Hikayat Kota Hantu Semipalatinsk, Halaman Belakang Uni Soviet yang jadi Kuburan Senyap Radiasi

7 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Tampakan Semipalatinsk di Semey, Kazakhstan dan bekas lokasi uji coba senjata nuklir utama Uni Soviet dari tahun 1949 hingga 1989 (Sumber: Google Earth)
Tampakan Semipalatinsk di Semey, Kazakhstan dan bekas lokasi uji coba senjata nuklir utama Uni Soviet dari tahun 1949 hingga 1989 (Sumber: Google Earth)

AYOBANDUNG.ID - Tempat itu terlalu luas untuk disebut halaman belakang, namun sekaligus terlalu sunyi untuk layak dipanggil kota. Di hamparan stepa Kazakhstan yang memanjang seperti karpet kusam yang digelar berlebihan hingga robek di ujungnya, ada kawasan yang dulu menjadi salah satu panggung paling ambisius, paling rahasia, dan paling nekat dalam sejarah teknologi manusia. Nama resminya Semipalatinsk Test Site, tetapi banyak orang lebih suka menyebutnya The Polygon. Lebih pendek, lebih misterius, dan terasa seperti judul novel thriller yang sengaja dibuat orang yang tidak terlalu pandai menamai sesuatu tetapi tahu bagaimana membuat pembacanya menggigil.

The Polygon adalah wilayah seluas satu provinsi kecil yang pernah menjadi lokasi ujicoba nuklir Uni Soviet selama empat dekade. Jika Chernobyl dikenal karena kecerobohan, Polygon justru dikenal karena kesengajaan. Di sana, ratusan bom diledakkan secara terencana, presisi, bahkan penuh kebanggaan industrial. Kota-kota lain membangun stadion. Soviet membangun awan jamur.

Di tengah padang yang katanya kosong itu, para ilmuwan dan pejabat Soviet dulu berlalu-lalang tanpa khawatir menemukan kerumunan yang bisa mengacaukan rahasia negara. Mereka menganggap daerah itu senyap dan tak berpenghuni, padahal sebenarnya ada ratusan ribu orang yang tinggal di desa-desa sekitar. Penduduk lokal menjalani hari-hari mereka dengan tenang, memelihara ternak, menanak nasi, dan sesekali menatap awan aneh yang muncul di ufuk, tanpa curiga bahwa hidup mereka ikut dicatat dalam sejarah radiasi dunia.

Suatu masa, sebuah kota rahasia berdiri di tepi Sungai Irtysh. Kota itu berubah nama berkali-kali seperti seseorang yang terlalu sering kabur dari masa lalu. Semipalatinsk-21, Moscow-400, Konechnaya, lalu Kurchatov. Nama terakhir itu diberikan ketika rahasia negara sudah tidak terlalu rahasia lagi, dan ketika dunia luar akhirnya bisa membaca peta tanpa harus mengira-ngira.

Baca Juga: Hikayat Pemberontakan Bayano, Budak Legendaris Spanyol yang jadi Raja Hitam di Hutan Panama

Pada masa jayanya, Kurchatov berpenduduk sampai 50.000 jiwa. Kota itu menjadi semacam Disneyland ilmiah bagi mereka yang berkecimpung di dunia nuklir. Toko-toko penuh dengan barang yang sulit ditemukan di kota-kota Soviet lain. Ada kolam renang, ada fasilitas olahraga yang nyaman, dan ada pemanas ruangan yang bekerja dengan baik, sesuatu yang di banyak kota Soviet seharusnya digolongkan sebagai mukjizat kecil. Kota itu seperti hadiah akhir tahun bagi para ilmuwan yang betah bekerja dengan tekanan tingkat negara adidaya.

Tapi kehidupan nyaman itu tidak membuat kota ini terbuka. KGB menjaga pintu masuk kota seperti penjaga cagar alam yang tidak ingin hewan peliharaannya diganggu turis iseng. Kerabat penduduk harus menunggu izin berbulan-bulan untuk datang, dan jika mereka akhirnya tiba, suasana kota itu sendiri sering kali membuat mereka merasa seperti tidak benar-benar diizinkan masuk.

