Pentingnya Pengetahuan Pajak untuk Anak dan Kemajuan Negara

4 menit baca
odi yanuwar
Ditulis oleh odi yanuwar diterbitkan Selasa 02 Jun 2026, 15:22 WIB
Ilustrasi mengurus pajak. (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)

Ilustrasi mengurus pajak. (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)

Apa yang ada di benak pikiran Anda jika membaca atau mendengar kata pajak? Beberapa orang mungkin akan mengeluh dan kesal sembari berkata, "Huh, pajak lagi pajak lagi. Lagi-lagi pajak!"

Pajak dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan dan "musuh" bagi sebagian orang. Tidak heran, beberapa masyarakat menghindari atau menunggak membayar pajak. Orang-orang tersebut sepertinya kurang mendapatkan pendidikan atau informasi mengenai pajak sejak dini. Padahal, pajak banyak bermanfaat bagi anak dan kemajuan suatu bangsa pada sebuah negara. Kok, bisa?

Fasilitas Umum

Semakin baik dan banyak fasilitas umum di suatu negeri dapat menjadi ciri negeri itu maju. Pembangunan fasilitas publik sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan berkendara ke tempat lain pun menjadi lebih mudah dan cepat. Tatkala naik kendaraan bermotor bersama anak, katakan, "Nak, kendaraan ini ada pajaknya, lho. Kita membayar pajak, uangnya untuk membiayai pembangunan dan perbaikan jalan".

Selain itu, jelaskan pula jika bendungan, taman, penerangan jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, dan transportasi publik untuk memperlancar roda, adalah hasil dari uang pajak. Tanamkan juga rasa syukur kepada anak, "Sudah seharusnya kita bersyukur dengan cara memanfaatkan dan menjaga fasilitas umum dengan baik. Tanpa fasilitas, kita dan orang-orang susah untuk pergi ke mana-mana; susah menjalankan kegiatan".

Pendidikan

Salah satu tujuan utama negara Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Upaya untuk mewujudkannya melalui pendidikan. Pendidikan bukan sekadar pendidikan saja; bukan pendidikan ala kadarnya; bukan pendidikan asal-asalan. Akan tetapi, pendidikan yang berkualitas. Contoh pendidikan berkualitas yaitu adanya pendidikan cinta tanah air (nasionalisme) di lembaga pendidikan. Penyisipan informasi pentingnya pajak juga termasuk pendidikan nasionalisme. Mengapa demikian? Karena, saat kita membayar pajak, kita mengesampingkan ego dalam diri. Lebih mementingkan kepentingan banyak orang tinimbang kepentingan pribadi.

Ketika berada atau melewati sebuah sekolah, orang tua dapat berkata, "Nak, bangunan sekolah dan gaji guru juga merupakan contoh hasil dari pajak yang kita bayar". Sekolah (negeri) yang sekarang, umumnya tidak ada iuran untuk bangunan dan SPP (Sumbangan Pembinaan Pembayaran) bulanan. Ada BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan) dari pemerintah yang bersumber dari uang pajak.

Kesehatan

Mens sana in corpore sano, 'di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat' adalah pepatah yang mungkin tidak asing di telinga, 'kan? Pepatah yang secara tidak langsung menyuruh kita untuk hidup yang lebih baik melalui olahraga dan gaya hidup sehat. Bagaimana bisa menjadi bangsa yang kuat, jika bangsa itu tidak sehat? Beberapa program pemerintah dalam mengimplementasikan bangsa yang sehat (melalui uang pajak) ialah BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) katagori PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan MBG (Makan Bergizi Gratis).

Tanyakan kepada anak, "Nak, tahukah kamu MBG yang kamu makan itu berasal dari mana uangnya? Uangnya tentu saja dari uang pajak. Jadi, kamu harus berterima kasih kepada yang bayar pajak". Tidak hanya itu, gedung rumah sakit dan puskesmas, alat-alat, obat-obatan, serta gaji tenaga dan ketenaga kesehatan juga ada dari uang pajak.

Waktu adanya Corona Virus Disease (covid-19) masuk ke Indonesia, tidak sedikit nyawa melayang. Pemerintah tidak tinggal diam, upaya pun dilakukan. Upaya tersebut didukung oleh pembiayaan dari uang pajak untuk membeli beberapa hal seperti pakaian APD (Alat Pelindung Diri), alat-alat medis, vaksin, dan sembako.

Tubuh yang sehat adalah tubuh yang tidak kurang gizi. Program MBG atau lainnya yang di bidang kesehatan akan berdampak positif jika ditangani dengan baik dan sesuai standar. Jika tidak, bukannya membuat sehat justru membuat sakit.

Bantuan Sosial (Bansos)

Sila kelima Pancasila berbunyi: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tanyakan kepada anak, "Apa lambangnya, Nak?" Ya, padi dan kapas. Melambangkan harapan supaya rakyat dapat hidup sejahtera; hidup layak. Supaya tidak menimbulkan kesenjangan sosial yang terlalu jauh dan rasa iri. Maka dari itu, pemerintah mengadakan berbagai program berupa bantuan sosial (bansos). Bansos ditujukan bagi masyarakat yang ekonominya belum bagus.

Program yang dimaksud ialah pengobatan gratis (katagori PBI dari BPJS kesehatan), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, serta subsidi energi (Bahan Bakar Minyak/BBM, Liquid Pertoleum Gas/ LPG, listrik, dan pupuk).

Program bansos sangat bermanfaat untuk orang yang sedang membutuhkan. Bantuan yang demikian ibarat danau yang jernih di tengah gurun pasir bagi penerima bansos yang tepat sasaran. Sudahkah bansos di negara kita tepat sasaran?

Bidang-bidang di atas merupakan beberapa contoh yang sebagian dananya bersumber dari dana pajak. Membiasakan diri membayar pajak tepat waktu adalah hal terpuji yang nanti akan dikuti oleh anak. Anak merupakan suatu "aset" yang berharga bagi orang tua dan negara. Mendidik mereka dengan baik adalah tugas negara, guru, dan orang tua yang pastinya.

Salah satu pendidikan yang harus ditanamkan dalam diri anak ialah pendidikan tentang pajak. Pajak mengandung nilai-nilai pendidikan karakter di antaranya: nasionalisme dan tidak egois; prihatin, peduli, dan empati; semangat belajar; serta bersyukur. Apabila anak sudah mengenal, bahkan cinta terhadap pajak, maka mereka akan menjadi generasi emas di masa mendatang. Generasi peduli bangsa.

Perluasan "lahan" pajak dapat meningkatkan kemajuan negara dengan catatan dikelola dengan bijak dan amanah. Oleh karena itu, mari kita wujudkan tunas bangsa yang hebat dan negara yang kuat. Caranya, mulai dari diri sendiri dengan membuat NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan membayar pajak tepat pada waktunya. Bangsa yang hebat, negara yang kuat, bayar pajak yang tepat. (*)

Sumber referensi

  • Panjaitan, Rudy Antoni. (2025, September 8). "Pajak: Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Siapa?" Diakses pada 29 Mei 2026, dari https://www.pajak.go.id/id/artikel/pajak-dari-rakyat-oleh-rakyat-untuk-siapa.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

odi yanuwar
Tentang odi yanuwar
Hobi menulis meskipun belum bagus.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)