Kisah Susu Hangat Bandung, dari Suguhan Para Priyayi ke Pecinta Lesehan

3 menit baca
Redaksi
Ditulis oleh Redaksi diterbitkan
Peternak Belanda sedang memerah susu sapi di Lembang tahun 1910-an. (Sumber: Leiden University Libraries Digital Collections)
Peternak Belanda sedang memerah susu sapi di Lembang tahun 1910-an. (Sumber: Leiden University Libraries Digital Collections)

AYOBANDUNG.ID - Orang bilang, Bandung itu kota yang dingin tapi banyak yang hangat. Suasananya adem, orangnya ramah, dan malam-malamnya lebih cocok ditemani susu hangat daripada kopi kekinian. Di kota ini, minuman susu murni bukan sekadar pelengkap sarapan atau teman camilan, tapi sudah jadi semacam budaya: warisan kolonial yang kemudian disulap jadi kebiasaan lokal.

Tak usah jauh-jauh ke Lembang. Cukup melipir ke Jalan Dipati Ukur, Pungkur, Jalan Aceh, atau Gasibu. Malam hari, deretan tenda menjajakan susu murni berbagai rasa: stroberi, cokelat, jahe, bahkan bandrek berjejer seperti lomba popularitas rasa.

Duduk lesehan sambil menghirup uap susu yang mengepul, orang-orang mengobrol ringan, sesekali tertawa. Seolah, Bandung menyuruh semua orang untuk berhenti sebentar, mengendurkan otot, dan menikmati hangatnya malam.

Tapi, sebelum jadi kesukaan mahasiswa di kosan atau pasangan muda yang baru jadian, susu hangat di Bandung punya akar sejarah yang lebih aristokrat. Dulu, minum susu bukan gaya hidup rakyat jelata, melainkan minuman kalangan meneer, noni, dan para priyayi yang belajar dari tuan-tuan Belanda.

Bandung mulai mengenal teknologi pengolahan susu sejak awal abad ke-20. Menurut berbagai catatan kolonial, ilmu pengolahan susu itu dibawa langsung dari Friesland, Belanda—daerah yang terkenal karena sapi-sapi perahnya yang produktif dan iklimnya yang cocok untuk peternakan.

Tapi kalau mau cari siapa pelopornya, tentu harus menoleh ke nama Ursone. Bukan orang Belanda, tapi Italia. Keluarga Ursone datang ke Lembang sekitar tahun 1880. Pada tahun 1895 mereka mendirikan Lembangsche Melkerij Ursone, sebuah perusahaan susu yang menjadi pionir industri susu di Tatar Priangan. Dari sini, jejak susu murni Bandung bermula.

Ursone tidak sendirian. Tak lama kemudian muncul kompetitor-kompetitor Eropa lain, seperti perusahaan Generaal de Wet Hoeve milik Hirschland dan Van Zijll di kawasan Cisarua. Seperti balapan sapi, usaha perahan susu pun berlomba-lomba memproduksi susu murni berkualitas tinggi.

Jelang tahun 1930-an, Bandung bisa dibilang sebagai ibu kota susu. Produksi susu mencapai 13.000 liter per hari dari 22 usaha pemerahan. Tapi produksi sebanyak itu juga membawa masalah: bagaimana cara menyimpan dan mengirim susu yang cepat basi itu?

Bangunan Gedung BMC (Sumber: PT. Agronesia)
Bangunan Gedung BMC (Sumber: PT. Agronesia)

Jawabannya datang tahun 1928. Di Jalan Aceh berdirilah Bandoengsche Melk Centrale (BMC), pusat pengolahan dan distribusi susu pertama dan terbesar di Priangan. Didirikan di atas lahan milik Louis Hirschland dan Van Zijl, BMC tidak hanya berfungsi sebagai gudang, tapi juga pusat pengolahan susu modern dengan teknologi pasteurisasi atau proses pemanasan untuk membunuh bakteri tanpa merusak gizi. Dulu, susu-susu dari Lembang dan Cisarua dibawa ke BMC. Diolah, lalu didistribusikan ke berbagai penjuru.

Gedung BMC sendiri rampung dibangun pada 1929, namun akta lahannya baru keluar pada 1932, tercatat sebagai Persil Tanah Nomor 1713 dan 1714. Arsitekturnya khas art deco dan sampai sekarang bentuknya nyaris tidak berubah. Bahkan, sejak akhir 1980-an, gedung ini resmi dilindungi sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pada Perda Kota Bandung Nomor 7 Tahun 2018, BMC termasuk dalam 254 cagar budaya tipe A yang wajib dilestarikan. Kini, gedung itu sudah tak lagi menjadi pusat susu se-Priangan. Namun ia tetap hidup, beralih rupa menjadi restoran dan kafe yang tetap setia menyajikan susu murni dengan rasa klasiknya.

Sekarang, ada yang datang ke BMC karena nostalgia, ada yang penasaran, dan tak sedikit yang baru tahu sejarah panjang di balik segelas susu hangat itu. Tapi semuanya sepakat: tak ada yang bisa menggantikan sensasi minum susu hangat di malam Bandung yang dingin—sebuah kebiasaan tua yang terus terasa muda.

Bandung sudah berubah. Gedung-gedung menjulang, jalanan makin padat, dan tren kuliner datang silih berganti. Tapi susu murni tetap bertahan, menjadi jembatan antara masa lalu dan kini. Dari tangan para meneer, dipopulerkan oleh keluarga Ursone, disalurkan lewat BMC, hingga akhirnya hadir di gelas-gelas plastik kedai kaki lima. Dari warisan kolonial, jadi kebiasaan lokal. Hangatnya masih sama seperti dulu.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)