Bagi masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan Bandung Timur, kemacetan di sekitar Bunderan Cibiru bukanlah pemandangan baru. Pada jam-jam sibuk, kendaraan dari berbagai arah bertemu dan membuat perjalanan melambat.
Namun, melihat persoalan ini hanya sebagai masalah sebuah bundaran rasanya tidak cukup. Kemacetan di Bunderan Cibiru justru berkaitan dengan beberapa titik yang saling terhubung di sepanjang jalur Cibiru-Cileunyi.
Salah satu titik yang perlu diperhatikan adalah jalan akses Jalan Cibiru Hilir. Kendaraan yang keluar dari jalan tersebut harus bergabung dengan arus utama Cibiru-Cileunyi.
Dalam pemberitaan detikJabar pada Juni 2025, kendaraan dari Cibiru Hilir disebut membuat arus dari arah Cileunyi harus memperlambat laju, sementara aktivitas angkot yang berhenti atau menunggu penumpang juga turut menjadi hambatan di kawasan tersebut.
Hambatan juga muncul dari aktivitas di sekitar sekolah yang berada di sepanjang ruas Cibiru-Cileunyi yaitu SDN 090 Cibiru dan SDN 050 Cibiru. Dalam pantauan detikJabar pada Juli 2025, kendaraan warga yang mengantar anak sekolah disebut kerap berhenti di bahu jalan.
Aktivitas yang terlihat sederhana ini dapat mengurangi ruang gerak kendaraan dan memperlambat arus, terutama ketika terjadi bersamaan dengan tingginya volume lalu lintas pada jam sibuk.
Selain aktivitas di sisi jalan, kondisi ruas jalannya sendiri turut menjadi persoalan. Dalam pemberitaan yang sama, detikJabar menyoroti adanya penyempitan ruas jalan di jalur Cibiru-Cileunyi.
Sebagai titik pertemuan kendaraan dari beberapa arah, bundaran menerima arus yang sebelumnya sudah mengalami perlambatan. Kondisi tersebut dapat semakin terganggu ketika kendaraan umum berhenti atau menunggu penumpang di sekitar bundaran.
Persoalan kendaraan yang berhenti di sekitar Bunderan Cibiru juga telah menjadi perhatian dalam penertiban lalu lintas. Pada Juli 2025, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di kawasan tersebut.
Angkutan kota yang berhenti atau memarkirkan kendaraan kendaraan di badan jalan menjadi salah satu sasaran penertiban karena dapat mengganggu kelancaran lalu lintas. Pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut juga dilakukan pada waktu-waktu rawan kepadatan.
Rangkaian kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemacetan Bunderan Cibiru tidak memiliki satu penyebab tunggal. Pertemuan arus dari Cibiru Hilir, aktivitas di sekitar sekolah, penyempitan ruas jalan, kendaraan yang berhenti, serta tingginya volume kendaraan pada jam sibuk saling memengaruhi.
Karena itu, memperlakukan bundaran sebagai satu-satunya sumber masalah berisiko membuat penanganan hanya menyentuh bagian akhir dari persoalan.
Di sisi lain, persoalan ini bukan berarti tidak pernah ditangani. Pengaturan lalu lintas dan penertiban kendaraan telah dilakukan untuk menjaga kelancaran arus.
Baca Juga: Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)
Namun, munculnya kembali kemacetan menunjukkan bahwa penanganan pada titik tertentu saja belum tentu cukup untuk menyelesaikan persoalan yang terbentuk sepanjang koridor.
Karena itu, penanganan kemacetan Bunderan Cibiru perlu melihat seluruh jalur menuju bundaran sebagai satu kesatuan.
Data mengenai volume kendaraan, waktu terjadinya antrean, serta titik-titik yang paling sering mengalami perlambatan dapat digunakan untuk menentukan bagian mana yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pengaturan di kawasan sekolah, penataan tempat berhenti kendaraan umum, serta pengelolaan akses keluar-masuk kendaraan juga perlu dipertimbangkan berdasarkan kondisi masing-masing titik.
Kemacetan mungkin tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, terutama di kawasan dengan volume kendaraan yang tinggi. Namun, kemacetan yang terus berulang tidak seharusnya hanya dianggap sebagai keadaan yang biasa.
Jika berbagai faktor penyebabnya sudah dapat dikenali, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa penanganannya tidak berhenti pada titik yang paling terlihat.
Bunderan Cibiru memang menjadi tempat bertemunya banyak kendaraan. Tetapi, kemacetan yang terlihat di sana bisa saja sudah di mulai jauh sebelum kendaraan mencapai bundaran.
Jika ingin mengurai kemacetan tersebut, perhatian tidak cukup diarahkan pada bundarannya saja, melainkan pada seluruh rangkaian persoalan yang membuat arus kendaraan tersendat sebelum sampai ke titik tersebut. (*)
Referensi
detikJabar. (2025). Jalan Cileunyi-Cibiru yang Menguji Kesabaran.
Tribrata News Polda Jabar. (2025). Polda Jabar Tertibkan Parkir Sembarangan di Bundaran Cibiru, Dukung Operasi Patuh Lodaya 2025.