Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

5 menit baca
Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Waduk Jatiluhur menjadi salah satu sumber air penting bagi masyarakat Jawa Barat hingga Jakarta. Namun, pembangunan pusat data kecerdasan buatan atau data center AI BDx CGK 4 (AI) di kawasan tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan pasokan air, terutama di tengah kondisi daerah aliran sungai yang masih mengalami kerusakan.

Direktur Utama WALHI Jabar, Wahyudin Iwang, mengatakan Waduk Jatiluhur memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat. Pasokan air waduk tersebut berasal dari Sungai Citarum beserta anak-anak sungainya.

Iwang menyebut, kondisi daerah tangkapan air yang mengalami kerusakan harus menjadi perhatian sebelum pembangunan industri dengan kebutuhan air besar dilakukan.

Baca Juga: Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

"WALHI mencatat masih terdapat 600 mikro DAS itu dalam kondisi sangat kritis," katanya saat ditemui di Bandung, Selasa, 13 Oktober 2026.

Kerusakan kawasan hulu dapat memengaruhi ketersediaan air yang masuk ke Waduk Jatiluhur. Karena itu, pemulihan DAS dinilai perlu menjadi prioritas untuk menjaga pasokan air bagi masyarakat.

"Jatiluhur itu dapat air dari mana gitu ya, dari anak-anak sungai maupun juga dari Sungai Citarum itu sendiri," ujarnya.

Besarnya kebutuhan air pusat data menjadi salah satu persoalan yang disoroti. Dalam kajian berjudul "Demam Data Center: Lebih dari Sekadar Amdal" yang disusun Trend Asia pada 13 Oktober 2026, dipaparkan neraca air untuk data center AI CGK4 Jatiluhur.

Berdasarkan kajian tersebut, sistem pendingin yang digunakan pusat data AI adalah liquid to chip. Sistem ini menggunakan cairan untuk membantu membuang panas dari komponen komputasi.

Direktur Utama WALHI Jabar, Wahyudin Iwang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Direktur Utama WALHI Jabar, Wahyudin Iwang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Dari hasil perhitungan neraca air, sebanyak 76,4 persen air hilang melalui proses evaporasi atau penguapan. Jika ditambah kehilangan akibat kebocoran dan drift, total air yang hilang mencapai 81 persen.

Sementara itu, sekitar 19 persen sisanya digunakan untuk penyiraman taman. Berdasarkan hitungan dari kajian tersebut, tidak ada air yang dikembalikan ke waduk.

Angka tersebut merupakan hasil pengolahan data dari pembahasan dokumen Andal data center CGK4 Jatiluhur pada 5 Oktober 2026. Dalam kajian itu, disebutkan angka dalam liter merupakan hasil konversi sendiri dan perhitungan hanya mencakup alokasi air di luar pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Data tersebut memperkuat kekhawatiran mengenai besarnya kebutuhan air untuk operasional pusat data, terutama ketika sumber air yang digunakan juga menopang kebutuhan rumah tangga dan pertanian.

Iwang menilai, pemanfaatan air untuk industri harus mempertimbangkan hak dasar masyarakat yang selama ini bergantung pada Waduk Jatiluhur. Ia menekankan bahwa air merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

"Ketika proses ini dimanfaatkan dan pemerintah memberikan karpet merah kepada perusahaan gitu ya untuk kegiatan data center ini, maka dia sedang mengesampingkan apa yang menjadi hak dasar rakyat," ucapnya.

Karena itu, pemanfaatan air untuk industri perlu mempertimbangkan keberlangsungan pasokan bagi warga dan petani.

Selain penggunaan air, pusat data AI juga dikhawatirkan berdampak pada ekologis di lingkungan sekitarnya. Fasilitas semacam ini dapat berada di wilayah dengan tekanan air tinggi, menggunakan sumber energi fosil seperti gas dan batu bara, serta menghasilkan panas, kebisingan, emisi karbon dioksida (CO2), dan metana.

Dalam konteks pembangunan di Jatiluhur, Wahyudin juga mengingatkan potensi peningkatan emisi dan suhu akibat operasional pusat data. Ia turut menyoroti kemungkinan munculnya limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari penggunaan baterai, oli, serta bahan kimia lainnya. 

Dia bilang, pengelolaan limbah tersebut perlu diperjelas, termasuk pihak yang bertanggung jawab dan standar pengelolaannya. Wahyudin mempertanyakan transparansi proses penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) proyek tersebut. Ia menilai masyarakat belum dilibatkan secara memadai dalam proses itu.

