Fadli Zon Harus Mundur

3 menit baca
Matdon
Ditulis oleh Matdon diterbitkan
Surya dan Hema, Aktivis 98 Kota Bandung, meminta dengan tegas, agar Fadli Zon mundur sebagai Menteri Kebudayaan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Matdon)
Surya dan Hema, Aktivis 98 Kota Bandung, meminta dengan tegas, agar Fadli Zon mundur sebagai Menteri Kebudayaan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Matdon)

Aktivis 98 kota Bandung, meminta dengan tegas, agar Fadli Zon mundur sebagai Menteri Kebudayaan serta harus minta maaf kepada rakyat Indonesia, karena telah melukai hati bangsa Indonesia.

Beberapa waktu lalu, Fadli Zon mengatakan bahwa bahwa tidak ada kasus perkosaan terhadap para wanita keturunan Tionghoa pada kerusuhan tahun 1998.

Demikian yang saya catat, dalam sebuah diskusi terbuka aktivis angkatan 98, Minggu malam kemarin 29 Juni 2025 di sebuah rumah makan Bandung.

Dalam diskusi serius ini, para aktivis ini sepakat mengutuk pernyataan Fadli Zon, apalagi Hemasari Dharmabumi, seorang aktivis perempuan dan saksi sejarah, ia menilai kerusuhan itu terjadi secara sistematis dan terstruktur dan peristiwa itu benar benar terjadi, bahkan ada sekitar 78 orang diperkosa dan dilecehkan.

Hema yang saat itu masih di LBHI menceritakan secara gamblang, peristiwa mengerikan itu benar benar terjadi, dan kini Fadli Zon mengaburkan sejarah itu, padahal dari laporan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGFP) membenarkan hal itu. Yang belum terungkap sampai saat ini adalah pelakunya karena belum ada pengadilan HAM pada tahun 98.

Ingatan itu masih melekat dalam diri Hema, karena ia menyaksikan sendiri bahkan selain itu ia sangat sibuk waktu itu mengurus kawan kawan mahasiswa dari Bandung yang hilang.

Sementara M. Surya Wijaya selaku ketua Presidium Perkumpulan Aktivis 98 pun geram, ia menginginkan ada penuntasan proses pelanggaran HAM melalui Pengadilan HAM sampai tuntas. Serta dibentuk kembali Komisi Kebenaran dan Rekonsoliasi (KKR) dalam rangka pengungkapan kebenaran dan rekonsiliasi nasional.

Fadli Zon. (Sumber: Flickr | Foto: Asamblea Nacional del Ecuador)
Fadli Zon. (Sumber: Flickr | Foto: Asamblea Nacional del Ecuador)

Ya, forum ini menjadi ruang konsolidasi, pernyataan sikap, dan pembacaan ulang terhadap tragedi Mei 1998, yang hingga kini masih meninggalkan luka kolektif dalam sejarah bangsa Indonesia.

Saat itu, tutur Surya, kekacauan melanda Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya. Gedung-gedung dibakar, toko-toko dijarah, dan yang paling menyayat hati: pemerkosaan massal terhadap perempuan Tionghoa terjadi secara brutal dan sistematis.

Fakta-fakta ini bukan opini sepihak, melainkan temuan resmi yang tercatat dalam laporan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie.

TGPF menyimpulkan bahwa kerusuhan 1998 bukanlah peristiwa spontan, melainkan melibatkan aktor-aktor terorganisir dan bermotif politik.

Sedikitnya 1.188 orang meninggal dunia, sebagian besar akibat terbakar dalam gedung yang disulut api oleh massa. Sebanyak 52 perempuan korban pemerkosaan, 14 orang koraban pemerkosaan dengan penganiayaan, 10 orang korban penyerangan atau penganiayaan seksual dan 4 orang korban pelecehan seksual, dan mereka mayoritas dari etnis Tionghoa, menjadi korban kekerasan seksual - mulai dari pemerkosaan, pemukulan, hingga penyiksaan yang disertai penghinaan rasial.

Sasaran utama kerusuhan adalah pusat-pusat ekonomi milik warga Tionghoa, seperti Mall Mangga Dua, Mall Roxy, Glodok, dan kawasan Grogol. Fakta-fakta ini disampaikan secara jelas dalam laporan TGPF tahun 1999, yang kala itu sempat menciptakan ketegangan politik karena menyeret nama-nama elite dan unsur militer.

Ada Prof. Muradi, yang pada tahun 1998 ia masih menjadi mahasiswa, menyoroti kecenderungan sejarah ditulis oleh para pemenang. Namun, ia menegaskan bahwa pemenang tidak boleh semena-mena dalam menentukan arah narasi sejarah.

Sejarah harus berpihak pada kebenaran, bukan pada kekuasaan. Jika ada kekerasan, ia harus diakui sebagai kekerasan. Jika ada pemerkosaan massal, maka itu adalah kejahatan kemanusiaan - dan tidak boleh didiamkan.

Namun, Priston Sagala, seorang aktivis 98, memberikan auto kritik, bahwa semangat dan nilai-nilai Reformasi 1998 gagal diwariskan sepenuhnya kepada generasi penerus. Menurutnya, generasi sebelumnya terlalu nyaman, terlalu sibuk, hingga lupa bahwa tongkat perjuangan tidak otomatis diteruskan. (*)

Jangan Lewatkan Podcast Terbaru AyoTalk:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)