Pangan CENTILS: Merajut Tradisi, Rasa, dan Kebersamaan di Langit Ciburial

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Partisipan Pangan Centil bermain babalunan sarung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Partisipan Pangan Centil bermain babalunan sarung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Matahari di hari Minggu ini perlahan naik di atas langit Ciburial, Bukit Pakar Utara. Di halaman hijau Kama Karsa Garden, suasana akrab segera tercipta tanpa batas meja makan formal. Beberapa orang yang sebelumnya tidak saling mengenal berkumpul, masing-masing hadir dengan latar dan alasan berbeda—entah karena rasa penasaran atau sekadar mencari ruang rehat dari hiruk pikuk kesibukan.

Sebagai alternatif, kain-kain piknik terhampar di atas rumput, menjadi saksi sunyi sebuah acara bernama Pangan CENTILS (CErita daN TradIsi Lokal Setempat). Acara ini dirancang untuk merajut kembali hubungan manusia dengan pangan, tradisi, serta memori kolektif yang hidup di tengah masyarakat.

Membuka Interaksi Lewat Warna

Acara dimulai dengan cara yang intim. Puluhan partisipan berdiri melingkar di atas rumput, saling bertukar pandang untuk pertama kalinya. Bukan sekadar menyebutkan nama, Dhea selaku inisiator bersama pemandu acara mengajak setiap orang menyebutkan satu warna yang paling menggambarkan perasaan atau suasana hati mereka hari itu.

“Tujuannya sebenarnya hanya satu: membuka interaksi. Tak kenal maka tak sayang. Kalau sudah kenal, kolaborasi apa pun bisa lahir,” ungkap Dhea.

Baginya, pangan merupakan “pintu masuk” paling mudah untuk membicarakan tradisi.

“Awalnya merasa karena semua orang bilang, ‘Hayu, kita kalau ngomongin pangan mah botram saja’. Di Jawa Barat kan identik dengan itu,” tambahnya.

Ketangkasan Sarung dan Filosofi Tarik Ubi

Setelah suasana menghangat, kendali acara beralih ke Edi Junaidi dari komunitas Petra Nusa. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengeksplorasi berbagai permainan tradisional.

Suara riuh menggema saat mereka memainkan babalunan sarung, nangkeup buntut monyet, hingga klenang-kleneng—permainan petani ubi yang mengharuskan tiap kelompok saling tarik-menarik layaknya mencabut singkong dari tanah.

“Uniknya permainan tradisional itu, orang bisa main dengan hasil buatan mereka sendiri. Motorik kasar, halus, sampai sosialnya jalan karena mereka tidak bisa main sendirian, harus berkelompok,” jelas Edi.

Ia menekankan kegiatan ini sebagai upaya melawan “sindrom digital” yang dialami generasi Alpha maupun orang dewasa.

“Harapan kami, generasi sekarang harus tahu permainan tradisional agar tidak punah, karena ini warisan penuh makna dari nenek moyang,” ujarnya.

Panganan lokal hasil dari kebun sendiri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Panganan lokal hasil dari kebun sendiri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Pertukaran Rasa di Atas Kain Piknik

Puncak kehangatan hari itu terjadi saat sesi pertukaran pangan lokal dan bibit tanaman. Setiap partisipan membawa bekal untuk dibagikan.

Di atas kain piknik, beragam olahan kebun tersaji, mulai dari ubi-ubian, leupeut, hingga aneka makanan manis tradisional. Aroma wedang mawar dan wedang daun kopi yang unik menyeruak di antara obrolan warga yang saling mencicipi hidangan satu sama lain.

Tidak hanya pangan, bibit-bibit tanaman pun berpindah tangan sebagai simbol keberlanjutan.

Di sela-sela botram, Dinda Anindita dari Berkawansekebun memandu sesi journaling dan pembuatan zine. Para peserta mendokumentasikan ingatan mereka tentang rasa dan tradisi dalam lembaran kertas kreatif.

Meluruh dalam Frekuensi Tarawangsa

Sebagai penutup yang meditatif, suasana di Bukit Pakar mendadak sunyi saat Yusman Ari dan grup Tarawangsa Astungkara tampil. Peserta diminta memejamkan mata, melepaskan sisa energi setelah bermain, dan menyimak alunan rebab jangkung serta petikan jentreng.

