Nyekar, Mengingat Waktu Basahi Rindu

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Nyekar ke makam orang tua dan kerabat saat lebaran (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Nyekar ke makam orang tua dan kerabat saat lebaran (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

"Biarpun di atas kuburan, tak ada maut bagi cinta".

Entah mengapa, sepotong baris puisi karya W.S. Rendra itu selalu muncul di relung hati ketika saya melakukan nyekar ke makam orang tua dan leluhur di kampung halaman pada saat lebaran.

Meskipun diatas kuburan terasa bahwa cinta orang tua tidak pernah mati. Namun terus bersemi diantara rasa rindu yang membasahi kalbu. Rindu kepada orang tua dan sanak saudara yang telah mendahului berpulang kehadirat Ilahi.

Nyekar adalah tradisi ziarah kubur dengan mengunjungi, membersihkan makam, menaburkan bunga (sekar), serta mendoakan arwah leluhur atau keluarga yang telah wafat. Tradisi ini umumnya dilakukan menjelang Ramadan, Idul Fitri, atau momen penting lainnya sebagai bentuk kasih sayang, berbakti, penghormatan, dan pengingat akan kematian. 

Bagi penulis, nyekar juga merupakan saat yang tepat untuk merenungi kehidupan dan mawas diri. Serta mengingat petuah dan ajaran orang tua dan leluhur kita. Petuah Ibu yang tak pernah lekang oleh waktu selalu

 

Kereta yang mengantar jenazah menuju liang kubur (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Kereta yang mengantar jenazah menuju liang kubur (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Bakul Kembang Telon

Kurang afdol jika saat lebaran tidak nyekar menaburkan kembang telon di pusara orang tua. Lalu berdoa menurut keyakinan kita.

Sebelum masuk kawasan kuburan, Nduk (sebutan untuk anak perempuan) membeli beberapa bungkus kembang telon.

Mata ini terpana melihat bakul (penjual) kembang telon yang berjajar di pinggir jalan menuju kuburan.

Saya heran, bakul kembang yang sudah berlangsung sejak saya masih kecil hingga sekarang masih tetap eksis dengan lapak yang sama dengan masa lalu. Bakul kembang telon merupakan usaha turun temurun yang memiliki segmen pasar di dua alam.

Kembang telon digunakan untuk prosesi nyekar di kuburan. Atau juga untuk kirim sesaji kepada arwah leluhur. Biasanya kembang telon itu dimasukkan dalam mangkuk yang berisi air jernih. Lalu disampingnya ada segelas kopi tubruk. Dalam tradisi di tempat kelahiran saya, kembang telon merupakan kumpulan bunga yang biasanya terdiri tiga macam bunga. Bisa menggunakan bunga Mawar putih, Mawar merah, dan sekuntum bunga Kantil. Bisa juga Mawar, Melati, Kenanga. Atau Mawar, Melati, Kantil. Tergantung musimnya bunga.

kulihat wajah Mbok bakul kembang tampak serius memilihkan kembang itu. Masih seperti dulu, ada bau wangi kuburan, hanya saja bedanya si Mbok yang ini di mulutnya tidak terlihat susur atau nginang seperti yang kulihat saat saya masih kecil dulu.

Ziarah kubur ke makam orang tua dan kerabat di kampung halaman (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ziarah kubur ke makam orang tua dan kerabat di kampung halaman (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Kembang Turi Putih Melambai

Kawasan makam orang tua berada di tengah sawah. Di pematang sawah terlihat pohon turi yang sedang berbunga. Ternyata hidup ini rasanya pahit-pahit sedap, seperti rasanya sayur kembang turi yang saat dulu sering dimasak oleh ibu.

