Lilin Aromaterapi yang Meracuni Diam-Diam, Menenangkan sekaligus Mematikan

3 menit baca
Vincent Lovynes Wangsa
Ditulis oleh Vincent Lovynes Wangsa diterbitkan
Ada bahaya di balik lilin aromaterapi. (Sumber: Pexels/George Becker)
Ada bahaya di balik lilin aromaterapi. (Sumber: Pexels/George Becker)

Lilin aromaterapi sering kali dikaitkan dengan ketenangan dan relaksasi mental. Popularitasnya semakin meningkat karena dipercaya dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas relaksasi.

Namun, di balik aroma dan ketenangan yang diberi, terdapat bahaya bagi kesehatan pengguna yang sering diabaikan.

Salah satu bahan utama dalam banyak lilin aromaterapi adalah parafin, yang mengandung hingga 11 senyawa karsinogenik. Ketika parafin dicampur dengan parfum dan cairan kimia lainnya, bahaya yang diberi oleh parafin akan meningkat (Dewi et al, 2021).

Lilin aromaterapi dapat berdampak buruk pada kesehatan, sehingga edukasi mengenai pemilihan bahan lilin yang aman sangat dibutuhkan untuk melindungi penggunanya.

Parafin adalah bahan utama dari lilin yang paling sering digunakan dalam pembuatan lilin aromaterapi. Bahan ini dipilih karena harganya yang murah, mudah diproduksi, dan memiliki sifat yang mudah dalam diberi wewangian.

Namun, parafin berpotensi menghasilkan senyawa seperti benzena, yang dapat mencemari udara, bahkan pada kadar rendah meskipun lilin tidak sedang menyala.

Masalah lainnya berada pada aromanya, banyak lilin aromaterapi mengandung pewangi, yang pada suhu kamar saja sudah mengeluarkan VOC berbahaya seperti formaldehida dan toluena (Yani, 2024).

Senyawa-senyawa ini mencemari udara dan mempengaruhi kualitas pernapasan di dalam ruangan, terutama jika tidak terdapat ventilasi yang baik.

Pembakaran lilin aromaterapi, terutama yang terbuat dari parafin, dapat menghasilkan senyawa organik volatil (VOC) seperti benzena, formaldehida, dan toluena.

Benzena dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan pusing, serta diketahui bersifat karsinogenik, yang berpotensi menyebabkan kanker.

Formaldehida dapat menyebabkan iritasi mata, saluran pernapasan, serta meningkatkan risiko kanker pada saluran pernapasan.

Toluena, yang dilepaskan selama pembakaran, dapat menyebabkan paparan jangka pendek berupa keluhan pernapasan seperti sesak napas, pusing, hidung berlendir, dan iritasi mata, serta paparan jangka panjang yang dapat merusak sistem saraf, meningkatkan risiko masalah pernapasan, dan kerusakan otak (Irmasari, 2018).

Paparan terhadap senyawa-senyawa ini, terutama di ruang tertutup tanpa ventilasi yang cukup, dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Ada bahaya di balik lilin aromaterapi. (Sumber: Pexels/Anna Shvets)
Ada bahaya di balik lilin aromaterapi. (Sumber: Pexels/Anna Shvets)

Edukasi pada pengguna lilin aromaterapi sangat diperlukan agar pengguna dapat mengenali bahan lilin aromaterapi yang aman dan cara untuk mengurangi polutan pada udara saat penggunaan.

Lilin yang terbuat dari soy wax atau beeswax merupakan alternatif yang lebih aman dibandingkan dengan lilin yang terbuat dari parafin. Saat dibakar, soy wax dan beeswax menghasilkan lebih sedikit senyawa-senyawa berbahaya.

Selain itu, penggunaan lilin di ruangan dengan ventilasi yang baik sangat penting untuk mengurangi polutan yang terdapat di udara.

Edukasi yang baik akan membantu pengguna agar tidak hanya mengenali bahan lilin yang lebih aman, tetapi juga sadar akan pentingnya menjaga sirkulasi udara saat menggunakan lilin aromaterapi. Sehingga, risiko terkena dampak senyawa berbahaya dapat diminimalkan tanpa mengorbankan kenyamanan dan manfaat dari lilin aromaterapi.

Lilin aromaterapi dapat menciptakan suasana nyaman dan menenangkan. Tetapi dibalik kenyamanannya, lilin aromaterapi dapat menimbulkan dampak buruk pada kesehatan akibat senyawa berbahaya yang dilepaskan saat pembakaran.

Senyawa seperti toluena, benzena, dan formaldehida dapat mencemari udara dan berisiko menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi, hingga kanker.

Baca Juga: Kini 10 Netizen Terpilih Dapat Total Hadiah Rp1,5 Juta dari Ayobandung.id setiap Bulan

Oleh karena itu, sangat penting bagi pengguna untuk lebih berhati-hati dalam memilih lilin yang terbuat dari bahan alami seperti soy wax atau beeswax, serta memastikan untuk menggunakan lilin di ruang dengan ventilasi yang baik.

