Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Lingkar Bisnis Mas Aksan

T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Jumat 27 Mar 2026, 09:12 WIB
Dari usaha batikan itulah H. Mas Aksan menjadi saudagar batikan yang terpandang di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Dari usaha batikan itulah H. Mas Aksan menjadi saudagar batikan yang terpandang di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Saudagar batikan yang sudah mapan di Kota Bandung yang dicatat dalam Buku Peringatan Perkumpulan Himpunan Sudara tahun 1906-1936, di antaranya: Haji Pahruroji, Haji Ijaji, Haji Idris, Haji Aksan, Haji Suja, Haji Abdulrachman, Haji Ajub, Masduki, H. Usman, Parta, Madrais, Haji Paqih, Haji Umar, Haji Sobandi, Wiriaatmaja, Haji Maksudi, Haji Sueb, Haji Bukri, Haji Soleh Katam, Haji Sarip, Sumarta, dan M Radi.

Pada tahun 1906, ketika para saudagar batikan di atas sudah mapan, sementara para pengusaha muda yang merintis berdagang batikan masih kekurangan modal setiap akan berbelanja. Itulah yang mendasari pendirian persekutuan, agar para anggotanya mudah mendapatkan modal usaha. Kepada para anggotanya diwajibkan menyimpan uang setiap bulannya. Persekutuan itu diberi nama Vereeniging Himpunan Sudara. Persekutuan ini didirikan pada tanggal 18 April 1906 di Bandung, sebagai perkumpulan simpan-pinjam. Awalnya bertujuan membantu permodalan pedagang pribumi, perhimpunan ini berkembang menjadi bank komersial, yang disahkan dengan badan hukum pada tanggal 4 Oktober 1913.

Buku Peringatan itu pun menulis tentang usaha batikan sekitar tahun 1913-1914 yang terus meningkat dengan pesat. Ada beberapa faktor yang mendukung kepesatan usaha tersebut, di antaranya: Terjalinnya saling percaya antara saudagar batik dari Bandung dan pengusaha batik di Mataram (Yogyakarta), Solo, Pekalongan, dan Kaliwungu. Semula para pembeli batik harus datang sendiri, dan pembayarannya harus tunai pada saat membawa barang. Perubahan terjadi mulai tahun 1913-1914. Pembayaran dapat ditangguhkan, dilakukan ketika mengambil barang untuk pembelian berikutnya. Cara penjualan batik seperti ini telah meningkatkan jumlah batik yang dibuat, karena meningkatnya jumlah pesanan batik. Peningkatan transaksi ini secara nyata telah meningkatkan pendapatan, baik bagi pengusaha batik maupun saudagar batikan di Bandung.

Perdagangan batik di Bandung menjadi bertambah pesat, dengan biaya yang lebih efisien, terutama setelah tahun 1914. Saudagar batik Bandung, baru akan pergi ke tempat pembuatan batik di Yogyakarta, Solo, dan tempat lainnya, bila benar-benar sangat penting dan mendesak. Hal ini tidak dilakukan sebelumnya. Saudagar batik harus pergi untuk berbelanja setiap bulan. Kemajuan yang efisien ini karena pembayaran uang pembelian batik dapat dikirim ke pengusaha batik di Yogyakarta dan di Solo, dengan cara menyetorkan uang pembelian batik itu kepada Nederlandsch-Indische Escompto Maatschappij (NIEM). Bank Escompto, merupakan bank dagang Belanda yang membuka kantor di Jakarta, dan membuka cabang di Bandung. Bank ini melayani jasa perbankan umum, khususnya pembiayaan perdagangan.

