Hikayat Kota Hantu Semipalatinsk, Halaman Belakang Uni Soviet yang jadi Kuburan Senyap Radiasi

Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan Jumat 28 Nov 2025, 18:46 WIB
Tampakan Semipalatinsk di Semey, Kazakhstan dan bekas lokasi uji coba senjata nuklir utama Uni Soviet dari tahun 1949 hingga 1989 (Sumber: Google Earth)

Tampakan Semipalatinsk di Semey, Kazakhstan dan bekas lokasi uji coba senjata nuklir utama Uni Soviet dari tahun 1949 hingga 1989 (Sumber: Google Earth)

AYOBANDUNG.ID - Tempat itu terlalu luas untuk disebut halaman belakang, namun sekaligus terlalu sunyi untuk layak dipanggil kota. Di hamparan stepa Kazakhstan yang memanjang seperti karpet kusam yang digelar berlebihan hingga robek di ujungnya, ada kawasan yang dulu menjadi salah satu panggung paling ambisius, paling rahasia, dan paling nekat dalam sejarah teknologi manusia. Nama resminya Semipalatinsk Test Site, tetapi banyak orang lebih suka menyebutnya The Polygon. Lebih pendek, lebih misterius, dan terasa seperti judul novel thriller yang sengaja dibuat orang yang tidak terlalu pandai menamai sesuatu tetapi tahu bagaimana membuat pembacanya menggigil.

The Polygon adalah wilayah seluas satu provinsi kecil yang pernah menjadi lokasi ujicoba nuklir Uni Soviet selama empat dekade. Jika Chernobyl dikenal karena kecerobohan, Polygon justru dikenal karena kesengajaan. Di sana, ratusan bom diledakkan secara terencana, presisi, bahkan penuh kebanggaan industrial. Kota-kota lain membangun stadion. Soviet membangun awan jamur.

Di tengah padang yang katanya kosong itu, para ilmuwan dan pejabat Soviet dulu berlalu-lalang tanpa khawatir menemukan kerumunan yang bisa mengacaukan rahasia negara. Mereka menganggap daerah itu senyap dan tak berpenghuni, padahal sebenarnya ada ratusan ribu orang yang tinggal di desa-desa sekitar. Penduduk lokal menjalani hari-hari mereka dengan tenang, memelihara ternak, menanak nasi, dan sesekali menatap awan aneh yang muncul di ufuk, tanpa curiga bahwa hidup mereka ikut dicatat dalam sejarah radiasi dunia.

Suatu masa, sebuah kota rahasia berdiri di tepi Sungai Irtysh. Kota itu berubah nama berkali-kali seperti seseorang yang terlalu sering kabur dari masa lalu. Semipalatinsk-21, Moscow-400, Konechnaya, lalu Kurchatov. Nama terakhir itu diberikan ketika rahasia negara sudah tidak terlalu rahasia lagi, dan ketika dunia luar akhirnya bisa membaca peta tanpa harus mengira-ngira.

Baca Juga: Hikayat Pemberontakan Bayano, Budak Legendaris Spanyol yang jadi Raja Hitam di Hutan Panama

Pada masa jayanya, Kurchatov berpenduduk sampai 50.000 jiwa. Kota itu menjadi semacam Disneyland ilmiah bagi mereka yang berkecimpung di dunia nuklir. Toko-toko penuh dengan barang yang sulit ditemukan di kota-kota Soviet lain. Ada kolam renang, ada fasilitas olahraga yang nyaman, dan ada pemanas ruangan yang bekerja dengan baik, sesuatu yang di banyak kota Soviet seharusnya digolongkan sebagai mukjizat kecil. Kota itu seperti hadiah akhir tahun bagi para ilmuwan yang betah bekerja dengan tekanan tingkat negara adidaya.

Tapi kehidupan nyaman itu tidak membuat kota ini terbuka. KGB menjaga pintu masuk kota seperti penjaga cagar alam yang tidak ingin hewan peliharaannya diganggu turis iseng. Kerabat penduduk harus menunggu izin berbulan-bulan untuk datang, dan jika mereka akhirnya tiba, suasana kota itu sendiri sering kali membuat mereka merasa seperti tidak benar-benar diizinkan masuk.

