Review Non-Spoiler Shutter versi Indonesia: Horor lewat Kamera yang Tidak Biasa

3 menit baca
Luther
Ditulis oleh Luther diterbitkan
Shutter (2025) adalah sebuah film remake dari film aslinya yang berasal dari Negeri Gajah Putih (Thailand), yaitu Shutter (2004). (Sumber: Falcon)
Shutter (2025) adalah sebuah film remake dari film aslinya yang berasal dari Negeri Gajah Putih (Thailand), yaitu Shutter (2004). (Sumber: Falcon)

Shutter (2025) adalah sebuah film remake dari film aslinya yang berasal dari Negeri Gajah Putih (Thailand), yaitu Shutter (2004). Diperankan oleh Vino G. Bastian sebagai Darwin, Anya Geraldine sebagai Pia, dan Niken Anjani sebagai Lilies, disutradari oleh Herwin Novianto dan berasal dari rumah produksi Falcon Pictures.

Shutter bercerita tentang hidup seorang fotografer bernama Darwin bersama pacarnya, Pia yang berubah setelah tidak sengaja menabrak seseorang di tengah jalan di malam hari. Akhirnya, Darwin dan Pia mendapat "teror" yang tidak berkesudahan lewat foto-foto yang Darwin potret. Namun, dari foto-foto itu menyimpan sebuah rahasia yang tak ingin Darwin ceritakan pada siapapun, yang nantinya akan berhubungan dengan almamaternya.

Falcon Pictures mengadakan Special Screening di berbagai daerah di Indonesia, seperti Semarang, Solo, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Makassar dari 25 Oktober hingga 29 Oktober 2025, dan akan tayang resmi pada tanggal 30 Oktober 2025. Di Yogyakarta, Screening Shutter ditayangkan di CGV Pakuwon Yogyakarta pada tanggal 26 Oktober 2025, dan saya berkesempatan menonton Special Screening Shutter.

Dari premis yang dihadirkan oleh film Shutter, sudah menarik dan memberi pesan yang dalam bagi penonton, menampilkan plot twist yang juga tidak terduga terutama pada bagian pertengahan hingga akhir film, di mana pada akhir filmlah pesan yang ingin disampaikan oleh Shutter dapat dirasakan penonton dengan jelas.

Contohnya saja, dalam salah satu adegan disampaikan oleh dosennya Pia bahwa jika muncul "sosok tak terlihat" dalam foto, maka sosok itu hendak menyampaikan sesuatu, dan hal itu terbukti dari foto yang ditangkap oleh Darwin dengan kamera analog ketika sedang ada acara di kampus tempatnya dulu berkuliah yang terlihat penampakan dari sosok arwah.

Menurut saya, dengan adanya kamera analog dalam film ini, menambah kesan "horor" dikarenakan kamera analog memerlukan waktu untuk diproses menjadi sebuah foto. Selain itu pula, di kamar gelap tempat Darwin memproses foto analognya, menurut saya sutradara Herwin Novianto pandai dalam memainkan suasana yang horor di tempat yang sempit dan remang-remang.

Dalam teknik pengambilan adegan, sempat ada beberapa kali close up ke arah mata, muka, ataupun kepala tokoh, menimbulkan rasa tidak nyaman ataupun membuat penonton merasa dekat dengan apa yang dirasakan tokoh dalam film ini.

Misalnya, saja ada adegan ketika Darwin membuka pintu di kamar gelap untuk mengecek apa yang ada di dalam ruangannya, teknik shoot yang digunakan adalah close up ke mata, menimbulkan rasa penasaran, takut, sekaligus gelisah seperti tokoh Darwin. Atau adegan kejar-kejaran antara Darwin dan arwah penasaran di tangga luar bangunan studio tempat kerjanya Darwin.

Selain adegan, juga ada soal musik yang jauh lebih bernada ke arah ambient atau untuk menambah suasana dari adegan tersebut, dan juga ada lagu-lagu yang merupakan original soundtrack untuk Shutter, contohnya "Di Batas Malam" yang dinyanyikan oleh Danilla.

