Habis Lebaran, Terbitlah Hajatan

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Minggu 29 Mar 2026, 14:03 WIB
Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

"Wilujeng nikah, mugia langgeng dugi ka akhir hayat. Mugia salawasna dipaparin kabagjaan, kasabaran, sareng kanyaah dina ngajalankeun rumah tangga"

Musim Lebaran sering kali diikuti dengan "banjir" undangan halal bihalal, hajatan pernikahan, menjadikannya waktu favorit untuk melangsungkan akad, resepsi karena keluarga besar tengah berkumpul.

Betapa tidak, tren tiga tahun terakhir, data permohonan pencatatan pernikahan pada bulan Syawal mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya. Dari 2023 - 2025, pencatatan pernikahan mencapai angka 667.000.

Di tengah animo masyarakat yang tinggi, Kemenag memastikan layanan Kantor Urusan Agama (KUA) tetap berjalan di tengah penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Masyarakat tetap dapat mengakses layanan keagamaan, khususnya pencatatan nikah dan layanan administrasi lainnya secara normal. (www.kemenag.go.id dan Ayo Bandung Rabu, 25 Maret 2026 | 13:24 WIB)

Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Syawal Waktu Pernikahan Terbaik

Ada 12 bulan dalam setahun, baik dalam penanggalan Masehi maupun Islam yang mengawal kita dari hari ke hari, yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Aneka kecenderungan dalam jam, bulan, dan tahun yang terus berjalan itu menumbuhkan beberapa ilmu, dari yang ilmiah (ilmu astronomi), hingga yang spekulatif, seperti ilmu perbintangan (zodiak).

Tentunya, menjadi catatan tersendiri bagi para pemerhati maupun pakar yang mengamati arah dan gerak bumi yang mengitari matahari (adanya tahun Syamsiyah, tahun Matahari), atau bulan yang mengitari bumi (tahun Komariyah, tahun Bulan).

Islam memiliki kecenderungan serupa, yang direfleksikan dari tradisi, da dimantapkan dalam contoh dan perilaku Nabi. Pada akhirnya, yang dijadikan sandaran adalah contoh-contoh Nabi Muhammad Saw., dengan mengetepikan adat-adat pra-Islam maupun ilmu zodiak, yang masih diyakini oleh sebagian umat manusia, hingga sekarang ini.

Sebelum datang dan tertanamnya Islam sebagai ajaran langit, misalnya, orang-orang Arab memiliki kepercayaan, bahwa bulan-bulan tertentu adalah bulan yang tidak dibolehkan untuk melakukan sesuatu acara, perhelatan.

Bulan Syawal bukanlah waktu yang tepat untuk melangsungkan pernikahan; bulan Muharam adalah bulan yang tidak diperbolehkan menumpahkan darah, peperangan; bulan Safar adalah bulan sial bila melangsungkan pernikahan, dan sebagainya.

Kali ini kita akan membahas mengenai bulan yang afdhal untuk pernikahan. Nikah merupakan sunah yang diajarkan Rasulullah Saw. kepada umatnya yang sudah mampu lahir batinnya.

Pernikahan menjadi salah satu bentuk ibadah yang ditetapkan sebagai penyempurna agama. Mengingat pentingnya acara pernikahan, yang akan menautkan dua hati calon mempelai maupun dua keluarga besarnya, pesta pernikahan perlu persiapan yang matang: kapan waktu yang tepat, dengan harapan agar mendapat kebaikan serta kelancaran, keberkahan, dan menghindari hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

Hadis ini menjelaskan bulan yang baik untuk melangsungkan pernikahan, "Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa'id memberitahukan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Ismail bin Umayah, dari Abdullah bin Urwah, dari Urwah dari Aisyah, ia berkata, "Rasulullah Saw. menikahiku pada bulan Syawal dan beliau menggauliku pada bulan Syawal."

Sebenarnya dalam Islam tidak ada waktu khusus untuk mengadakan pernikahan. Semua hari tidak memiliki larangan untuk pernikahan selama sesuai syariat. Namun demikian, Islam menganjurkan dan mensyariatkan bahwa bulan terbaik untuk menikah adalah bulan Syawal.

Mengapa Rasulullah Saw. melangsungkan pernikahannya dengan Aisyah pada bulan Syawal? Hal ini merupakan pendobrakan atas tradisi Arab pra-Islam yang menganggap Syawal sebagai bulan sial untuk melangsungkan akad tertentu, termasuk menikah.

Nabi menepis anggapan masyarakat jahiliyah pada masa itu dengan cara menikahi Aisyah dan menghapus ajaran yang salah tentang kesialan apabila menikah pada bulan Syawal.