Sayur kembang turi itu biasanya dijadikan pecel atau sayur asem. Pecel kembang turi disertai dengan mentimun krai yang direbus untuk sayur bendoyo. Sambal pecel khas desa sangat khas, karena kacangnya disangrai lalu ditumbuk dengan lumpang dan alu. Satu lagi komponen yang tidak boleh tertinggal yakni kerupuk bawang berwarna putih yang rasanya gurih. Kerupuk yang lumer di lidah jika tersiram sambal itu berbahan dasar singkong. Proses pembuatannya disangrai dengan pasir sungai Brantas yang memiliki butiran yang khas dan sangat baik untuk media heat transfer dalam proses sangrai.

Menikmati pecel kembang turi sangat baik untuk mengenang waktu kehidupan dan membasahi rindu terhadap kerabat dan kampung halaman. Itu semua bisa menyehatkan jiwa dan raga. Kembang turi yang penuh filosofi arti kehidupan mengingatkan kita terhadap perjalanan sang waktu yang pernah kita lalui. Perjalanan kehidupan yang terasa manis,pahit,gurih,asam, semua itu sekedar “nglakoni” takdir yang telah digariskan oleh Yang Maha Kuasa.

Menu pecel kembang turi biasanya terdiri dari kerupuk singkong bawang, sayur kembang turi, sayur bendoyo (timun krai), sayur kecambah, kemangi, dan lain-lain. Kemudian disiram dengan sambal pecel.  Sayur bendoyo membuat perut atau alat pencernaan kita terasa adem. Kurang afdol jika menu pecel kembang turi tidak disertai dengan bendoyo.

Sifat buah ketimun krai yang lebih besar dan lebih keras dibandingkan dengan buah ketimun lalap mesti direbus dahulu sehingga menjadi lembek namun teksturnya tetap kompak ( tidak hancur). Kerupuk singkong bawang yang berwarna putih, atau orang desa suka menyebutnya kerupuk upil sangat baik untuk memenuhi karbohidrat bagi mereka yang tengah melakukan proses penurunan berat badan.

Menikmati pecel kembang turi biasanya disertai dengan minuman rujak kambang. Yakni minuman rujak yang berbahan aneka buah endemik atau buah lokal yang sedang musimnya. Menikmati pecel kembang turi angan kita dibawa terbang oleh lagu Turi Putih. Lagu tradisional yang penuh makna dan pitutur luhur bahwa manusia mesti ingat akan kematian sehingga perlu berbuat kebaikan terus menerus.

Pitutur Ibu

Dalam keheningan makam, terngiang pitutur Ibuku  agar aku mengarungi kehidupan ini bisa mengendalikan hawa nafsu. Menuju kehidupan lebih baik di dunia maupun akhirat.

Ibuku adalah guru pertamaku. Menuntun budi pekerti menavigasi gejolak nafsuku. 

Masih terngiang, pelajaran tentang nafsu oleh Ibuku. Bahwa Aluamah adalah nafsu yang menimbulkan keinginan makan dan minum berlebihan. Pengabdi nafsu aluamah tandanya gemar makan-minum yang enak-enak dan tidak pernah puas.

Selain aluamah, ada nafsu amarah dan supiyah. Amarah adalah keinginan selalu marah dan mudah tersinggung, sedangkan supiah adalah nafsu cinta duniawi yang juga menimbulkan berahi tanpa batas kepuasan.

Tiga nafsu itu menurut Ibuku mesti dikendalikan, sepanjang hayatku.Masih ada satu lagi, lanjutnya, yakni mutmainah.

Nafsu ini mengandung kesabaran dan menimbulkan keinginan membantu orang lain. Nafsu ini yang mesti terus dikembangkan, tetapi tetap dalam kendali. Suatu saat Ibuku bercerita, pada diri anak-anaknya dinaungi oleh sang Khodam. Penjaga laku kebaikan dan  budi pekerti yang welas asih.

Sang Khodam adalah Sedulur Papat Lima Pancer yang selalu bersatu dalam jiwa dan raga kita.

Arti sedulur papat limo pancer menurut Ibuku,

Pertama adalah Kakang Sawah, yakni air ketuban yang membantu manusia dilahirkan ke dunia. Karena air ketuban keluar pertama kali, masyarakat Jawa menyebutnya Kakang, yang berarti Kakak.

