Kisah Ojol Bandung Perbaiki Jalan Rusak Tanpa Duit Pemerintah

3 menit baca
Mildan Abdalloh
Ditulis oleh Mildan Abdalloh diterbitkan
Hasan Fiidel, ojol asal Kabupaten Bandung memperbaiki jalan rusak tanpa duit pemerintah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Hasan Fiidel, ojol asal Kabupaten Bandung memperbaiki jalan rusak tanpa duit pemerintah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)

AYOBANDUNG.ID - Hasan Fiidel tidak banyak bicara, apalagi mengeluh di media sosial. Ia juga tak mengunggah surat terbuka kepada pejabat atau menyebar petisi daring. Pemuda 24 tahun asal Kabupaten Bandung ini justru mengambil tindakan diam-diam, tapi nyata.

Hasan adalah tukang ojek online (ojol), yang beberapa waktu lalu mengalami kecelakaan tunggal karena terperosok di jalan berlubang. Motor rusak, handphone yang menjadi alat kerja utama sebagai driver ojol pun retak layarnya.

“LCD-nya pecah, aplikasinya gak bisa dipakai. Saya nyesek banget waktu itu,” kata Hasan saat ditemui Selasa, 27 Mei 2025.

Bagi sebagian orang, rasa kecewa seperti itu mungkin akan berubah menjadi kemarahan terhadap pemerintah. Tapi Hasan justru mengambil jalan yang berbeda: memperbaiki sendiri lubang-lubang jalan yang ia temui.

“Saya gak mau nyalahin pemerintah. Tapi saya juga gak mau orang lain jatuh kayak saya,” ujarnya.

Ia mulai mengumpulkan informasi tentang teknik penambalan jalan melalui video YouTube dan bantuan kecerdasan buatan. Ia belajar jenis aspal yang digunakan, cara mencairkannya, hingga komposisi batu kerikil dan pasir agar hasil tambalan lebih awet.

Semua biaya ditanggung sendiri dari hasil menyisihkan pendapatan sebagai ojol.

Setiap kali menemukan jalan berlubang saat mengantar penumpang atau makanan, Hasan akan menandainya. Ketika ada waktu senggang, ia kembali ke lokasi itu dengan membawa peralatan: aspal cair, batu, pasir, dan semangat yang tak bisa dibeli.

“Biasanya 30 menit cukup buat nutup lubangnya. Tapi mencairkan aspalnya yang lama,” katanya.

Upaya Hasan ini kini sudah menjangkau berbagai kawasan di Kabupaten Bandung: dari Ciwidey, Soreang, hingga Pasirjambu. Jalan demi jalan ia tambal. Semata karena ia pernah merasakan sendiri bagaimana satu lubang kecil bisa menghancurkan hari, bahkan penghidupan.

500 Kilometer Jalan Rusak di Kabupaten Bandung

Cerita Hasan tak bisa dilepaskan dari konteks yang lebih besar: krisis infrastruktur jalan di Kabupaten Bandung. Sebagian jalan yang dilintasi Hasan mungkin termasuk dalam 500 kilometer ruas rusak yang menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyatakan pemerintah telah memperbaiki 1.000 kilometer jalan selama 3,5 tahun kepemimpinannya. Tapi itu belum cukup. Karena banyak jalan desa naik status menjadi jalan kabupaten, jumlah jalan rusak kembali membengkak. Targetnya, 500 kilometer sisa akan diselesaikan dalam tiga tahun mendatang dengan anggaran Rp1 triliun.

“Dari 1.500 kilometer jalan kabupaten, yang sudah mantap 1.000 kilometer. Sisanya 500 kilometer lagi kita bereskan sampai 2027,” kata Dadang, Februari lalu.

Tapi, ada pula cerita jalan yang bahkan belum pernah tersentuh perbaikan sejak zaman kolonial. Di Kampung Londok, perbatasan Kabupaten Bandung dan Cianjur, jalan peninggalan Belanda masih jadi akses utama warga.

“Sejak Indonesia merdeka belum ada perbaikan. Saya kepala daerah pertama yang datang ke sana,” kata Dadang.

Jalan di Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung belum juga diperbaiki. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Jalan di Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung belum juga diperbaiki. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)

Padahal, daerah itu hanya sekitar 22 kilometer dari Ciwidey dan punya potensi wisata yang tak kalah menarik. Tapi jalan rusak parah membuat kawasan itu seperti terisolasi. Nama Kampung Londok pun diplesetkan warga jadi "Kampung London"—karena rasanya seperti jauh di ujung dunia.

Untuk memperbaiki ruas jalan Kendeng–Dewata–Londok sepanjang 27 kilometer, Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan dana sekitar Rp50 miliar. Dadang berharap perbaikan ini juga melibatkan perusahaan lewat program CSR. Ia menyebut perusahaan seperti PT Geo Dipa dan PT Sangkanwangi sebagai pihak yang bisa dilibatkan dalam skema pentahelix.

Hingga akhir 2023, menurut Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, tingkat jalan mantap di wilayah itu mencapai 89,30%.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan masih ada ketimpangan besar. Dari total panjang jalan di Kabupaten Bandung yang mencapai 1,16 juta kilometer, hanya 659 ribu kilometer yang berstatus baik. Sisanya rusak ringan hingga berat mencapai 82 ribu kilometer, dan sebagian besar belum beraspal.

Jika dijabarkan, hanya 31,4% jalan di Kabupaten Bandung yang sudah beraspal. Sisanya, sekitar 63,9% masih berupa kerikil, 3,5 persen tanah, dan 1,2% material lainnya.

Sementara negara baru menganggarkan perbaikan secara bertahap, orang seperti Hasan memilih tidak menunggu. Mungkin ia sadar, jalan berlubang tak akan hilang hanya dengan menyalahkan. Jalan yang baik bisa dimulai dari satu tambalan kecil, asal ada niat besar di baliknya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)