Sudah ditepis oleh Rasulullah seribuan tahun lalu, ternyata sekarang ini masih berlangsung kebiasaan keluarga yang menikahkan anaknya dengan cara meminta nasihat orang pintar, seperti dukun, peramal, biasa disebut tukang petung hari sebagai pertimbangan untuk melangsungkan suatu acara lainnya.

Rasulullah Saw. sampai memperingatkan bahwa, siapa pun yang datang pada peramal dan bertanya tentang hal yang berhubungan dengan masa depan seperti nasib, jodoh, bulan baik untuk menikah dan sebagainya, maka salat orang tersebut tidak diterima oleh Allah Swt. selama empat puluh hari.

Kini, masyarakat Islam sudah tidak khawatir untuk menikah di bulan Syawal. Jangan heran jika sehabis Ramadan dan Lebaran, banyak undangan walimah yang disebar.

Ilustrasi pesta pernikahan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi pesta pernikahan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Anjuran, Meneladani Rasul

Alhasil, selain sunah puasa enam hari pada bulan Syawal, ternyata menikah pada Syawal pun merupakan sunah lainnya.

Paling tidak terdapat dua keutamaan menikah di bulan Syawal; Pertama, Menepis anggapan orang jahiliyah bahwa kesialan akan menghantui hidup bagi siapa yang menikah pada bulan Syawal. Kedua, Mengikuti sunah Rasulullah Saw. yang pernah melangsungkan pernikahan pada bulan itu.

Demikian bagi siapa hamba Allah yang ingin menikah maka bulan terbaik untuk melangsungkannya adalah bulan Syawal. Lelaki yang ingin menikahi seorang wanita maka hendaklah memilih bulan Syawal, sebab itu merupakan bulan berkah untuk langsungkan akad pernikahan. (Yola Hemdi, 2020:60-61).

Baca Juga: Syawal adalah Harapan

Nabi Muhammad SAW sendiri menikahi Aisyah binti Abu Bakar di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga dengannya di bulan yang sama. Ini menjadi dasar utama dianjurkannya menikah di bulan Syawal, sebagai bagian dari meneladani sunnah Nabi.

Dalam hadits riwayat Muslim, disebutkan bahwa Aisyah berkata "Rasulullah menikahiku di bulan Syawal dan menggauliku di bulan Syawal. Maka siapakah di antara istri-istri Nabi yang lebih beruntung di sisinya daripada aku?" (HR. Muslim No. 1423)

Dari hadits ini, dijelaskan Aisyah merasa bangga dengan pernikahannya yang terjadi di bulan Syawal, menunjukkan bahwa menikah di bulan Syawal adalah sesuatu yang dianjurkan dan memiliki nilai ibadah tersendiri.

Tentunya, menjadi bentuk pelurusan terhadap tradisi jahiliyah yang menganggap bulan Syawal sebagai waktu yang sial untuk menikah. Nabi menolak keyakinan ini dengan tindakan langsung, yaitu menikah di bulan Syawal.

Dengan meneladani Rasulullah SAW, umat Islam diajak untuk menjadikan menikah di bulan Syawal sebagai momen ibadah, bukan hanya urusan duniawi. Keberkahan sunnah ini tentu akan menambah keistimewaan rumah tangga yang dibangun dan dibina bersama.

Bila para pasangan Muslim yang sedang merencanakan pernikahan, pertimbangan untuk menikah di bulan Syawal bukan sekadar pilihan waktu, melainkan langkah spiritual yang mendekatkan diri kepada ajaran Nabi.

Setiap Muslim diajak untuk terus berkembang, membangun kehidupan yang lebih baik, dan tidak stagnan. Menikah di bulan Syawal mencerminkan semangat progresif dalam kehidupan.

Mari memulai kehidupan rumah tangga di bulan yang penuh berkah ini, pasangan Muslim berharap akan menjalani tahun-tahun berikutnya dengan berkah yang sama.

Banyak pasangan yang menjadikan Syawal sebagai pengingat momen bahagia setiap tahun. Dengan begitu, menikah di bulan Syawal tidak hanya berkesan secara spiritual, tetapi cerdas secara emosional.

Ingat, syawal menjadi simbol kembalinya kepada fitrah, dan dengan menikah di bulan ini, pasangan memulai lembaran baru dalam keadaan yang bersih, suci, dan penuh harapan.

Menikah di bulan Syawal bukan hanya menjadi peristiwa seremonial, tetapi menjadi langkah strategis untuk memulai kehidupan rumah tangga dengan pondasi yang kokoh dan penuh makna. (www.baznas.go.id)

Pameran Pernikahan Tradisional 2025 di Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Sabtu 18 Januari 2025 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pameran Pernikahan Tradisional 2025 di Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Sabtu 18 Januari 2025 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Dalam tradisi Sunda, pernikahan di bulan Syawal bukan sekadar perayaan formal, melainkan perpaduan antara ketaatan agama, penguatan ikatan keluarga, dan pelestarian nilai-nilai leluhur.

