Kisah Kaum Urban: Hikayat Urang Pasar (Bagian 3) 'Vereeniging Himpoenan Soedara'

4 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Buku "100 Tahun Bank Baudara". (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Malia Nur Alifa)
Buku "100 Tahun Bank Baudara". (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Malia Nur Alifa)

Data dan keterangan ini diperoleh dari wawancara lisan bersama keluarga Pasar Baru Bandung, buku 100 tahun Bank Himpunan Saudara dan buku Semerbak Bunga di Bandung Raya, karya Haryoto Kunto.

Bandung menjadi sebuah kota pada 1906. Pada saat itu, melalui surat keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda J.B. Van Heutsz, Staatsblad 121, yang berlaku efektif pada 1 April 1906, Bandung resmi berstatus gemeente alias kota praja. Dengan begitu, tatar Sunda memiliki hak otonom untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.

Pemerintah Hindia Belanda jelas memiliki kepentingan langsung dengan otoritas Bandung. Dengan terbentuknya pemerintahan gemeente, pengembangan kota Bandung diharapkan bergerak cepat. Sejak 1906, berbagai infrastruktur didirikan demi mewujudkan pembangunan area eksklusif masyarakat kolonial dalam wilayah tropis.

Lantas apa yang dilakukan kaum pribumi? Mereka tidak tinggal diam. Di bidang sosial-ekonomi, para pedagang di Pasar Baru Bandung terus melakukan kegiatan berniaga. Mereka inilah yang mewariskan keturunan saudagar-saudaragar baru pada abad ke-20.

Awalnya, para pemuda pasar ini mendapatkan modal usaha dari orang tua mereka masing-masing dengan amat terbatas. Kerap kali saat mereka berbelanja dengan susah payah ke luar kota Bandung, barang yang dibawa tidaklah banyak. Alhasil, keuntungan yang diraih dan keringat yang dikeluarkan tidak sebanding. Padahal keinginan untuk tumbuh besar sudah sangat kuat. Dari sanalah tercetus ide membuat sebuah perkumpulan semacam kongsi dagang di antara para saudagar muda, dan kemudian lahirlah Himpunan Saudara.

Gagasan awal datang dari perbincangan antara Basoeni, Domir dan Bajoeri yang kemudian mereka cetuskan pada saudagar muda lainnya, yakni Marta, Wargadipradja, Maksoedi, Basar, Jahja Adiwinata (Buyut penulis), Djoened dan Kasah. Kesepuluh pendiri itu bermufakat dan menamai diri Himpunan Saudara.

Pengertian saudara karena dilandasi oleh semangat persaudaraan dalam satu konsepsi kebangsaan, namun identitas saudara secara harfiah, juga merujuk pada ikatan persaudaraan yang sesungguhnya.

Memang bisa dikatakan saudagar Bandung umumnya bermuara dari satu rumpun keturunan. Melalui perkawinan demi perkawinan, terjadilah tali-temali bagaikan sarang laba-laba. Keterangan ini pernah ditulis oleh salah satu narasumber dari keluarga besar Pasar Baru yang bernama Dadang Dahmir, dan dimuat di harian umum Pikiran Rakyat. Dan beliau telah membuat buku silsilah yang cukup tebal secara terperinci.

Ada yang unik dari lambang keluarga besar Pasar Baru Bandung ini, sebuah merak jantan yang elok dengan bulu-bulu indahnya, namun apabila kita lihat lagi dengan seksama, terdapat pola angka dan huruf juga angka romawi yang sepertinya itu adalah simbol yang hanya dipahami para sesepuh keluarga besar Pasar Baru Bandung saja.

Perlu diketahui para rekan-rekan pembaca semua, bahwa di kawasan Pasar Baru Bandung bukan hanya Himpunan Saudara saja yang berkiprah menyejahterakan para pedagang lainnya, ada pula perhimpunan lainnya yaitu Goena Perniagaan. Perkumpulan ini meraih para pedagang kecil di Pasar Baru Bandung. Kisah sejarah tentang Goena Perniagaan ini masih saya riset secara bertahap.

Mulanya, pengukuhan Himpunan Saudara tidak disertai ikatan hukum, kecuali suatu perjanjian bermaterai di bawah tangan. Setiap orang diwajibkan menyimpan uang secara teratur sebanyak 10 Gulden setiap bulannya, yang tidak bisa diambil selama 5 tahun. Simpanan itu difungsikan untuk menambah modal bagi usaha yang mereka rintis.

Buku silsilah Keluarga Besar Pasar Baru Bandung (lambang merak). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Malia Nur Alifa)
Buku silsilah Keluarga Besar Pasar Baru Bandung (lambang merak). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Malia Nur Alifa)

Ketika perkumpulan mulai besar, mau tak mau status Himpunan Saudara mesti diselaraskan dengan asas legalitas, sebagaimana dengan ketentuan yang berlaku. Lewat Gouvernements Besluit No. 33 tertanggal 4 Oktober 1913, anggaran dasar Himpunan Saudara dikabulkan dan sah secara hukum dengan nama “Vereeniging Himpoenan Soedara”.

Sebagaimana persyaratan anggota Serikat Dagang Islam di Surakarta, persyaratan anggota Himpunan Saudara di Bandung pun memiliki ketentuan bahwa calon anggota adalah saudagar dan beragama Islam.

Himpunan Saudara sebagai lembaga keuangan yang serupa dengan usaha Mutual savings Bank di luar negeri. Konsep usaha ini menitikberatkan semangat berhemat di kalangan masyarakat dengan cara berhimpun di satu organisasi atau lembaga semacam perkumpulan bersama, untuk usaha-usaha yang produktif dalam menghasilkan uang. Daripada membeku atau terbuang boros secara sembrono.

Dari tahun ke tahun anggota Himpunan Saudara mulai membiak. Menyadari hal tersebut, pengurus Himpunan Saudara memutuskan untuk memiliki kantor atau sekretariat tetap. Sementara sebelumnya sekretariat Himpunan Saudara hanya bertempat di rumah sang sekretaris, sejak 1914 Himpunan Saudara resmi berkantor di salah satu ruangan yang disewa cukup murah di Societeit Merdeka. Setelah saya riset mendalam, lokasi Societeit Merdeka itu berada di ujung barat jalan Kebon Jati (kini jalan Dulatip), dan kantor ini dibuka setiap harinya setelah para saudagar itu pulang berdagang pada pukul 14.30 hingga pukul 17.00.

Lama kelamaan seiring dengan perkembangan Himpunan Saudara pun membeli gedung sendiri di jalan Dalem Kaum No. 5, dan pada tahun 1928 membangun gedung bertingkat di sebelah bangunan utamanya yang dibangun 1923.

Jatuh bangun pun dirasakan Himpunan Saudara, yang harus berjibaku dengan masa perang, pergolakan politik yang seakan tiada hentinya, namun dengan rahmat Tuhan, Himpunan Saudara masih tetap berdiri hingga kini.

Kisah-kisah kaum urban ini semoga dapat memberikan inspirasi bagi para pembaca semuanya, terutama kaum muda, bahwa jangan ragu pada mimpi dan teruslah menggapai cita-cita. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Malia Nur Alifa
Tentang Malia Nur Alifa
Periset sejarah Lembang sejak 2009. Menuliskan beberapa buku sejarah tentang Lembang dan pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)