Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

6 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Cuitan yang tampak biasa, tagar yang tiba-tiba menjadi tren, hingga narasi yang tampak seragam di berbagai platform kerap kali dianggap sebagai dinamika alami di media sosial. Namun, di balik aliran informasi yang tampak wajar ini, ada operasi yang bekerja diam-diam untuk memengaruhi cara masyarakat berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan.

Fenomena ini dikenal sebagai Information Manipulation Operation (IMO). Berdasarkan laporan dari berbagai organisasi internasional seperti European External Action Service (EEAS), operasi ini dilakukan secara sistematis melalui jaringan akun, media, influencer, bahkan iklan digital untuk membentuk pandangan publik dan mengarahkan percakapan sesuai dengan kepentingan tertentu.

Siang itu, Sabtu 6 Juni 2026, atmosfer ruang perpustakaan Bunga di Tembok terasa seperti laboratorium digital. Jurnalis dari berbagai media di Bandung memenuhi setiap kursi. Kursi-kursi dibuat melingkar mengitari meja persegi panjang. Di depan layar proyektor, Ika berdiri sambil sesekali menunjukkan diagram berwarna-warni yang menggambarkan aliran sebuah operasi informasi. Pemateri yang berdiri di hadapan para jurnalis ini adalah Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo. Para peserta membuka laptop mereka, mengikuti petunjuknya untuk melacak jejak-jejak manipulasi yang selama ini tersembunyi di balik layar media sosial.

Namun, sebelum membahas alat investigasi dan teknik pelacakan, Ika lebih dulu mengingatkan bahwa jurnalis tidak berada di luar persoalan ini.

“Sebagai jurnalis, kita berkelindan dengan itu semua. Dan kadang media tidak secara sadar ikut mengamplifikasi yang sebenarnya itu adalah operasi informasi,” kata Ika sambil menatap para jurnalis yang duduk di hadapannya.

Ia menjelaskan bahwa banyak media yang tanpa sadar membantu memperluas jangkauan operasi informasi karena belum memiliki pemahaman yang cukup untuk mengenalinya.

“Bisa karena dia tidak paham, belum mempunyai kapasitas, tidak tahu kalau ini operasi informasi. Malah akhirnya kita justru memperluas operasi yang dilakukan oleh aktor-aktor itu,” lanjutnya.

Misinformasi atau Disinformasi?

Ika memulai materi dengan memaparkan perbedaan antara misinformasi dan disinformasi. Dua istilah ini sering dipertukarkan, tetapi sebenarnya memiliki perbedaan penting dalam hal kesengajaan.

“Misinformasi itu adalah informasi yang keliru. Tapi orang yang menyebarkannya tidak tahu kalau informasi itu keliru,” jelas Ika.

Sebaliknya, disinformasi adalah informasi yang salah dan disebarkan secara sengaja untuk mencapai tujuan tertentu.

“Kalau disinformasi, informasinya keliru, disebarkan oleh mereka yang sengaja menyebarkan,” ujar Ika.

“Perbedaannya ada pada kesengajaan. Ada tujuannya untuk membuat kerugian orang lain, memecah belah, atau menipu,” lanjutnya.

Perkembangan teknologi digital menyebabkan praktik ini menjadi operasi yang lebih rumit. Tidak lagi dilakukan oleh individu saja, tetapi oleh jaringan yang bekerja secara terorganisasi dan sistematis.

Saat menjelaskan konsep Foreign Information Manipulation and Interference (FIMI), Ika menerangkannya sebagai praktik manipulasi informasi antarnegara yang bertujuan untuk memengaruhi lingkungan informasi di suatu negara.

Ia menekankan bahwa operasi semacam ini tidak selalu terlihat dari isi kontennya. Yang perlu diperhatikan adalah pola penyebarannya, jaringan akun, dan koordinasi yang ada di baliknya.

“Dia terkoordinasi, terorganisasi. Dia menipu, tidak transparan, ada yang disembunyikan,” kata Ika.

Narasi yang Tak Sadar Diamplifikasi

Untuk membantu peserta memahami cara kerja operasi informasi, Ika menjelaskan hasil penyelidikannya mengenai gelombang demonstrasi yang terjadi pada akhir Agustus 2025. Dalam situasi tersebut, muncul narasi yang mencoba mengalihkan perhatian masyarakat dari masalah sosial dan politik yang mendasari demonstrasi.

