Habis Lebaran, Terbitlah Hajatan

7 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

"Wilujeng nikah, mugia langgeng dugi ka akhir hayat. Mugia salawasna dipaparin kabagjaan, kasabaran, sareng kanyaah dina ngajalankeun rumah tangga"

Musim Lebaran sering kali diikuti dengan "banjir" undangan halal bihalal, hajatan pernikahan, menjadikannya waktu favorit untuk melangsungkan akad, resepsi karena keluarga besar tengah berkumpul.

Betapa tidak, tren tiga tahun terakhir, data permohonan pencatatan pernikahan pada bulan Syawal mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya. Dari 2023 - 2025, pencatatan pernikahan mencapai angka 667.000.

Di tengah animo masyarakat yang tinggi, Kemenag memastikan layanan Kantor Urusan Agama (KUA) tetap berjalan di tengah penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Masyarakat tetap dapat mengakses layanan keagamaan, khususnya pencatatan nikah dan layanan administrasi lainnya secara normal. (www.kemenag.go.id dan Ayo Bandung Rabu, 25 Maret 2026 | 13:24 WIB)

Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Syawal Waktu Pernikahan Terbaik

Ada 12 bulan dalam setahun, baik dalam penanggalan Masehi maupun Islam yang mengawal kita dari hari ke hari, yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Aneka kecenderungan dalam jam, bulan, dan tahun yang terus berjalan itu menumbuhkan beberapa ilmu, dari yang ilmiah (ilmu astronomi), hingga yang spekulatif, seperti ilmu perbintangan (zodiak).

Tentunya, menjadi catatan tersendiri bagi para pemerhati maupun pakar yang mengamati arah dan gerak bumi yang mengitari matahari (adanya tahun Syamsiyah, tahun Matahari), atau bulan yang mengitari bumi (tahun Komariyah, tahun Bulan).

Islam memiliki kecenderungan serupa, yang direfleksikan dari tradisi, da dimantapkan dalam contoh dan perilaku Nabi. Pada akhirnya, yang dijadikan sandaran adalah contoh-contoh Nabi Muhammad Saw., dengan mengetepikan adat-adat pra-Islam maupun ilmu zodiak, yang masih diyakini oleh sebagian umat manusia, hingga sekarang ini.

Sebelum datang dan tertanamnya Islam sebagai ajaran langit, misalnya, orang-orang Arab memiliki kepercayaan, bahwa bulan-bulan tertentu adalah bulan yang tidak dibolehkan untuk melakukan sesuatu acara, perhelatan.

Bulan Syawal bukanlah waktu yang tepat untuk melangsungkan pernikahan; bulan Muharam adalah bulan yang tidak diperbolehkan menumpahkan darah, peperangan; bulan Safar adalah bulan sial bila melangsungkan pernikahan, dan sebagainya.

Kali ini kita akan membahas mengenai bulan yang afdhal untuk pernikahan. Nikah merupakan sunah yang diajarkan Rasulullah Saw. kepada umatnya yang sudah mampu lahir batinnya.

Pernikahan menjadi salah satu bentuk ibadah yang ditetapkan sebagai penyempurna agama. Mengingat pentingnya acara pernikahan, yang akan menautkan dua hati calon mempelai maupun dua keluarga besarnya, pesta pernikahan perlu persiapan yang matang: kapan waktu yang tepat, dengan harapan agar mendapat kebaikan serta kelancaran, keberkahan, dan menghindari hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

Hadis ini menjelaskan bulan yang baik untuk melangsungkan pernikahan, "Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa'id memberitahukan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Ismail bin Umayah, dari Abdullah bin Urwah, dari Urwah dari Aisyah, ia berkata, "Rasulullah Saw. menikahiku pada bulan Syawal dan beliau menggauliku pada bulan Syawal."

Sebenarnya dalam Islam tidak ada waktu khusus untuk mengadakan pernikahan. Semua hari tidak memiliki larangan untuk pernikahan selama sesuai syariat. Namun demikian, Islam menganjurkan dan mensyariatkan bahwa bulan terbaik untuk menikah adalah bulan Syawal.

Mengapa Rasulullah Saw. melangsungkan pernikahannya dengan Aisyah pada bulan Syawal? Hal ini merupakan pendobrakan atas tradisi Arab pra-Islam yang menganggap Syawal sebagai bulan sial untuk melangsungkan akad tertentu, termasuk menikah.

Nabi menepis anggapan masyarakat jahiliyah pada masa itu dengan cara menikahi Aisyah dan menghapus ajaran yang salah tentang kesialan apabila menikah pada bulan Syawal.

Sudah ditepis oleh Rasulullah seribuan tahun lalu, ternyata sekarang ini masih berlangsung kebiasaan keluarga yang menikahkan anaknya dengan cara meminta nasihat orang pintar, seperti dukun, peramal, biasa disebut tukang petung hari sebagai pertimbangan untuk melangsungkan suatu acara lainnya.

Rasulullah Saw. sampai memperingatkan bahwa, siapa pun yang datang pada peramal dan bertanya tentang hal yang berhubungan dengan masa depan seperti nasib, jodoh, bulan baik untuk menikah dan sebagainya, maka salat orang tersebut tidak diterima oleh Allah Swt. selama empat puluh hari.

Kini, masyarakat Islam sudah tidak khawatir untuk menikah di bulan Syawal. Jangan heran jika sehabis Ramadan dan Lebaran, banyak undangan walimah yang disebar.

Ilustrasi pesta pernikahan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi pesta pernikahan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Anjuran, Meneladani Rasul

Alhasil, selain sunah puasa enam hari pada bulan Syawal, ternyata menikah pada Syawal pun merupakan sunah lainnya.