Dari kota inilah program ujicoba nuklir terbesar dan paling rajin dalam sejarah manusia dijalankan. Sebanyak 456 ledakan dilakukan antara 1949 hingga 1989. Seratus enam belas di antaranya dilakukan di atmosfer. Sisanya di bawah tanah, menyisakan jaringan terowongan yang berliku seperti sarang tikus raksasa yang dibuat oleh insinyur dengan gelar doktor dan humor yang agak gelap.

Opytnoe Pole, atau Experimental Field, adalah tempat Soviet meledakkan bom pertamanya. Di sana mereka membuat replika kota lengkap dengan rumah-rumah mungil, jembatan, bogel rel, dan hewan percobaan. Babi sering dipilih karena kulitnya dianggap mirip manusia. Di museum Kurchatov sekarang ada koleksi stoples kaca berisi organ hewan yang telah hangus. Jika ada tempat di dunia yang dapat membuat orang merinding tanpa perlu lampu redup, museum itu sudah memenuhi kriteria.

Baca Juga: Sejarah Black Death, Wabah Kematian Perusak Tatanan Eropa Lama

Penduduk nomad Semipalatinsk, Kazakhstan, tahun 1899-an. (Sumber: Picryl)
Penduduk nomad Semipalatinsk, Kazakhstan, tahun 1899-an. (Sumber: Picryl)

Tetapi sejarah tidak diisi oleh koleksi organ hewan. Manusia di desa-desa sekitar justru menjadi korban utama, meskipun mereka tidak pernah dimasukkan ke ruang percobaan. Mereka tinggal di zona yang selalu siap menerima angin, dan angin di stepa tidak mengenal konsep pembatas wilayah. Kadang-kadang sebelum ledakan, tentara meminta mereka keluar rumah untuk “keselamatan”. Setelah ledakan, mereka dipersilakan pulang seperti biasa, seolah ledakan itu hanyalah acara kembang api musiman yang tidak perlu dicemaskan.

Letupan awan radioaktif yang melayang di udara menyapu desa-desa seluas ratusan ribu kilometer persegi. Jumlah penduduk yang terdampak diperkirakan mencapai lebih dari satu setengah juta jiwa. Angka itu bukanlah sesuatu yang bisa dibuat ringan, tetapi di era Soviet, angka seperti itu sering dianggap bagian dari ongkos kemajuan.

Wabah Radiasi yang Tak Kelihatan

Konsekuensi radiasi baru terlihat setelah bertahun-tahun. Studi medis menemukan tanda-tanda penyakit radiasi kronis di banyak desa. Ada perubahan metabolisme, gangguan organ, hingga peningkatan berbagai jenis kanker. Semey Oncology Center mencatat kenaikan signifikan kanker paru-paru, tiroid, payudara, dan perut. Jika seseorang ingin tahu bagaimana sebuah tempat bisa dihantui tanpa suara-suara aneh, Semipalatinsk menyediakan jawabannya.

Sulit membayangkan kehidupan sehari-hari ketika trauma menjadi bagian dari rutinitas. Banyak keluarga menyimpan memori tentang kelahiran anak-anak dengan cacat bawaan. Di Semey Medical University ada ruangan yang hampir terdengar seperti cerita rakyat gelap tentang anatomi manusia yang menyimpang, tetapi semuanya adalah dokumen medis yang nyata. Ada janin tanpa tulang tertentu, ada pula organ yang tumbuh dengan bentuk yang membuat dokter menggeleng lama sebelum mencatatnya.

Sementara itu, sebagian penduduk mengembangkan pandangan yang tak lazim tentang diri mereka. Penelitian antropologis mencatat bahwa banyak warga Kurchatov menganggap diri mereka bukan korban radiasi, melainkan mutan yang telah beradaptasi dengan lingkungan unik mereka. Beberapa bahkan percaya bahwa mereka hidup lama justru karena radiasi itu, dan bahwa pindah ke tempat lain hanya akan membuat mereka mati lebih cepat. Keyakinan yang terdengar ganjil itu hidup berdampingan dengan penyakit kronis yang mereka akui sendiri, seperti tekanan darah tinggi dan gangguan jantung.

