Gedung BAT Cirebon, Pusat Industri yang Kini Hidup sebagai Cagar Budaya Kota

5 menit baca
Azka 'Afina Fatihati
Ditulis oleh Azka 'Afina Fatihati diterbitkan
Potret Gedung BAT Cirebon saat ini (Sumber: siceppot.cirebonkota.go.id)
Potret Gedung BAT Cirebon saat ini (Sumber: siceppot.cirebonkota.go.id)

Cirebon adalah salah satu daerah dengan banyak warisan arsitektur yang mencerminkan pertemuan budaya lokal, kolonial, dan industri. Salah satu warisan tersebut adalah Gedung British American Tobacco (BAT) yang masih berdiri hingga hari ini dan berfungsi sebagai cagar budaya. Perlu diketahui, BAT adalah perusahaan tembakau multinasional yang berbasis di Inggris, dengan operasi yang mencakup berbagai wilayah di seluruh dunia, termasuk Kota Cirebon.

Gedung BAT Cirebon terletak di Jalan Pasuketan No.1, Desa Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Gedung ini dibangun pada awal abad ke-20 dan menjadi salah satu peninggalan arsitektur industri kolonial. Awalnya, gedung ini dimiliki oleh sebuah perseroan bernama Indo Egyptian Cigarettes Company yang didirikan pada tahun 1917. Namun, di tahun 1923, perusahaan tersebut diakuisisi oleh British American Tobacco Company yang saat itu sedang melakukan ekspansi ke Hindia Belanda.

Pada saat itu, pemilihan Cirebon sebagai lokasi industri didasarkan pada posisinya yang strategis sebagai kota pelabuhan dan kedekatannya dengan daerah penghasil tembakau, seperti Bojonegoro dan Temanggung. Posisi strategis ini mendukung pertumbuhan industri tembakau dan membentuk Cirebon menjadi salah satu pusat penting perdagangan dan produksi pada era kolonial.

Gedung BAT Cirebon kemudian di renovasi oleh arsitek F.D. Cuypers & Hulswit pada tahun 1924 yang mengubahnya menjadi gaya art deco. Di tahun yang sama, perusahaan mulai membangun pabrik pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Kota Cirebon. Dengan hadirnya pabrik ini, perusahaan seketika menjadi produsen rokok putih terbesar di tanah air pada waktu itu.

(Sumber: Dok. Pusdatin Kemendikbud, 2020)
(Sumber: Dok. Pusdatin Kemendikbud, 2020)

Dalam surat kabar Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië edisi 1 Agustus 1925, peresmian gedung BAT Cirebon dilakukan pada 1 Agustus 1925. Saat baru berdiri, pabrik ini memiliki 60 mesin yang beroperasi dengan kapasitas 11 juta batang rokok per hari atau 250 juta batang rokok per bulan. Saat itu, ada sekitar 2.000 penduduk asli yang dipekerjakan di pabrik tersebut. Para pekerja mendapatkan lebih dari 36.000 gulden sebagai gaji per bulan. Terlebih lagi, seluruh pekerja bisa menikmati perawatan medis secara gratis. Akibat dari  pendirian perusahaan  ini, keuntungan ekonomi dan lainnya muncul bagi Cirebon. Ribuan keluarga menemukan mata pencaharian mereka di sini secara langsung dan tidak langsung.

Peresmian Kompleks Bangunan Baru British American Tobacco di Cirebon (Sumber: Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 1 Agustus 1925)
Peresmian Kompleks Bangunan Baru British American Tobacco di Cirebon (Sumber: Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 1 Agustus 1925)

Di sisi lain, pembangunan pasokan air yang dibutuhkan begitu lama oleh Kota Cirebon juga dipercepat dengan adanya kebutuhan besar pabrik ini. Energi yang dibutuhkan untuk mesin-mesin pun membuat pembangunan pembangkit listrik menjadi menguntungkan, sehingga kota Cirebon segera disuplai dengan lampu listrik. Oleh karenanya, pendirian BAT kala itu dianggap sangat krusial bagi perkembangan masa depan Cirebon dan sekitarnya.

Kemudian pada tanggal 29 Agustus 1925, pesta pembukaan gedung BAT Cirebon dilaksanakan. Hal tersebut tertulis dalam surat kabar De Locomotief edisi 1 September 1925. Pesta ini dihadiri oleh wali kota, manajer, Hoekman dari Departemen Pertanian, stasiun penelitian arsitektur, dan lainnya. Pada saat itu, Tuan Dainer juga hadir selaku Manajer British American Tobacco Company. Selain berpidato dan memberikan gambaran umum tentang pendirian pabrik, ia juga berterima kasih kepada pemerintah dan kota madya atas bantuan yang diberikan. Dalam pesta tersebut, sebuah kotak cerutu emas juga diberikan kepada Tuan Schotman selaku walikota Cirebon sebagai kenang-kenangan. Ia kemudian berterima kasih atas hadiah yang diberikan dan mengatakan bahwa pabrik tersebut akan membawa banyak kemakmuran bagi penduduk.