Setelah pengiriman uang melalui jasa perbankan, pengiriman batik pesanan dari Yogyakarta dan Solo dapat dilakukan dengan SS (staatsspoorwegen), perusahaan kereta api negara milik Pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Peran keretaapi dalam usaha batikan di Bandung sangat besar, sehingga kota ini menjadi pusat perdagangan. Saudagar batikan dari daerah-daerah, terutama yang terhubung jalur keretaapi, seperti dari Bogor, Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Garut, Tasikmalaja, Ciamis, Cirebon, Karawang, dll, berdatangan ke kota Bandung untuk berbelanja batikan. Keadaan perdagangan batikan semakin ramai dengan pembukaan jalur-jalur kereta api ke kota-kota di seputar Cekungan Bandung, seperti ke Majalaya, Ciparay, Baleendah, Soreang, Ciwidey, Tanjungsari.

Dari usaha batikan itulah H Mas Aksan menjadi saudagar batikan yang terpandang di Kota Bandung.  

Iklim usaha batikan di Kota Bandung saat itu memungkinkan saudagarnya menjadi maju. Naluri bisnis H Mas Aksan terus berputar, pada saat kota Bandung dipersiapkan menjadi ibu kota Hindia Belanda, ketika gedung-gedung pemerintahan dan tentara banyak didirikan.

Bangunan gedung memerlukan banyak bata merah dan bahan untuk adukannya. Pada saat itu adukan tembok terdiri dari tiga komponen utama, yaitu: pasir, kapur bakar, dan tanah bakar halus. H Mas Aksan menjadi pemasok bata merah, kapur bakar, tanah bakar halus, dan tegel. 

Melihat kecenderungan itu H Mas Aksan mendirikan perusahaan lio, pembuat bata merah di Dunguscariang. Di Tagog Apu, Padalarang, bersama kolega bisnisnya Ang Sioe Tjiang (directeur), H Mas Aksan (administrateur) mengumumkan tentang perusahaan pembakaran batukapur (NV Kalkbranderij) (De Preanger-bode, 17-09-1912). Ia pun mengelola perkebunan karet di Purwakarta. Pohon karet yang sudah habis masa sadapnya, akan ditebang, dan kayunya menjadi kayu bakar yang bagus untuk pembakaran batu kapur dan pembakaran bata merah. Untuk pemasaran semua bahan untuk membuat bangunan gedung, H Mas Aksan mendirikan toko material atau toko bahan bangunan (Soerat kabar Padjadjaran, 18-1-1919), seperti: bata merah, kapur bakar, pasir, balok kayu jati, atap, tegel, dll. 

Karena tegel untuk lantai banyak digunakan dalam bangunan gedung, maka ia pun memproduksi tegel (cement), yang menghasilkan tegel polos dan tegel dengan motif berwarna (Soerat kabar Padjadjaran, 2 Februari 1920). Bahan untuk pembuatan tegel terdiri dari pasir, kapur bakar, tanah bakar halus, dan pewarna semen.

Toko bahan bangunannya menjadi pemasok dalam pembuatan gedong yang dibuat oleh warga kota, dan memasok untuk pembuatan gedung pemerintahan.

Inilah yang mendasari sawahnya digali, dan tanahnya dijadikan bahan untuk membuat bata merah. Sawah yang digali menjadi cekung, lebih dalam dari persawahan di sekitarnya. Lahan cekung inilah yang direklamasi, diisi air yang disalurkan dari Sungai Leuwilimus. Setelah tergenang, menjelmalah menjadi situ yang kemudian ditanami ikan. Dalam tempo singkat, situ tersebut menjadi populer di kalangan pemancing, jadilah situ pemancingan. Saking terkenalnya, perkampungan yang tumbuh di sekitar situ, kemudian menamai permukimannya Kampung Situ Aksan, seperti banyak diberitakan (The Courier, 1 Juli 1927). Situ Aksan kemudian dikelola menjadi taman di barat kota, menjadi destinasi wisata Situ Aksan. 

Baca Juga: Menyisir Kenangan Lama di Sawargi, Barbershop Zaman Kemerdekaan yang Tak Lekang oleh Waktu

Pada tahun 1939-1940, kawasan Situ Aksan dikelola menjadi kawasan terpadu. Selain revitalisasi situnya, juga dibangun komplek perumahan bergaya taman villa (Mooi Bandoeng, volume 7 nomor 3, yang terbit 3 Januari 1939).  