Dari kota inilah program ujicoba nuklir terbesar dan paling rajin dalam sejarah manusia dijalankan. Sebanyak 456 ledakan dilakukan antara 1949 hingga 1989. Seratus enam belas di antaranya dilakukan di atmosfer. Sisanya di bawah tanah, menyisakan jaringan terowongan yang berliku seperti sarang tikus raksasa yang dibuat oleh insinyur dengan gelar doktor dan humor yang agak gelap.

Opytnoe Pole, atau Experimental Field, adalah tempat Soviet meledakkan bom pertamanya. Di sana mereka membuat replika kota lengkap dengan rumah-rumah mungil, jembatan, bogel rel, dan hewan percobaan. Babi sering dipilih karena kulitnya dianggap mirip manusia. Di museum Kurchatov sekarang ada koleksi stoples kaca berisi organ hewan yang telah hangus. Jika ada tempat di dunia yang dapat membuat orang merinding tanpa perlu lampu redup, museum itu sudah memenuhi kriteria.

Baca Juga: Sejarah Black Death, Wabah Kematian Perusak Tatanan Eropa Lama

Penduduk nomad Semipalatinsk, Kazakhstan, tahun 1899-an. (Sumber: Picryl)
Penduduk nomad Semipalatinsk, Kazakhstan, tahun 1899-an. (Sumber: Picryl)

Tetapi sejarah tidak diisi oleh koleksi organ hewan. Manusia di desa-desa sekitar justru menjadi korban utama, meskipun mereka tidak pernah dimasukkan ke ruang percobaan. Mereka tinggal di zona yang selalu siap menerima angin, dan angin di stepa tidak mengenal konsep pembatas wilayah. Kadang-kadang sebelum ledakan, tentara meminta mereka keluar rumah untuk “keselamatan”. Setelah ledakan, mereka dipersilakan pulang seperti biasa, seolah ledakan itu hanyalah acara kembang api musiman yang tidak perlu dicemaskan.

Letupan awan radioaktif yang melayang di udara menyapu desa-desa seluas ratusan ribu kilometer persegi. Jumlah penduduk yang terdampak diperkirakan mencapai lebih dari satu setengah juta jiwa. Angka itu bukanlah sesuatu yang bisa dibuat ringan, tetapi di era Soviet, angka seperti itu sering dianggap bagian dari ongkos kemajuan.

Wabah Radiasi yang Tak Kelihatan

Konsekuensi radiasi baru terlihat setelah bertahun-tahun. Studi medis menemukan tanda-tanda penyakit radiasi kronis di banyak desa. Ada perubahan metabolisme, gangguan organ, hingga peningkatan berbagai jenis kanker. Semey Oncology Center mencatat kenaikan signifikan kanker paru-paru, tiroid, payudara, dan perut. Jika seseorang ingin tahu bagaimana sebuah tempat bisa dihantui tanpa suara-suara aneh, Semipalatinsk menyediakan jawabannya.

Sulit membayangkan kehidupan sehari-hari ketika trauma menjadi bagian dari rutinitas. Banyak keluarga menyimpan memori tentang kelahiran anak-anak dengan cacat bawaan. Di Semey Medical University ada ruangan yang hampir terdengar seperti cerita rakyat gelap tentang anatomi manusia yang menyimpang, tetapi semuanya adalah dokumen medis yang nyata. Ada janin tanpa tulang tertentu, ada pula organ yang tumbuh dengan bentuk yang membuat dokter menggeleng lama sebelum mencatatnya.

Sementara itu, sebagian penduduk mengembangkan pandangan yang tak lazim tentang diri mereka. Penelitian antropologis mencatat bahwa banyak warga Kurchatov menganggap diri mereka bukan korban radiasi, melainkan mutan yang telah beradaptasi dengan lingkungan unik mereka. Beberapa bahkan percaya bahwa mereka hidup lama justru karena radiasi itu, dan bahwa pindah ke tempat lain hanya akan membuat mereka mati lebih cepat. Keyakinan yang terdengar ganjil itu hidup berdampingan dengan penyakit kronis yang mereka akui sendiri, seperti tekanan darah tinggi dan gangguan jantung.