Pasalnya, bulan Syawal menjadi waktu asali pembaruan dan harapan bagi umat Islam baru yang menyelesaikan ibadah puasa Ramadan dan merayakan Idulfitri.

Dalam konteks ini, menikah di bulan Syawal menjadi simbol dimulainya kehidupan baru dengan jiwa yang kembali fitri, suci. Setelah sebulan penuh ditempa amalan ibadah, sabar, dan keikhlasan, pasangan Muslim melangkah ke jenjang pernikahan dengan kesiapan mental dan spiritual yang lebih matang.

Tentunya, kondisi spiritual yang meningkat ini menjadi penting dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Ya tidak heran jika menikah di bulan Syawal sering dikaitkan dengan doa-doa kebaikan dan keberkahan yang melimpah.

Keistimewaan bulan Syawal menjadikannya waktu yang sarat dengan momentum silaturahmi. Saat pasangan memutuskan menikah di bulan Syawal, diharapkan dapat mempererat hubungan dengan keluarga besar, mengundang doa dan dukungan dari banyak pihak.

Menikah dalam suasana Idulfitri seringkali disambut dengan kegembiraan yang lebih besar. Gegap gempita hari raya berpadu dengan kebahagiaan memulai hidup baru. Inilah harmoni emosional, spiritual yang hanya bisa ditemukan saat menikah di bulan Syawal.

Dengan demikian, menikah di waktu yang dipenuhi dengan keberkahan dan doa menjadikan menikah di bulan Syawal sebagai pilihan penuh hikmah yang patut dipertimbangkan oleh setiap Muslim dan mengikuti sunah Rasul. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Mei 2026, 20:19

Ketika Kemacetan Bisa Ditembus dengan Pengawalan

Fenomena pengawalan kendaraan di tengah kemacetan memunculkan persoalan keadilan ruang jalan, keselamatan lalu lintas, dan budaya privilese dalam sistem transportasi.

Rombongan kendaraan menembus antrean keluar Gerbang Tol Pasteur dengan bantuan pengawalan polisi. (Sumber: Dok. Penulis)
Wisata & Kuliner 14 Mei 2026, 17:18

Wisata Karang Tawulan, Pantai Tebing di Tasikmalaya dengan Lanskap Samudra Hindia

Karang Tawulan menawarkan panorama tebing karang, ombak besar Samudra Hindia, serta spot melihat Pulau Nusa Manuk dan situs ziarah ulama di Tasikmalaya selatan.

Pantai Karang Tawulan Tasikmalaya. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 15:40

Ketika GOR Saparua Bandung Berguncang oleh Deretan Rocker Kawakan

Atmosfer rock Bandung yang sedang bergairah membuat “Super Rock ’84” menjadi salah satu pertunjukan paling semarak.

Pentas musik Super Rock ’84 menghiasi halaman surat kabar INTI JAYA edisi Mei 1984, yang kala itu memberitakan gegap gempita konser rock di GOR Saparua Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 11:37

Simfoni Hijau Tanah Priangan: Mengupas Cita Rasa Kearifan Lokal Gastronomi Sunda

Tanah Priangan tidak hanya menjanjikan pemandangan hijau yang memanjakan mata, tetapi juga simfoni rasa yang berakar kuat pada kearifan lokal.

Makanan khas Sunda nasi tutug oncom, di Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Dudygr)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 10:49

6 Tahapan Sertifikasi Profesi BNSP, Fresh Graduate Wajib Tahu!

Masih bingung bagaimana alur sertifikasi profesi BNSP? Simak 6 tahapan sertifikasi profesi BNSP lengkap mulai dari pendaftaran, asesmen, hingga terbit sertifikat kompetensi resmi.

Ilustrasi wisuda kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Gül Işık)
Beranda 13 Mei 2026, 21:00

Satu Tahun ayobandung.id dan Krisis Ingatan Kota

Setahun ayobandung.id diperingati lewat seminar tentang krisis ingatan Kota Bandung, membahas toponimi, lingkungan, dan pentingnya menjaga hubungan warga dengan kotanya.

T. Bachtiar berfoto bersama mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran usai seminar tentang toponimi, lingkungan, dan krisis ingatan Kota Bandung di Jatinangor, Selasa (13/5/2026). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 20:39

KDM dan Mas Nunu di Tahun 1990-an

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore.

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore. (Sumber: Facebook | Foto: Jadulover)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 18:37

Panduan Wisata Situ Gede Tasikmalaya, Botram di Danau Kota dengan Lanskap Tenang

Panduan wisata Situ Gede Tasikmalaya, danau alami dengan Pulau Nusa, perahu wisata, serta kisah tradisi lisan tentang Eyang Prabudilaya.

