Saat Kota Libur, Petugas Kebersihan Justru Dikejar Lonjakan Sampah

2 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Agus Suheri bersama petugas kebersihan lainnya bekerja dalam tiga shift untuk menjaga kawasan alun-alun tetap bersih. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Agus Suheri bersama petugas kebersihan lainnya bekerja dalam tiga shift untuk menjaga kawasan alun-alun tetap bersih. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Lonjakan wisatawan yang memadati pusat Kota Bandung selama libur Lebaran tidak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga meninggalkan beban yang kian terasa yaitu sampah yang meningkat dan kerja ekstra para petugas kebersihan.

Di berbagai titik keramaian seperti Alun-Alun, Braga, hingga kawasan Asia Afrika, aktivitas masyarakat yang meningkat berbanding lurus dengan volume sampah yang dihasilkan setiap hari. Pemerintah Kota Bandung mencatat, selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah, volume sampah melonjak hingga 20 persen.

Kondisi ini mendorong Pemkot Bandung menyiagakan sebanyak 2.266 petugas kebersihan selama periode libur Lebaran 2026. Mereka disebar untuk menangani sampah di 71 titik pantau di seluruh kota, dengan fokus utama di kawasan beraktivitas tinggi seperti destinasi wisata, pasar, dan ruas jalan utama. Selain itu, pemantauan intensif juga dilakukan di 66 titik strategis, termasuk Alun-Alun, Gasibu, Braga, dan Asia Afrika yang mengalami lonjakan wisatawan.

Di lapangan, peningkatan tersebut terasa nyata bagi para petugas.

Agus Suheri, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup yang bertugas di kawasan alun-alun, mengatakan peningkatan jumlah pengunjung biasanya terlihat dari banyaknya sampah yang terkumpul.

“Kalau Lebaran memang biasanya penuh. Setiap libur Lebaran pasti ramai pengunjung yang datang ke alun-alun,” kata Agus.

Menurutnya, lonjakan tersebut sudah mulai terasa sejak akhir pekan.

“Biasanya mulai ramai dari Jumat sampai Minggu. Tapi yang paling padat biasanya hari Sabtu,” ujarnya.

Sampah berserakan di kawasan Alun-alun Kota Bandung pada saat libur lebaran. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Sampah berserakan di kawasan Alun-alun Kota Bandung pada saat libur lebaran. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Ia menjelaskan petugas kebersihan bekerja dalam tiga shift untuk menjaga kebersihan kawasan.

“Di sini ada tiga shift. Kalau saya sendiri lagi shift siang, biasanya menangani satu gerobak sampah, tapi saat Lebaran bisa sampai dua gerobak karena memang lebih banyak,” katanya.

Peningkatan volume sampah tidak hanya soal jumlah, tetapi juga jenisnya. Sampah plastik sekali pakai masih mendominasi, terutama dari sisa konsumsi pengunjung.

“Paling banyak biasanya plastik, terutama bekas minuman atau bungkus jajanan,” ujarnya.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana wisata massal di ruang publik kota masih sangat bergantung pada konsumsi berbasis plastik, yang pada akhirnya menambah beban pengelolaan sampah.

Meski volume sampah meningkat, Agus mengaku sudah terbiasa menghadapi kondisi tersebut.

“Kalau dibilang lebih berat sih tidak terlalu terasa, karena sudah biasa. Yang penting dikerjakan saja,” katanya.

Namun di balik rutinitas itu, tersimpan persoalan yang lebih besar: seberapa jauh kapasitas kota mampu menampung lonjakan aktivitas warganya?

Lonjakan pengunjung yang terpusat di titik-titik tertentu tidak hanya menciptakan kepadatan, tetapi juga tekanan terhadap sistem layanan kota. Misalnya dari kebersihan hingga pengangkutan sampah. Ketika produksi sampah meningkat sementara distribusi dan pengelolaannya terbatas, kota dihadapkan pada batas daya tampungnya.

Agus pun berharap kesadaran pengunjung dapat menjadi bagian dari solusi.

“Harapannya pengunjung jangan buang sampah sembarangan. Kami sudah berusaha membersihkan, tapi akan lebih baik kalau masyarakat juga ikut menjaga kebersihan,” ujarnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 16:03

Mengapa Sejarah Kelam G30S Harus Tetap Dibaca?

Seyogianya sejarah harus tetap dibaca, meski itu adalah sejarah kelam. Sejarah bukanlah alat untuk menebar kebencian, tetapi dari sejarah kita belajar. Pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila.

