Anno Horribilis: Cegah Gangguan Jantung Akibat Stress Kerja

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Iliustrasi gangguan jantung akibat stress kerja. (Sumber: Pexels | Foto: freestocks.org)
Iliustrasi gangguan jantung akibat stress kerja. (Sumber: Pexels | Foto: freestocks.org)

Libur lebaran kali ini berkesempatan untuk menghadiri reuni kawan-kawan saat kuliah maupun saat duduk di bangku SMA. Terlihat wajah-wajah yang semakin menua petanda memikul beban yang kian berat tetapi tetap tabah.

Pembicaraan reuni mengarah kepada kondisi tahun 2026 yang boleh dikatakan sebagai Anno Horribilis, yang berarti tahun yang mengerikan bagi warga dunia.  Perang berkecamuk di berbagai belahan dunia. Baik perang bersenjata maupun perang dagang. Fenomena deindustrialisasi dan sempitnya lapangan kerja. Tantangan industri nasional dan ancaman PHK membuat jantung para pengusaha dan pekerja sama-sama sering berdebar-debar.

Beberapa teman saya alumni prodi teknik mesin telah meninggal dunia akibat gagal jantung. Padahal mereka masih tergolong usia muda dan lelaki berbadan sehat dalam arti postur tubuhnya bagus alias tidak gemuk. Saya juga pernah menjadi aktivis dan pengurus serikat pekerja sektor logam. elektronika dan mesin yang memberi perhatian terhadap kesehatan jiwa pekerja terkait dengan produktivitas.

Saya menemukan data terkait dengan beberapa karyawan yang terkena sakit jantung akibat stress akibat kondisi kerja mereka. Ternyata stress akibat kerja bisa menyebabkan gangguan jantung dan sakit jiwa. Dengan kondisi itu sebaiknya perusahaan melibatkan dokter jiwa yang bisa mengatasi stress kerja yang bisa menghancurkan produktivitas perusahaan.

Masalah kesehatan jiwa pekerja saat ini sangat penting. Terkait dengan itu peneliti dari beberapa lembaga, antara lain Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), menunjukkan bahwa setiap tahun tiga perempat juta orang meninggal karena penyakit jantung iskemik dan stroke. Penyebabnya adalah bekerja berjam-jam. Penyakit jantung iskemik, juga dikenal sebagai penyakit jantung koroner, terjadi akibat arteri yang menyempit.

Ada berbagai faktor yang bisa mencetuskan munculnya serangan jantung pada seseorang. Salah satunya beban kerja yang berat berujung stres. Keniscayaan, beban kerja berat menjadi pemicu terjadinya stres dan serangan jantung.

Suatu saat ada rekan kerja yang merasa kliyengan, katanya seperti terjadi gempa bumi dan asam lambung naik. Dia perlahan-lahan mematikan mesin bubut lalu duduk bersandar di tembok lalu muntah-muntah. Hasil pemeriksaan dokter perusahaan menunjukkan ada penyumbatan di pembuluh darahnya, salah satunya terletak di bawah jantung. Kawan itu lalu mendapatkan tindakan kateterisasi hingga pemasangan ring di jantungnya.

Ilustrasi dokter kesehatan jantung. (Sumber: Pexels | Foto: kaboompics)
Ilustrasi dokter kesehatan jantung. (Sumber: Pexels | Foto: kaboompics)

Menurut dokter serangan jantung dengan gejala muntah, pusing akibat penyumbatan tiba-tiba pada pembuluh darah. Dia menuturkan, serangan jantung terkadang tidak harus ditandai gejala nyeri dada. Orang awam suka bilang masuk angin, gejala seperti angin duduk, muntah-muntah, kliyengan, yang terjadi penyumbatan tiba-tiba pembuluh darah.

Pekerjaan berlebih atau overwork dan sakit jiwa atau stress bagi pekerja bisa menyebabkan gagal jantung. Ketika seseorang mengalami overwork maka akan terjadi peningkatan beban yang berlebihan melampaui beban normal jantung semestinya.

Gagal jantung akut yang baru atau perburukan gagal jantung kronik dapat dipicu oleh aktivitas yang berlebihan atau overwork. Oleh karenanya diperlukan keseimbangan kemampuan dan beban tubuh utamanya organ jantung dalam aktivitas sehari-hari untuk mencegah terjadinya gagal jantung.