Kedua adalah Adi ari-ari atau plasenta. Yakni ari-ari yang keluar setelah bayi dilahirkan dan disebut Adi, yang berarti adik dalam bahasa Indonesia.

Ketiga adalah Getih atau darah, yang menjadi zat utama bagi ibu dan bayi. Saat berada dalam kandungan, bayi dilindungi  dan dihidupi oleh getih.

Keempat adalah Puser yakni tali plasenta yang menghubungkan ibu dan bayi.

Tali pusar ini adalah jembatan kehidupan yang menyediakan nutrisi yang penting bagi kelangsungan hidup bayi saat di dalam kandungan.

Dan yang kelima adalah Pancer, juga disebut sebagai raga diri kita. Raga yang terdiri dari jaringan tubuh, otak, sistem saraf. otot dan panca Indera kita.

 Sedulur Papat Lima Pancer, Itulah Khodam aku dan kita semua. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:36

Cuma Rp216 Bisa Keliling Bandung! Merayakan Ulang Tahun Kota Kembang Naik Bandros dan TMB

Pemerintah Kota Bandung memberikan kado spesial kepada seluruh warga dan wisatawan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Salah satu video Youtube Boby Rachma "BANDUNG TOUR ON BUS!! KELILING KOTA BANDUNG NAIK BANDROS!!".
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:06

Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 08:26

Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Fenomena masyarakat modern yang lebih mengutamakan kamera dan dokumentasi dibandingkan dengan mengutamakan empati.

Fenomena yang sering terjadi pada masyarakat modern yang menjadikan dokumentasi satu-satunya yang penting ketika terjadi sesuatu (Sumber: Generated AI)
Beranda 26 Sep 2026, 11:23

46 Kilometer Jalan yang Melintasi Kota Bandung Ini Bukan Milik Pemkot

Berdasarkan dokumen itu, sebagian besar ruas jalan nasional yang melintasi Kota Bandung tersebut membentang dari barat ke timur.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 19:46

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Metro Jabar Trans menjadi program yang cukup bermanfaat untuk meminimalisir kemacetan juga alternatif kendaraan umum yang terjangkau bagi masyarakat

Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 18:19

Menonton Film di Bioskop Legendaris Bandung Era 90-an

Jauh sebelum bioskop hadir di dalam pusat perbelanjaan dan sinepleks modern, Bandung memiliki banyak gedung bioskop yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Penulis berdiri di seberang bekas Bioskop Dian, Jalan Dalem Kaum, tepat di seberang kawasan Alun-Alun Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 17:24

Apa yang Salah Ketika Kekerasan Dipertontonkan di Sosial Media secara Vulgar?

Tontonan pada konten media sosial kini banyak yang mempertontonkan kekerasan secara vulgar. Nilai-nilai humanistik kian tergerus. Apakah kita bisa bijak dan memikirkan dampaknya untuk masa depan?

Ilustrasi korban kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: Daniel Reche)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 16:50

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Dus obat yang sering kita sepelekan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan karena perlu spesifikasi tertentu saat diproduksi.

Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seni Budaya 25 Sep 2026, 15:21

Mengenal Makna Kehidupan Melalui Batik

Legenda Ki Bahu Reksa dihadirkan melalui empat panel batik tulis Pekalongan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Luqiani Octa Pratiwi menghidupkan legenda Ki Bahu Reksa melalui wayang beber dan batik tulis khas Pekalongan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 15:17

Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

Regulasi mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi

Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 16:03

Mengapa Sejarah Kelam G30S Harus Tetap Dibaca?

Seyogianya sejarah harus tetap dibaca, meski itu adalah sejarah kelam. Sejarah bukanlah alat untuk menebar kebencian, tetapi dari sejarah kita belajar. Pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila.

Poster rilis film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI tahun 1984 oleh Perusahaan Produksi Film Negara. (Sumber: Wikimedia Commons)