Gedung BAT Cirebon, Pusat Industri yang Kini Hidup sebagai Cagar Budaya Kota

5 menit baca
Azka 'Afina Fatihati
Ditulis oleh Azka 'Afina Fatihati diterbitkan Senin 08 Jun 2026, 16:53 WIB
Potret Gedung BAT Cirebon saat ini (Sumber: siceppot.cirebonkota.go.id)

Potret Gedung BAT Cirebon saat ini (Sumber: siceppot.cirebonkota.go.id)

Cirebon adalah salah satu daerah dengan banyak warisan arsitektur yang mencerminkan pertemuan budaya lokal, kolonial, dan industri. Salah satu warisan tersebut adalah Gedung British American Tobacco (BAT) yang masih berdiri hingga hari ini dan berfungsi sebagai cagar budaya. Perlu diketahui, BAT adalah perusahaan tembakau multinasional yang berbasis di Inggris, dengan operasi yang mencakup berbagai wilayah di seluruh dunia, termasuk Kota Cirebon.

Gedung BAT Cirebon terletak di Jalan Pasuketan No.1, Desa Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Gedung ini dibangun pada awal abad ke-20 dan menjadi salah satu peninggalan arsitektur industri kolonial. Awalnya, gedung ini dimiliki oleh sebuah perseroan bernama Indo Egyptian Cigarettes Company yang didirikan pada tahun 1917. Namun, di tahun 1923, perusahaan tersebut diakuisisi oleh British American Tobacco Company yang saat itu sedang melakukan ekspansi ke Hindia Belanda.

Pada saat itu, pemilihan Cirebon sebagai lokasi industri didasarkan pada posisinya yang strategis sebagai kota pelabuhan dan kedekatannya dengan daerah penghasil tembakau, seperti Bojonegoro dan Temanggung. Posisi strategis ini mendukung pertumbuhan industri tembakau dan membentuk Cirebon menjadi salah satu pusat penting perdagangan dan produksi pada era kolonial.

Gedung BAT Cirebon kemudian di renovasi oleh arsitek F.D. Cuypers & Hulswit pada tahun 1924 yang mengubahnya menjadi gaya art deco. Di tahun yang sama, perusahaan mulai membangun pabrik pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Kota Cirebon. Dengan hadirnya pabrik ini, perusahaan seketika menjadi produsen rokok putih terbesar di tanah air pada waktu itu.

(Sumber: Dok. Pusdatin Kemendikbud, 2020)
(Sumber: Dok. Pusdatin Kemendikbud, 2020)

Dalam surat kabar Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië edisi 1 Agustus 1925, peresmian gedung BAT Cirebon dilakukan pada 1 Agustus 1925. Saat baru berdiri, pabrik ini memiliki 60 mesin yang beroperasi dengan kapasitas 11 juta batang rokok per hari atau 250 juta batang rokok per bulan. Saat itu, ada sekitar 2.000 penduduk asli yang dipekerjakan di pabrik tersebut. Para pekerja mendapatkan lebih dari 36.000 gulden sebagai gaji per bulan. Terlebih lagi, seluruh pekerja bisa menikmati perawatan medis secara gratis. Akibat dari  pendirian perusahaan  ini, keuntungan ekonomi dan lainnya muncul bagi Cirebon. Ribuan keluarga menemukan mata pencaharian mereka di sini secara langsung dan tidak langsung.

Peresmian Kompleks Bangunan Baru British American Tobacco di Cirebon (Sumber: Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 1 Agustus 1925)
Peresmian Kompleks Bangunan Baru British American Tobacco di Cirebon (Sumber: Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 1 Agustus 1925)

Di sisi lain, pembangunan pasokan air yang dibutuhkan begitu lama oleh Kota Cirebon juga dipercepat dengan adanya kebutuhan besar pabrik ini. Energi yang dibutuhkan untuk mesin-mesin pun membuat pembangunan pembangkit listrik menjadi menguntungkan, sehingga kota Cirebon segera disuplai dengan lampu listrik. Oleh karenanya, pendirian BAT kala itu dianggap sangat krusial bagi perkembangan masa depan Cirebon dan sekitarnya.

Kemudian pada tanggal 29 Agustus 1925, pesta pembukaan gedung BAT Cirebon dilaksanakan. Hal tersebut tertulis dalam surat kabar De Locomotief edisi 1 September 1925. Pesta ini dihadiri oleh wali kota, manajer, Hoekman dari Departemen Pertanian, stasiun penelitian arsitektur, dan lainnya. Pada saat itu, Tuan Dainer juga hadir selaku Manajer British American Tobacco Company. Selain berpidato dan memberikan gambaran umum tentang pendirian pabrik, ia juga berterima kasih kepada pemerintah dan kota madya atas bantuan yang diberikan. Dalam pesta tersebut, sebuah kotak cerutu emas juga diberikan kepada Tuan Schotman selaku walikota Cirebon sebagai kenang-kenangan. Ia kemudian berterima kasih atas hadiah yang diberikan dan mengatakan bahwa pabrik tersebut akan membawa banyak kemakmuran bagi penduduk.

