Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

3 menit baca
Adisty Dhona Restu Ramadhani
Ditulis oleh Adisty Dhona Restu Ramadhani diterbitkan
Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)

Bagi masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan Bandung Timur, kemacetan di sekitar Bunderan Cibiru bukanlah pemandangan baru. Pada jam-jam sibuk, kendaraan dari berbagai arah bertemu dan membuat perjalanan melambat.

Namun, melihat persoalan ini hanya sebagai masalah sebuah bundaran rasanya tidak cukup. Kemacetan di Bunderan Cibiru justru berkaitan dengan beberapa titik yang saling terhubung di sepanjang jalur Cibiru-Cileunyi.

Salah satu titik yang perlu diperhatikan adalah jalan akses Jalan Cibiru Hilir. Kendaraan yang keluar dari jalan tersebut harus bergabung dengan arus utama Cibiru-Cileunyi.

Dalam pemberitaan detikJabar pada Juni 2025, kendaraan dari Cibiru Hilir disebut membuat arus dari arah Cileunyi harus memperlambat laju, sementara aktivitas angkot yang berhenti atau menunggu penumpang juga turut menjadi hambatan di kawasan tersebut.

Hambatan juga muncul dari aktivitas di sekitar sekolah yang berada di sepanjang ruas Cibiru-Cileunyi yaitu SDN 090 Cibiru dan SDN 050 Cibiru. Dalam pantauan detikJabar pada Juli 2025, kendaraan warga yang mengantar anak sekolah disebut kerap berhenti di bahu jalan.

Aktivitas yang terlihat sederhana ini dapat mengurangi ruang gerak kendaraan dan memperlambat arus, terutama ketika terjadi bersamaan dengan tingginya volume lalu lintas pada jam sibuk.

Selain aktivitas di sisi jalan, kondisi ruas jalannya sendiri turut menjadi persoalan. Dalam pemberitaan yang sama, detikJabar menyoroti adanya penyempitan ruas jalan di jalur Cibiru-Cileunyi.

Sebagai titik pertemuan kendaraan dari beberapa arah, bundaran menerima arus yang sebelumnya sudah mengalami perlambatan. Kondisi tersebut dapat semakin terganggu ketika kendaraan umum berhenti atau menunggu penumpang di sekitar bundaran.

Persoalan kendaraan yang berhenti di sekitar Bunderan Cibiru juga telah menjadi perhatian dalam penertiban lalu lintas. Pada Juli 2025, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di kawasan tersebut.

Angkutan kota yang berhenti atau memarkirkan kendaraan kendaraan di badan jalan menjadi salah satu sasaran penertiban karena dapat mengganggu kelancaran lalu lintas. Pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut juga dilakukan pada waktu-waktu rawan kepadatan.

Rangkaian kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemacetan Bunderan Cibiru tidak memiliki satu penyebab tunggal. Pertemuan arus dari Cibiru Hilir, aktivitas di sekitar sekolah, penyempitan ruas jalan, kendaraan yang berhenti, serta tingginya volume kendaraan pada jam sibuk saling memengaruhi.

Karena itu, memperlakukan bundaran sebagai satu-satunya sumber masalah berisiko membuat penanganan hanya menyentuh bagian akhir dari persoalan.

Di sisi lain, persoalan ini bukan berarti tidak pernah ditangani. Pengaturan lalu lintas dan penertiban kendaraan telah dilakukan untuk menjaga kelancaran arus.

Baca Juga: Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Namun, munculnya kembali kemacetan menunjukkan bahwa penanganan pada titik tertentu saja belum tentu cukup untuk menyelesaikan persoalan yang terbentuk sepanjang koridor.

Karena itu, penanganan kemacetan Bunderan Cibiru perlu melihat seluruh jalur menuju bundaran sebagai satu kesatuan.

Data mengenai volume kendaraan, waktu terjadinya antrean, serta titik-titik yang paling sering mengalami perlambatan dapat digunakan untuk menentukan bagian mana yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Pengaturan di kawasan sekolah, penataan tempat berhenti kendaraan umum, serta pengelolaan akses keluar-masuk kendaraan juga perlu dipertimbangkan berdasarkan kondisi masing-masing titik.

Kemacetan mungkin tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, terutama di kawasan dengan volume kendaraan yang tinggi. Namun, kemacetan yang terus berulang tidak seharusnya hanya dianggap sebagai keadaan yang biasa.

Jika berbagai faktor penyebabnya sudah dapat dikenali, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa penanganannya tidak berhenti pada titik yang paling terlihat.

Bunderan Cibiru memang menjadi tempat bertemunya banyak kendaraan. Tetapi, kemacetan yang terlihat di sana bisa saja sudah di mulai jauh sebelum kendaraan mencapai bundaran.

Jika ingin mengurai kemacetan tersebut, perhatian tidak cukup diarahkan pada bundarannya saja, melainkan pada seluruh rangkaian persoalan yang membuat arus kendaraan tersendat sebelum sampai ke titik tersebut. (*)

Referensi

  1. detikJabar. (2025). Jalan Cileunyi-Cibiru yang Menguji Kesabaran.

  2. Tribrata News Polda Jabar. (2025). Polda Jabar Tertibkan Parkir Sembarangan di Bundaran Cibiru, Dukung Operasi Patuh Lodaya 2025.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 16:36

Mitigasi Perundungan di Ruang Pendidikan

520 laporan perundungan di perguruan tinggi menjadi tolok ukur bahwa perundungan di perguruan tinggi pun memberikan gambaran bahwa ruang pendidikan aman belum bisa diciptakan.

Ilustrasi perundungan. (Sumber: Pexels/Nothing Ahead)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 15:42

Kelas Menengan Pilih Sekolah Negeri atau Swasta?

