Obor Tradisi, Api Selebrasi

6 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Peserta melakukan pawai obor pada peringatan Bandung Lautan Api 2019 saat melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Sabtu (23/3/2019). (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Alfaritsi)
Peserta melakukan pawai obor pada peringatan Bandung Lautan Api 2019 saat melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Sabtu (23/3/2019). (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Alfaritsi)

Pagi yang cerah itu. Saat sedang asyik membaca liputan berjudul “Di Setiap Tendangan Bola Api, Tradisi Itu Menyala Kembali”, kisah unik dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriyah di halaman Masjid Safinatussalam, Desa Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, tiba-tiba anak kedua, Aa Akil (10 tahun), berkomentar

“Bah, itu beneran pakai bola api? Nggak sakit atau kebakaran waktu nendang bolanya?”

Kujawab singkat sambil tersenyum, “Moal atuh, da sok latihan heula!”

Biasanya, perayaan tahun baru Islam diramaikan dengan pawai obor. Tapi kali ini, hanya ada berbagai perlombaan; Adzan, Qomat, Sholawat, Puisi, dan Cerdas Cermat.

“Emang Aa ngiring lomba naon?” tanyaku.

“Lomba adzan, sholawat sama baca puisi. Tapi Aa masih bingung, puisi tentang apa ya yang bagus?” jawabnya polos.

Pawai obor. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pawai obor. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Memupuk Tradisi 

Justru pikiranku melayang ke kampung halaman tahun 1990an. Memang sudah menjadi tradisi, setiap perayaan Tahun Baru Hijriah selalu diramaikan dengan pawai obor.

Di kampung Bungbulang, Garut Kidul, daerah yang terkenal dengan camilan opak, wajit, dan sale, perayaan hijriah itu begitu membekas. Biasanya, seminggu sebelum pergantian tahun Islam, anak-anak yang mengaji di Masjid Darussalam akan mendapat tugas dari Ajengan untuk membuat obor. Lomba menghias obor menjadi pengalaman berharga yang tak terlupakan bagi barudak.

Bambu milik Pa Haji Hasan selalu jadi langganan bahan obor. Ada yang bertugas menyiapkan bambu, membawa gergaji, sumbu dari kain kompor, dan minyak jelantah.

Caranya pilih bambu yang kuat, tidak retak dan tak berlubang, lalu potong sekitar 60–80 cm. Potongan bambu harus memiliki dua ruas; satu untuk pegangan, dan satu lagi sebagai wadah bahan bakar.

Salah satu ruas diisi minyak jelantah, lalu dimasukkan sumbu dari kain kompor dan dibiarkan, hingga minyak meresap sempurna. Agar minyak tidak mudah tumpah, bagian atas bambu ditutup tanah liat. Setelah sumbu siap, obor pun bisa dinyalakan. Hore, hurung!

Beragam lomba biasa digelar untuk menyemarakkan Tahun Baru Islam, mulai dari lomba pidato, adzan, iqamat, hafalan surat pendek, sampai nadoman (pupujian). Puncaknya dilakukan pawai obor keliling kampung, sambil bersalawat, melantunkan pupujian, diiringi tagonian, rebana, atau alat musik sederhana lainnya.

Rute pawai dimulai dari depan masjid, lurus ke pesantren, memutar ke sekolah dasar, melewati Masjid Agung, lalu ke stamplat, belok kiri ke Pasar Lama, dan berakhir di tempat ngaji. Di serambi Masjid Darussalam sudah disiapkan nasi kuning untuk botram. Asyik makan bareng sambil balakecrakan!

Masih segar dalam ingatan, Ajengan pernah berkata, "Pokona mah, tradisi pawai obor téh salah sahiji cara dakwah, syiar Islam para wali nu masih dijaga ku umatna dugikeun ka kiwari."

Orangtua selalu mewanti-wanti generasi muda untuk terus menjaga tradisi pawai obor. Tradisi ini tak sekadar meriah-meriahan, tapi bentuk nyata menyambung silaturahmi dan kebersamaan. "Nya, supados hente pareumeun obor istilahna mah."

“Pareumeun obor” artinya hubungan yang padam, tak saling kenal, termasuk dengan saudara, keluarga sendiri karena tali silaturahmi terputus. Walhasil, pawai obor hadir untuk mencegah itu semua. Obor yang menyala menjadi simbol semangat berkumpul, bersilaturahmi, dan menjaga keterhubungan antargenerasi.

Tak hanya itu, pawai obor dapat memberikan kegembiraan bagi masyarakat. Saat bertemu kelompok lain, peserta langsung bercengkrama, saling menyapa, sampai memamerkan keahlian memainkan obor.

Untuk memeriahkan 1 Muharam, panitia dan Ajengan biasanya mengadakan lomba baris-berbaris. Kelompok yang paling tertib dan rapi akan mendapatkan hadiah menarik.

Lantunan salawat dan takbir terus menggema di sepanjang pawai. Peserta berjalan perlahan dengan tertib dan menjaga jarak, memastikan rombongan tetap aman dan nyaman.