Wisata Situ Gede Tasikmalaya. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 16:58

Bandung Lautan Sampah

Kota Bandung masih menghadapi tantangan serius dengan 200 ton sampah per hari tidak terangkut.

Tumpukan sampah di Pasar Gedebage. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 14:15

Peran dan Tantangan Perempuan Multiidentitas di Kota Bandung

Kota Bandung tidak lepas dari peran seorang perempuan baik sebagai penggerak ekonomi kreatif maupun keterlibatannya dalam bidang sosial yang tidak luput dri tantangan sebagai perempuan multiidentitas.

Acara Bedah Buku Multiidentitas Karya Zahid Ibrahim (Sabtu, 09 Mei 2026) Gramedia Merdeka Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 06:42

5 Pantai Pilihan di Pelabuhan Ratu Sukabumi yang Wajib jadi Itinerary Wisata

Rekomendasi 5 pantai di Pelabuhan Ratu Sukabumi dengan karakter berbeda, dari pantai ramah keluarga hingga spot surfing terbaik.

Wisata Pantai Karang Hawu Palabuhanratu Sukabumi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 19:46

Lembangku Sayang, Lembangku Malang: Warga Lokal yang Termarjimalkan

Kawasan tempat tinggal saya sekarang di Lembang adalah sebuah tempat yang dahulunya hanyalah hutan belantara tak bertuan.

Tanjakan Cibogo tahun 1955. Masih kebun dan sawah, dan sekarang kebun semakin terdesak, sawah telah hilang. (Sumber: wereldculturn.nl)
Wisata & Kuliner 12 Mei 2026, 17:37

Pilihan 5 Destinasi Wisata Puncak yang Jadi Favorit Wisatawan

Rekomendasi 5 wisata pilihan di Puncak Bogor, dari Kebun Teh Gunung Mas hingga Telaga Warna dan Kebun Raya Cibodas.

Wisata Kebun Teh Gunung Mas di Puncak Bogor. (Sumber: PTPN I Regional 2)
Linimasa 12 Mei 2026, 14:07

Hikayat Asy Syifa, Pondok Pesantren Anak Usia Dini Pertama

Pesantren Asy Syifa di Ciamis menjadi pelopor pondok khusus anak usia SD dengan pendidikan mandiri dan Al Quran.

Pesantren Asy Syifa di Ciamis. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 12 Mei 2026, 13:58

Panduan Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon: Tiket, Sejarah, dan Spot Wajib Dikunjungi

Panduan lengkap wisata Keraton Kasepuhan Cirebon, mulai sejarah, tiket masuk, daya tarik, hingga tips berkunjung ke situs budaya tertua di kota.

Keraton Kasepuhan Cirebon. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 13:51

Halo-Halo Bandung, Tidak Sekadar Narasi

Lagu Halo-Halo Bandung tidak hanya sekadar lagu yang tersimpan dalam memori sejarah, dari semangat perjuangan itu melahirkan nilai kesadaran masyarakat, dan dengan kesabaran untuk merawat Bandung.

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 12 Mei 2026, 12:27

Dari Rak “Buku Seks” sampai Arab-Israel yang Sengaja Dipertemukan, Mengintip Sisi Eksentrik Batu Api

Warung Batu Api di Jatinangor menyimpan cara unik Anton Solihin menyusun buku, dari rak “buku seks” hingga koleksi Arab-Israel yang sengaja dipajang saling berhadapan.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 10:02

Pernikahan di Era Gen Z: Ibadah, Tekanan Sosial, atau Pelarian?

Di balik romantisasi cinta Gen Z, ada pergaulan bebas, tekanan mental, dan tingginya perceraian muda.

Pernikahan sebagai ikatan suci (Sumber: Pixeabay / Foto: WenPhotos) (Sumber: Pixeabay | Foto: WenPhotos)
Beranda 12 Mei 2026, 09:45

Bersama T. Bachtiar, Ayobandung.id dan Himse Unpad Bahas Bandung dari Nama hingga Jejak Bencana

Ayobandung.id dan Himse Unpad menghadirkan T. Bachtiar dalam seminar interaktif yang membahas Bandung dari nama wilayah, tanah, bencana, hingga ingatan kolektif masyarakat.

Seminar interaktif “Nama yang Bercerita” bersama T. Bachtiar akan membahas cara membaca Bandung Raya melalui tanah, bencana, dan ingatan kolektif di Aula PSBJ FIB Unpad Jatinangor, 13 Mei 2026.
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 08:51

Apakah Benar Gaji Dosen Rendah karena Kompetensinya?

Rendahnya gaji dosen tidak hanya soal kompetensi, tetapi juga dipengaruhi minimnya dana riset, beban birokrasi kampus, dan sistem pendidikan yang belum ideal.

Pernyataan Wamendiktisaintek, Stella Christie "Gaji rendah dosen karena tidak kompeten". (Sumber: TikTok/@alee.gresik)