Nyawa dan Keselamatan Dipertaruhkan Gara-gara Jalan Rusak, Warga Bandung Barat Tagih Janji Pembangunan Infrastruktur

4 menit baca
Restu Nugraha Sauqi
Ditulis oleh Restu Nugraha Sauqi diterbitkan
Jalan di Desa Bojongsalam, Kecamatan Rongga, Bandung Barat menjadi cerminan infrastruktur yang belum layak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Jalan di Desa Bojongsalam, Kecamatan Rongga, Bandung Barat menjadi cerminan infrastruktur yang belum layak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)

AYOBANDUNG.ID- Pada 6 Februari 2024, sesaat setelah dinyatakan sebagai pemenang Pilkada 2024, Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat terpilih, Jeje Richie Ismail dan Asep Ismail, menegaskan komitmennya untuk tidak menunda-nunda kerja.

Dalam konferensi pers di Kantor KPU Bandung Barat mereka menyatakan bahwa proses transisi pemerintahan akan langsung dimulai pada pekan berikutnya, dengan fokus pada realisasi 32 program prioritas yang telah dijanjikan selama masa kampanye.

Salah satu program prioritas yang langsung dikebut dalam 100 hari pertama pemerintahan Jeje–Asep adalah pembangunan infrastruktur, selain sektor kesehatan dan pendidikan.

Janji itu kembali ditegaskan Jeje Ritchie Ismail pada pertengahan Juni lalu, menandai keseriusan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam menepati komitmen awal masa jabatan. Salah satu sorotan utamanya adalah pembenahan sektor pendidikan, terutama perbaikan infrastruktur sekolah dasar dan menengah yang kondisinya memprihatinkan di sejumlah wilayah.

Bupati Jeje menegaskan bahwa hingga akhir 2025, pemerintahannya akan memprioritaskan tiga program utama pembangunan: perbaikan jalan rusak yang kerap dikeluhkan warga, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan demi mendukung kualitas belajar mengajar, serta penanganan sampah yang menjadi masalah lingkungan kronis di KBB.

Kini janji Jeje-Asep soal pembangunan infrastruktur ditagih warganya.

Fakta di lapangan masih ditemukan kenyataan pahit yang dihadapi warganya yang masih berjibaku dengan kondisi infrastruktur yang buruk. Potret buram pembangunan ini mencuat dari pelosok kecamatan yang seakan tak tersentuh pembangunan.

Salah satu gambaran paling mencolok datang dari Desa Bojongsalam, Kecamatan Rongga. Di sana, sebuah madrasah ibtidaiyah menjadi saksi ketimpangan pembangunan selama hampir dua dekade. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cangkuang, satu-satunya tempat belajar bagi anak-anak Kampung Langkop, Cangkuang, dan Ciawitali, kini tinggal menunggu waktu untuk runtuh.

Bangunan sekolah itu rusak sejak gempa tahun 2023. Plafon jebol, dinding retak, dan atap bocor jadi pemandangan harian. Ruang guru hanya ditutupi triplek, sementara para siswa tetap belajar di bawah bayang-bayang bangunan yang sewaktu-waktu bisa runtuh.

Jalan menuju sekolah pun bukan perkara mudah. Anak-anak harus menapaki jalan setapak sejauh 5 kilometer, melintasi bukit dan hutan. Saat hujan turun, jalur itu berubah menjadi lintasan lumpur yang tak bisa dilewati kendaraan.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cangkuang di Kampung Langkop, Cangkuang, Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cangkuang di Kampung Langkop, Cangkuang, Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)

Belum cukup sampai di situ, seluruh tenaga pengajar di MI Cangkuang berstatus honorer. Mereka mengabdi dengan bayaran jauh di bawah upah layak. Gedung sekolah boleh nyaris roboh, tapi semangat mereka tak runtuh untuk memberi anak-anak kesempatan belajar.

Sementara itu, di sektor kesehatan, cerita tragis datang dari ibu-ibu hamil yang harus ditandu ketika hendak melahirkan. Tidak ada puskesmas, tak ada mobil ambulans yang bisa masuk, dan jalan rusak membuat motor pun tak bisa jadi solusi.

Warga setempat hanya bisa mengandalkan tandu dari bambu dan sarung. Seorang ibu bahkan pernah melahirkan di atas tandu dalam perjalanan menembus hutan. Video peristiwa itu sempat viral, menyentak kesadaran publik, namun tak banyak perubahan terjadi setelahnya.

