Kliwon dan Komposisi Instrumen Sorawatu

3 menit baca
Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan
 (Foto: Dokumentasi Penulis)
(Foto: Dokumentasi Penulis)

Kliwon dikenal sebagai pasaran hari yang penuh energi spiritual dan kekuatan mistis yang tinggi terutama ketika bertepatan dengan malam Jumat. Dimensi dunia dan gaib terasa lebih dekat sehingga dapat dipercaya, kliwon memiliki makna “kasih” dan melambangkan sikap “berdiri”.

Meskipun sesuatu yang telah terjadi tidak ada bukti secara ilmiahnya, akan tetapi kepercayaan tentang kliwon menjadi bagian penting dari kekayaan budaya dan tradisi.

Malam jumat kliwon menjadi sebuah cerita mistis, ketika susunan batu yang tersusun di atas ancak berongga secara tiba-tiba berbunyi dengan penuh irama layaknya seorang nayaga yang telah bermusyawarah untuk menyepakati sebuah instrumen.

Suara-suara tentramnya menggabungkan elemen bunyi alam semesta, memberi sumbangsih apa adanya. Sumbangsih nyata yang terkadang tidak bisa dianalogikan oleh pikiran manusia biasa, memang terasa sulit untuk disampaikan, dan ada juga yang menganggap bahwa cerita tentang kliwon sebagai komposisi intrumen adalah fiktif.

Sebagai seorang Nayaga Sorawatu awalnya terasa berat dan merinding ketika menerapkan komposisi kliwon, karena kekuatan energi gaibnya yang cukup kuat. Meskipun begitu semesta telah merestui keinginan besar Nayaga dalam merilis sebuah komposisi istrimunen yang beragam.

Setiap kali komposisi kliwon dimainkan makhluk gaib itu selalu menyambut dan menikmati iringan lirih, sambil tersenyum, tertawa di bawah pohon. Meskipun ada rasa takut yang terus terngiang, semistis apapun seluruh semesta adalah ciptaan Tuhan bahwa gaib tidak selamanya diasumsikan dalam konteks kejahatan atau sekadar menakut-nakuti.

Menyepakati Kliwon sebagai Komposisi

Tentu untuk menyepakati sebuah komposisi ada musyawarah mufakat yang terdiri dari beberapa instrumen, menyepakati kliwon sebagai komposisi seorang nayaga harus memberikan sumbangsih tempo, dan bridge (jembatan) untuk menghubungkan variasi dan kedalaman emosional antar nayaga.

Semua nayaga mempraktekan suara-suara yang dihasilkan pada malam jumat itu di atas ancak untuk menyamakan bunyi dalam keselarasan.

Komposisi kliwon disepakati sebagai proses mengheningkan cipta pada semesta, dalam hal ini memberikan sebuah getaran. Getaran-getaran itu terus bergelombang, melahirkan bunyi yang terkadang rendah, dan bisa juga menjadi tinggi disebut sebagai intonasi.

Sebuah khazanah terus bergerak tanpa henti, sebagai Nayaga memang harus mengucapkan kata terima kasih pada semesta yang menyumbang berbagai elemen bunyi, begitu murni.

Kliwon sering kali dijadikan hari baik untuk berdzikir, sorawatu sendiri pun sama. Nayaga secara sadar atau tidak sadar pasti menundukkan kepala di hadapan ancak sebagai doa atau suluk ketika komposisi kliwon dimainkan. Kliwon sebagai penghormatan melalui sebuah ilham yang tercurahkan pada setiap insan yang merasakan, memberikan energi hingga memberikan rezeki tanpa henti, terus mengalir seperti mata air.

Kliwon adalah ketentraman jiwa yang hendak menerima sebuah pesan dari setiap alunan melalui ketukan, gesekan pada elemen-elemen suara alam. Siapapun yang hendak menikmati komposisi kliwon dengan tenang, dapat dipastikan akan merasakan hal yang serupa, dan bertanya mengenai makna.

Setiap Nayaga pun akan memiliki berbagai perspektif yang berbeda mengenai komposisi kliwon ini, tidak sama tapi konteksnya tetap memberikan sebuah pemahaman mengenai komposisi kliwon sebagai komposisi instrumen secara kompleks dan universal.

Baca Juga: Enam Akar Asal-usul Agama

Kliwon dijadikan sebagai komposisi pertama karena diperuntukkan sebagai pembuka, sebelumnya ada juga komposisi intrumen yang sudah lahir lebih awal sebelum komposisi kliwon tercipta yaitu “Samara Watu” komposisi ini tercipta sangatlah klasik dan kalem.

Samara watu tercipta sangatlah klasik bisa dibilang cukup wajar karena Nayaga masih dalam proses belajar, sebenarnya komposisi kliwon itu sebagai komposisi kedua yang seharusnya dimainkan, akan tetapi melihat sisi dari sebuah kisah komposisi kliwon itu tercipta maka seluruh Nayaga sepakat untuk menjadikan kliwon sebagai komposisi pertama yang juga pernah dikaloborasikan dengan Puisi dan Rajah. (*) 

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)