Paling tidak terdapat dua keutamaan menikah di bulan Syawal; Pertama, Menepis anggapan orang jahiliyah bahwa kesialan akan menghantui hidup bagi siapa yang menikah pada bulan Syawal. Kedua, Mengikuti sunah Rasulullah Saw. yang pernah melangsungkan pernikahan pada bulan itu.

Demikian bagi siapa hamba Allah yang ingin menikah maka bulan terbaik untuk melangsungkannya adalah bulan Syawal. Lelaki yang ingin menikahi seorang wanita maka hendaklah memilih bulan Syawal, sebab itu merupakan bulan berkah untuk langsungkan akad pernikahan. (Yola Hemdi, 2020:60-61).

Baca Juga: Syawal adalah Harapan

Nabi Muhammad SAW sendiri menikahi Aisyah binti Abu Bakar di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga dengannya di bulan yang sama. Ini menjadi dasar utama dianjurkannya menikah di bulan Syawal, sebagai bagian dari meneladani sunnah Nabi.

Dalam hadits riwayat Muslim, disebutkan bahwa Aisyah berkata "Rasulullah menikahiku di bulan Syawal dan menggauliku di bulan Syawal. Maka siapakah di antara istri-istri Nabi yang lebih beruntung di sisinya daripada aku?" (HR. Muslim No. 1423)

Dari hadits ini, dijelaskan Aisyah merasa bangga dengan pernikahannya yang terjadi di bulan Syawal, menunjukkan bahwa menikah di bulan Syawal adalah sesuatu yang dianjurkan dan memiliki nilai ibadah tersendiri.

Tentunya, menjadi bentuk pelurusan terhadap tradisi jahiliyah yang menganggap bulan Syawal sebagai waktu yang sial untuk menikah. Nabi menolak keyakinan ini dengan tindakan langsung, yaitu menikah di bulan Syawal.

Dengan meneladani Rasulullah SAW, umat Islam diajak untuk menjadikan menikah di bulan Syawal sebagai momen ibadah, bukan hanya urusan duniawi. Keberkahan sunnah ini tentu akan menambah keistimewaan rumah tangga yang dibangun dan dibina bersama.

Bila para pasangan Muslim yang sedang merencanakan pernikahan, pertimbangan untuk menikah di bulan Syawal bukan sekadar pilihan waktu, melainkan langkah spiritual yang mendekatkan diri kepada ajaran Nabi.

Setiap Muslim diajak untuk terus berkembang, membangun kehidupan yang lebih baik, dan tidak stagnan. Menikah di bulan Syawal mencerminkan semangat progresif dalam kehidupan.

Mari memulai kehidupan rumah tangga di bulan yang penuh berkah ini, pasangan Muslim berharap akan menjalani tahun-tahun berikutnya dengan berkah yang sama.

Banyak pasangan yang menjadikan Syawal sebagai pengingat momen bahagia setiap tahun. Dengan begitu, menikah di bulan Syawal tidak hanya berkesan secara spiritual, tetapi cerdas secara emosional.

Ingat, syawal menjadi simbol kembalinya kepada fitrah, dan dengan menikah di bulan ini, pasangan memulai lembaran baru dalam keadaan yang bersih, suci, dan penuh harapan.

Menikah di bulan Syawal bukan hanya menjadi peristiwa seremonial, tetapi menjadi langkah strategis untuk memulai kehidupan rumah tangga dengan pondasi yang kokoh dan penuh makna. (www.baznas.go.id)

Pameran Pernikahan Tradisional 2025 di Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Sabtu 18 Januari 2025 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pameran Pernikahan Tradisional 2025 di Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Sabtu 18 Januari 2025 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Dalam tradisi Sunda, pernikahan di bulan Syawal bukan sekadar perayaan formal, melainkan perpaduan antara ketaatan agama, penguatan ikatan keluarga, dan pelestarian nilai-nilai leluhur.

Pasalnya, bulan Syawal menjadi waktu asali pembaruan dan harapan bagi umat Islam baru yang menyelesaikan ibadah puasa Ramadan dan merayakan Idulfitri.

Dalam konteks ini, menikah di bulan Syawal menjadi simbol dimulainya kehidupan baru dengan jiwa yang kembali fitri, suci. Setelah sebulan penuh ditempa amalan ibadah, sabar, dan keikhlasan, pasangan Muslim melangkah ke jenjang pernikahan dengan kesiapan mental dan spiritual yang lebih matang.

Tentunya, kondisi spiritual yang meningkat ini menjadi penting dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Ya tidak heran jika menikah di bulan Syawal sering dikaitkan dengan doa-doa kebaikan dan keberkahan yang melimpah.

Keistimewaan bulan Syawal menjadikannya waktu yang sarat dengan momentum silaturahmi. Saat pasangan memutuskan menikah di bulan Syawal, diharapkan dapat mempererat hubungan dengan keluarga besar, mengundang doa dan dukungan dari banyak pihak.

Menikah dalam suasana Idulfitri seringkali disambut dengan kegembiraan yang lebih besar. Gegap gempita hari raya berpadu dengan kebahagiaan memulai hidup baru. Inilah harmoni emosional, spiritual yang hanya bisa ditemukan saat menikah di bulan Syawal.

Dengan demikian, menikah di waktu yang dipenuhi dengan keberkahan dan doa menjadikan menikah di bulan Syawal sebagai pilihan penuh hikmah yang patut dipertimbangkan oleh setiap Muslim dan mengikuti sunah Rasul. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)