Sudah menjadi pengetahuan umum agar tidak mengalami gagal jantung, menjaga kesehatan organ jantung adalah salah satu caranya. Menjaga kesehatan jantung tidak memerlukan biaya yang besar hanya perubahan pola hidup yang harus dilakukan. Perubahan pola hidup yang bisa dilakukan seperti mengendalikan faktor risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, hiperkolesterol, obesitas, stress, menghindari merokok, olahraga rutin serta diet rendah lemak dan rendah garam. Namun jika seseorang telah didiagnosa oleh dokter mengidap penyakit tertentu seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, atau diabetes mellitus maka konsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter secara tepat dan kontrol secara rutin juga menjadi salah satu cara agar tidak mengalami gagal jantung.

Masalah kesehatan jiwa menjadi hal yang sangat serius bagi bangsa.  Penderita sakit jiwa atau gangguan kejiwaan seperti puncak gunung es yang bisa merontokan produktivitas bangsa. Gangguan kejiwaan sering menimpa para buruh atau pekerja yang menimbulkan implikasi yang sangat serius. Selain menghancurkan dan menurunkan produktivitas perusahaan, gangguan kejiwaan berupa stres kerja juga akan menjerumuskan pekerja dalam cengkeraman neurasthenia dan gangguan jantung. Sayangnya, hingga saat ini pengusaha dan pemerintah belum memberikan perhatian serius untuk mencegah implikasi negatif dari stres kerja yang saat ini telah melanda kaum buruh.

Sekarang ini buruh merupakan segmen masyarakat yang sangat rentan terhadap gangguan kejiwaan. Ancaman PHK, sistem outsourcing, impitan beban kerja, diskriminasi, kurang memadainya besaran UMR dan bencana alam yang dihadapi oleh buruh merupakan faktor dominan pemicu stres, depresi dan jenis-jenis gangguan kejiwaan lainnya. Gangguan kejiwaan yang menimpa kaum buruh sering terabaikan begitu saja. Mestinya pengusaha dan pihak Kementerian Tenaga Kerja secara intensif memantau dan mencegah gangguan kejiwaan. Serta membuat program kesehatan jiwa di tempat kerja secara teratur. Ada baiknya dana triliunan rupiah hasil tetesan keringat kaum buruh yang saat ini terakumulasi di BPJS Ketenagakerjaan sebagian digunakan untuk membangun pusat rehabilitasi mental dan kecelakaan kerja. Sudah saatnya program BPJS Ketenagakerjaan menyentuh langsung kepada para buruh yang menderita gangguan kejiwaan melalui program konkrit.

Indonesia memang belum memiliki data yang akurat tentang berbagai aspek gangguan kejiwaan di tempat kerja. Perusahaan dan departemen teknis yang terkait sangat jarang, bahkan tidak pernah mengalokasikan dana dan tenaga untuk peningkatan kesehatan jiwa kaum buruh. Jaminan kesehatan yang secara umum diberikan selama ini belum mengcover dan tidak dapat mengatasi masalah kesehatan jiwa di tempat kerja. Padahal efek negatif gangguan kerja semakin nyata. Dengan mata telanjang kita bisa mengamati air muka dan perilaku seorang buruh yang sedang bubaran pabrik di kawasan industri.

Di Beberapa negara gangguan kejiwaan di kalangan buruh sudah mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius. Di Inggris misalnya, berdasarkan data Departemen dan Federasi Industri Inggris, diperkirakan 15 - 30 persen pekerja pernah mengalami gangguan jiwa, minimal satu kali dalam masa kerjanya. Persentase populasi yang mengalami gangguan jiwa di berbagai negara telah tercatat dan ditangani secara baik. Misalnya di Brasil sebanyak 36,3 persen; Kanada 37,5 persen; Belanda 40,9 persen; Amerika 48,6 persen; Meksiko 22,2 persen; dan Turki 12,2 persen.

