wado, Sumedang, tahun 2021. (Sumber: Polri)
Bus study tour yang terguling dalam kecelakaan di Wado, Sumedang, tahun 2021. (Sumber: Polri)

AYOBANDUNG.ID - Orang yang pernah melewati turunan panjang di Kecamatan Wado, Sumedang, tentu paham betapa seramnya jalan itu. Bayangkan duduk di dalam bus tua yang berisi puluhan orang, melaju kencang, sementara di luar jendela hanya tampak kelokan dan jurang gelap. Degup jantung bisa jadi lebih cepat daripada putaran mesin.

Pada 10 Maret 2021, bayangan buruk itu menjadi nyata. Sebuah bus pariwisata PO Sri Padma Kencana dengan nomor polisi T 7591 TB, yang membawa rombongan pelajar SMP IT Al Muawwanah Subang, kehilangan kendali di jalur itu dan akhirnya terjun ke jurang.

Perjalanan hari itu awalnya tak tampak istimewa. Anak-anak sekolah berangkat study tour sekaligus ziarah, ditemani guru dan orang tua. Sopir bus bernama Yudiawan, dengan kernet merangkap mekanik bernama Dede Lili, membawa 66 penumpang sekaligus.

Jumlah itu jelas lebih dari kapasitas normal bus. Tapi bagi rombongan, yang penting semua bisa ikut. Bus padat bukan soal besar, toh suasana riuh bisa dianggap tanda kebersamaan.

Baca Juga: Tragedi Tanjakan Emen Subang 2018, Rem Blong yang Renggut Kehidupan Puluhan Ibu

Rute yang dipilih sopir adalah jalur Malangbong menuju Sumedang lewat Tanjakan Cae, Kawung Luwung. Jalur ini dikenal curam dan berkelok. Google Maps memang merekomendasikannya sebagai jalur tercepat, tapi aplikasi peta tidak punya fitur “peringatan khusus untuk bus besar”.

Sopir dan kernet mengikuti arahan digital itu, tanpa memperhitungkan kondisi kendaraan yang sudah kelebihan muatan.

Jelang malam, sekitar pukul enam sore, penumpang mulai resah. Ada bau karet terbakar yang menyengat dari belakang bus. Diduga rem bus bermasalah, tapi kendaraan tetap melaju. Putaran mesin naik, tanda sopir kesulitan mengendalikan laju. Tapi, tak ada upaya berhenti untuk sekadar mengecek. Tampaknya, rem yang sudah aus itu masih diharapkan bisa menolong sedikit demi sedikit.

Ternyata, yang terjadi justru sebaliknya. Di turunan Kawung Luwung, rem bus benar-benar tak lagi berfungsi. Yudiawan berusaha membelokkan setir ke kiri, mencoba menyelamatkan kendaraan dari hantaman maut. Tapi tubuh besar bus tak patuh. Kendaraan menabrak pembatas jalan, menghantam tiang listrik, lalu terjun ke jurang sedalam lebih dari 20 meter. Semua berlangsung cepat. Di dalam bus, jeritan bercampur doa.

Warga sekitar menyaksikan dari pinggir jalan, hanya bisa terpaku melihat bus besar itu melaju tak terkendali sebelum akhirnya hilang ke kegelapan jurang. Bunyi benturan logam dan kaca pecah terdengar nyaring, lalu senyap sebentar, sebelum disusul teriakan minta tolong dari penumpang yang selamat.

Bus study tour yang terguling dalam kecelakaan di Wado, Sumedang, tahun 2021. (Sumber: Polri)
Bus study tour yang terguling dalam kecelakaan di Wado, Sumedang, tahun 2021. (Sumber: Polri)

Tak lama setelah bus berhenti di dasar jurang, warga berhamburan turun untuk menolong. Dengan alat seadanya, mereka mencoba membuka pintu dan jendela. Beberapa penumpang berhasil keluar dengan luka-luka, sebagian lain terjepit di dalam. Suasana malam itu penuh kepanikan. Lampu-lampu kendaraan dinyalakan untuk membantu penerangan darurat.

Baca Juga: Jejak Warisan Ong Bung Keng dalam Sejarah Kuliner Legendaris Tahu Sumedang

Petugas kepolisian, tim SAR, dan ambulans baru tiba beberapa waktu kemudian. Evakuasi berlangsung hingga larut malam. Satu per satu korban diangkat, ada yang masih hidup, ada yang sudah tak bernyawa.

RSUD Sumedang mendadak jadi lautan tangis. Dari 66 penumpang, 27 orang meninggal di lokasi. Dua lagi meninggal di rumah sakit, sehingga total korban jiwa mencapai 29 orang. Sisanya, 37 orang, mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.

Kecelakaan ini menjadi berita besar keesokan harinya. Foto-foto bus ringsek di jurang tersebar di media sosial, memunculkan rasa ngeri sekaligus iba. Para orang tua mendatangi rumah sakit, sebagian harus menerima kenyataan pahit anak mereka tak kembali.

Polisi bergerak cepat menyelidiki penyebab kecelakaan. Hasilnya menunjukkan kombinasi fatal: rem blong akibat kesalahan pemasangan kampas rem, kelebihan penumpang, serta pemilihan jalur yang tidak cocok untuk bus besar.

Sopir dan kernet, yang juga berperan sebagai mekanik, ditetapkan sebagai tersangka atas kelalaian. Tapi proses hukum tak pernah berjalan, karena keduanya tewas dalam kecelakaan itu.

Bukti-bukti teknis seperti GPS bus dan STNK diamankan polisi. Dari situ diketahui jalur yang dipilih memang diarahkan aplikasi peta daring. Namun, keputusan tetap di tangan sopir dan kernet. Mereka yang akhirnya bertaruh dengan nasib puluhan nyawa di jalan curam Wado.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)