“Narasi yang dibangun adalah bahwa protes akhir Agustus itu didanai Soros, didanai NED, dan bukan karena persoalan ekonomi maupun frustrasi politik,” ungkap Ika sambil menunjukkan beberapa judul berita dari berbagai media.

Timnya lalu melakukan pengumpulan dan analisis terhadap seluruh konten yang memiliki framing serupa.

“Kami mengumpulkan seluruh konten yang membawa framing itu dan menemukan sekitar 200 aktor yang terlibat,” kata Ika sambil memperlihatkan hasil analisisnya di layar.

Penelusuran itu menunjukkan bahwa narasi yang sama muncul berulang kali di berbagai platform dengan pola distribusi yang saling terhubung. Salah satu asal mula narasi ini berasal dari media yang terkait dengan Rusia, sebelum akhirnya menyebar ke Indonesia.

“Soros dan NED di balik protes Indonesia. Ini diterbitkan Sputnik dan kemudian diberitakan ulang oleh lebih dari seratus media di Indonesia,” ungkap Ika.

Tak lama setelah itu, narasi serupa kembali muncul melalui akun influencer asing yang menyebarkan pesan yang sama. Narasi tersebut kemudian diperkuat oleh sejumlah influencer dari luar negeri yang menyampaikan bahwa aksi demonstrasi akhir Agustus dibiayai oleh Barat.

Bagi Ika, situasi ini menunjukkan bagaimana operasi informasi dapat masuk ke ruang redaksi tanpa disadari. Narasi yang awalnya dibuat oleh jaringan tertentu bisa mendapatkan legitimasi saat diulang oleh media arus utama.

“Media mesti lebih hati-hati ketika mengutip, merepublikasi, atau membuat berita yang basisnya trending topic atau viral. Karena bisa jadi kita justru mengamplifikasi FIMI,” kata Ika.

Membaca Jejak Operasi dari Trending Topic

Dalam sesi praktik, peserta diajak untuk menelusuri berbagai alat yang umum digunakan untuk mendeteksi manipulasi informasi. Salah satunya adalah dengan memantau trending topic di platform X, kemudian menganalisisnya menggunakan alat tertentu.

Di layar proyektor, Ika menunjukkan bagaimana sebuah topik dapat diawasi selama 24 jam penuh. Dari sini, peserta belajar mengenali pola munculnya tagar, kata kunci, dan akun-akun yang menyebarkan pesan serupa secara bersamaan.

Menurut Ika, keberhasilan suatu operasi informasi sering kali diukur dari seberapa baik mereka dapat mendominasi percakapan publik.

“Kalau dia semakin bisa menjadi trending topic, KPI (Key Performance Indicator) mereka terpenuhi,” ucap Ika.

Di balik banyaknya interaksi yang terlihat alami, sering kali terdapat jaringan akun yang saling memperkuat satu sama lain.

“Engagement itu sebenarnya dimanipulasi dengan jaringan mereka sendiri,” katanya.

Ia juga mendapati bahwa aktivitas ini biasanya dilakukan pada jam-jam tertentu yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan media sosial.

“Operasi itu terjadi di jam-jam tertentu, mengikuti pola orang Indonesia kapan paling banyak berada di media sosial,” ujar Ika.

Dengan berbagai alat investigasi digital, peserta diajak melacak hubungan antarakun, pola penggunaan tagar, kesamaan visual, dan penyebaran narasi di berbagai platform. Setiap unggahan diperlakukan seperti potongan puzzle yang perlu disusun untuk mengungkap gambaran besar di balik sebuah operasi.

Operasi Domestik

Selain aksi yang datang dari luar negeri, Ika mengungkapkan adanya Domestic Information Manipulation and Interference (DIMI), yaitu kegiatan manipulasi informasi yang dilakukan oleh aktor dalam negeri.

Dalam berbagai studi yang telah dilakukan, kegiatan tersebut sering kali disajikan sebagai gerakan sukarela atau inisiatif kelompok relawan. Namun, hasil penyelidikan mengungkapkan realitas yang lebih rumit. Ika memberikan contoh hasil analisisnya bersama tim Tempo saat masifnya narasi “Terima Kasih Pak Jokowi” di media sosial dan baliho di berbagai daerah menjelang berakhirnya masa jabatan presiden. Tempo mengeluarkan editorial berjudul “Operasi Memoles Citra Jokowi” pada 13 Oktober 2024.

