Sheylla Vita Hadista, Penari dan Pesilat Muda Berprestasi dari Bandung

3 menit baca
Azzam Kusuma
Ditulis oleh Azzam Kusuma diterbitkan
Sheylla Vita Hadista sedang menerima penghargaan (Foto: Azzam Kusuma)
Sheylla Vita Hadista sedang menerima penghargaan (Foto: Azzam Kusuma)

Pagi di SMPN 72 Bandung selalu diwarnai semangat para siswa yang berbaris di lapangan untuk memulai hari. Di antara mereka, ada sosok yang mencuri perhatian dengan ketenangan dan senyum hangatnya, Sheylla Vita Hadista, siswi kelas 9 yang dikenal karena prestasinya di bidang pencak silat dan tari tradisional.

Di balik sikap lembutnya, tersimpan keteguhan hati seorang remaja yang berjuang menyeimbangkan antara seni, olahraga, dan akademik.

Bagi Sheylla, silat dan tari bukan sekadar aktivitas ekstrakurikuler, tetapi cara untuk mengenali diri. Ia belajar bagaimana menjaga keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan, antara disiplin dan keindahan.

“Dari silat, saya belajar fokus dan berani, sementara dari tari saya belajar mengekspresikan diri dengan indah,” ujarnya sambil tersenyum setelah latihan sore. Ia percaya bahwa keduanya saling melengkapi, mengajarkan keselarasan antara tubuh dan pikiran.

Perjalanan Sheylla di dunia silat dimulai sejak duduk di bangku SD. Awalnya, ia hanya mengikuti jejak sang ayah yang juga gemar bela diri. Namun, semakin lama ia jatuh cinta pada seni gerak dan filosofi pencak silat itu sendiri. Ketekunannya mengantarkan berbagai prestasi, di antaranya Juara 1 Kategori Perorangan dan Berpasangan SMP Putri, serta Juara 3 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2025 cabang Silat Tunggal Putri Wilayah Timur Kota Bandung. Dalam setiap pertandingan, Sheylla selalu membawa keyakinan bahwa kemenangan sejati bukan sekadar medali, melainkan pengalaman yang menguatkan.

Tak hanya silat, dunia tari pun menjadi bagian penting dalam hidupnya. Ia menjadi salah satu penampil dalam Lomba Kesenian Nasional 2025, membawa timnya meraih Juara 3 kategori Tari Kelompok. Saat diminta bercerita tentang pengalaman itu, Sheylla tertawa kecil. “Latihannya memang capek banget, apalagi menjelang lomba. Tapi waktu kami tampil, semua rasa lelah langsung hilang. Rasanya seperti semua kerja keras itu terbayar,” ujarnya, matanya berbinar mengenang momen itu.

Di balik deretan prestasinya, Sheylla dikenal sebagai siswi yang disiplin dan rendah hati. Salah satu guru pembinanya mengungkapkan bahwa Sheylla selalu menunjukkan tanggung jawab luar biasa.

“Dia itu tipe murid yang nggak pernah mengeluh,” tutur sang guru. “

Kalau ada latihan pagi-pagi atau tugas sekolah yang menumpuk, dia tetap hadir dengan semangat penuh. Buat saya, itu luar biasa untuk anak seusianya.” Ucapan itu menjadi cerminan betapa Sheylla tak hanya unggul di prestasi, tapi juga dalam sikap dan dedikasi.

Bagi Sheylla, keseimbangan adalah kunci. Ia sadar bahwa di balik kemenangan besar, ada pengorbanan kecil yang tak terlihat: waktu istirahat yang berkurang, tenaga yang terkuras, dan kesabaran yang terus diuji. Namun ia selalu menemukan cara untuk tetap menikmati prosesnya.

Ketika latihan selesai, ia sering duduk sejenak di tepi lapangan, menatap langit Bandung sambil mengatur napas. Dalam diamnya, ada rasa syukur yang mendalam.

“Saya cuma ingin terus belajar dan berkembang,” katanya pelan.

“Buat saya, setiap latihan adalah langkah kecil menuju impian.”

Sheylla juga menuturkan bahwa dukungan dari guru dan teman-temannya menjadi sumber semangat yang besar. Ia merasa beruntung berada di lingkungan yang mendukung bakat dan minatnya. Setiap kali meraih prestasi, ia tak lupa mengucap syukur dan mempersembahkannya untuk sekolah serta keluarganya. Ia sadar, di balik setiap keberhasilannya ada banyak doa dan bimbingan yang mengiringi.

Kini, di usia remajanya, Sheylla telah menorehkan banyak prestasi, mulai dari Juara 1 Berkelompok Remaja Prestasi Kejuaraan Pencak Silat Seni Tradisi CPPS CUP 2024, hingga Juara 3 Pasanggiri Tingkat Jawa Barat 2025. Namun baginya, perjalanan ini masih panjang. Ia bermimpi suatu hari bisa menjadi pelatih silat atau koreografer tari, agar bisa menularkan semangat yang sama kepada generasi berikutnya.

Senja di halaman sekolah menjadi saksi ketekunan Sheylla. Saat latihan berakhir dan langkahnya perlahan menjauh dari lapangan, tampak jelas keyakinan dalam setiap geraknya bahwa kekuatan sejati lahir dari hati yang disiplin, rendah hati, dan terus bersyukur. Dalam diri Sheylla Vita Hadista, semangat itu hidup tegas, lembut, dan menginspirasi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Azzam Kusuma
Tentang Azzam Kusuma
b

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)