Di tengah lingkaran, seorang penari tradisional bergerak anggun mengikuti irama buhun khas Rawabogo, Ciwidey.

“Kami mengajak teman-teman untuk rehat. Setelah dari pagi berkegiatan, sebelum pulang kita recharge lagi energi lewat musik ini,” ujar Yusman.

Baginya, Tarawangsa bukan sekadar musik tradisional, melainkan sarana mengisi semangat.

“Misi kami sebenarnya edukasi, memberitahu dunia luar bahwa di Bandung Selatan masih ada Tarawangsa dengan pola permainan yang berbeda,” ungkapnya.

Ungkapan Emosi

Dampak emosional acara ini terasa pada salah satu peserta yang tak mampu menyembunyikan rasa haru. Ia mengaku sempat ragu datang karena takut bertemu orang baru, namun pengalaman hari itu justru membebaskan perasaannya.

“Ternyata di luar dugaan, seru banget. Paling menarik bagian mainan, karena waktu kecil aku sering main itu. Aku merasa beruntung bisa merasakannya lagi hari ini,” ujarnya dengan suara bergetar.

Baginya, kombinasi musik Tarawangsa dan kehangatan botram menghadirkan efek emotion delay yang menenangkan.

“Senang sekali bisa mencoba makanan buatan teman-teman. Makanannya enak-enak,” tuturnya haru dan antusias.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 17:03

Dari Layar ke Media Sosial: Cara Film Animasi Membangun Percakapan

Disney dan Pixar menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu melalui berbagai platform digital untuk memaksimalkan publikasi global dari film animasi Inside Out 2.

Film animasi "Inside Out 2". (Sumber: Walt Disney Studios Motion Pictures)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 16:00

Mengulas Strategi Komunikasi Digital Pembentukan Opini Publik pada Publikasi Produk Fashion

Strategi komunikasi digital menyesuaikan karakter setiap platform, tetapi tetap menjaga konsistensi pesan untuk membentuk identitas produk dan pemahaman publik.

Ilustrasi produk fashion.
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 15:20

Menyusuri Jejak Peristiwa Era 80-an dalam Lembaran Majalah Zaman

Majalah Zaman edisi 1984 bukan sekadar bacaan lama, melainkan rekaman suasana, budaya, dan cara pandang masyarakat Indonesia pada sebuah masa yang kini telah berlalu.

Majalah Zaman edisi September 1984, terbit sekitar 42 tahun silam. Sampul mukanya menampilkan lukisan bergaya airbrush penyanyi asal Cimahi, Ria Angelina, yang menjadi salah satu wajah hiburan populer pada era 1980-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 13:11

R. Ipik Gandamana Sumawinata Layak sebagai Pahlawan Nasional dari Jawa Barat asal Purwakarta

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 10:29

Spiderman, Perdamaian, dan Pahlawan

Segala penghargaan bisa disimpan di lemari. Piala bisa berdebu. Piagam bisa menguning. Justru nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi berikutnya bisa hidup jauh lebih lama. Selamat Kang!

Spider-Man: No Way Home menjadi tonggak baru penayangan film di era pandemi Covid-19 dengan memecahkan rekor penjualan di pekan debutnya. (Sumber: Columbia Pictures/Marvel Studios/Matt Kennedy)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 07:46

KDM Ada di Mana-mana, Jawa Barat Ada di Mana?

Sebesar apa pun panggung nasional yang dimasukinya, mandat KDM tetap berada di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 20:55

Adakah Solusi Masalah Kualitas Udara di Lingkungan Sekolah?

Sebagian besar sekolah negeri di Bandung masih mengandalkan ventilasi alami,

Ilustrasi masalah kualitas udara di ruang kelas di kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 17:41

200 Ikon Bandung #1 Mahanagari

Mahanagari pernah menjadi salah satu cara kreatif mengenalkan identitas dan kebanggaan terhadap Bandung melalui desain, komunitas, dan kearifan lokal.

Sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 15:30

Esti Bhakti Warapsari Representasi Perempuan Berdaya

Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan.

Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan. (Sumber: Pexels | Foto: Adi Pratama)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 13:35

Ketika Hutan Terbakar, Masa Depan Ikut Terbakar

Dampak terbesar dari kebakaran hutan adalah rusaknya lingkungan hidup. Hutan pada hakikatnya adalah sistem kehidupan secara simultan, maka keseimbangan ekologis juga adalah bagian masa depan.

Ilustrasi kebakaran hutan. (Sumber: Pexels | Foto: José Luis Photographer)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 12:04

Dampak Depresiasi Rupiah Terhadap Ketahanan Operasional dan Profitabilitas UMKM

Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika merupakan sebuah fenomena ekonomi yang krusial yang sedang terjadi sekarang ini.

Penggunaan uang rupiah di ranah UMKM. (Sumber: Pexels | Foto: rakhmat suwandi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 10:49

Wartawan Kok Minta Uang, Inilah yang Membuat Profesi Jurnalis Terancam

Sebuah kartu pers, nama media, dan kemungkinan sebuah berita yang ditayangkannya dapat menimbulkan tekanan sosial yang besar.

Aksi solidaritas atas kekerasan terhadap Jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 09:14

Pentingnya Penerapan Aset Tetap untuk Menjaga Keberlanjutan Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia

Banyak UMKM di Indonesia yang mengalami kerugian hingga berakhir bangkrut akibat minimnya pengetahuan dalam mengelola aset tetap.

Pedagang beras melayani pembeli di Pasar Sederhana, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 18:53

Perang Kata-Kata

Hal ini terjadi diantara perang bersenjata antara AS, Israel, dan Iran yang berlangsung sejak awal tahun 2026.

Peta yang memuat Timur Tengah, Asia Barat, dan Afrika, dengan Iran dan Israel di dalamnya. (Sumber: Pexels/Anthony Beck)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 17:05

‘Jomblo’: Kisah Lajang yang Mencari Cinta di Soreang, Banjaran, dan  Pangalengan

Kata jomblo diserap dari bahasa Sunda yang awalnya bermakna ‘gadis tua atau barang dagangan yang belum laku’.

Lagu "Jomblo" yang dipopulerkan dan diciptakan oleh Yayan Jatnika diperkirakan dirilis secara digital antara tahun 2016–2017 melalui album kompilasi “Pria Unggulan Pop Sunda”. (Sumber: Youtube)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 16:28

Membuka Nostalgia Lewat Kartu Pilihan Pendengar di Radio Bandung

Di balik kartu pilihan lagu dan suara penyiar, radio pada masanya menjadi ruang perjumpaan yang menghubungkan pendengar, persahabatan, dan kenangan hingga melampaui batas kota.

Sejumlah kartu pilihan pendengar yang pernah diterbitkan oleh berbagai stasiun radio sebagai bagian dari interaksi dan kedekatan radio dengan para pendengarnya. (Sumber: Foto dan dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 15:58

Menjelajah Mozaik Budaya dan Rekonstruksi Genius Lokal Grobogan

Grobogan bukan sekadar wilayah agraris, melainkan mozaik sejarah dan budaya yang memperlihatkan bagaimana genius lokal membentuk ketahanan masyarakat, merawat keberagaman, dan peluang ekonomi.

Badiatul Muchlisin Asti sebagai penyunting buku menunjukkan buku berjudul "Mozaik Budaya Grobogan: Jejak Sejarah, Ritual, dan Legenda yang Abadi dalam Ingatan". (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Generate AI)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 13:54

Merefleksi Mitigasi Kebencanaan di Bulan Kemerdekaan

Rentetan bencana di bulan Agustus tahun 2026 ini mengingatkan kita bahwa mitigasi kebencanaan memerlukan pendekatan dan metode yang tepat, demi terwujudnya langkah mengantisipasi kebencanaan.

Pengunjung saat berwisata ke Tebing Keraton, Cimenyan, Kabupaten Bandung, yang berada di kawasan Sesar Lembang, Sabtu 27 April 2024 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 12:16

Cicaheum, Eka Jaya, dan Bungbulang

Cicaheum memang berhenti menjadi terminal bus AKAP dan AKDP. Eka Jaya hanya tinggal nama dalam ingatan. Bungbulang tetap menjadi kampung halaman yang selalu memanggil pulang.

Suasana warung di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al Faritsi)