Baca Juga: Sejarah Pembangunan Tembok Berlin, Operasi Senyap Dini Hari Komunis Jerman Timur

Penduduk nomad Semipalatinsk, Kazakhstan, tahun 1899-an. (Sumber: Picryl)
Penduduk nomad Semipalatinsk, Kazakhstan, tahun 1899-an. (Sumber: Picryl)

Ketika era glasnost membuka pintu informasi, ketidakpuasan yang lama terpendam perlahan muncul. Protes meledak di akhir 1980-an dan gerakan Nevada-Semipalatinsk muncul sebagai respons. Gerakan tersebut menuntut penghentian ujicoba nuklir dan pembuatan peta kerusakan radiasi yang selama puluhan tahun hanya diketahui oleh sekelompok kecil pejabat. Dalam hitungan hari, gerakan itu menyebar dan meraih dukungan lebih dari satu juta tanda tangan.

Tekanan publik yang masif akhirnya membuat program ujicoba itu berhenti. Kazakhstan mengambil langkah berani pada 1991 dengan menutup Semipalatinsk Test Site secara permanen. Tindakan itu menjadi salah satu keputusan politik paling menentukan pada masa-masa runtuhnya Uni Soviet. Namun penutupan itu juga membuka babak baru.

Setelah Soviet bubar, fasilitas raksasa itu terbengkalai. Banyak perlengkapan logam, kabel, dan rel baja dijarah oleh penduduk lokal yang membutuhkan uang. Terowongan-terowongan di Gunung Degelen, yang berisi sisa material fisil, menjadi ancaman baru bagi dunia. Selama hampir dua dekade, akses ke situs itu tidak dibatasi, dan kemungkinan pencurian material berbahaya selalu mengintai.

Di tengah kekacauan itu, proyek internasional kemudian dilakukan untuk mengamankan material nuklir yang tersisa. Insinyur dan ilmuwan dari Kazakhstan, Rusia, dan Amerika bekerja diam-diam selama belasan tahun untuk menutup terowongan, menghancurkan lubang bor, dan menghentikan ancaman proliferasi. Dunia jarang mendengar cerita itu, tetapi pekerjaan itu telah mencegah banyak skenario gelap yang sering dibayangkan dalam film-film spionase.

Kini, Kurchatov berpenduduk sekitar delapan ribu jiwa. Kota itu tidak lagi tampak seperti wilayah elite ilmiah, tetapi lebih seperti kota kecil yang menua terlalu cepat. Banyak bangunan dibiarkan kosong, jalan-jalan retak seperti kulit tua, dan sebagian besar apartemen hanya menyala satu dua lampu pada malam hari. Namun di tengah kota yang tampak surut itu, kehidupan masih bertahan.

Baca Juga: Sejarah Bandung dari Paradise in Exile Sampai jadi Kota Impian Daendels

Para ilmuwan tetap bekerja. Mereka mempelajari dampak jangka panjang ledakan dulu, memeriksa perubahan tanah, memonitor sisa radiasi, dan mengembangkan penelitian energi nuklir sipil. Ada ironi sunyi di situ. Di tempat yang dulu dipenuhi perangkat pemusnah massal, kini orang belajar bagaimana menjinakkan radiasi untuk kepentingan damai.

Turis sesekali datang, entah karena rasa ingin tahu atau karena dorongan untuk melihat tempat yang namanya terdengar seperti bab yang hilang dari sejarah Perang Dingin. Mereka berjalan di antara bangunan yang dibiarkan membatu dan stepa tanpa batas yang menyimpan rahasia yang tidak pernah benar-benar dibicarakan. Walaupun pemerintah sudah memasang peringatan, beberapa penduduk tetap memancing di Danau Chagan, danau buatan yang lahir dari ledakan nuklir spektakuler pada 1965. Airnya masih mengandung radiasi di atas batas aman, tetapi kebiasaan memang sering kali lebih keras kepala dari sains.

Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

News Update

Ayo Netizen 28 Nov 2025, 23:00 WIB

Trotoar di Bandung: Jalan Kaki di Zaman Sandal Jepit ke Zaman Sneaker Premium

Trotoar di Bandung bukan sekadar tempat berjalan, tapi panggung kehidupan kota — kadang panggung tragedi, kadang komedi, seringnya keduanya sekaligus.
Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Biz 28 Nov 2025, 21:27 WIB

Membangun Kebiasaan Aman di Jalan Bersama Sadulur Bikers Bandung Timur

Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya.
Ilustrasi. Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 20:51 WIB

An Se Young Ratu Bulu Tangkis Korea yang Berhati Bersih dan Senang Berbagi

Sepanjang 2025, An Se Young berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti.
Sepanjang 2025, An Se Young (kiri) berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kim Sunjoo)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 19:11 WIB

Cadasngampar dan Cicadas Itu Endapan Material Letusan Gunung Api 

Menelisik asal-asul nama geografis Cicadas dan Cadasngampar.
Cadasngampar di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Ayo Jelajah 28 Nov 2025, 18:46 WIB

Hikayat Kota Hantu Semipalatinsk, Halaman Belakang Uni Soviet yang jadi Kuburan Senyap Radiasi

Kisah suram Semipalatinsk, situs uji coba nuklir Soviet yang meninggalkan radiasi dengan jejak 456 ledakan nuklir, jutaan penduduk terdampak, dan kota yang membeku dalam kesunyian
Tampakan Semipalatinsk di Semey, Kazakhstan dan bekas lokasi uji coba senjata nuklir utama Uni Soviet dari tahun 1949 hingga 1989 (Sumber: Google Earth)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 18:37 WIB

Tren Olahraga Pilates: Solusi Kebugaran Holistik untuk Gaya Hidup Urban Bandung

Maulia Putri seorang praktisi gaya hidup sehat di Bandung, menceritakan manfaat pilates yang menjadikan latihan ini sebagai rutinitas.
Dua perempuan sedang melakukan latihan pilates pada Sabtu Siang, (08/11/25) di Studio Pilates Mekarwangi, Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penuis | Foto: Maya Amelia)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 18:15 WIB

Menyalakan Kehidupan Malam di Tengah Hening Lembang

Saat malam mulai turun di kaki Gunung Burangrang, kawasan Dusun Bambu berubah menjadi ruang wisata penuh cahaya.
Cahaya lampu menghiasi suasana malam di area wisata Dusun Bambu Lembang, (06/10/2025) (Foto: Dokumentasi Pihak Narasumber.)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 17:20 WIB

Kreativitas Generasi Z Bawa Warna Baru bagi Industri Pernikahan Bandung

Inovasi Gen Z dari Marlina mendorong Indhira Wedding Organizer berkembang pesat di Bandung.
Tim Indhira Wedding Organizer mengatur prosesi pernikahan adat Sunda di Bandung dengan detail dan kehangatan (18/10/2025). (Sumber: Indhira Wedding Organizer)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 17:03 WIB

Inovasi Risol yang Menggabungkan Citra Rasa Modern dan Pelestarian Budaya Sunda

Mourisol menyajikan risol premium dengan 8 varian rasa unik. Ukurannya besar, cocok sebagai pengganti makan berat.
Gambar 1.1 Rissol yang menjadi keunggulan Mourisol (5/11/2025) (Foto: (Sumber:Maura))
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 16:49 WIB

Makna Budaya Siraman dalam Pernikahan Adat Sunda

Pengantin asal Bandung, memilih melaksanakan tradisi siraman sebelum prosesi pernikahannya sebagai bentuk penyucian diri dan pelestarian budaya adat Sunda.
Mutiara Syoba’ah sedang melakukan budaya sakral siraman sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, Jumat (14/01/2022) (Sumber: Dokumentasi Wedding Organizer | Foto: Ali Solehudin)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 16:39 WIB

Ko Dalang Menghidupkan Warisan Wayang Golek di Tengah Arus Modernisasi Budaya

Wayang Golek dihidupkan Ko Dalang Irfan lewat inovasi bahasa, durasi, dan alur modern.
Ko Dalang menampilkan pertunjukan Wayang Golek di Saung Angklung Udjo diiringi  dengan musik tradisional Sunda, Kamis (6/11/25), Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ishanna Nagi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 15:24 WIB