Setelah kawasan terpadu itu berjalan sekitar dua tahun, H Mas Aksan wafat pada tanggal 15 Desember 1941 (dalam nisan makam Mas Aksan di Pemakaman Sirnaraga, Kota Bandung). Generasi perintis sudah berpulang. Situ Aksan kemudian dikelola oleh generasi kedua, generasi pewaris.

Pada tahun 1947 sudah terbaca ada iklan perayaan Petjoen di Westerpark (Situ Aksan) selama tiga hari, 21 sd 23 Juni 1947 (Algemeen Indisch dagblad, 20-06-1947). Dalam iklan itu sudah ditulis tempat pembelian karcis di Sin Ming Hui Jl Braga. Situ Aksan mencapai puncak popularitasnya ketika dikelola oleh Sin Ming Hui pada tahun 1950-an. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 27 Mar 2026, 22:02

Jejak Bahasa, Dakwah, dan Tradisi Lebaran di Jawa dalam Kata ‘Ketupat

Sejak kapan ketupat menjadi simbol Idul Fitri? Dan benarkah kata “kupat” berasal dari “ngaku lepat”—mengakui kesalahan?

Warga menganyam daun kelapa menjadi cangkang ketupat di kawasan Blok Ketupat, Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 18:01

Mengenang Sambas Mangundikarta, Penyiar RRI–TVRI dan Pencipta Lagu Manuk Dadali

Nama Sambas Mangundikarta tidak dapat dipisahkan dari Kota Bandung.

Sambas Mangundikarta, sosok panutan dalam dunia penyiaran Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Ikon 27 Mar 2026, 17:33

Sejarah Salak Pondoh, Buah Ikon Jogja dari Empat Biji Pemberian

Salak pondoh yang kini menjadi ikon pertanian Sleman berawal dari empat biji yang ditanam di lereng Merapi sekitar 1917. Dari kebun kecil desa, buah ini berkembang menjadi komoditas besar.

Ilustrasi salak Pondoh.
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 16:27

Lebaran Telah Usai, Keselamatan Kerja Industri Distribusi BBM Tidak Boleh Kendor

Musim pancaroba menyebabkan temperatur ekstrim, ancaman puting beliung dan sambaran petir setiap saat mengancam aktivitas industri distribusi BBM.

Ilustrasi kasus kebakaran akibat kecelakaan kerja pada industri distribusi BBM (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 14:48

Anno Horribilis: Cegah Gangguan Jantung Akibat Stress Kerja

Ternyata stress akibat kerja bisa menyebabkan gangguan jantung dan sakit jiwa.

Iliustrasi gangguan jantung akibat stress kerja. (Sumber: Pexels | Foto: freestocks.org)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 14:30

Mencegah Praktik Kotor Rekrutmen Pekerja Perempuan Pascalebaran

Calon pekerja perempuan rentan terhadap kasus kekerasan, penipuan dan pelecehan

Ilustrasi pekerja perempuan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 12:45

Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 dan Ujian Transportasi Bandung

Arus mudik Lebaran 2026 picu kemacetan di Bandung. Tata kelola lemah dan risiko kecelakaan jadi masalah tahunan.

Antrean kendaraan mengular di Gerbang Tol Pasteur 2 pada musim libur Lebaran 2026. (Foto: Dok. PT. Jasa Marga (Persero) Tbk)
Wisata & Kuliner 27 Mar 2026, 11:00

Jejak Sejarah Bakpia, Kue Perantau Tiongkok yang jadi Ikon Jogja

Bakpia yang populer di Yogyakarta berakar dari kue pia khas Fujian. Dibawa para perantau Hokkian sejak abad ke-19, kue ini kemudian beradaptasi dengan bahan dan selera masyarakat lokal.

Ilustrasi bakpia.
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 09:12

Lingkar Bisnis Mas Aksan

Dari usaha batikan H. Mas Aksan menjadi saudagar yang terpandang di Kota Bandung.  

