Kota Kembang Kejang-Kejang

5 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan Selasa 02 Jun 2026, 18:08 WIB
Ilustrasi breakdance tahun 1980-an di Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Cu Trí)

Ilustrasi breakdance tahun 1980-an di Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Cu Trí)

Tari kejang mulai menunjukan geliatnya tahun 1970-an, ketika DJ Kool Herc mulai menghasilkan musik yang sedikit berbeda dengan musik-musik pada zaman dulu. Sebuah musik Hip Hop dengan beat yang patah-patah atau biasa disebut dengan break beat yang berjasa dalam menghasilkan musik yang dapat menginspirasi para penari kejang menciptakan gaya-gaya yang memikat dan unik. Selain sebagai DJ yang menciptakan sebuah musik yang sangat pas untuk breakdance, Kool Herc juga termasuk salah satu senior di dunia musik Hip Hop.

Michael Jackson berperan pula mendorong pertumbuhan breakdance. Ia mulai memperkenalkan robot dance atau gerakan menyerupai robot pada lagu-lagu yang dibawakannya pada tahun 1974 di penampilan perdananya di televisi. Selain itu, di setiap penampilannya Michael Jackson juga selalu membawakan berbagai macam gerakan yang cukup melegenda, salah satunya ialah moon-walk. Michael Jackson juga selalu menemukan tarian-tarian baru yang menebarkan virus di masyarakat.

Perkembangan jenis tarian yang satu ini pun sangat pesat, pada tahun 1980-an, breakdance sudah menjadi seperti gaya di Amerika. Hampir di setiap malam di beberapa bagian kota terdapat beberapa komunitas yang saling menunjukan kebolehannya dalam melakukan jenis tarian ini. Tidak hanya di jalan-jalan saja tarian ini ditemukan karena di klub dan pesta pun menjadi lahan empuk bagi para penari kejang untuk unjuk kebolehan mereka.

Breakdance lahir bukan dari panggung mewah atau sekolah tari terkenal, melainkan dari kehidupan jalanan yang keras di kawasan Bronx, New York, Amerika Serikat, pada awal tahun 1970-an. Breakdance salah satu tarian modern yang paling terkenal di dunia. Gerakannya enerjik, penuh putaran, lompatan, dan atraksi tubuh yang membuat banyak orang terpukau.

Gaya dasar breaking umumnya terdiri dari empat elemen utama yaitu Toprock, gerakan tari awal yang dilakukan dengan posisi berdiri, lalu Footwork, gerakan kaki yang lincah dan cepat di lantai. kemudian Freeze, gerakan menghentikan tubuh secara tiba-tiba dalam pose artistik dan Power moves, gerakan akrobatik yang membutuhkan kekuatan dan keseimbangan ekstrem seperti windmill atau flare.

Breakdance muncul sebagai bagian dari budaya hip hop. Saat itu, banyak anak muda di kawasan Bronx hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit. Tingginya angka kriminalitas dan tawuran antar geng membuat suasana kota menjadi tidak aman. Di tengah keadaan tersebut, para pemuda mencari cara untuk mengekspresikan diri tanpa kekerasan. Musik, seni grafiti, rap, dan tarian menjadi jalan pelampiasan kreativitas mereka.

Waktu akhir tahun 1970-an sampai 1980-an, breakdance mulai dikenal luas melalui televisi, film, dan kompetisi tari. Film seperti Beat Street dan Breakin membuat masyarakat dunia mulai mengenal budaya hip hop, termasuk breakdance. Gerakan breakdance yang unik membuat banyak anak muda tertarik mempelajarinya.

Tarian ini tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga kreativitas dan gaya pribadi. Setiap penari memiliki ciri khas masing-masing. Ada yang ahli dalam gerakan kaki cepat, ada yang fokus pada putaran kepala, bahkan ada yang terkenal karena gerakan akrobatiknya. Breakdance kemudian berkembang menjadi budaya global. Kompetisi internasional mulai digelar di berbagai negara. Banyak komunitas tari bermunculan dan saling bertukar gaya.

Breakdance bukan sekadar hiburan atau tarian biasa. Tarian ini memiliki dampak besar terhadap gaya hidup dan budaya anak muda. Selain itu, breakdance juga membantu menjauhkan sebagian anak muda dari pergaulan negatif. Banyak remaja memilih menyalurkan energi mereka melalui latihan tari dibanding terlibat dalam tawuran atau tindakan kriminal.

Di Indonesia, breakdance mulai dikenal sekitar tahun 1980-an melalui banyak film Barat, video musik, dan acara televisi. Saat itu, budaya hip hop mulai masuk ke berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Anak muda Indonesia tertarik karena breakdance terlihat modern, keren, dan berbeda dari tarian lain.

Mereka mulai meniru gerakan yang dilihat di televisi atau kaset video. Karena belum banyak sekolah tari modern, latihan sering dilakukan di halaman rumah, taman kota, atau pusat keramaian. Ada juga film lokal yang turut mempengaruhi meluasnya breakdance berjudul 'Gejolak Anak Muda' yang dibintangi Chicha Koeswoyo dan Rico Tampatty taayang tahun 1985 lalu,

Kota Bandung menjadi salah satu pusat perkembangan breakdance di Indonesia. Bandung memang dikenal sebagai kota kreatif yang dekat dengan budaya anak muda. Musik, seni jalanan, fashion, hingga komunitas tari tumbuh sangat pesat di kota ini. Komunitas breakdance di Bandung berkembang cukup solid. Mereka tidak hanya tampil dalam acara hiburan, tetapi juga mengikuti kompetisi tingkat nasional bahkan internasional. Beberapa kelompok tari dari Bandung dikenal memiliki kemampuan yang sangat baik dan sering menjadi juara dalam perlombaan.

Popularitas breakdance di Bandung juga dipengaruhi oleh budaya distro dan musik independen yang berkembang pesat. Breakdance menjadi bagian dari gaya hidup urban anak muda Bandung. Penampilan seperti celana longgar, topi, sepatu sneakers, dan musik hip hop menjadi identitas yang melekat pada para penari.

Saat ini, breakdance tetap eksis meskipun tren hiburan terus berubah. Menariknya, breakdance kini juga masuk dalam ajang olahraga dunia. Panitia Olimpiade telah menetapkan bahwa breakdance sebagai salah satu cabang olah raga yang berhak tandang di arena Olimpiade pada 24 juni 2022.

Ketika berlangsung Olimpiade Paris 2024, breakdance resmi dipertandingkan sebagai cabang olahraga baru. Hal ini menunjukkan bahwa tarian jalanan yang dahulu dianggap sekadar hiburan kini telah mendapatkan pengakuan internasional, namun hal tersebut tidak akan terjadi lagi pada Olimpiade tahun 2028 di Los Angeles, AS seperti yang dikutip dari beberapa sumber berita.

Breakdance adalah bukti bahwa seni dapat lahir dari kehidupan sederhana dan berkembang menjadi budaya dunia. Berawal dari jalanan Bronx di New York, breakdance kini dikenal hampir di seluruh negara, termasuk Indonesia.Tarian ini bukan hanya soal gerakan akrobatik, tetapi juga tentang kreativitas, kerja keras, persahabatan, dan semangat kebebasan berekspresi.

Di Kota Kembang Bandung tahun 1980-an breakdance pernah menjadi fenomena raksasa yang menunjukkan betapa sangat kuatnya pengaruh budaya global terhadap kehidupan kawula muda Bandung, meski belum sekencang sekarang karena ada internet, kawula muda Kota Kembang serentak terkena virus tarian gaya kejang-kejang atau patah-patah alias breakdance. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)