Ironinya, wilayah ini berada di sekitar proyek strategis nasional PLTA Upper Cisokan. Tapi infrastruktur dasar seperti jalan dan layanan kesehatan justru tertinggal jauh. Warga seperti hidup berdampingan dengan pembangunan besar yang tak menyentuh kehidupan mereka.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan wakilnya Asep Ismail saat merayakan HUT ke-18 Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan wakilnya Asep Ismail saat merayakan HUT ke-18 Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)

Jeje- Asep sebenarnya memahami permasalahan di wilayahnya. Seperti saat kampanye, dia menawarkan misi besar yaitu mempercepat pembangunan infrastruktur layanan dasar dan lingkungan hidup.

Misi tersebut diterjemahkan dalam program nyata seperti pembangunan pusat kesehatan masyarakat desa (Puskesdes), penempatan tenaga kesehatan di desa, serta peningkatan dan pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas.

Namun bagi warga yang tinggal di pelosok, lagi-lagi semua janji politik itu hanya akan berarti jika benar-benar diwujudkan.

Selain masalah di atas, nasib korban bencana di Kecamatan Rongga juga belum mendapat kejelasan. Acih seorang warga Kampung Cigombong salah satunya yang sudah hampir satu setengah tahun tinggal di rumah darurat setelah tanah bergerak meluluhlantakkan rumahnya.

Janji relokasi yang dilontarkan sejak awal bencana tak kunjung ditepati. Acih terpaksa meminjam uang untuk membangun rumah semi permanen di atas kolam ikan milik anaknya. Di usia senja, dia harus kembali berutang demi tempat berteduh.

Acih dan rumahnya yang terpaksa dia tinggalkan akibat bencana tanah bergerak di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Acih dan rumahnya yang terpaksa dia tinggalkan akibat bencana tanah bergerak di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)

Cerita serupa datang dari Wawan dan Hindun, warga terdampak lain. Mereka membangun rumah dari tabungan pribadi karena tak tahan hidup berpindah-pindah. Bagi mereka, ulang tahun daerah bukanlah pesta, melainkan pengingat bahwa janji pemerintah belum ditepati.

Data menunjukkan ada lima lokasi bencana di Bandung Barat yang belum direlokasi hingga kini. Ratusan jiwa hidup di bawah bayang-bayang risiko. Dari Rongga hingga Lembang, berbagai bencana telah terjadi, tapi solusi masih jalan di tempat.

Pemkab Bandung Barat berdalih relokasi terhambat masalah lahan. Gubernur Jawa Barat bahkan merencanakan desain rumah adat sebagai solusi hunian, namun prosesnya lambat. Kajian akademik dari ITB masih berlangsung dan pembangunan baru direncanakan dimulai Juli 2025.

Semua potret ini seakan menunjukkan bahwa Bandung Barat yang telah berdiri selama 18 tahun atau 5 bulan pemerintah Jeje-Asep masih menyisakan PR besar di banyak sektor. Infrastruktur dasar, kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana belum berjalan merata.

Mereka yang tinggal di pelosok, yang jadi korban bencana, dan yang bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan, hanya ingin satu: keadilan pembangunan. Warga Bandung Barat kini menagih janji setelah tuntas memberikan suaranya. Mereka butuh sekolah dan rumah layak serta jalan yang aman untuk dilalui.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 14 Jul 2026, 10:54

Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

Setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 09:54

Membangun Integritas sebagai DNA Utama Aparatur

Integritas benar-benar meresap menjadi DNA dalam setiap urat nadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kita.

Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 08:56

Pesan Tersembunyi dari Empat Semifinalis Piala Dunia 2026

Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris memiliki satu kesamaan: mereka tidak hanya memiliki sebelas pemain hebat.

Ilustrasi semifinalis Piala Dunia 2026. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 19:03

Ketika Kebebasan Ber-(SUARA) Disalahpahami

Katanya Silahkan jadi Penulis yang Kritis tapi jangan abcd

Ilustrasi kebebasan berpendapat. (Sumber: Pexels | Foto: Dany Kurniawan)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 18:39

Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

Ribuan anak cerdas terancam gagal kuliah karena biaya. Persoalan bermuara pada paradigma pendidikan, bukan hanya UKT.

Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 17:25

Jelajah Leuwi Raksamala Ciamis, Lubuk Tersembunyi di Kawasan Curug Jami

Cari hidden gem di Ciamis? Leuwi Raksamala dekat Curug Jami menawarkan kolam alami, air jernih, dan suasana tenang. Cek panduan wisata lengkapnya di sini.