"Nah kita kan tidak tahu gitu karena AMDAL-nya pun juga ini dibuat secara tertutup ya, tidak dilakukan secara partisipatif, tidak dilakukan secara transparan," tuturnya.

Kebutuhan listrik yang besar untuk mengoperasikan pusat data juga menjadi perhatian pihaknya. Kebutuhan energi tersebut menurutnya berpotensi mendorong pembangunan pembangkit listrik khusus atau captive power plant di kawasan Jatiluhur.

Dia khawatir kebutuhan energi untuk pusat data AI itu dapat memengaruhi pemenuhan listrik masyarakat bila tidak diantisipasi dengan baik.

"Tidak kebayang kalau ini dibiarkan, dia akan berpotensi listrik akan naik harga dan kebutuhan masyarakat akan listrik itu akan terganggu karena data center itu harus hidup setiap harinya," katanya.

Variabel lainnya yang turut memengaruhi konsumsi air serta energi pusat data AI ialah sistem pendingin, kondisi iklim, dan desain fasilitas. Dampak pembangunan pusat data tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat merembet ke sektor sosial dan ekonomi masyarakat sekitar, terutama pertanian.

Dia bilang, gangguan terhadap akses air dapat memengaruhi aktivitas petani dan keberlangsungan produksi pangan. Kondisi tersebut harus menjadi pertimbangan pemerintah yang selama ini mendorong penguatan ketahanan pangan.

"Ketika misal akses dari kebutuhan hak dasar utamanya terganggu yaitu air gitu. Nah makanya yang harus diprioritaskan dan dipertimbangkan pemerintah itu bukan hanya per second, per detik," ujarnya.

Berdasarkan perhitungan pihaknya, kebutuhan air pusat data AI diperkirakan mencapai 33 juta liter per hari. Jumlah tersebut menurutnya mengancam pasokan air yang digunakan untuk warga dan para petani.

"Kalau kita jumlahkan 33 juta per hari itu, dengan kondisi hulunya juga rusak tadi atau dasnya itu rusak, maka ketercukupan air bagi kelompok tani, bagi konsumen yang selama ini diairi oleh PDAM itu akan terganggu, bahkan warga DKI itu akan terancam," katanya.

Lebih lanjut, dia berkata, kebijakan pusat data AI di Indonesia dibangun di tengah kekhawatiran terhadap kebutuhan sumber daya yang besar. Ia menyebut Singapura dan Amerika Serikat telah melakukan moratorium terhadap pembangunan pusat data.

Iwang menduga kebijakan pengembangan pusat data di Jawa Barat berkaitan dengan kepentingan antarnegara. Namun, ia mempertanyakan manfaat ekonomi yang benar-benar akan diterima masyarakat Indonesia dari investasi tersebut.

"Makanya saya di prolog awal ada dugaan di mana dokumen RUPTL ini yang mengamini data center dibangun di Jawa Barat itu, itu adalah pertemuan antar negara yang mengatakan di daerah lain itu sudah melakukan moratorium," ujarnya.

Ia kemudian menyinggung pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengenai ketersediaan sumber daya alam Indonesia sebagai salah satu alasan untuk mengakomodasi pembangunan pusat data.

"Tapi kepentingannya untuk negara kita apa? Karena yang memanfaatkan orang lain, dia berinvestasi dan keuntungannya pun juga larinya keluar, bukan di dalam negeri," kata Wahyudin.

WALHI Jabar menilai pembangunan pusat data di Jatiluhur perlu mempertimbangkan daya dukung lingkungan, ketersediaan air bagi masyarakat, dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi. Transparansi dokumen lingkungan dan pelibatan masyarakat juga menjadi aspek yang disoroti dalam menilai potensi dampak proyek tersebut.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 16:51

Membuka Monitor Oktober 1983: Saat Si Unyil, Gombloh, dan Bintang Idola Menemani Hari-Hari Kita

Majalah Monitor edisi Oktober 1983 mengajak kita pulang sejenak ke masa ketika hiburan tak datang setiap saat dalam genggaman, tetapi justru dinanti dengan penuh antusias.

Majalah Monitor edisi Oktober 1983, majalah hiburan dan keluarga dengan sampul mojang Bandung, Reita Soebita. (Foto: Kin Sanubary)