Saat Patung Harimau Bandung Loncat dari Pos Jaga

4 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Salah satu patung maung Bandung yang pernah melompat dari pos jaga. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Salah satu patung maung Bandung yang pernah melompat dari pos jaga. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Pada 6 Februari 2020 dini hari, kota Bandung mendadak geger. Bukan karena gempa, bukan pula karena suara dentuman misterius yang biasa viral di Twitter. Tapi karena seekor maung, alias patung harimau putih, tiba-tiba ditemukan ambruk dari pijakannya di Simpang Braga. Letaknya strategis, tepat di dekat Balai Kota Bandung. Tumbang tepat di jantung kota.

“Katanya sih jam setengah dua pagi,” ujar Iwan Rahmat, petugas keamanan di sekitar Gereja Bethel. Ia sendiri tak melihat langsung peristiwa bersejarah ini, namun mendapat laporan dari rekannya. “Tiba-tiba aja udah di bawah. Gak tahu kenapa,” katanya kepada Ayobandung kala itu.

Sekitar pukul 09.00 WIB pagi, para petugas dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan (DPKP3) datang mengevakuasi bangkai maung. Patung itu diangkut dengan serius, meski ekspresinya tetap datar.

Penyebab robohnya tidak pernah jelas. Kepala Seksi Estetika DPKP3 Kota Bandung kala itu, Juhatin, punya dugaan awal: karena orang gila. “Itu mah kayaknya orang gila. Karena ada tongkat bambu di situ teh,” ujarnya.

Dugaan ini diperkuat dengan keberadaan satu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sering keluyuran di sekitar Jalan Viaduct dan dikenal suka usil pada fasilitas umum. Bahkan, katanya, orang ini pernah memanjat patung maung di Cicendo. ODGJ ini tampaknya punya masalah personal dengan patung harimau.

Sialnya, peristiwa 6 Februari 2020 itu bukan kejadian pertama. Sekitar sembilan bulan sebelumnya, tepatnya 12 Mei 2019, patung yang sama jatuh di lokasi yang sama. Waktu itu kejadiannya menjelang siang. “Udah jatuh aja. Posisinya waktu di bawah itu saya lihat udah berdiri," seorang tukang parkir bernama Wahid kala itu bersaksi.

Saat itu juga tak ada yang tahu pasti apa penyebabnya. Tapi yang pasti, tim pemkot langsung bergerak: patung dinaikkan kembali, seperti mengangkat prajurit yang jatuh dari menara penjaga. Hebatnya, setiap jatuh, si maung ini tak pecah. Hanya sedikit 'luka ringan'. Sejak kemunculannya sebagai ikon penjaga Kota Bandung di empat penjuru mata angin, patung ini justru lebih sering membuat publik bertanya-tanya

Kehebohan soal patung maung ini berlanjut di tahun berikutnya. Menjelang akhir 2021, patung-patung maung kembali bikin ramai. Bukan karena lompat dari tugu, melainkan karena hilang. Di sejumlah titik seperti Jalan Wastukencana, Jalan Aceh, dan Jalan Citarum, warga menyadari satu ekor maung lenyap dari tiap tugu yang biasanya berisi empat patung.

Kejadian ini bikin heboh karena jumlah patung di tiap tugu memang harus genap: empat. Menurut filosofi yang dicanangkan sejak awal, keempat maung itu mewakili penjaga Bandung dari empat penjuru mata angin. Jadi, hilangnya satu berarti Bandung jomplang penjaganya. Takutnya ada setan nyelonong dari barat daya.

Tapi sebelum muncul teori konspirasi yang bikin geleng-gleng kepala, Juhatin buru-buru memberi klarifikasi. “Bukan hilang, ada kok. Itu teh patah kakinya, jadi si patungnya udah nonggeng ke bawah,” ujarnya santai.

Patung-patung itu akhirnya diamankan oleh DPKP3 sebelum jatuh lagi. “Takutnya nanti viral, kalau udah jatuh ke bawah kan pasti ramai,” lanjut Juhatin. Sebuah langkah preventif yang cukup masuk akal, mengingat setiap kali maung loncat, medsos langsung berguncang.

Juhatin menjelaskan bahwa kondisi cuaca menjadi biang keladi rusaknya kaki patung. Katanya, timnya melakukan kontrol tiga bulanan. “Takutnya aya nu coplok.”

Direvisi karena Terlalu Imut

Tugu patung maung Bandung awalnya dibangun atas inisiatif Wali Kota Bandung saat itu, Ridwan Kamil, pada akhir 2017. Rencana besarnya: menjadikan Maung Bandung sebagai simbol penjaga kota di titik-titik strategis. Namun begitu patung selesai dan diperkenalkan ke publik pada awal 2018, warganet kurang terkesan.

Bukannya terlihat garang, patung-patung ini justru dinilai terlalu imut. Banyak yang bilang bentuknya lebih mirip anjing laut sedang senyum malu-malu ketimbang harimau Sunda sangar. Ada juga yang menyebutnya menyerupai beruang kutub yang tersesat ke Bandung karena pemanasan global.

Kritik terhadap rupa patung maung Bandung muncul bertepatan dengan memuncaknya perhatian publik terhadap estetika patung harimau kala itu. Pemicunya adalah kehebohan patung macan Cisewu yang muncul pada tahun 2017. Kala itu, dunia maya dibikin ngakak berjemaah gara-gara tampakan patung macan yang nangkring manis di halaman Koramil 1123 Cisewu, Garut.

Bukannya garang macam lambang TNI biasanya, si macan satu ini malah tampil dengan wajah ramah nan lugu. Macan Cisewu malah terlihat seperti siap dibelai, bukan berkelahi. Dalam sekejap, patung yang awalnya mungkin dibuat dengan niat nasionalisme, malah berubah jadi ikon komedi digital.

Patung Macan Cisewu yang viral pada 2017. (Sumber: Twitter @halleluhellyeah)
Patung Macan Cisewu yang viral pada 2017. (Sumber: Twitter @halleluhellyeah)

Rupanya mirip kartun atau kucing oyen yang terlalu someah dengan raut menebar senyum semriwing. Foto si macan viral ke mana-mana, dijadikan bahan meme, ditertawakan berjamaah, dan dijuluki sebagai macan paling santai seantero republik.

Ridwan Kamil juga sempat mengakui kekecewaannya terhadap patung maung Bandung. Menurutnya, patung itu seharusnya mencerminkan semangat masyarakat yang gagah, bukan manja. Dari sinilah muncul revisi bentuk patung. Bentuknya jadi lebih sangar, mulut menganga, otot terlihat di bagian dada dan kaki. Tidak lagi malu-malu. Lebih mirip Black Panther versi kearifan lokal.

Tapi, tak semua senang. Mohamad Rico Wicaksono, seniman dan pemilik akun Instagram @matjan_ningratz, justru lebih suka versi lama. "Kurang bodor. Bagi saya (patung maung yang mirip beruang kutub) cocok dan bagian dari doa agar Kota Bandung menjadi kembali dingin seperti di kutub. Sekarang Kota Bandung sudah mulai panas," kata dia.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)