Sayangnya, keberadaan gedung BAT tidak selalu dipandang baik. Hal ini dibuktikan dalam salah satu berita di surat kabar Batavia Nieuwsblad edisi 22 Juli 1930. Akibat dari perluasan wilayah pabrik, seorang penduduk Tionghoa mengajukan protes dan meminta kompensasi kepada otoritas yang berwenang. Ia mengeluh karena terganggu oleh kebisingan mesin pabrik sehingga menyebabkan retakan di dinding rumahnya. Di tambah, ia juga terganggu oleh bau tembakau yang menyengat dan mengganggu penduduk sekitar pabrik.

Pasang surut BAT juga turut terjadi. Perkembangan politik berdampak besar terhadap kelangsungan operasional perusahaan. Selama pendudukan Jepang tahun 1942, operasi perusahaan terhenti dan pemerintah militer mengambil alih asetnya. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, BAT melanjutkan operasional pada tahun 1949 dengan nama baru, yaitu British American Tobacco Manufacture (Indonesia) Limited. Ketidakstabilan inilah yang secara langsung mempengaruhi kegiatan industri dan struktur kepemilikan BAT di Indonesia. 

Selain itu, selama konfrontasi Indonesia-Malaysia pada tahun 1963–1964, pemerintah Indonesia kemudian mengambil alih kepemilikan BAT. Namun, dengan diberlakukannya Undang-Undang No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, perusahaan tersebut dikembalikan kepada pemilik aslinya. Hingga pada tahun 1979, perusahaan secara resmi mengubah namanya menjadi PT BAT Indonesia dan mulai menawarkan sebagian sahamnya kepada publik melalui Bursa Efek Jakarta. Hal ini menandai era baru sebagai perusahaan terbuka di Indonesia.

Gedung BAT Cirebon terus beroperasi hingga tahun 2010, hingga akhirnya seluruh proses produksi dipindahkan ke Malang, Jawa timur. Prosedur tersebut dilakukan sebagai bagian dari penggabungan bisnis bersama PT Bentoel Internasional Investama. Sejak saat itu, gedung ini tidak lagi digunakan untuk kegiatan industri, tetapi masih berdiri sebagai bangunan kosong yang memiliki nilai sejarah tinggi. Dengan demikian, gedung tersebut ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota Cirebon karena arsitekturnya yang khas dan kisah panjang di baliknya.

Oleh karena itu, Gedung BAT Cirebon menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang yang memperlihatkan dinamika ekonomi, politik, dan sosial dari masa ke masa. Dari awal berdirinya sebagai pusat produksi rokok berskala internasional hingga mengalami pasang surut akibat perubahan politik global dan nasional, gedung ini telah mencerminkan bagaimana arsitektur dapat menyimpan jejak pertemuan budaya sekaligus perkembangan industri. 

Meski kini tidak lagi berfungsi sebagai pabrik, statusnya sebagai cagar budaya menegaskan bahwa nilai sejarah dan arsitektur yang dimilikinya tetap relevan, menjadi pengingat akan peran penting Cirebon dalam jaringan perdagangan dan industri di Indonesia. (*)

Referensi:

  • Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Profil Budaya dan Bahasa Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat (Cetakan ke-1). Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

  • Tashandra, N. (2022, November 6). Sejarah Gedung BAT Cirebon, Destinasi Bernuansa Eropa Tempo Dulu. Kompas.com.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Azka 'Afina Fatihati
Mahasiswa S1 Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jul 2026, 21:02

Stamp Hunting di Kota Kembang: Fenomena Demam “Museum Passport” dan Candu Baru Kaum Metropolis Bandung

Siapa sangka selembar kertas dan ketukan tinta bisa memicu adrenalin sedahsyat ini? Di Jakarta, demam stamp hunting sudah lebih dulu meledak. Sekarang fenomenanya menular ke Kota Bandung.

Para Stamp Hunter Peserta Komunitas Cerita Bunda Lintas Generasi Berfoto di Museum KAA (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 19:06

Ketika Pelajar Diminta Pulang Cepat, Apakah Bandung Menjadi Lebih Aman?

Jika seorang pelajar dianggap aman hanya karena berada di rumah setelah pukul 21.00, lalu bagaimana dengan keamanan kota setelah jam itu?

Warga berlalu lalang di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam hari. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ditya Rafi Muttaqin/Magang)
Linimasa 24 Jul 2026, 18:41

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari

Seni ukir kayu menjadi cara warga Kampung Bunisakti, Arjasari, memperkenalkan daerahnya. Beragam ukiran bernilai seni diproduksi dengan teknik khas.

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 18:33

5 'Warung' Sarapan di Pilihan Bandung, dari Kedai Legendaris hingga Hidden Gem

Jelajahi 5 kedai sarapan favorit di Bandung dengan pilihan menu rumahan, panorama asri, hingga hidden gem yang cocok untuk memulai hari.