Mengulik Gedung Kosong 30 Tahun yang Disulap Jadi Rumah Hantu Braga

Wahana seru sekaligus uji nyali di tengah Kota Bandung.
Tampak depan Rumah Hantu Braga di Jalan Braga, Kota Bandung, Rabu 29 September 2025. (Foto: (Sumber: Dokumentasi Penulis | foto: Muhammad Amril Fathurrahman Rovery)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 14:29 WIB

Perluasan Area Petting Zoo Farmhouse Lembang: Pengalaman Belajar yang Menarik dan Seru

Wisata edukasi bernuansa Eropa yang terletak di dataran tinggi wilayah Bandung.
Seoarang anak memberi makan kelinci di area petting zoo Farmhouse Lembang (Sabtu 8/11/25). (Sumber: Fauzi Ananta)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 13:01 WIB

Olahraga Musim Dingin di Tengah Hangatnya Kota Kembang

Sensasi meluncur di atas es dengan latar taman hijau, arena semi outdoor pertama di Indonesia ini jadi spot seru.
Pengunjung menikmati kegiatan bermain ice skating pada sore hari di Garden Ice Rink, Paris Van Java, Bandung (14/09/2025). (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 10:42 WIB

Tips Mancing Gacor dari Komunitas! Wajib Tahu Komposisi Bahan terhadap Kualitas Umpan Ikan

Yang bikin Umpan TMK beda dari yang lain, bahan-bahannya bukan asal-asalan.
Team TOMCAT FISHING mengikuti lomba memancing acara DR FISHING Competition dan mendapatkan hadiah uang tunai pada 17 September 2025. (Sumber: Radhit Adhiyaksa Hermanto | Foto: Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 09:33 WIB

Pelari Kalcer Merapat! Komunitas Olahraga Gen-Z Hadir di Kota Bandung

Berawal dari rasa FOMO, para Gen-Z di Bandung mulai menjadikan olahraga sebagai pilihan gaya hidup.
Para Anggota Olahraguys Sedang Melakukan Persiapan Untuk Kegiatan FunRun X Mad.Cultureid, Sukajadi, Kota Bandung (21/10/2025) (Sumber: Olahraguys | Foto: Olahraguys)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 08:59 WIB

Yoga Outdoor, Tren Hidup Sehat di Bandung

Sanggar Senam Vinisa menawarkan kelas untuk semua usia, memberi relaksasi, ketenangan, dan interaksi sosial, dengan tarif terjangkau.
Peserta melakukan yoga bersama di outdoor, Podomoro Park, Kabupaten Bandung pada Minggu (2/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wan Maulida Kusuma Syazci)
Ayo Netizen 27 Nov 2025, 20:14 WIB

Pintu Rumah yang Tidak Pernah Tertutup

Pak Katenen seorang ASN yang bertugas di bagian Bimbingan Mental di TNI AU Lanud Sulaiman.
Ilustrasi rumah di dekat lingkungan pesantren. (Sumber: Ilustrasi AI)
Ayo Biz 27 Nov 2025, 19:55 WIB

Potensi Bisnis Mall Bandung Menguat di Tengah Tren Konsumsi dan Gaya Hidup Urban

Mall di Bandung tidak lagi sekadar menjadi ruang transaksi, melainkan telah bertransformasi menjadi destinasi pengalaman yang menyatukan belanja, hiburan, kuliner, dan interaksi sosial.
Ilustrasi. Mall di Bandung tidak lagi sekadar menjadi ruang transaksi, melainkan telah bertransformasi menjadi destinasi pengalaman yang menyatukan belanja, hiburan, kuliner, dan interaksi sosial. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Jelajah 27 Nov 2025, 18:36 WIB

Hikayat Johny Indo, Robin Hood Garut Pemburu Harta Orang Kaya

Kisah lengkap Johny Indo, si Robin Hood Garut yang merampok orang kaya, kabur dari penjara, hingga membintangi banyak film aksi.
Johny Indo, Robin Hood dari Garut.