“Mereka mengklaim operasi itu organik dan sukarela dari relawan. Tapi hasil investigasi Tempo menunjukkan ada instruksi, ada insentif finansial, dan ada mobilisasi sumber daya negara,” ungkap Ika.

Bagi para peserta, workshop tersebut tidak hanya memperkenalkan berbagai alat untuk investigasi digital. Kegiatan itu juga meningkatkan kesadaran bahwa ancaman terhadap integritas informasi tidak selalu muncul dalam bentuk berita palsu yang mudah dikenali.

Sering kali, ancaman ini hadir dalam bentuk tren yang tampak alami, percakapan yang terlihat organik, atau narasi yang terus muncul sehingga terasa seperti kebenaran. Di sinilah terletak tantangan terbesar dalam jurnalisme saat ini: bukan hanya memeriksa fakta, tetapi juga mengidentifikasi siapa yang mendorong percakapan dan untuk kepentingan siapa percakapan itu dibangun.

Di tengah banjir informasi, tanggung jawab jurnalis bukan sekadar memberitakan apa yang sedang tren, tetapi juga mengungkap apa yang dengan sengaja dibuat menjadi tren.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 18:09

Pandemi Senyap Kapitalisme dalam Industri Gula dan Obat-obatan

Membongkar masalah ketimpangan yang serius di balik industri gula dan obat-obatan. Keduanya berkolaborasi dalam industri kematian yang mengancam masyarakat berpenghasilan rendah.

Pabrik gula. (Sumber: Pexels | Foto: Deepak Sharma)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 17:07

Mengapa Kampanye Mi Nyemek Jogja Mudah Diingat?

Menganalisis bagaimana Mi Nyemek Ala Jogja Rasa Rendang dipublikasikan dengan pesan yang konsisten, sehingga informasi produk dapat diterima publik secara luas dan jelas.

Ilustrasi mie nyemek Jogja. (Sumber: Youtube | Foto: DewiRistiyaniKitchen)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 16:00

Dari Kasus Penebangan Pohon hingga Persib-Persija, Isu Menarik Pekan Ini untuk Ayo Netizen

Bagi penulis Ayo Netizen yang masih mencari ide segar, berikut beberapa isu yang layak diangkat dalam beberapa hari ke depan.

Lokasi pohon-pohon yang diduga ditebang tanpa izin pemerintah. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 15:02

Mengapa Kampanye Jumbo Mudah Diingat? Jawabannya Ada pada Konsistensi Pesan

Kolaborasi antara Fore Coffe dan film animasi Jumbo menjadi salah satu strategi pemasaran yang menarik untuk di teliti karena menghadirkan pengalaman yang baru bagi konsumen.

Ilustrasi kampanye film Jumbo yang masih tetap konsisten sampai saat ini. (Istimewa)
Sejarah 03 Agu 2026, 13:10

Sejarah Peuyeum Ketan Kuningan, Tradisi Fermentasi yang jadi Identitas Daerah

Peuyeum ketan Kuningan lahir dari tradisi kampung, berkembang menjadi oleh-oleh populer, dan tetap mempertahankan proses fermentasi tradisional.

Peuyeum atau tape ketan Kuningan.
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 12:38

Momentum Agustus 2026: Saatnya Menggali Cerita dari Kemerdekaan hingga Budaya Bandung

Bulan Agustus selalu menghadirkan banyak momentum yang layak dijadikan bahan tulisan.

Sejumlah ibu rumah tangga mengikuti berbagai lomba 17 Agustus di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 10:05

Mengenang Acara Radio Favorit GANESHA IWAN FALS (GIF)

Lagu-lagu Iwan Fals menyebar dari kaset, panggung konser, hingga gelombang radio.

Sosok musisi legendaris Iwan Fals menghiasi berbagai halaman depan tabloid dan majalah musik populer sepanjang era 1990-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 08:48

Penebangan Pohon Malam Hari: Kejahatan Lingkungan atau Sekadar Pelanggaran Administratif?

Ketika penebangan pohon dilakukan tanpa izin, maka secara administratif, jelas itu pelanggaran lantaran ada prosedur yang dilanggar.

Aktivita penebangan pohon di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Agu 2026, 19:39

Jejak Rasa di Garis Depan: Menelusuri Kaitan Erat Aantara Kuliner, Logistik Perang, dan Kedaulatan Indonesia

Kuliner dan kemerdekaan Indonesia berkelindan secara berkelanjutan.

ilustrasi Sukarno dan buku "Mustikarasa". (Sumber: Ayobandung.id)