Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Kliwon dan Komposisi Instrumen Sorawatu

Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan Kamis 23 Okt 2025, 07:50 WIB
 (Foto: Dokumentasi Penulis)

(Foto: Dokumentasi Penulis)

Kliwon dikenal sebagai pasaran hari yang penuh energi spiritual dan kekuatan mistis yang tinggi terutama ketika bertepatan dengan malam Jumat. Dimensi dunia dan gaib terasa lebih dekat sehingga dapat dipercaya, kliwon memiliki makna “kasih” dan melambangkan sikap “berdiri”.

Meskipun sesuatu yang telah terjadi tidak ada bukti secara ilmiahnya, akan tetapi kepercayaan tentang kliwon menjadi bagian penting dari kekayaan budaya dan tradisi.

Malam jumat kliwon menjadi sebuah cerita mistis, ketika susunan batu yang tersusun di atas ancak berongga secara tiba-tiba berbunyi dengan penuh irama layaknya seorang nayaga yang telah bermusyawarah untuk menyepakati sebuah instrumen.

Suara-suara tentramnya menggabungkan elemen bunyi alam semesta, memberi sumbangsih apa adanya. Sumbangsih nyata yang terkadang tidak bisa dianalogikan oleh pikiran manusia biasa, memang terasa sulit untuk disampaikan, dan ada juga yang menganggap bahwa cerita tentang kliwon sebagai komposisi intrumen adalah fiktif.

Sebagai seorang Nayaga Sorawatu awalnya terasa berat dan merinding ketika menerapkan komposisi kliwon, karena kekuatan energi gaibnya yang cukup kuat. Meskipun begitu semesta telah merestui keinginan besar Nayaga dalam merilis sebuah komposisi istrimunen yang beragam.

Setiap kali komposisi kliwon dimainkan makhluk gaib itu selalu menyambut dan menikmati iringan lirih, sambil tersenyum, tertawa di bawah pohon. Meskipun ada rasa takut yang terus terngiang, semistis apapun seluruh semesta adalah ciptaan Tuhan bahwa gaib tidak selamanya diasumsikan dalam konteks kejahatan atau sekadar menakut-nakuti.

Menyepakati Kliwon sebagai Komposisi

Tentu untuk menyepakati sebuah komposisi ada musyawarah mufakat yang terdiri dari beberapa instrumen, menyepakati kliwon sebagai komposisi seorang nayaga harus memberikan sumbangsih tempo, dan bridge (jembatan) untuk menghubungkan variasi dan kedalaman emosional antar nayaga.

Semua nayaga mempraktekan suara-suara yang dihasilkan pada malam jumat itu di atas ancak untuk menyamakan bunyi dalam keselarasan.

Komposisi kliwon disepakati sebagai proses mengheningkan cipta pada semesta, dalam hal ini memberikan sebuah getaran. Getaran-getaran itu terus bergelombang, melahirkan bunyi yang terkadang rendah, dan bisa juga menjadi tinggi disebut sebagai intonasi.

Sebuah khazanah terus bergerak tanpa henti, sebagai Nayaga memang harus mengucapkan kata terima kasih pada semesta yang menyumbang berbagai elemen bunyi, begitu murni.

Kliwon sering kali dijadikan hari baik untuk berdzikir, sorawatu sendiri pun sama. Nayaga secara sadar atau tidak sadar pasti menundukkan kepala di hadapan ancak sebagai doa atau suluk ketika komposisi kliwon dimainkan. Kliwon sebagai penghormatan melalui sebuah ilham yang tercurahkan pada setiap insan yang merasakan, memberikan energi hingga memberikan rezeki tanpa henti, terus mengalir seperti mata air.

Kliwon adalah ketentraman jiwa yang hendak menerima sebuah pesan dari setiap alunan melalui ketukan, gesekan pada elemen-elemen suara alam. Siapapun yang hendak menikmati komposisi kliwon dengan tenang, dapat dipastikan akan merasakan hal yang serupa, dan bertanya mengenai makna.

Setiap Nayaga pun akan memiliki berbagai perspektif yang berbeda mengenai komposisi kliwon ini, tidak sama tapi konteksnya tetap memberikan sebuah pemahaman mengenai komposisi kliwon sebagai komposisi instrumen secara kompleks dan universal.

Baca Juga: Enam Akar Asal-usul Agama

Kliwon dijadikan sebagai komposisi pertama karena diperuntukkan sebagai pembuka, sebelumnya ada juga komposisi intrumen yang sudah lahir lebih awal sebelum komposisi kliwon tercipta yaitu “Samara Watu” komposisi ini tercipta sangatlah klasik dan kalem.

Samara watu tercipta sangatlah klasik bisa dibilang cukup wajar karena Nayaga masih dalam proses belajar, sebenarnya komposisi kliwon itu sebagai komposisi kedua yang seharusnya dimainkan, akan tetapi melihat sisi dari sebuah kisah komposisi kliwon itu tercipta maka seluruh Nayaga sepakat untuk menjadikan kliwon sebagai komposisi pertama yang juga pernah dikaloborasikan dengan Puisi dan Rajah. (*) 

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Assegaf
Pegiat Literasi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)