Poster rilis film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI tahun 1984 oleh Perusahaan Produksi Film Negara. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 13:53

Mengapa Hari Tani dan Reforma Agraria Penting bagi Warga Bandung?

Petani dan usaha pertanian di Kota Bandung masih ada dan terus bertahan,

Hamparan sampah di kota Bandung dan petani yang sedang beraktivitas (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 09:25

Kenapa Biaya Publish Scopus Berbeda? Simak Alasannya!

Biaya publikasi jurnal Scopus sering disalahpahami akademisi. Pahami siapa yang menetapkan biayanya, cara cek tarif resmi, dan cara menyusun anggaran publikasi yang realistis.

Ilustrasi akademisi sedang menyusun jurnal ilmiah. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 08:34

Pelecehan terhadap Perempuan di Ruang Keagamaan

Pelecehan seksual terhadap perempuan tidak menutup kemungkinan terjadi di ruang-ruang keagamaan.

Perempuan seringkali menjadi satu-satunya korban yang harus menanggung traumanya juga beban sosial yang seharusnya ditanggung oleh para pelaku. (Sumber: pexels)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 20:44

KDM Muncul di 'Financial Times' dan Sinyal Radar Kekuasaan Global

Ketika Financial Times mengangkat KDM dalam salah satu reportasenya, yang terjadi bukan sekadar peliputan, melainkan juga sinyal ihwal adanya potensi perubahan lanskap politik.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 19:26

Dari Wilayah Ilir ke Ulu: Sejarah Jembatan Ampera Peninggalan Soekarno

Jembatan Ampera merupakan jembatan yang menghubungi kedua wilayah yaitu Ulu dan Ilir yang terpisah oleh Sungai Musi. Jembatan ini menyimpan berbagai sejarah yang tersimpan di dalamnya.

 (Sumber: Balai Diklat Keuangan Palembang | Foto: Angga Sunda Prima)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 17:23

Ikon Bandung Pilihan Saya: 'Toko Buku Djawa'

Toko Buku Djawa bukan sekadar toko buku lama di Braga, tetapi juga bagian dari memori masa kecil dan jejak perubahan budaya kawasan tersebut.

Etalase toko buku Djawa di Jalan Braga no. 79, Kota Bandung. (Sumber: Flickr | Foto: fatmanabilla)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 16:27

Review Ingatan Sosok Figur Publik yang Pernah Menjabat Walikota Bandung

Setiap pemimpin akan meninggalkan kesan dan jejak sejarah. Sosok walikota Bandung yang diketengahkan di sini adalah Ateng Wahyudi dan Dada Rosada. Layak menjadi sosok figur publik untuk dikenang.

Walikota dari masa ke masa : R. Husein Wangsaatmadja (1976 - 1983), H. Ateng Wahyudi (1983 - 1993), Wahyu Hamidjaja (1983 - 1998), Aa Tarmana (1998 - 2003). (Sumber: Instagram | Foto: Musium Kota Bandung)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 15:23

Konservasi Khusus Owa dan Celepuk Indonesia

Lindungi owa, primata setia Indonesia dan celepuk, burung hantu kecil Indonesia dari kepunahan. Upaya konservasi habitat dan penyelamatan satwa ini demi menjaga keseimbangan ekosistem hutan berharga.

Owa Jawa. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: A.Baihaqi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 13:59

Keadilan Ekonomi untuk Guru

Guru masih diposisikan sebagai pahlawan, itu pun tanpa tanda jasa, tanpa ada jalan keluarnya, menganggap bahwa guru hanya sukarela, keilmuannya tidak sebesar gaji karyawan non pendidikan.

Sejumlah siswa saat beraktivitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jalan Kerkof, Kota Cimahi, Kamis 18 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 10:26

Potret Destinasi dan Lanskap Kuliner Bogor Tahun 2000

Memasuki milenium baru pada tahun 2000, Bogor tetap mengukuhkan posisinya sebagai destinasi gastronomi yang tak lekang oleh waktu.

Es Pala, minuman segar khas Bogor. (Sumber: ChatGPT | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 09:02

Ada Warga yang Mungkin Hilang dari Radar Data Pemerintah Kota Bandung

Kehidupan bergerak cepat, sementara pemutakhiran data bergerak lambat. Maka, muncullah apa yang diistilahkan sebagai invisible citizens.

Warga sedang antre menerima bantuan sosial. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)