Leuwi Raksamala Ciamis. (Sumber: TikTok @heru_montana2)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 17:00

Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

Kios pedagang Terminal Cicaheum akan dibongkar demi depo BRT. Kompensasi Rp2-3 juta dinilai jauh dari nilai puluhan tahun mata pencaharian mereka.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:40

Selebrasi Ikonik Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia menghadirkan beberapa selebrasi gol ikonik yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia sampai saat ini

Selebrasi khas Brian Laudrup di Piala Dunia 1998. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:06

Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

Analisis strategi public relations writing Adidas dalam kampanye “Backyard Legends” menjelang Piala Dunia 2026 melalui website dan Instagram untuk memperkuat citra brand.

Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:25

Saya, Lapar, dan Knut Hamsun

Entah ini memang takdir, atau kesengajaan yang konyol. Saya membaca Lapar (Sult/Hunger) karangan Knut Hamsun dalam keadaan lapar, benar-benar lapar.

Buku "Hunger" (Lapar) karya Knut Hamsun. (Sumber: oldsovereignpublishing.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:08

Politik Bandung Terlalu Sibuk Mencari Ikon

Politik perkotaan kerap bergerak di antara dua kepentingan: yang pertama adalah membangun citra kota, yang kedua adalah mengelola kehidupan kota sehari-hari. 

Sejumlah warga Bandung, dibantu sanggota Satlantas Polresta Bandung, sedang antre air bersih.
sedang mengantre air bersih, (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 13:19

Merayakan Keragaman, Memupuk Kerukunan 

Keragaman, kerukunan, toleransi sejatinya tidak hanya lahir dari ruang-ruang dialog, seminar, regulasi negara.

Warga mengikuti Upacara Adat Tutup Taun 1956 Ngemban Taun 1 Sura 1957 Saka Sunda di Kampung Adat Cireundeu, Leuwigajah, Kota Cimahi, Sabtu 5 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 11:48

Museum Kretek Kudus: Sejarah, Harga Tiket, Koleksi, dan Jam Buka

Museum Kretek Kudus merupakan satu-satunya museum rokok di Indonesia. Simak sejarah, koleksi, harga tiket, jam buka, dan daya tariknya di sini.

Museum Kretek Kudus. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 11:15

Budaya NG.O.P.I Anak Muda Sekarang: NGeluarin Opini 'Pragmatis vs Idealis'

Ketika pola pikir pragmatis dan idealis pada generasi muda yang memengaruhi orientasi dalam proses beropini.

Ilustrasi ngopi. (Sumber: Pexels | Foto: Thanh Bui)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 10:59

Pengaruh Pembangunan Rel Kereta di Ciwidey untuk Mata Pencaharian Pribumi (1917-1924)

Sedikit gambaran mengenai mata pencaharian masyarakat ketika pembangunan rel kereta di Ciwidey.

 (Sumber: ebay.com | Foto: ebay.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 09:07

Perjuangan Pustakawan Menghadirkan Buku Bergizi Gratis

Pustakawan tidak bisa dianggap sebagai profesi yang mudah.

Ilustrasi buku-buku di perpustakaan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 08:58

Urgensi Koperasi untuk Sektor Mekanisasi Pertanian Berkelanjutan

KDMP mestinya tumbuh menjadi koperasi yang mendukung peningkatan produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Ilustrasi Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 (Sumber: Kreasi dengan bantuan Gemini | Foto: dokpri Totok Siswantara)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 18:01

Dekonstruksi Strategi Komunikasi Persib dan Teka Teki Kedatangan Peralta

Persib kenalkan 6 pemain baru lewat kampanye 'positive movement' yang inovatif. Kini, Bobotoh menanti kejutan pamungkas: Peralta!

Mariano Peralta. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 16:11

Koperasi Desa Merah Putih, Akankah Menjadi Solusi Pemerataan Ekonomi Tingkat Desa?

Program nasional Koperasi Desa Merah Putih resmi diluncurkan pemerintah sebagai upaya percepatan kemandirian ekonomi desa. Namun, program ini dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Koperasi Desa Merah Putih. (Sumber: blorakab.go.id)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 12:11

Di Tengah Kenaikan Harga Bahan Bakar: Strategi Komunikasi Digital Perusahaan Energi Menjaga Kepercayaan Konsumen

Kenaikan harga bahan bakar minyak yang terjadi pada 4 Mei 2026 menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari.

banner ilustrasi kenaikan harga bbm.