Baca Juga: Sejarah Pembangunan Tembok Berlin, Operasi Senyap Dini Hari Komunis Jerman Timur

Penduduk nomad Semipalatinsk, Kazakhstan, tahun 1899-an. (Sumber: Picryl)
Penduduk nomad Semipalatinsk, Kazakhstan, tahun 1899-an. (Sumber: Picryl)

Ketika era glasnost membuka pintu informasi, ketidakpuasan yang lama terpendam perlahan muncul. Protes meledak di akhir 1980-an dan gerakan Nevada-Semipalatinsk muncul sebagai respons. Gerakan tersebut menuntut penghentian ujicoba nuklir dan pembuatan peta kerusakan radiasi yang selama puluhan tahun hanya diketahui oleh sekelompok kecil pejabat. Dalam hitungan hari, gerakan itu menyebar dan meraih dukungan lebih dari satu juta tanda tangan.

Tekanan publik yang masif akhirnya membuat program ujicoba itu berhenti. Kazakhstan mengambil langkah berani pada 1991 dengan menutup Semipalatinsk Test Site secara permanen. Tindakan itu menjadi salah satu keputusan politik paling menentukan pada masa-masa runtuhnya Uni Soviet. Namun penutupan itu juga membuka babak baru.

Setelah Soviet bubar, fasilitas raksasa itu terbengkalai. Banyak perlengkapan logam, kabel, dan rel baja dijarah oleh penduduk lokal yang membutuhkan uang. Terowongan-terowongan di Gunung Degelen, yang berisi sisa material fisil, menjadi ancaman baru bagi dunia. Selama hampir dua dekade, akses ke situs itu tidak dibatasi, dan kemungkinan pencurian material berbahaya selalu mengintai.

Di tengah kekacauan itu, proyek internasional kemudian dilakukan untuk mengamankan material nuklir yang tersisa. Insinyur dan ilmuwan dari Kazakhstan, Rusia, dan Amerika bekerja diam-diam selama belasan tahun untuk menutup terowongan, menghancurkan lubang bor, dan menghentikan ancaman proliferasi. Dunia jarang mendengar cerita itu, tetapi pekerjaan itu telah mencegah banyak skenario gelap yang sering dibayangkan dalam film-film spionase.

Kini, Kurchatov berpenduduk sekitar delapan ribu jiwa. Kota itu tidak lagi tampak seperti wilayah elite ilmiah, tetapi lebih seperti kota kecil yang menua terlalu cepat. Banyak bangunan dibiarkan kosong, jalan-jalan retak seperti kulit tua, dan sebagian besar apartemen hanya menyala satu dua lampu pada malam hari. Namun di tengah kota yang tampak surut itu, kehidupan masih bertahan.

Baca Juga: Sejarah Bandung dari Paradise in Exile Sampai jadi Kota Impian Daendels

Para ilmuwan tetap bekerja. Mereka mempelajari dampak jangka panjang ledakan dulu, memeriksa perubahan tanah, memonitor sisa radiasi, dan mengembangkan penelitian energi nuklir sipil. Ada ironi sunyi di situ. Di tempat yang dulu dipenuhi perangkat pemusnah massal, kini orang belajar bagaimana menjinakkan radiasi untuk kepentingan damai.

Turis sesekali datang, entah karena rasa ingin tahu atau karena dorongan untuk melihat tempat yang namanya terdengar seperti bab yang hilang dari sejarah Perang Dingin. Mereka berjalan di antara bangunan yang dibiarkan membatu dan stepa tanpa batas yang menyimpan rahasia yang tidak pernah benar-benar dibicarakan. Walaupun pemerintah sudah memasang peringatan, beberapa penduduk tetap memancing di Danau Chagan, danau buatan yang lahir dari ledakan nuklir spektakuler pada 1965. Airnya masih mengandung radiasi di atas batas aman, tetapi kebiasaan memang sering kali lebih keras kepala dari sains.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)