Untuk sound effects, menurut saya penggarapannya serius, contohnya saja ketika Darwin "dihantui" di studionya sendiri, terdengar suara flash kamera berulang kali bersamaan dengan momen Darwin mencari sekring untuk menyalakan ruangan studionya.

Lalu, untukfilm sepertinya lebih bersifat reflektif bagi penonton, berdasarkan apa yang terjadi di sepanjang film Shutter ini. Shutter tidak hanya sekadar diteror oleh arwah atau takut-takutan saja, namun juga soal kesadaran diri akan isu-isu yang terjadi di sekitar kita. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Luther
Tentang Luther
Seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi UAJY yang senang membaca, menulis, dan musik.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:29

Ekspedisi Karees : Menelusuri Jejak Rel Kereta yang Hilang dari Peta (Part 1)

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba menelusuri kembali sisa-sisa rel Karees, memotret kondisinya hari ini, dan merangkai kembali memori kejayaan halteu ini di masa lampau. Yuk, ikut saya blusukan!

Harta karun pertama yang saya temukan! Menyembul di antara tanah di sebelah kiri jalan, membuktikan sejarah menolak terkubur. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:13

Copy-Paste Birokrasi: Ketika Sistem Digital Belum Benar-Benar Digital

Saat sistem digital tidak saling terhubung, beban administratif tidak hilang, ia hanya berpindah wujud dari kertas ke layar.

Ilustrasi ekosistem digital yang melingkupi kehidupan modern (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 13:36

Menelusuri Art Deco: Setitik Eropa di Kota Kembang

Melihat kembali bagaimana arsitektur Art Deco di Kota Bandung bermunculan hingga akhirnya dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

Kondisi Gedung Bank DENIS (sekarang digunakan oleh Bank Jawa Barat) pada tahun 2015. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Rochelimit)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 12:25

Penggunaan Wewangian dari Zaman Mesir sampai Sekarang

Perkembangan singkat wewangian dari awal mula ketenarannya di Mesir sampai sekarang.

Pajangan botol parfum berwarna-warni. (Sumber: pexels.com | Foto: Hồng Quang)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 11:30

'Don’t Buy This Jacket' Kampanye Jujur atau Strategi Manipulasi Persepsi?

Membedah paradoks kampanye "Don’t Buy This Jacket" Patagonia:

Penulis sedang menelaah konsep iklan 'Don't Buy This Jacket'.
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 11:27

Wisata Gratis di Surabaya: Jelajah Taman Bungkul Ikon Kota yang Selalu Ramai

Taman Bungkul menjadi salah satu destinasi wisata gratis paling populer di Surabaya dengan fasilitas lengkap dan suasana nyaman sepanjang hari.

Taman Bungkul Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:56

Indonesia dalam Angka

Algoritma Statistik memang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi bukan berarti angka itu disusun hanya demi kepuasan publik. Sehingga fakta yang terjadi hanya sebatas retorika

Ilustrasi angka dalam kalkulator. (Sumber: Pexels | Foto: Yan Krukau)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:06

Penggunaan Kendaraan Listrik Dikebut, Tapi Listriknya Sering Padam

Di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif, pemadaman listrik yang masih sering terjadi memunculkan pertanyaan: seberapa siap sistem energi Indonesia?

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa (20/6/2026). (Sumber: Instagram/@pln_id)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 08:58

Ada Apa dengan Tanjakan Emen?

Jalan tanjakan Emen yang berada di Subang tepatnya di Ciater, terkenal dengan misteri seringnya terjadi kecelakaan.

Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 18:02

Peran Media Relations dalam Membangun Citra Kolaborasi Brand di Industri Olahraga

Memahami identitas kolaborasi sebagai perpaduan antara motorsport, inovasi, dan gaya hidup modern.

Gambar dari akun Instagram resmi Puma
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 17:37

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 15:26

Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala

Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.

Ilustrasi Bandung Mati Listrik Bergilir (Sumber: Pixabay)
Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)