Mengelilingi kampung sambil membawa obor menyala, melantunkan nadoman, membentuk barisan bersama-sama. Sungguh semuanya menciptakan suasana yang hangat, ramai, damai, dan sungguh indah.

Sejumlah bocah tengah bermain sepakbola api dalam rangka memperkaya tahun baru Islam. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Sejumlah bocah tengah bermain sepakbola api dalam rangka memperkaya tahun baru Islam. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Merayakan Kebersamaan 

Lain daerah, lain cara merayakan Tahun Baru Hijriah. Bila di Masjid Darussalam, Bungbulang Garut Kidul, tradisi pawai obor terus menyala dari generasi ke generasi, maka di halaman Masjid Safinatussalam, Perumahan Bumi Harapan, Desa Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, ada satu tradisi yang tak kalah membara, sepak bola api.

Rangkaian acara diisi oleh sejumlah kegiatan, seperti pawai obor, kirab, hingga penampilan pentas seni bernuansa Islam. Warga gembira. Menikmati setiap penampilan yang disajikan.

Ketua Panitia, Abil Saidy Abdilah, tradisi ini bukan hal baru. “Tradisi bola api ini sudah berlangsung sejak 2010, diwariskan dari para sesepuh. Sempat terhenti akibat pandemi, tapi kembali dihidupkan sejak 2020, meski dalam skala terbatas,” ujarnya.

Dulu, permainan ini dimainkan oleh kalangan bapak-bapak. Kini, demi keamanan dan regenerasi, bola api dirancang agar bisa dimainkan anak-anak dan remaja.

Lapangan yang digunakan malam itu lebih kecil dari biasanya karena lapangan utama sedang direnovasi. Jumlah pemain disesuaikan, dari lima orang per tim menjadi empat. Meski demikian, semangat tak surut. Delapan tim terbentuk secara spontan, siap bertanding dengan semangat menyala.

Di balik kobaran api yang melingkupi bola, tersimpan pesan spiritual yang mendalam."Bola api itu panas. Itu simbol bahwa kita harus introspeksi diri. Api neraka jauh lebih panas daripada bola api ini,” tutur Abil.

Malam tahun baru ini bukan sekadar euforia. Ada momen refleksi yang dihadirkan melalui kegiatan tambahan tahun ini, pemutaran film animasi sejarah Nabi setelah salat Magrib. "Kami ingin menyisipkan unsur pengetahuan juga, khususnya untuk anak-anak," jelasnya.

Abil mengungkapkan bahwa semangat anak-anak justru semakin besar di tengah zaman yang serba modern. “Dari kecil mereka sudah lihat kita main bola api. Sekarang mereka pengin coba sendiri," tuturnya.

Anak-anak yang dahulu hanya menonton dari pinggir lapangan, kini ikut berlari dan membawa nyala itu sendiri. Dalam setiap tendangan bola api, mereka bukan hanya bermain, tapi mewarisi keberanian, merawat memori, dan mencipta kenangan yang kelak mereka ceritakan kepada anak-anak mereka. (Ayo Bandung, Jumat, 27 Juni 2025 | 08:46 WIB)

Ingat, tradisi ini bukan sekadar permainan ekstrem, melainkan simbol keberanian, kebersamaan, dan refleksi spiritual yang dibungkus dalam semangat perayaan. Tentunya digelar setiap malam 1 Muharam, pertandingan ini menyatukan warga, baik pemain maupun penonton, dalam suasana penuh antusias dan kekhidmatan.

Bila dulu anak-anak hanya menonton di pinggir lapangan, sekarang mulai turun langsung ke arena, menyepak bola api dan merawat tradisi dengan cara mereka sendiri.

Ya di setiap tendangan, ada keberanian. Di setiap nyala api, ada cerita yang diwariskan. Inilah wajah Tahun Baru Hijriah di Cibiru Hilir bak selebrasi yang terus menyala, demi tradisi agar tetap terjaga dan terawat.

Sore itu cerah. Saat sedang mengikuti acara selamatan tujuh bulan mantu Pak RW 04 di Babakan Dangdeur, Cibiru, Kota Bandung, tiba-tiba anak kedua Aa Akil datang dengan napas terengah-engah.

“Assalamualaikum... Bah. Aa dapet juara baca puisi!”

Kujawab singkat, “Wassalamualaikum... Alhamdulillah, selamat ya, Aa!” sambil kupeluk erat tubuhnya.

Pawai obor, sepak bola api, adzan, qomat, sholawat, pembacaan puisi, cerdas cermat, kirab, pentas seni, pemutaran film, hingga nonton bareng kisah sejarah Nabi. Semuanya menjadi bagian dari tradisi dalam memeriahkan peringatan Tahun Baru Hijriah.

Dengan demikian, rangkaian kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi  upaya untuk mensyiarkan ajaran Islam dan menegakkan risalah Nabi Muhammad saw. (*)

Ngobrol Sejarah Junghuhn di Podcast AyoTalk:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)