Saat Kota Libur, Petugas Kebersihan Justru Dikejar Lonjakan Sampah

Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Rabu 25 Mar 2026, 08:35 WIB
Agus Suheri bersama petugas kebersihan lainnya bekerja dalam tiga shift untuk menjaga kawasan alun-alun tetap bersih. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Agus Suheri bersama petugas kebersihan lainnya bekerja dalam tiga shift untuk menjaga kawasan alun-alun tetap bersih. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Lonjakan wisatawan yang memadati pusat Kota Bandung selama libur Lebaran tidak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga meninggalkan beban yang kian terasa yaitu sampah yang meningkat dan kerja ekstra para petugas kebersihan.

Di berbagai titik keramaian seperti Alun-Alun, Braga, hingga kawasan Asia Afrika, aktivitas masyarakat yang meningkat berbanding lurus dengan volume sampah yang dihasilkan setiap hari. Pemerintah Kota Bandung mencatat, selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah, volume sampah melonjak hingga 20 persen.

Kondisi ini mendorong Pemkot Bandung menyiagakan sebanyak 2.266 petugas kebersihan selama periode libur Lebaran 2026. Mereka disebar untuk menangani sampah di 71 titik pantau di seluruh kota, dengan fokus utama di kawasan beraktivitas tinggi seperti destinasi wisata, pasar, dan ruas jalan utama. Selain itu, pemantauan intensif juga dilakukan di 66 titik strategis, termasuk Alun-Alun, Gasibu, Braga, dan Asia Afrika yang mengalami lonjakan wisatawan.

Di lapangan, peningkatan tersebut terasa nyata bagi para petugas.

Agus Suheri, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup yang bertugas di kawasan alun-alun, mengatakan peningkatan jumlah pengunjung biasanya terlihat dari banyaknya sampah yang terkumpul.

“Kalau Lebaran memang biasanya penuh. Setiap libur Lebaran pasti ramai pengunjung yang datang ke alun-alun,” kata Agus.

Menurutnya, lonjakan tersebut sudah mulai terasa sejak akhir pekan.

“Biasanya mulai ramai dari Jumat sampai Minggu. Tapi yang paling padat biasanya hari Sabtu,” ujarnya.

Sampah berserakan di kawasan Alun-alun Kota Bandung pada saat libur lebaran. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Sampah berserakan di kawasan Alun-alun Kota Bandung pada saat libur lebaran. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Ia menjelaskan petugas kebersihan bekerja dalam tiga shift untuk menjaga kebersihan kawasan.

“Di sini ada tiga shift. Kalau saya sendiri lagi shift siang, biasanya menangani satu gerobak sampah, tapi saat Lebaran bisa sampai dua gerobak karena memang lebih banyak,” katanya.

Peningkatan volume sampah tidak hanya soal jumlah, tetapi juga jenisnya. Sampah plastik sekali pakai masih mendominasi, terutama dari sisa konsumsi pengunjung.

“Paling banyak biasanya plastik, terutama bekas minuman atau bungkus jajanan,” ujarnya.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana wisata massal di ruang publik kota masih sangat bergantung pada konsumsi berbasis plastik, yang pada akhirnya menambah beban pengelolaan sampah.

Meski volume sampah meningkat, Agus mengaku sudah terbiasa menghadapi kondisi tersebut.

“Kalau dibilang lebih berat sih tidak terlalu terasa, karena sudah biasa. Yang penting dikerjakan saja,” katanya.

Namun di balik rutinitas itu, tersimpan persoalan yang lebih besar: seberapa jauh kapasitas kota mampu menampung lonjakan aktivitas warganya?

Lonjakan pengunjung yang terpusat di titik-titik tertentu tidak hanya menciptakan kepadatan, tetapi juga tekanan terhadap sistem layanan kota. Misalnya dari kebersihan hingga pengangkutan sampah. Ketika produksi sampah meningkat sementara distribusi dan pengelolaannya terbatas, kota dihadapkan pada batas daya tampungnya.

Agus pun berharap kesadaran pengunjung dapat menjadi bagian dari solusi.

“Harapannya pengunjung jangan buang sampah sembarangan. Kami sudah berusaha membersihkan, tapi akan lebih baik kalau masyarakat juga ikut menjaga kebersihan,” ujarnya.

News Update

Bandung 18 Apr 2026, 15:10

Manis Legit Jenang Mbak Nana, Primadona Baru di Tengah Hiruk Pikuk Pasar Cihapit

Visual jenang yang autentik di Cerita Manis Mbak Nana terbukti ampuh mengundang rasa penasaran sekaligus menggugah selera para pelancong untuk menepi sejenak demi mencicipi semangkuk kehangatan.

