Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Perpustakaan bukan lagi sekadar ruang kosong, perpustakaan sudah merubah wajahnya menjadi rumah ilmu pengetahuan yang paling mutakhir.

  • Kunjungan ke Dispusipda Jabar meningkat dan memberikan sinyal bahwa perpustakaan sudah menyediakan sarana atau fasilitas yang sangat disukai oleh masyarakat.

  • Di kota Bandung, layanan perpustakaan keliling terus dilaksanakan dalam kerjasama antar instansi, membuat  pojok baca mandiri di fasilitas umum seperti taman kota atau stasiun, meski program buku digital melalui aplikasi diungkapkan sebagai alternatif bagi generasi Z kini.

Perpustakaan sudah selaiknya diberi perhatian lebih oleh seluruh masyarakat dimanapun. Perpustakaan sebagai ruang keilmuan yang hakikatnya memberikan peluang bagi masyarakat mengembangkan diri melalui produktif membaca.

Perpustakaan bukan lagi sekadar ruang kosong, perpustakaan sudah merubah wajahnya menjadi rumah ilmu pengetahuan yang paling mutakhir.

Situasinya masyarakat di era digital menjadi apatis, segelintir yang masih peduli keberadaannya. Padahal perpustakaan menaungi masyarakat dari buta aksara, membuat masyarakat sekarang lebih betah membaca buku. Perpustakaan sebagai gerbang utama membuka pengetahuan yang sungguh-sungguh berdampak kepada keberlangsungan masyarakat di masa mendatang.

Terlebih permasalahan dimiliki masyarakat akhir-akhir ini seharusnya dapat diberi solusi melalui buku. Jendelanya ilmu pengetahuan, yang mampu memberi keleluasaan pengetahuan dan alternatif kehidupan yang sebaik-baiknya.

Perpustakaan bukan menjadi tanggung jawab dari pengelola semata, melainkan kolaborasi yang diperuntukkan kepada penta helix.

Sejurus dengan itu, ternyata masyarakat belum banyak menganggap pentingnya perpustakaan. Tidak banyak pemerintah yang serius memberikan kesempatan kepada masyarakatnya untuk membaca buku. Akibatnya kunjungan ke perpustakaan tidak memberi dampak signifikan. Kurangnya kunjungan ini perlu diberikan perhatian paling serius.

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim. Meski ada kabar positif dari Dispusipda Jabar mendapatkan data pemustaka dari kalangan masyarakat terdapat 61,3% pemustaka merupakan pelajar dan lulusan S1.

Kunjungan ke Dispusipda Jabar meningkat dan memberikan sinyal bahwa perpustakaan sudah menyediakan sarana atau fasilitas yang sangat disukai oleh masyarakat.

Namun demikian, untuk menentukan solusi yang paling efektif, kita perlu mengidentifikasi tantangan terbesar dari perpustakaan yang mana stigma tempat yang membosankan.

Perpustakaan sering kali masih dianggap sebagai tempat yang kaku, sunyi, kuno, dan hanya berisi tumpukan buku berdebu. Koleksi buku kurang terbarukan, buku-bukunya hanya berisikan buku-buku lama, keminatan masyarakat sangat minimalis, yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Perpustakaan sudah kalah bersaing dengan gawai, mengingat bahwa gawai sudah mampu memberikan ruang baca digital, hiburan yang aktraktif dari media sosial dan platform yang digandrungi. Sementara perpustakaan belum memiliki inovasi yang mampu menggugah masyarakat berkunjung.

Sekalinya perpustakaan berbenah pun masih belum memberikan fasilitas pendukung yang masyarakat perlukan,  wifi gratis pun terkadang masih belum tersedia dengan baik, jaringannya lemot dan kurang menunjukkan bahwa suasana di perpustakaan kurang nyaman dijadikan tempat membaca, utamanya bagi generasi Z.  

Di sisi lainnya, lokasi dan aksesibilitas menjadi kebutuhan masyarakat. Akses transportasi yang sulit atau jam operasional perpustakaan yang bertabrakan dengan jam kerja atau sekolah bagi masyarakat. Jam operasional di perpustakaan masih mengikuti jam kerja pada umumnya. Padahal perpustakaan seharusnya menjadi tempat yang dipanjangkan waktunya bahkan harus 24 jam.

Untuk memberdayakan kunjungan masyarakat ke perpustakaan, perpustakaan harus bertransformasi. Tidak sekadar tempat bagi masyarakat untuk meminjam buku, melainkan tempat ternyaman untuk menjadi pusat berkumpulnya komunitas yang inklusif dan hidup di ruang perpustakaan.

Strategi Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Desain gedung perpustakaan juga penting direnovasi sebagus-bagusnya sesuai kebutuhan generasi Z. Transformasi ruang bagi perpustakaan sebagai kebijakan mutlak.

Generasi Z sangat antusias ketika perpustakaan didesain menyesuaikan generasinya. Perpustakaan dirubah menjadi tempat berdiskusi yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti Wi-Fi dan arus listrik lain untuk cas gawai masing-masing pengunjung.

Keterlibatan komunitas bukanlah hal yang dihindari. Melainkan keterikatan kepada komunitas menjadi peluang tersendiri bagi pengelola perpustakaan. Hadirnya kerjasama dengan komunitas membuat diversifikasi program, yang notabene tidak bersinggungan dengan perbukuan, namun masih beririsan tajam, akan tetapi dibuat dengan program yang dinamis.