Dengan edukasi yang sesuai, kita dapat mengurangi risiko kesehatan tanpa mengorbankan kenyamanan yang diberi oleh lilin aromaterapi. (*)

Daftar Pustaka

  • Dewi, et al. (2021). Histology Slide Quality Comparative Study; Impregnation and Embedding Using Beeswax and Paraffin. JAMHESIC, 291-298.
  • Irmasari, F. (2018). Kadar Toluen di Udara Lingkungan Kerja Berkorelasi Terhadap Kadar Asam Hipurat Urine pada Pekerja Percetakan di Rungkut Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10 (3), 328-335.
  • Yani, T. K. (2024, November 30). Apakah Lilin Berbahaya untuk Kesehatan? Cara Memilih Lilin yang Lebih Aman. Media Indonesia.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 15:26

Menghalau Asap dengan Sains dan Kolaborasi Akademisi dalam Mitigasi Karhutla

Kampus punya ilmu dan jaringan untuk mencegah karhutla. Simak peran riset gambut, KKN tematik, dan konsorsium lintas kampus di wilayah rawan.

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 14:09

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos

Menyoroti fenomena bansos bagi pelaku judi online

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 13:10

Instrumen Bumi sebagai Komposisi Sorawatu

Setiap bunyi dihasilkan dari gelombang suara, mengontruksi logika rasa manusia. Getaran batu di pukul memiliki frekuensi yang mampu memicu ketenangan batin.

Gamelan Sorawatu. (Foto: Penulis)
Beranda 30 Okt 2026, 12:02

AMSI Awards 2026 Apresiasi Inovasi 10 Media Siber Indonesia

AMSI Awards 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026

Para pemenang di malam penghargaan AMSI Awards 2026 berpose bersama setelah acara, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) malam WIB. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 11:45

Cicadas Camping Ground: Tempat Kemah Super Luas di Sumedang

Cicadas Campimg Ground tempat kemah yang luas dan asri. Cocok untuk berkegiatan bareng teman, keluarga atau pasangan. Fasilitasnya juga lengkap.

Lapangan tempat kemah,di  kawasan Cicadas Camping Ground, Sumedang.
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 10:33

‎Dari 'Deadline' hingga 'Healing': Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percakapan Sehari-hari ‎

Penggunaan istilah seperti deadline, meeting, healing, overthinking, random, hingga literally menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan masyarakat terus mengalami perkembangan.

Wawancara kepada Mahasiswa: Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percapakan Sehari-Hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 08:04

Dampak ISPA dari Asap Karhutla bagi Ibu Hamil

Menurut Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kp., M.N.Sc., Ph.D. Asap Karhutla ancam Ibu Hamil dan Generasi Mendatang

Ilustrasi ibu hamil. (Sumber: Pexels | Foto: Helena Lopes)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 20:09

Mati Sebelum Berkembang, Inovasi Birokrasi di Indonesia

Sudah hampir satu Periode Rencana Jangka panjang (25 Tahun) Reformasi Birokrasi digulirkan, fakta di lapangan Birokrasi masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 29 Okt 2026, 19:44

Intip Serunya Theatrical 360 Audio Horror Experience di Braga CityWalk, Wahana Rumah Hantu 'Next Level' Cuma Lewat Suara

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran.

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 19:08

Yang Perlu Dibicarakan Ketika Membicarakan Rencana Program Historic Urban Landscape di Kota Bandung

HUL adalah pendekatan holistik dan kerangka kerja dinamis untuk mengelola lanskap sejarah perkotaan yang terus berkembang, bukan predikat, status, yang berhenti di atas kertas dan jargon.

Salah satu gedung bersejarah di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 18:50

PA 98 Desak Polda Jabar Transparan Tangani Perkara Mahasiswa, Tolak Kriminalisasi Gerakan Demokrasi

PA 98 mendesak penghentian kriminalisasi dan intimidasi mahasiswa, transparansi penangkapan, jaminan bantuan hukum, serta perlindungan hak akademik dan kebebasan demokrasi.

Aksi aliansi masyarakat sipil dan mahasiswa Bandung dalam memperingati 2 tahun rezim Prabowo-Gibran. (Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 14:50

Peran Strategis Warga Bandung dalam Gerakan Nasional Penanggulangan Karhutla

Warganet Bandung seharusnya dapat berperan dalam penanganan penanggulangan karlutha secara strategis. Sikap nasionalisme adalah bentuk empati dan tanggung jawab konkret untuk mengatasi bencana ini.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 13:06

Solusi Bijak Menangani Lahan Gambut

Memelajari metode restorasi, pengelolaan air yang tepat dan aksi nyata menjaga ekosistem demi mencegah bencana lingkungan.

Hutan dan lahan gambut. (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Beranda 29 Okt 2026, 11:52

Rp3 Miliar untuk Skatepark di Lapangan Teuku Umar: Siapa yang Diuntungkan, Warga atau Proyek?

Sejumlah warga Coblong menolak lapangan bola gratis diubah multifungsi dengan skatepark. Mereka mempertanyakan siapa yang sebenarnya dilayani dan mengaku belum pernah diajak bicara.

Pengguna Lapangan Teuku Umar membentangkan spanduk penolakan terhadap rencana revitalisasi yang dinilai berpotensi mengurangi ruang kebersamaan warga di Kecamatan Coblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathun Romadhan)