Sajian di Sepiring Pagi.
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 17:15

Di Balik Kampanye Digital Jakarta International Marathon 2025: Analisis Merek Air Mineral Nasional

Membedah hal-hal yang tidak terlihat di balik kampanye digital.

Ilustrasi. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 16:18

Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

Ketika suatu festival seni dapat memberi inspirasi bagi daerah lain.

Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:27

Mega Korupsi Era 90-an Skandal Bapindo dan Eddy Tansil Mengguncang Indonesia

Pengusaha bernama lengkap Edy Tansil (Tan Tjoa Ing) dituntut hukuman penjara seumur hidup serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp800 miliar.

Surat kabar Bandung Pos edisi akhir Juli 1994 yang menampilkan berita utama mengenai kasus mega korupsi Eddy Tansil. (Sumber: Foto dan koleksi surat kabar Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:10

Modernisasi Berkebaya yang Berbudaya

Tidak dapat ditawar lagi dengan berkebaya. Kebaya sudah menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 14:17

Telusur Arca Derenten: Ikonografi Durga-Agastya, Omon-Omon dari Kebun Binatang ke Museum Kota

Pengejawantahan arkeolog sebagai 'detektif masa lalu': mengkaji ikonografi Arca batu, menelusuri jejak hilangnya, hingga mengurai urgensi lembaga Museum Kota

Pintu masuk kebun binatang Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 13:40

Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi: Penyuluhan Mahasiswa PKPA UMB di Puskesmas Cibiru

Kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan praktisi fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien di puskesmas cibiru.

Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 13:22

Lontong Goreng Gasibu, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Gedung Sate Bandung

Cari sarapan enak di Bandung? Lontong Goreng Gasibu menawarkan lontong goreng hangat dan tahu Sumedang dengan harga mulai Rp4.000 di kawasan Lapangan Gasibu.

Lontong Goreng Gasibu. (Sumber: Instagram @hayulahgaskeun)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 10:22

Sate, Sang Mahakarya Kuliner Nusantara: Dari Warisan Budaya hingga Diplomasi Rasa Dunia

Indonesia boleh dibilang merupakan "Negeri Seribu Sate".

Pedagang sate. (Sumber: Pexels | Foto: nourrie zein)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 07:55

Kesantunan Berdigital bagi Anak

Kecerdasan buatan tidak boleh membatasi proses tumbuh kembang anak.

Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 19:42

Gunung Alit Telah Lahir di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Alit ini lahir di sisi utara Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu.

Gunung Alit lahir di dalam Kawah Ratu pascaletusan Juli–Agustus 2019. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 18:02

Serunya Belajar di Alam Bebas

Pendidikan terbaik bukan selalu tentang seberapa cepat anak mampu membaca, menulis, berhitung. Melainkan ketika anak tumbuh menjadi manusia yang rasa ingin tahunya tetap hidup, hatinya tetap lembut

Asyiknya Kakang naik Bebek Gowes di Pondok Tandang Bakti Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Ahad (31/5/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 17:00

Hari Anak Nasional: Kenalkan Proses Kreatif Sejak Dini Lewat Program Little Creator

Kreativitas di segala bidang kehidupan adalah kunci masa depan anak.

Program Kreator Cilik yang diselenggarakan oleh Omochatoys menekankan proses kreatif sejak usia dini (Foto: dok Omochatoys)
Wisata & Kuliner 23 Jul 2026, 16:22

Wahana Pilihan TMII, dari Kereta Gantung hingga Drone Show Gratis

Rencanakan kunjungan ke TMII dengan panduan wahana terbaik, lengkap dengan tiket, museum pilihan, Jagat Satwa Nusantara, dan tips berkunjung hemat.

Museum Indonesia TMII. (Sumber: TMII)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 16:21

Hari Anak Nasional: Sudahkah Anak-Anak Indonesia Merdeka?

Apakah anak-anak layak dikatakan sudah merdeka? jika rasa aman, nyaman dan hak-hak dasar dalam hidup mereka belum sepenuhnya bisa ditunaikan.

Seorang anak sekolah di Aceh yang menyebrangi jembatan tali menuju sekolah. (Sumber: Generated AI (Terinspirasi dari Video Asli di Aceh))
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 15:11

Hari Anak Nasional Menjadi Momen Tumbuhnya Generasi Kuat dan Cerdas

Seharusnya peringatan Hari Anak Nasional dijadikan momentum penting untuk membangun anak-anak yang kuat dan cerdas.

Butuh kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dalam rangka mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak-anak negeri ini. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 14:39

Ketika Kritik Tenggelam dalam Kebisingan

Status quo tidak selalu bertahan karena kritik dibungkam, tetapi karena perhatian kita terlalu mudah dialihkan.

Sebuah pagelaran seni dog-dog di tengah sebuah aksi. (Foto: Dokumen pribadi)