Sayangnya, keberadaan gedung BAT tidak selalu dipandang baik. Hal ini dibuktikan dalam salah satu berita di surat kabar Batavia Nieuwsblad edisi 22 Juli 1930. Akibat dari perluasan wilayah pabrik, seorang penduduk Tionghoa mengajukan protes dan meminta kompensasi kepada otoritas yang berwenang. Ia mengeluh karena terganggu oleh kebisingan mesin pabrik sehingga menyebabkan retakan di dinding rumahnya. Di tambah, ia juga terganggu oleh bau tembakau yang menyengat dan mengganggu penduduk sekitar pabrik.

Pasang surut BAT juga turut terjadi. Perkembangan politik berdampak besar terhadap kelangsungan operasional perusahaan. Selama pendudukan Jepang tahun 1942, operasi perusahaan terhenti dan pemerintah militer mengambil alih asetnya. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, BAT melanjutkan operasional pada tahun 1949 dengan nama baru, yaitu British American Tobacco Manufacture (Indonesia) Limited. Ketidakstabilan inilah yang secara langsung mempengaruhi kegiatan industri dan struktur kepemilikan BAT di Indonesia. 

Selain itu, selama konfrontasi Indonesia-Malaysia pada tahun 1963–1964, pemerintah Indonesia kemudian mengambil alih kepemilikan BAT. Namun, dengan diberlakukannya Undang-Undang No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, perusahaan tersebut dikembalikan kepada pemilik aslinya. Hingga pada tahun 1979, perusahaan secara resmi mengubah namanya menjadi PT BAT Indonesia dan mulai menawarkan sebagian sahamnya kepada publik melalui Bursa Efek Jakarta. Hal ini menandai era baru sebagai perusahaan terbuka di Indonesia.

Gedung BAT Cirebon terus beroperasi hingga tahun 2010, hingga akhirnya seluruh proses produksi dipindahkan ke Malang, Jawa timur. Prosedur tersebut dilakukan sebagai bagian dari penggabungan bisnis bersama PT Bentoel Internasional Investama. Sejak saat itu, gedung ini tidak lagi digunakan untuk kegiatan industri, tetapi masih berdiri sebagai bangunan kosong yang memiliki nilai sejarah tinggi. Dengan demikian, gedung tersebut ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota Cirebon karena arsitekturnya yang khas dan kisah panjang di baliknya.

Oleh karena itu, Gedung BAT Cirebon menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang yang memperlihatkan dinamika ekonomi, politik, dan sosial dari masa ke masa. Dari awal berdirinya sebagai pusat produksi rokok berskala internasional hingga mengalami pasang surut akibat perubahan politik global dan nasional, gedung ini telah mencerminkan bagaimana arsitektur dapat menyimpan jejak pertemuan budaya sekaligus perkembangan industri. 

Meski kini tidak lagi berfungsi sebagai pabrik, statusnya sebagai cagar budaya menegaskan bahwa nilai sejarah dan arsitektur yang dimilikinya tetap relevan, menjadi pengingat akan peran penting Cirebon dalam jaringan perdagangan dan industri di Indonesia. (*)

Referensi:

  • Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Profil Budaya dan Bahasa Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat (Cetakan ke-1). Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

  • Tashandra, N. (2022, November 6). Sejarah Gedung BAT Cirebon, Destinasi Bernuansa Eropa Tempo Dulu. Kompas.com.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Azka 'Afina Fatihati
Mahasiswa S1 Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran

Berita Terkait

News Update

Bandung 08 Jun 2026, 19:34

Menilik Eksistensi Dawa Rempah, Racikan Minuman Herbal Tradisional dengan Sentuhan Modern

Gaya hidup sehat turut menjadi tren kekinian yang santer digandrungi oleh masyarakat di masa kini. Salah satu caranya lewat menjaga kesehatan dan kebugaran.

Dawa Rempah (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:31

Hari Laut Sedunia, Masih Adakah Prospek Galangan Kapal di Jabar?

Masih sedikit industri galangan kapal di Jabar. Padahal provinsi ini memiliki sebelas pelabuhan yang bisa digunakan sebagai prasarana galangan kapal.

Ilustrasi Hari Laut Sedunia 2026, pemandangan Pantai Jayanti di Kecamatan Cidaun. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhammad Ikhsan)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:01

Polemik Penggusuran Perumahan Warga di Anyer Dalam akibat Pembangunan oleh KAI

Perumahan Warga di Anyer Dalam digusur untuk pembangunan yang dilakukan oleh oleh KAI merupakan kejadian yang terjadi 5 tahun yang lalu.