Seperti menggandeng komunitas yang berkegiatan berhubungan juga dengan masyarakat dan sangat dibutuhkan. Di antaranya tentang pelatihan bahasa asing seperti bahasa inggris, bahasa Jepang, bahasa Korea, dan bahasa arab. 

Menghadirkan juga kelas robotik/coding untuk anak-anak dan remaja, lokakarya UMKM, kelas menyunting video, kelas menjadi konten kreator yang handal. Skema lainnya dapat dipertajam dengan mengundang para ahbli di bidang masing-masing.

Di kota Bandung, layanan perpustakaan keliling terus dilaksanakan dalam kerjasama antar instansi, membuat  pojok baca mandiri di fasilitas umum seperti taman kota atau stasiun, meski program buku digital melalui aplikasi diungkapkan sebagai alternatif bagi generasi Z kini.

Selanjutnya membuat konten kreatif dengan memanfaatkan media sosial untuk membuat konten menarik, ulasan buku dibalut podcast dan konten lainnya yang bersinggungan secara efektif.

Kehadiran kerjasama dengan dinas pendidikan dan kepala sekolah sebagai luaran yang pantas dihadirkan di ruang perpustakaan.

Manfaat Pemberdayaan Kunjungan

Tidak ada kata mustahil, perpustakaan dapat hidup untuk masyarakat yang berdampingan meluangkan waktu untuk berdiskusi,  berargumentasi, serta beruraian cerita kehidupan. Menghidupkan kembali perpustakaan membawa dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Aspek dampak nyata untuk Masyarakat.

Terdapat tiga hal, pertama inklusivitas masyarakat  bersosial, kedua, peningkatan kecakapan yang didesain secara tegas, berani, dan memberi nuansa seram, tetapi perpustakaan harus memiliki etika memasuki perpustakaan.

Selanjutnya, inklusivitas bagi masyarakat, agar mampu akses informasi, terlahirnya keberagaman masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan. Juga kesetaraan keilmuan yang diprakarsai bersama.

Kemudian, peningkatan kecakapan dan peningkatan literasi. Keduanya tidakterpisahkan. Hadirnya inkubator keterampilan baru yang diadaptasikan atau peningkatan kecakapan. Juga adanya pelatihan langsung dengan pelbagai topik pada umumnya, sehingga masyarakat menyadari bahwa di perpustakaan dapat menemukan pelbagai keilmuan yang gratis diaksesnya. 

Terakhirnya, berhubungan dengan budaya literasi. Belum membudayakan aktivitas membaca dan menulis. Membaca sebagai aktivitas yang wajib, budaya literasi nggak sekadar mengimplementasikannya secara sederhana, tetapi nanti akan disulap menjadi ruang buku lebih banyak. Lebih bisa memberi akses yang representatif.

Wal akhir, pemerintahlah yang mampu menunjukkan keseriusannya. Jika pemerintah ingin masyarakat terbuka dan mau berkunjung ke perpustakaan lebih lama dibandingkan sebelumnya. Transformasi yang diharapkan generasi Z saat ini mengenai perubahan menyeluruh baik dari layanan, akses, bangunan, bahkan koleksi bukunya. Semoga terwujud, demi masyarakat yang cerdas menuju Indonesia Cerdas! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Sep 2026, 17:12

Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian

Sulit menemukan research gap untuk skripsi? Pelajari cara menemukannya dari jurnal, melihat celah penelitian, hingga mengubahnya menjadi ide penelitian.

Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 16:57

Sekali di Udara, Tetap di Hati: 81 Tahun Perjalanan RRI

Radio Republik Indonesia (RRI) memperingati hari jadinya setiap 11 September.

Gedung RRI Bandung, diambil pada bulan Agustus 2024. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Pijri Paijar)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 14:04

Komunikasi di Era AI: Mengapa Suara Manusia di Radio Tak Tergantikan

Di era AI, radio bertahan sebagai benteng keaslian manusia. Hari Radio Nasional mengingatkan bahwa kehangatan dan koneksi emosional dari suara penyiar tak tergantikan oleh algoritma.

Ilustrasi ruangan siaran radio. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Linimasa 11 Sep 2026, 14:02

Dulu Sempat Viral, Apa Kabar Odading Mang Oleh?

Odading Mang Soleh pernah viral berkat video Ade Londok. Kini usaha tersebut diteruskan anak-anak dan memiliki cabang di luar Bandung.

Odading Mang Oleh yang dulu sempat viral. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 13:27

Menghidupkan Siaran RRI Bandung dengan Kreativitas Siniar

Alih wahana oleh RRI Bandung membutuhkan platform digital karya anak bangsa yang multifungsi.

Gedung Radio Republik Indonesia Bandung di Jalan Diponegoro No.61 Kota Bandung (Sumber: RRI | Foto: Atep)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 10:16

Dari I Hate Monday Menjadi 'Dimanusiakan' Pengalaman Tak Terduga di BP Kebudayaan Jabar

Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat adalah unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Kebudayaan yang bertugas merawat dan memajukan kebudayaan serta cagar budaya di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Ilustrasi tulisan "I hate monday". (Sumber: Pexels | Foto: elena_ sher)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 09:00

Mengapa Laga Persib–Persija Lebih dari Sekadar Tiga Poin

Para pemain Persib tidak hanya bermain untuk klub, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan sebagian masyarakat Jawa Barat. 

Pemain Persib dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)