Visual jenang yang autentik di Cerita Manis Mbak Nana terbukti ampuh mengundang rasa penasaran sekaligus menggugah selera para pelancong untuk menepi sejenak demi mencicipi semangkuk kehangatan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 18 Apr 2026, 14:30

Melawan Arus Digital: Denyut Musik Analog di Bandung dan Makassar

Di tengah dominasi digital, kaset dan vinyl tetap hidup sebagai simbol identitas, koneksi emosional, dan ruang nostalgia antargenerasi.

Koleksi kaset lama di DU 68 Musik. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Beranda 18 Apr 2026, 11:47

Uang Menjadi Simbol: Membaca Realitas Sosial Lewat Lukisan “Uang Kecil”

Lukisan "Uang Kecil" karya Vania Kamila Zahra merefleksikan ketimpangan sosial dan perjuangan hidup melalui detail uang lusuh, mengajak penonton bersyukur di tengah kerasnya realitas ekonomi.

Vania Kamila Zahra dan lukisannya yang berjudul “Uang Kecil”. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 20:52

Tantangan Kartini Masa Kini : Bangkitkan Kesadaran Konsumen dan Geluti Ekonomi Kreatif

Kartini 4.0 memiliki tugas sejarah memperbaiki mutu, volume produksi dan kemasan pangan tradisional sehingga mampu bersaing di pasar.

Ilustrasi RA.Kartini dalam sebuah film (Sumber: Legacy Pictures)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 19:51

Pamer atau Bertahan? Logika Sosial di Balik Tren Flexing di Media Sosial

Flexing bukan sekadar pamer kekayaan, tetapi bagian dari logika media sosial yang menuntut setiap orang untuk terus terlihat dan diakui.

Ilustrasi swafoto untuk media sosial. (Sumber: Pexels/Sara mazin)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 18:03

Kisah Kaum Urban 'Wong Kalang' di Jantung Parijs van Java

Mungkin untuk sebagian orang kisah “Wong Kalang” ini masih terdengar samar.

Anak turun keluarga wong kalang yang menetap di barat Braga sejak 1880. (Foto: Dokumentasi keluarga Apandi)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 17:25

Di Balik Roda yang Bergerak: Bandung, Angkot, dan Cara Kita Membaca Kota

Hari Angkutan Nasional menjadi momen bersejarah sekaligus cara untuk mengenal Kota Bandung, tidak hanya dari keindahannya, tetapi juga dari kehidupan yang bergerak di dalamnya.

Angkot di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Wisata & Kuliner 17 Apr 2026, 16:44

Panduan Wisata Situ Bagendit Garut: Tiket, Rute, dan Wahana

Situ Bagendit menawarkan tiket murah, akses mudah, wahana air, dan panorama empat gunung, cocok untuk wisata keluarga di Garut.

Situ Bagendit, Garut. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 12:51

Perempuan yang Menulis dalam Bahasa Penjajahnya, Sisi Lain Kartini yang Tak Pernah Diajarkan di Sekolah

Di balik peringatan Hari Kartini, ada sisi gelap yang terlupakan, perjuangan seorang perempuan yang bahkan harus menulis dalam bahasanya sendiri.

R.A. Kartini. (Sumber: Istimewa)
Beranda 17 Apr 2026, 11:45

Lapak Cilok dan Buku: Cara Raja Menantang Stigma di Jalan Dago

Lapak cilok di Dago jadi ruang baca gratis yang digagas Raja. Ia menantang stigma bahwa membaca hanya milik kalangan tertentu, lewat buku yang dibuka untuk siapa saja.

Berjualan cilok menjadi sumber penghasilan utama Raja, di sela kegiatannya mengelola lapak baca sederhana di pinggir jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 11:16

Membangun LRT Bandung Raya, Revolusi Angkutan Kota yang Esensial

Sistem LRT memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan moda yang lain.

Ilustrasi urgensi sistem angkutan LRT untuk kawasan Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Linimasa 17 Apr 2026, 10:44

Para Peramal Piala Dunia, dari Paul Si Gurita hingga Prediksi AI

Fenomena ramalan Piala Dunia berkembang dari Paul si gurita hingga kecerdasan buatan yang kini memprediksi hasil turnamen global 2026.

Paul Si Gurita, peraamal Piala Dunia 2010. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 09:42

Ciseeng, Endapan Laut Purba yang Dikukus Panas Bumi

Endapan travertin Cisѐѐng yang membukit, merupakan endapan dari masa lalu kini, yang sudah berlangsung jutaan tahun.

Gundukan endapan travertin, semula bentuknya menyerupai sѐѐng, menyerupai dandang, dan di dalamnya terdapat air panas yang terus membual. Inilah yang menjadi inspirasi para karuhun untuk menamai kawasan ini Cisѐѐng. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 08:50

Mitigasi El Nino Godzilla untuk Ketenagakerjaan

Para pekerja sangat rentan terkena dampak kabut asap , temperatur ekstrim serta debu beterbangan yang bisa membahayakan jiwanya.

Kekeringan akibat perubahan iklim El Nino di  di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)