Foto Grafiti Bekas 2021 di Tembok Menyusuri di Jalan Serang menyusuri Jalan Anyer Dalam, 17 April 2026. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Hikmat Nur Hidayat)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 17:29

Polemik SPPG Sukabumi: Antara Harapan Gizi dan Alarm Nyata bagi Gen Z

Tercatat sudah tiga kali gelombang unjuk rasa terjadi di pertengahan tahun ini.

Dokumentasi demo SPPG Sukabumi
Beranda 08 Jun 2026, 17:04

Bandung Pernah Jadi Kiblat Musik Indie, Kini Para Musisi Berusaha Merebutnya Kembali

Bandung pernah menjadi salah satu pusat musik independen Indonesia. Melalui Bandung Music Indie, para musisi kini berupaya membangun kembali ruang bersama dan semangat kolektif yang mulai memudar.

Atmosfer hangat dan akrab mewarnai gelaran Bandung Music Indie saat musisi lintas generasi dan penikmat musik bertemu dalam satu ruang yang sama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 16:53

Gedung BAT Cirebon, Pusat Industri yang Kini Hidup sebagai Cagar Budaya Kota

Bukan hanya bangunan kosong, Gedung BAT Cirebon merupakan saksi bisu kejayaan industri kolonial di Kota Cirebon.

Potret Gedung BAT Cirebon saat ini (Sumber: siceppot.cirebonkota.go.id)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 15:07

Gor Saparua sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda dan Panggung Musik Kota Bandung

Satu tempat yang sekarang banyak dipakai orang untuk mencurahkan keringat selama 1990-an-2000-an.

Gor Saparua Bandung. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Zikri)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 12:00

Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

Bahkan di keheningan malam pun perempuan selalu ramai dengan isi kepalanya.

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 10:41

Ibu Kota di Bawah Hujan Plastik: Bagaimana Peran Pemerintah dalam Mengatasinya?

Hujan mikroplastik di Ibu Kota dan pernah menjadi berita hangat pada 2025 akhir tahun.

Banjir akibat hujan deras di Jakarta. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:43

Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kab. Sumedang, berasal dari air laut purba (connate water).

Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Wisata & Kuliner 08 Jun 2026, 09:42

Panduan Wisata Sea World: Dunia Bawah Laut yang Bisa Dijelajahi dalam 3 Jam

Panduan lengkap Sea World Ancol mulai dari harga tiket, Antasena Tunnel, feeding shark, Jellyfish Sphere, hingga tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Sea World Indonesia. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:02

Rompi "Psikolog Klinis" di Puskesmas: Niat Baik yang Menabrak Aturan

Pemasangan rompi bertuliskan "Psikolog Klinis" di puskesmas menuai sorotan. Di balik niat baik meningkatkan layanan, ada aturan profesi yang dipertanyakan.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 08:26

Wujudkan Optimasi Pajak Bumi dan Bangunan dengan Drone  

Mengelola Pajak Bumi dan Bangunan dengan drone sangat efektif untuk melakukan pemetaan udara, pemutakhiran data blok, dan penilaian properti secara presisi.

Demo drone produksi Iter Aero di Kabupaten Subang terkait dengan bidang perkebunan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 19:05

Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya

Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.

Bung Karno (Foto: Dokumen Historia.ID)
Bandung 07 Jun 2026, 18:19

Dari K-Pop hingga Kuliner, Mengintip Cara Bandung dan Korea Selatan Ubah Hubungan Kultural Jadi Peluang Bisnis Kreatif

Dari kegemaran menikmati musik hingga tren produk kecantikan, adaptasi kultural ini perlahan tapi pasti membuka ruang-ruang usaha baru yang melibatkan para pelaku industri kreatif lokal.

“Oullim Korea: Rhythm & Recipes” yang memadati 23 Paskal Shopping Center, Bandung, pada 5–7 Juni 2026.
Bandung 07 Jun 2026, 15:04

Dari Tren Jadi Cuan, Kisah Mawaru Matcha Ekspansi Ratusan Gerai Lewat Minuman Kalcer

Gelombang hype yang mengakar dari tren makanan hingga minuman kalcer masa kini seperti dessert, kopi, sampai matcha greentea, kian menarik respons positif masyarakat.

Mawaru Matcha. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 07 Jun 2026, 09:41

Riwayat Cibiru, Pusat Kesenian Hingga Kemacetan

Cibiru dikenal karena kemacetannya, tetapi kawasan ini juga menjadi rumah bagi benjang dan wayang golek.

Kondisi kemacetan di Cibiru, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 07 Jun 2026, 08:33

Jelajah Yogyakarta untuk Pemula: Destinasi, Kuliner, dan Itinerary Pilihan

Panduan lengkap untuk pertama kali ke Yogyakarta, mulai dari transportasi, tempat menginap, wisata budaya, hingga kuliner khas yang wajib dicoba.

Tugu Jogja. (Sumber: Kemenparekraf)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 07:09

Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

mengenai bioskop capitol di sukabumi, yang pernah menjadi pusat hiburan masyarakat ditahun 90-an

Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)