Baca Juga: Mencegah Praktik Kotor Rekrutmen Pekerja Perempuan Pascalebaran

Stres kerja selain menghancurkan produktivitas juga bisa membahayakan keselamatan kerja. Mengutip penelitian pakar sosiologi industri Dickerson dan Karminer bahwa industri atau perusahaan yang memiliki program kesehatan jiwa di tempat kerja ternyata dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi absenteisme, mengurangi kecelakaan industrial, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman serta meningkatkan loyalitas terhadap perusahaan. Penelitian diatas sangat relevan terhadap lingkungan industri yang berat.

Kesehatan jiwa industri atau  biasa disebut okupasional berkaitan dengan prevensi, diagnosis, terapi terhadap gangguan jiwa dan rehabilitasi di tempat kerja. Untuk menanggulangi gangguan kejiwaan di tempat kerja dibutuhkan jasa psikiater yang tugasnya tidak melulu untuk mengobati buruh yang sudah terlanjur mengalami gangguan jiwa, namun justru untuk membuat program kesehatan jiwa dan mencegah jangan sampai semakin banyak buruh yang mengalami stres kerja hingga mengidap neurasthenia. Yakni suatu gejala neurosa, dimana pekerja merasa lelah mental dan fisik yang diikuti rasa pegal-pegal, nyeri punggung, nyeri kepala, tukak lambung, insomnia, keluhan jantung, keluhan gastrointestinal, dan indikasi lainnya.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:36

Cuma Rp216 Bisa Keliling Bandung! Merayakan Ulang Tahun Kota Kembang Naik Bandros dan TMB

Pemerintah Kota Bandung memberikan kado spesial kepada seluruh warga dan wisatawan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Salah satu video Youtube Boby Rachma "BANDUNG TOUR ON BUS!! KELILING KOTA BANDUNG NAIK BANDROS!!".
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:06

Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 08:26

Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Fenomena masyarakat modern yang lebih mengutamakan kamera dan dokumentasi dibandingkan dengan mengutamakan empati.

Fenomena yang sering terjadi pada masyarakat modern yang menjadikan dokumentasi satu-satunya yang penting ketika terjadi sesuatu (Sumber: Generated AI)
Beranda 26 Sep 2026, 11:23

46 Kilometer Jalan yang Melintasi Kota Bandung Ini Bukan Milik Pemkot

Berdasarkan dokumen itu, sebagian besar ruas jalan nasional yang melintasi Kota Bandung tersebut membentang dari barat ke timur.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 19:46

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Metro Jabar Trans menjadi program yang cukup bermanfaat untuk meminimalisir kemacetan juga alternatif kendaraan umum yang terjangkau bagi masyarakat

Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 18:19

Menonton Film di Bioskop Legendaris Bandung Era 90-an

Jauh sebelum bioskop hadir di dalam pusat perbelanjaan dan sinepleks modern, Bandung memiliki banyak gedung bioskop yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Penulis berdiri di seberang bekas Bioskop Dian, Jalan Dalem Kaum, tepat di seberang kawasan Alun-Alun Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 17:24

Apa yang Salah Ketika Kekerasan Dipertontonkan di Sosial Media secara Vulgar?

Tontonan pada konten media sosial kini banyak yang mempertontonkan kekerasan secara vulgar. Nilai-nilai humanistik kian tergerus. Apakah kita bisa bijak dan memikirkan dampaknya untuk masa depan?

Ilustrasi korban kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: Daniel Reche)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 16:50

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Dus obat yang sering kita sepelekan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan karena perlu spesifikasi tertentu saat diproduksi.

Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seni Budaya 25 Sep 2026, 15:21

Mengenal Makna Kehidupan Melalui Batik

Legenda Ki Bahu Reksa dihadirkan melalui empat panel batik tulis Pekalongan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Luqiani Octa Pratiwi menghidupkan legenda Ki Bahu Reksa melalui wayang beber dan batik tulis khas Pekalongan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 15:17

Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

Regulasi mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi

Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 16:03

Mengapa Sejarah Kelam G30S Harus Tetap Dibaca?

Seyogianya sejarah harus tetap dibaca, meski itu adalah sejarah kelam. Sejarah bukanlah alat untuk menebar kebencian, tetapi dari sejarah kita belajar. Pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila.

Poster rilis film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI tahun 1984 oleh Perusahaan Produksi Film Negara. (Sumber: Wikimedia Commons)