Refleksi terhadap dunia pendidikan Indonesia hari ini

Kelas Menengah Pilih Sekolah Swasta atau Negeri? (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 15:10

Bunderan Cibiru Belum Bebas Macet, Apa yang Perlu Dibenahi?

Kemacetan Bunderan Cibiru bukan sekadar soal padatnya kendaraan. Penyempitan jalan dan aktivitas di tepi jalan turut menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 13:49

Anak Muda Sunda Harus Bisa Bahasa Jepang, tetapi Masih Bisakah Berbahasa Sunda?

Bahasa Jepang mempunyai nilai ekonomi yang mudah terlihat. Bahasa Sunda tidak selalu menawarkan imbalan material yang langsung terasa. Lalu, untuk apa mempelajari bahasa Sunda?

Ilustrasi anak muda Sunda yang bekerja di Jepang. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 11:47

Pembinaan Akar Rumput dan Stadion Masa Depan di Bandung

Sepak bola Bandung tidak hanya hidup pada hari pertandingan Persib. Ia juga hidup di lapangan sekolah, permukiman, klub kecil, dan tempat anak-anak belajar menendang bola.

Ilustrasi pembinaan sepak bola dari akar rumput (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 10:02

Kehilangan Adik: Ketika Uang lebih Berkuasa dibandingkan Keselamatan

Pihak berwajib yang seharusnya menjadi penolong dan pengayom masyarakat justru seringkali terus meminta yang bukan menjadi haknya.

Orang Hilang (Karimah Az-Zahra) (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 20:14

Pengalaman Memandu SMP Athirah Makassar (Bagian #2)

Ketika berkeliling istana, saya seperti memasuki dimensi abad ke-19. Pilar-pilar besar seperti mengucapkan selamat datang kepada kami.

Para pemandu CV Shakha Pesona dalam pemanduan SMP Athirah Makassar. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 18:15

Zona Merah, Konflik yang Tak Kunjung Usai: Ojol dan Opang Butuh Aturan yang Adil

Konflik ojol dan opang di Bandung menunjukkan pentingnya aturan zona merah yang jelas dan adil. Mediasi saja tidak cukup; keselamatan dan kepastian akses harus dijamin bagi semua pihak.

Ilustrasi pangkalan ojek konvensional di kawasan Bandung. (Sumber: Google Maps (Street View). | Foto: Google Street View)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 17:07

Mewujudkan RTH Pasirwangi yang Berkelanjutan

Merawat RTH Pasirwangi sebagai investasi jangka panjang.

Walikota Bandung M Farhan saat meresmikan RTH Pasirwangi. (Sumber: Bandung.go.id)
Seni Budaya 19 Okt 2026, 16:20

Yamko Rambe Yamko dan Teka-Teki Identitas Papua

Yamko Rambe Yamko dikenal sebagai lagu daerah Papua. Namun, sejumlah seniman Papua mempertanyakan bahasa, asal-usul, dan sejarah di balik lagu populer ini.

Tarian Yamko Rambe Yamko (Sumber: Enhanced from Indonesia Kaya)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 16:08

Mitigasi Banjir Cibiru Tak Cukup Diatasi dengan Drainase

Mitigasi banjir Cibiru mesti disesuaikan dengan persoalan tata ruang, ekologi, infrastruktur, dan koordinasi antar pemda.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru pada Jumat, 16 Oktober 2026. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 15:37

Iklan Pengobatan Tradisional di Kota Bandung Era 1980–1990-an

Pada era 1980–1990-an, koran-koran yang terbit di Bandung, seperti Pikiran Rakyat, Bandung Pos, Mandala, dan Gala, cukup sering memuat iklan pengobatan tradisional.

Iklan ikonik era 1990-an yang menawarkan Firdaus Oil, minyak penyubur kumis, jambang, dan janggut. Produk ini dikenal hanya bisa diperoleh di tempat praktik tabib atau toko obat tertentu. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 13:58

Kemacetan di Jalan Cimincrang Akibat Perlintasan Kereta Api dan Aktivitas Kawasan Gedebage, Apa Solusinya?

Artikel ini membahas kemacetan di Jalan Cimincrang. Hal ini dikarenakan banyak faktor seperti perlintasan kereta api dan tingginya aktivitas di kawasan Gedebage. Kemudian, bagaimana solusinya?

Kemacetan pada waktu rush hour di Jalan Cimincrang. (Foto: Rahma Rumaisha Putri)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 12:43

Kemacetan Paskal Tiada Henti: Sampai Kapan Pengendara Harus Saling Serobot?

Kemacetan di Jalan Pasirkaliki (Paskal) Bandung makin parah akibat kebiasaan saling serobot dan parkir sembarangan. Akses pejalan kaki pun ikut terkunci total.

Kondisi arus lalu lintas di kawasan Jalan Pasirkaliki (Paskal), Kota Bandung, yang mengalami kepadatan dan antrean panjang kendaraan. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Rahma Tsania Putri)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 09:26

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar - Bagian 1

Pada saat kondisi ekonomi yang tidak menentu, apakah PHK karyawan menjadi solusi terbaik? Kenapa Jawa Barat sebagai pusat industri manufaktur bisa mengalami pengurangan tenaga kerja terbesar?

Sejumlah buruh perempuan disalah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 08:59

Keliling Kota Indonesia: Menjumpai Klub Baca di Cirebon x Gramedia Grage Mall

Keliling Kota Indonesia menjumpai para pegiat literasi menjadi rencana ekspedisi versi saya untuk mendapat pengalaman yang bermakna dalam hidup.

Kegiatan Klub Baca Cirebon di Grage Mall Cirebon. (Sumber: Klub Baca Cirebon)