Dari usaha batikan itulah H. Mas Aksan menjadi saudagar batikan yang terpandang di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 27 Mar 2026, 08:14

Menyisir Kenangan Lama di Sawargi, Barbershop Zaman Kemerdekaan yang Tak Lekang oleh Waktu

Barbershop Sawargi di Bandung menjadi ruang yang menyimpan kenangan masa lalu, dengan kursi tua, sistem tradisional, dan cerita lintas generasi yang tetap bertahan di tengah gempuran barbershop modern

Alat cukur yang masih digunakan di Barbershop Sawargi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 26 Mar 2026, 19:25

Syawal dan Makna yang Kita Percaya

Syawal dimaknai sebagai momentum “peningkatan”.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 26 Mar 2026, 18:00

Mawas Diri Usai Lebaran dan Catatan Kelam Moralitas Kepala Daerah

Masyarakat sangat kecewa melihat kelakuan para pejabat dan sederet kepala daerah yang tertangkap oleh KPK pada saat bulan suci Ramadan.

Ilustrasi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang terjerat korupsi. (Sumber: prokompim.setda.pekalongankab.go.id)
Beranda 26 Mar 2026, 16:38

Website ISMN Resmi Hadir, Jadi Pusat Informasi dan Kolaborasi Akun Media Sosial Komunitas Nasional

ISMN meluncurkan website sebagai pusat informasi dan kolaborasi akun media sosial komunitas untuk memperkuat jaringan homeless media di seluruh Indonesia.

ISMN Meetup Bandung pada Oktober 2025 yang dihadiri 50 pengelola dan pemilik homeless media. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Linimasa 26 Mar 2026, 16:33

ISMN Resmi Luncurkan Website, Satukan Jaringan Media Sosial Se-Indonesia

ISMN meluncurkan website resmi sebagai pusat informasi dan kolaborasi bagi pengelola akun homeless media di seluruh Indonesia.

Portal Indonesia Social Media Network (ISMN)
Ayo Netizen 26 Mar 2026, 15:41

Jalan Mengatasi Invisible People

Invisible people adalah individu atau kelompok yang secara sosial dan ekonomi terpinggirkan.

Stigma terhadap pengemis di kota besar seperti Bandung bukan hal baru. Mereka kerap dilabeli sebagai beban sosial, bahkan dianggap menipu publik dengan kedok kemiskinan. (Sumber: Pexels)
Wisata & Kuliner 26 Mar 2026, 15:01

Glamping Lake Side Rancabali, Objek Wisata dengan Pelbagai Atraksi Menarik

Glamping Lake Side Rancabali menawarkan pengalaman menginap mewah, restoran kapal pinisi, dan berbagai wahana seru di kawasan Situ Patengan.

Situ Patenggang, Glamping Lake Side Rancabali. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Mar 2026, 14:56

Untung, (Buntung) Urbanisasi, dan Arus Balik Lebaran

Urbanisasi hadir atas ketimpangan pembangunan yang belum usai. Selama "gula" hanya ada di kota, "semut" akan terus datang meski harus bertaruh nasib.

Sungai Cikapundung mengalir di sela pemukiman padat kawasan Tamansari, Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 26 Mar 2026, 14:42

Bidik Segmen Eksklusif, 88 Taylor Perkuat Identitas Brand melalui Layanan Batik Custom

88 Taylor memosisikan diri pada segmen pasar khusus busana formal pria dan mengusung pendekatan autentik yang tetap relevan dengan perkembangan tren masa kini.

88 Taylor memosisikan diri pada segmen pasar khusus busana formal pria dan mengusung pendekatan autentik yang tetap relevan dengan perkembangan tren masa kini. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Wisata & Kuliner 26 Mar 2026, 12:50

Liburan untuk Rebahan, Sleepcation Jadi Tren Wisata Baru

Sleepcation menjadikan tidur sebagai agenda utama perjalanan. Dari kasur premium hingga aromaterapi, hotel berlomba menciptakan pengalaman liburan yang berfokus pada istirahat.

Ilustrasi Sleepcation (Sumber: Envato)