Hari Raya Idul Adha Bertepatan Hari Jumat, Tetap Wajibkah Shalat Jumat?

4 menit baca
Habib Fauzan Syah
Ditulis oleh Habib Fauzan Syah diterbitkan
Bagaimana bila Idul Adha jatuh tepat pada hari Jum’at? (Sumber: Pexels/Pir Sümeyra)
Bagaimana bila Idul Adha jatuh tepat pada hari Jum’at? (Sumber: Pexels/Pir Sümeyra)

Hari Raya Idul Adha adalah salah satu momen besar dalam Islam. Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam merayakannya dengan penuh suka cita melalui pelaksanaan shalat Id dan ibadah kurban.

Namun, bagaimana bila Idul Adha jatuh tepat pada hari Jum’at? Apakah kewajiban shalat Jum’at tetap berlaku bagi mereka yang telah shalat Id di pagi harinya?

Pertanyaan ini telah menjadi bahan diskusi di kalangan para ulama sejak zaman sahabat. Terdapat dua pendapat utama mengenai hal ini. Masing-masing pendapat memiliki dalil dan hujjah (argumen syar’i) yang kuat.

Pendapat Pertama: Gugurnya Kewajiban Shalat Jum’at bagi yang Telah Shalat Id

Pendapat ini menyatakan bahwa shalat Jum’at tidak lagi wajib bagi orang yang telah melaksanakan shalat Id. Namun, shalat Dzuhur tetap wajib sebagai pengganti.

Dalil dan Hadits yang Digunakan

Hadits dari Zaid bin Arqam:

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ: صَلَّى النَّبِيُّ ﷺ الْعِيدَ، ثُمَّ رَخَّصَ فِي الْجُمُعَةِ، فَقَالَ: "مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّ"

“Dari Zaid bin Arqam berkata: Nabi ﷺ melaksanakan shalat Id, kemudian memberikan keringanan dalam (shalat) Jum’at, beliau bersabda: ‘Siapa yang mau, maka dia boleh shalat (Jum’at)’.”

HR. Abu Dawud No. 1070, Ahmad (4/372). Dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani.

Hadits dari Abu Hurairah (diriwayatkan secara mauquf dan marfu'):

قَدِ اجْتَمَعَ فِي يَوْمِكُمْ هَذَا عِيدَانِ، فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنَ الْجُمُعَةِ، وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ

"Telah berkumpul dua hari raya pada hari ini. Maka siapa yang mau, shalat Id telah mencukupinya dari shalat Jum’at. Tetapi kami tetap akan melaksanakan shalat Jum’at."

HR. Abu Dawud No. 1073, Ibnu Majah No. 1310. Dinilai hasan oleh beberapa ulama.

Yang Menguatkan Pendapat Ini

Sahabat Utsman bin Affan membolehkan orang yang telah shalat Id dan tinggal jauh dari Madinah untuk tidak mengikuti shalat Jum’at.

Imam Ahmad bin Hanbal dan sebagian ulama mazhab Hanbali mendukung pendapat ini. Ulama kontemporer seperti Syaikh Bin Baz dan Syaikh Utsaimin juga membolehkannya dengan syarat tetap shalat Dzuhur.

Pendapat Kedua: Shalat Jum’at Tetap Wajib Dilaksanakan

Lafadz Faman Sya-a menjadi Isyarat Bahwa Gugurnya kewajiban Sholat Jum'at setelah melaksanakan Sholat 'Idul Adha itu adalah Bagi Mereka yang Rumahnya Jauh Dari Masjid,Bisa saja karena Beda desa/Kampung, sehingga sangat Mustahil bagi mereka untuk mengejar waktu sholat Jum'at, Lain Halnya dengan Mereka yang Akses Untuk melaksanakan Sholat Jum'at sangat Mudah karena Begitu Banyak Masjid Pada zaman Sekarang Ini,maka Kewajiban Sholat Jum'at tetap berlaku.

Hujjah dan Dalil

Bagaimana bila Idul Adha jatuh tepat pada hari Jum’at? (Sumber: Pexels/Bilal Furkan KOŞAR)
Bagaimana bila Idul Adha jatuh tepat pada hari Jum’at? (Sumber: Pexels/Bilal Furkan KOŞAR)

Ayat Al-Qur’an yang bersifat umum dan tidak memberi pengecualian:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli."

QS. Al-Jumu’ah: 9

Hadits Nu’man bin Basyir yang menunjukkan Nabi tetap melaksanakan shalat Jum’at meskipun sebelumnya shalat Id:

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقْرَأُ فِي الْعِيدَيْنِ وَفِي الْجُمُعَةِ ﴿سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى﴾، وَ﴿هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ﴾

“Nabi ﷺ biasa membaca dalam shalat dua hari raya dan dalam shalat Jum’at: ‘Sabbihisma Rabbikal A’laa’ dan ‘Hal Ataka Haditsul Ghasyiyah’.”

HR. Muslim No. 878

Makna hadits ini: Nabi tetap melaksanakan shalat Jum’at meskipun sudah shalat Id karena disebutkan beliau membaca surat yang sama pada kedua shalat tersebut. Ini menunjukkan bahwa Nabi tidak menggugurkan shalat Jum’at walau telah shalat Id.

Hadits tentang wajibnya shalat Jum’at kecuali untuk empat golongan:

الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ، إِلَّا أَرْبَعَةً: عَبْدٌ مَمْلُوكٌ، أَوِ امْرَأَةٌ، أَوْ صَبِيٌّ، أَوْ مَرِيضٌ

“Shalat Jum’at adalah hak yang wajib atas setiap Muslim secara berjamaah, kecuali empat: hamba sahaya, wanita, anak kecil, dan orang sakit.”

HR. Abu Dawud No. 1067, disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ No. 3111

Yang Menguatkan Pendapat Ini

Imam Malik dan Abu Hanifah berpendapat bahwa shalat Jum’at tetap wajib. Mayoritas ulama Syafi’iyah juga mewajibkan shalat Jum’at dalam kondisi ini.

Kedua pendapat di atas memiliki landasan syar’i yang kuat. Dalam konteks perbedaan ini:

Shalat Jum’at tetap diselenggarakan di masjid, karena sebagian umat tetap wajib mengikutinya (terutama yang tidak shalat Id, atau yang menjadi imam).

Bagi yang mengikuti shalat Id, bisa memilih salah satu pendapat yang paling diyakini, namun tetap wajib shalat Dzuhur bila tidak ikut Jum’at. Umat Islam hendaknya bersikap toleran dalam menyikapi perbedaan ini, karena ia bagian dari keluasan rahmat Islam.

Referensi Hadits:

  • Shahih Muslim No. 878
  • Sunan Abu Dawud No. 1067, 1070, 1073
  • Musnad Ahmad (4/372)
  • Ibnu Majah No. 1310
  • Shahih Al-Jami’ oleh Al-Albani No. 3111
  • QS. Al-Jumu’ah: 9
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Habib Fauzan Syah
Lewati saja masa sulitnya,jangan Rubah Tujuannya

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)