Nyawa dan Keselamatan Dipertaruhkan Gara-gara Jalan Rusak, Warga Bandung Barat Tagih Janji Pembangunan Infrastruktur

Restu Nugraha Sauqi
Ditulis oleh Restu Nugraha Sauqi diterbitkan Jumat 27 Jun 2025, 12:31 WIB
Jalan di Desa Bojongsalam, Kecamatan Rongga, Bandung Barat menjadi cerminan infrastruktur yang belum layak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)

Jalan di Desa Bojongsalam, Kecamatan Rongga, Bandung Barat menjadi cerminan infrastruktur yang belum layak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)

AYOBANDUNG.ID- Pada 6 Februari 2024, sesaat setelah dinyatakan sebagai pemenang Pilkada 2024, Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat terpilih, Jeje Richie Ismail dan Asep Ismail, menegaskan komitmennya untuk tidak menunda-nunda kerja.

Dalam konferensi pers di Kantor KPU Bandung Barat mereka menyatakan bahwa proses transisi pemerintahan akan langsung dimulai pada pekan berikutnya, dengan fokus pada realisasi 32 program prioritas yang telah dijanjikan selama masa kampanye.

Salah satu program prioritas yang langsung dikebut dalam 100 hari pertama pemerintahan Jeje–Asep adalah pembangunan infrastruktur, selain sektor kesehatan dan pendidikan.

Janji itu kembali ditegaskan Jeje Ritchie Ismail pada pertengahan Juni lalu, menandai keseriusan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam menepati komitmen awal masa jabatan. Salah satu sorotan utamanya adalah pembenahan sektor pendidikan, terutama perbaikan infrastruktur sekolah dasar dan menengah yang kondisinya memprihatinkan di sejumlah wilayah.

Bupati Jeje menegaskan bahwa hingga akhir 2025, pemerintahannya akan memprioritaskan tiga program utama pembangunan: perbaikan jalan rusak yang kerap dikeluhkan warga, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan demi mendukung kualitas belajar mengajar, serta penanganan sampah yang menjadi masalah lingkungan kronis di KBB.

Kini janji Jeje-Asep soal pembangunan infrastruktur ditagih warganya.

Fakta di lapangan masih ditemukan kenyataan pahit yang dihadapi warganya yang masih berjibaku dengan kondisi infrastruktur yang buruk. Potret buram pembangunan ini mencuat dari pelosok kecamatan yang seakan tak tersentuh pembangunan.

Salah satu gambaran paling mencolok datang dari Desa Bojongsalam, Kecamatan Rongga. Di sana, sebuah madrasah ibtidaiyah menjadi saksi ketimpangan pembangunan selama hampir dua dekade. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cangkuang, satu-satunya tempat belajar bagi anak-anak Kampung Langkop, Cangkuang, dan Ciawitali, kini tinggal menunggu waktu untuk runtuh.

Bangunan sekolah itu rusak sejak gempa tahun 2023. Plafon jebol, dinding retak, dan atap bocor jadi pemandangan harian. Ruang guru hanya ditutupi triplek, sementara para siswa tetap belajar di bawah bayang-bayang bangunan yang sewaktu-waktu bisa runtuh.

Jalan menuju sekolah pun bukan perkara mudah. Anak-anak harus menapaki jalan setapak sejauh 5 kilometer, melintasi bukit dan hutan. Saat hujan turun, jalur itu berubah menjadi lintasan lumpur yang tak bisa dilewati kendaraan.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cangkuang di Kampung Langkop, Cangkuang, Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cangkuang di Kampung Langkop, Cangkuang, Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)

Belum cukup sampai di situ, seluruh tenaga pengajar di MI Cangkuang berstatus honorer. Mereka mengabdi dengan bayaran jauh di bawah upah layak. Gedung sekolah boleh nyaris roboh, tapi semangat mereka tak runtuh untuk memberi anak-anak kesempatan belajar.

Sementara itu, di sektor kesehatan, cerita tragis datang dari ibu-ibu hamil yang harus ditandu ketika hendak melahirkan. Tidak ada puskesmas, tak ada mobil ambulans yang bisa masuk, dan jalan rusak membuat motor pun tak bisa jadi solusi.

Warga setempat hanya bisa mengandalkan tandu dari bambu dan sarung. Seorang ibu bahkan pernah melahirkan di atas tandu dalam perjalanan menembus hutan. Video peristiwa itu sempat viral, menyentak kesadaran publik, namun tak banyak perubahan terjadi setelahnya.

