Tak Perlu Saling Menyalahkan, Ruang Publik Perlu Budaya Saling Menghargai

Toni Hermawan
Ditulis oleh Toni Hermawan diterbitkan Senin 19 Jan 2026, 08:55 WIB
Warga melakukan aktivitas lari pagi di kawasan Dago, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Djoko Subinarto)

Warga melakukan aktivitas lari pagi di kawasan Dago, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Djoko Subinarto)

AYOBANDUNG.ID - Kondisi pejalan kaki di Kota Bandung dinilai semakin terpinggirkan. Sejumlah warga mengeluhkan kondisi trotoar yang rusak, sempit, dan kerap tidak ramah bagi pengguna, sehingga menyulitkan aktivitas berjalan kaki.

Tak hanya pejalan kaki, para pecinta olahraga lari pun menghadapi persoalan serupa. Mereka kerap harus berbagi ruang dengan sepeda motor dan mobil yang melintas di jalan raya karena keterbatasan ruang aman untuk berlari.

Di sisi lain, layanan transportasi publik seperti angkutan kota dan bus masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari segi kenyamanan, keterjangkauan, maupun kualitas pelayanan. Kondisi ini membuat masyarakat semakin bergantung pada kendaraan pribadi.

Meski sejumlah moda transportasi baru seperti Trans Metro Bandung serta layanan angkutan berbasis aplikasi telah dihadirkan sebagai alternatif, keberadaannya dinilai belum mampu mengimbangi kuatnya dominasi kendaraan pribadi di jalanan Kota Bandung.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung menunjukkan ketimpangan tersebut terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun. Pada 2020, jumlah angkutan umum tercatat kurang dari 12 ribu unit, sementara kendaraan pribadi telah melampaui 1,5 juta unit. Ketimpangan ini berlanjut hingga data terbaru BPS tahun 2024, yang mencatat jumlah penduduk Kota Bandung mencapai sekitar 2,5 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 persen direpresentasikan oleh kendaraan pribadi yang beroperasi di jalanan kota, atau setara dengan sekitar 1,52 juta unit.

Kendaraan pribadi mendominasi arus lalu lintas di Kota Bandung, Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Kendaraan pribadi mendominasi arus lalu lintas di Kota Bandung, Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Dalam rentang waktu 2019 hingga 2024, rata-rata akumulasi kendaraan pribadi berada di angka sekitar 1,5 juta unit, sedangkan jumlah transportasi umum hanya berkisar 11 ribu unit. Artinya, transportasi umum hanya menguasai sekitar 0,8 persen dari total lalu lintas di Kota Bandung. Angka ini mencerminkan lemahnya peran angkutan umum dalam sistem transportasi perkotaan.

Beragam aktivitas masyarakat berlangsung setiap hari di ruang kota, mulai dari berjalan kaki, berangkat ke sekolah dan kantor, hingga menuju pusat perbelanjaan dan kawasan kuliner. Aktivitas bersepeda dan olahraga lari pun kian marak sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Namun, di tengah padatnya aktivitas tersebut, ruang aman dan nyaman bagi pelari justru semakin terbatas. Kondisi ini membuat pejalan kaki, khususnya pelari, kian terpinggirkan di ruang publik Kota Bandung.

Salah seorang pelari, Muhammad Fayyadh Dzaki Mawardi (23), mengaku telah rutin menjalani olahraga lari di Bandung selama sekitar dua setengah tahun terakhir. Ia memilih berbagai lokasi sebagai rute lari, baik di pusat kota maupun kawasan permukiman.

“Aku lari di Bandung sudah sekitar 2,5 tahun, dari akhir 2023 sampai sekarang. Biasanya lari di Jalan L.R.E. Martadinata, GOR Saparua, kawasan Podomoro Park Bojongsoang, atau daerah Dago dan Sultan Agung,” ujarnya.

Menurut Dzaki, dalam menggunakan ruang publik, diperlukan kesadaran dari seluruh pengguna jalan untuk saling berbagi demi kenyamanan dan keselamatan bersama.

“Kalau harus berbagi dengan kendaraan, sebenarnya itu soal inisiatif. Kita sama-sama pakai fasilitas umum, jadi harus saling mengerti,” katanya.

Ia mengungkapkan, pelari kerap harus menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan. Namun, berlari di trotoar yang tidak rata membuat aktivitas lari menjadi kurang nyaman.

“Trotoar itu jalurnya naik-turun, jadi mengganggu ritme lari. Kalau terus-terusan lari di trotoar, form larinya jadi kurang nyaman,” ujarnya.

Dzaki menambahkan, berlari di jalan raya juga memiliki risiko tersendiri karena pelari harus lebih waspada terhadap lalu lintas yang padat.

“Kalau di jalan harus ekstra hati-hati, lihat kanan kiri karena ada motor, mobil, angkot, dan bus,” ucapnya.

Ia menilai, idealnya tersedia jalur khusus jogging agar pelari dapat beraktivitas dengan aman. Namun, pada praktiknya, jalur khusus sering kali tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

“Jogging track sebenarnya bisa dibuat, tapi kendalanya mirip jalur sepeda. Sudah dibuat, tapi masih dipakai motor atau jadi tempat parkir liar,” katanya.

Dzaki berharap pemerintah dapat menyediakan fasilitas publik yang lebih mendukung aktivitas olahraga, seperti jalur khusus lari yang jelas dan aman.

“Alangkah baiknya kalau ada jogging track tersendiri di sepanjang jalan raya, dibatasi jelas supaya pengguna kendaraan tahu itu area pelari atau pesepeda,” ungkapnya.

Pengalaman serupa dirasakan Duta Zrief Manaf (24). Ia mengatakan, berlari di pinggir jalan kerap terasa lebih nyaman dibandingkan di trotoar yang kondisinya tidak rata.

“Biasanya lari di pinggir jalan. Kalau di trotoar jalannya nggak stabil, sedangkan di pinggir jalan tumpuan kaki dan grip sepatu lebih enak,” ujarnya.

Manaf menilai keberadaan transportasi umum cukup membantu pelari, terutama setelah menempuh jarak lari yang jauh. Ia bisa memanfaatkan angkutan umum untuk kembali ke rumah tanpa harus kelelahan.

Angkutan umum di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Angkutan umum di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

“Saya sering lari dari Bojongsoang ke Dago lalu turun ke kota. Pulangnya butuh transportasi umum, jadi itu cukup membantu,” katanya.

Ia menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi dari pihak berwenang agar seluruh pengguna jalan dapat memanfaatkan fasilitas publik secara tertib.

“Menurut saya perlu sosialisasi dari wali kota atau pihak terkait, supaya transportasi umum dan pengguna jalan bisa tertib dan tidak saling mengganggu,” ujarnya.

Menurut Manaf, kunci utama agar aktivitas di ruang publik berjalan aman adalah saling pengertian antara pelari dan pengguna jalan lainnya.

“Semoga bisa berdampingan. Lari itu olahraga yang baik dan sekarang lagi naik daun, tapi jangan sampai saling menyalahkan,” tuturnya.

Ia berharap ke depan tercipta budaya saling menghargai di ruang publik Kota Bandung, sehingga semua pihak dapat berbagi ruang dengan aman dan nyaman.

“Saling respect saja ke depannya. Jangan hanya menyalahkan pelari atau transportasi umum, tapi sama-sama saling memahami,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)