Hikayat Janggal Pembunuhan Brutal Wanita Jepang Istri Pengacara di Bandung

3 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)

AYOBANDUNG.ID - Kasus pembunuhan brutal Shigeko Mumatsuma di Bandung tahun 2006 mengguncang publik. Istri pengacara asal Jepang itu ditemukan tewas dengan leher nyaris putus di rumahnya.

Bandung pagi itu, Selasa 1 Agustus 2006, masih terasa sejuk seperti biasa. Jalan Neglasari, kawasan tenang di Cidadap, jarang jadi lokasi kejadian heboh. Tapi sekitar pukul sembilan lewat sepuluh, ketenangan itu hancur berantakan. Dari sebuah rumah besar bernomor 5, terdengar jerit panik. Tak lama, polisi datang. Dan begitu mereka masuk, semua yang ada di sana terdiam.

Di ruang dalam rumah itu, seorang perempuan tergeletak bersimbah darah. Lehernya nyaris putus, dan yang lebih mengerikan, pisau dapur masih menancap di sana. Dialah Shigeko Mumatsuma, warga negara Jepang berusia sekitar 40 tahun, demikian laporan kantor berita Antara. Dia adalah istri pengacara Edi Wirawan, yang dikenal di kalangan hukum Bandung.

Suasana rumah tampak janggal. Tak ada tanda perampokan, tak ada pintu jebol. Ruangan utama rapi, hanya noda darah yang bercecer di mana-mana: di lantai ruang tamu, lorong menuju kamar mandi, bahkan dindingnya memercik merah. Di dekat tubuh Shigeko, polisi menemukan amplop coklat kosong, diduga tempat menyimpan uang. Tapi anehnya, hampir tak ada barang berharga yang hilang.

Baca Juga: Jejak Pembunuhan Sadis Sisca Yofie, Tragedi Brutal yang Gegerkan Bandung

Wakapolresta Bandung waktu itu, Kompol Benny, mengatakan darah korban sudah membeku ketika ditemukan. Berdasarkan rekaman CCTV rumah, gambar terakhir terekam pada pukul 20.30 malam sebelumnya, Senin 31 Juli 2006. “Diduga korban dibunuh pada malam hari,” kata Benny di lokasi kejadian.

Suaminya, Edi Wirawan, baru saja kembali dari luar kota pagi itu setelah mendapat telepon dari salah seorang pembantu yang panik. Ia datang bersama dua asisten rumah tangga dari kantornya di kawasan Ciumbuleuit, lalu menemukan tubuh istrinya dalam kondisi mengenaskan. Polisi kemudian membawa jenazah ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk diotopsi.

Yang menarik, rumah itu sebenarnya tidak pernah benar-benar sepi. Shigeko tinggal bersama tiga pembantu dan dua satpam. Tapi malam kejadian, salah satu satpam yang seharusnya berjaga, tidak ada di tempat. Namanya Suyitno. Ia menghilang begitu saja. Dan yang lebih mencurigakan, pintu pagar utama ditemukan tidak terkunci.

 (Sumber: Shutterstock)
(Sumber: Shutterstock)

Satpam Hilang, Kasus Tenggelam

“Diduga kuat pelaku pembunuhan adalah salah satu satpam rumah korban,” ujar Kompol Benny saat itu. Dugaan itu bukan tanpa alasan. Tak ada tanda-tanda pembobolan atau kekerasan di pintu rumah. Pintu utama hanya bisa dibuka menggunakan kode sidik jari, yang artinya pelaku pasti orang dalam atau seseorang yang sudah dikenal baik oleh korban.

Baca Juga: Geger Bandung 1934, Pembunuhan Berdarah di Rumah Asep Berlian

Berdasarkan keterangan warga sekitar, malam sebelum pembunuhan, mereka sempat melihat salah satu satpam keluar rumah sambil menggerutu. “Katanya dia kesal sama majikannya,” ujar seorang saksi yang tak disebutkan namanya.

Polisi menduga, sebelum korban dibunuh, pelaku sempat mengetuk pintu. Begitu dibukakan oleh Shigeko, pelaku langsung menyerang membabi buta. Tanpa saksi, tanpa pertolongan. Serangan yang begitu brutal hingga leher korban nyaris terputus.

Dalam laporan media Jepang NNA Asia, polisi Bandung menyebut korban sebagai “wanita keturunan Jepang” yang lahir pada 1950 dan telah menjadi warga negara Indonesia sejak sepuluh tahun sebelumnya. Ada perbedaan kecil dengan laporan media Indonesia yang menyebut Shigeko berusia 40 tahun, namun besar kemungkinan terjadi kesalahan transliterasi atau estimasi umur dalam laporan awal.

Dalam laporan yang sama, Wakapolresta Benny juga menyebut bahwa polisi tengah memburu seorang satpam keluarga yang menghilang setelah kejadian. Polisi bekerja sama dengan Polda Jawa Barat untuk melakukan pengejaran.

Spekulasi soal motif pun muncul. Ada dugaan tenang dendam pribadi, ada pula yang menyebut kemungkinan motif ekonomi. Tapi kecenderungannya lebih condong pada teori “sakit hati orang dalam”.

Baca Juga: Hikayat Kasus Pembunuhan Grutterink, Landraad Bandung jadi Saksi Lunturnya Hegemoni Kolonial

Kasus pembunuhan dengan menggorok leher samapi ampir putus ini terbilang tak kepalang kejamnya. Namun anehnya tak banyak jejak berita ihwal kasus Shigeko Mumatsuma ini. Selain Antara dan NNA, tak ada situs lain yang meninggalkan jejak.

Tak ada pula keterangan bagaimana nasib jasad wanita Jepang malang tersebut. Apakah pelaku pembunuhan sudah tertangkap atau masih buron, juga masih jadi misteri yang menggantung.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)