Ironinya, wilayah ini berada di sekitar proyek strategis nasional PLTA Upper Cisokan. Tapi infrastruktur dasar seperti jalan dan layanan kesehatan justru tertinggal jauh. Warga seperti hidup berdampingan dengan pembangunan besar yang tak menyentuh kehidupan mereka.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan wakilnya Asep Ismail saat merayakan HUT ke-18 Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan wakilnya Asep Ismail saat merayakan HUT ke-18 Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)

Jeje- Asep sebenarnya memahami permasalahan di wilayahnya. Seperti saat kampanye, dia menawarkan misi besar yaitu mempercepat pembangunan infrastruktur layanan dasar dan lingkungan hidup.

Misi tersebut diterjemahkan dalam program nyata seperti pembangunan pusat kesehatan masyarakat desa (Puskesdes), penempatan tenaga kesehatan di desa, serta peningkatan dan pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas.

Namun bagi warga yang tinggal di pelosok, lagi-lagi semua janji politik itu hanya akan berarti jika benar-benar diwujudkan.

Selain masalah di atas, nasib korban bencana di Kecamatan Rongga juga belum mendapat kejelasan. Acih seorang warga Kampung Cigombong salah satunya yang sudah hampir satu setengah tahun tinggal di rumah darurat setelah tanah bergerak meluluhlantakkan rumahnya.

Janji relokasi yang dilontarkan sejak awal bencana tak kunjung ditepati. Acih terpaksa meminjam uang untuk membangun rumah semi permanen di atas kolam ikan milik anaknya. Di usia senja, dia harus kembali berutang demi tempat berteduh.

Acih dan rumahnya yang terpaksa dia tinggalkan akibat bencana tanah bergerak di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Acih dan rumahnya yang terpaksa dia tinggalkan akibat bencana tanah bergerak di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)

Cerita serupa datang dari Wawan dan Hindun, warga terdampak lain. Mereka membangun rumah dari tabungan pribadi karena tak tahan hidup berpindah-pindah. Bagi mereka, ulang tahun daerah bukanlah pesta, melainkan pengingat bahwa janji pemerintah belum ditepati.

Data menunjukkan ada lima lokasi bencana di Bandung Barat yang belum direlokasi hingga kini. Ratusan jiwa hidup di bawah bayang-bayang risiko. Dari Rongga hingga Lembang, berbagai bencana telah terjadi, tapi solusi masih jalan di tempat.

Pemkab Bandung Barat berdalih relokasi terhambat masalah lahan. Gubernur Jawa Barat bahkan merencanakan desain rumah adat sebagai solusi hunian, namun prosesnya lambat. Kajian akademik dari ITB masih berlangsung dan pembangunan baru direncanakan dimulai Juli 2025.

Semua potret ini seakan menunjukkan bahwa Bandung Barat yang telah berdiri selama 18 tahun atau 5 bulan pemerintah Jeje-Asep masih menyisakan PR besar di banyak sektor. Infrastruktur dasar, kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana belum berjalan merata.

Mereka yang tinggal di pelosok, yang jadi korban bencana, dan yang bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan, hanya ingin satu: keadilan pembangunan. Warga Bandung Barat kini menagih janji setelah tuntas memberikan suaranya. Mereka butuh sekolah dan rumah layak serta jalan yang aman untuk dilalui.

News Update

Sejarah 12 Apr 2026, 14:38

Sejarah Letusan Galunggung 1982, Sembilan Bulan Bencana Vulkanik di Jawa Barat

Letusan Galunggung 1982 berlangsung sembilan bulan, memicu pengungsian massal, kerusakan luas, dan menjadi salah satu bencana vulkanik terbesar di Jawa Barat.

Letusan Galunggung 1982. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Apr 2026, 13:26

4 Ide Cerita untuk Kamu yang Merasa 'Terasing' di Bandung Kampung Halamanmu

Kita berdiri di kota tempat lahir, tapi merasa seperti tamu.

Wisata kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, Rabu 25 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 12 Apr 2026, 09:39

Hikayat Kampung Adat Mahmud, Penyebaran Islam hingga Larangan Menabuh Gong

Kampung Adat Mahmud di Bandung menyimpan sejarah penyebaran Islam, tradisi rumah panggung, dan larangan menabuh gong yang masih dijaga.

Kampung Mahmud, Bandung. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 12 Apr 2026, 08:52

Bandung Era 1990-an dalam Ingatan Anak Kost

Bandung era 90-an, bagi saya, bukan sekadar kenangan. Ia adalah rumah yang selalu bisa saya kunjungi, kapan saja, dalam ingatan.

Anak kost era 1990-an, bersahabat dengan Erwan Setiawan, kini Wagub Jawa Barat. Kenangan sederhana yang tak lekang waktu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)