Inklusiland 2025: Mewujudkan Indonesia Inklusif

5 menit baca
Ananda Muhammad Firdaus
Ditulis oleh Ananda Muhammad Firdaus diterbitkan
Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi sahabat disabilitas Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi sahabat disabilitas Indonesia. (Sumber: Istimewa)

AYOBANDUNG.ID – Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi sahabat disabilitas Indonesia. Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) menegaskan komitmennya untuk membangun Indonesia yang lebih inklusif, ramah, dan berkelanjutan melalui sebuah pendekatan baru, yang tidak hanya bersifat seremonial tetapi berskala nasional dan memberdayakan.

Menangkap momentum luar biasa ini, YIPB melakukan sebuah transformasi penting dari sekadar peringatan seremonial menjadi sebuah perayaan publik dan gerakan sosial yang monumental, sistematis, dan berkelanjutan. Terinspirasi oleh rekam jejak Prof. Reda Manthovani, sahabat disabilitas sekaligus tokoh pegiat lingkungan nasional, serta di bawah kepemimpinan inspiratif Cahaya Manthovani beserta seluruh pengawas dan pengurus Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, YIPB menghadirkan sebuah festival inklusi terbesar bertajuk “InklusiLand: Everyone Shines, Everyone Matter.”

Festival ini dirancang sebagai perayaan publik perdana, sekaligus simbol kelahiran “rumah baru” bagi masyarakat penyandang disabilitas, tempat mereka dapat berkarya, dirayakan, dihargai, dan berpartisipasi penuh dalam ekosistem sosial yang inklusif.

YIPB percaya bahwa setiap individu penyandang disabilitas memiliki kemampuan berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia dan bumi ini. Cahaya mereka adalah bagian penting dari cahaya bangsa yang menerangi bumi ini dengan cara yang luar biasa.

Mengusung tema besar “Hidupkan Cahayamu”, InklusiLand menghadirkan pengalaman multidimensi yang mengintegrasikan inklusivitas sosial dengan keberlanjutan lingkungan. Festival ini dirancang untuk mendukung setidaknya 6 Sustainable Development Goals (SDG’s), melalui rangkaian kegiatan yang menggabungkan inovasi, seni, olahraga adaptif, edukasi keluarga, dan wirausaha inklusif.

“InklusiLand bukan sekadar festival, ini adalah gerakan. Ketika kita menjaga lingkungan, kita sedang membuka akses dan ruang hidup bagi semua. InklusiLand adalah ruang untuk merayakan keberagaman, menghargai perjuangan, dan menyalakan semangat kolaborasi,” tegas Cahaya Manthovani, Inisiator Inklusiland sekaligus penggerak utama inisiatif ini.

Inspirasi utama festival ini berakar dari gagasan dan perjuangan Prof. Reda Manthovani, yang selama bertahun-tahun menyuarakan pentingnya ruang publik yang setara, aman, dan mudah diakses oleh penyandang disabilitas. Nilai-nilai tersebut mengalir dalam seluruh desain dan implementasi InklusiLand, baik dari sisi kurasi program, edukasi, hingga desain pengalaman (experience design).

InklusiLand terlaksana dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Keempat pemerintah daerah tersebut berkomitmen memperluas ekosistem inklusi dan memastikan ruang publik yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Bertempat di ICE BSD Hall 10, festival ini menghadirkan lebih dari 3500 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas pendamping, atlet dan masyarakat pemerhati sosial, serta puluhan komunitas yang bergerak di isu inklusi. Perayaan dimulai dengan Lestari 1K Fun Walk, senam sehat dan paparazzi runway, memberikan pengalaman afirmatif layaknya “superstar treatment” bagi seluruh peserta.

6 EXPERIENCE ZONES: Ruang Inklusi yang Hidu

  • Zona Lestari Para-Juara: Zona olahraga adaptif ini menyuguhkan Mini Boccia Family Relay, Podium Moment dengan Medali Paris, yang mengajak pengunjung memahami dunia para olahraga dengan cara menyenangkan. Di Para-Athlete Story Corner, pengunjung dapat mendengar langsung kisah inspiratif para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa.
  • Zona Ekspresi Lestari: Zona kreatif yang menghadirkan aktivitas upcycle dari gelas plastik, membentuk tulisan inklusiland. Zona ini mengajak masyarakat memahami bahwa kreativitas dapat menjadi sarana perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan.
  • Zona Lestari Hijau: Melalui E-waste Sorting Game, Galeri Tanaman, zona ini mengajarkan bahwa kebiasaan kecil seperti memilah sampah dan menanam dapat membawa dampak besar terhadap bumi.
  • Zona Wirausaha Sirkular: Zona ini menghadirkan pasar UMKM inklusif, area FnB, dan edukasi Kategori Sampah untuk memperkuat budaya ekonomi sirkular. Setiap transaksi dan interaksi menjadi dukungan nyata bagi pelaku usaha difabel.
  • Zona Inspirasi Lestari: Zona sarat inspirasi yg diwujudkan dalam perwujudan cita-cita melalui photobooth AI.
  • Zona Lestari Pelita Bangsa: Zona keluarga yang hangat, berisi Sudut Konsultasi, Arena Bermain, Cap Paspor, dan Arena Gerak Cahaya yang dapat dimainkan semua anak. Pengunjung menutup perjalanan dengan Medali Kenangan, simbol “You are part of the movement.”

"Tahun ini, kami juga menghadirkan Anugerah Inklusi Pelita Bangsa sebagai bentuk penghargaan kepada empat sosok inklusi yang telah memberikan dampak. Mereka adalah individu yang bekerja dengan ketekunan, membangun perubahan melalui langkah-langkah nyata, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus memperkuat gerakan inklusi," ungkap Cahaya.

Keempat sosok inklusi tersebut adalah:

Prof. Dr. Ali Muktiyanto – Rektor Universitas Terbuka (2025–2030)

Prof. Ali Muktiyanto memimpin UT dengan perspektif inklusif yang lahir dari pengalaman pribadinya menghadapi tantangan mobilitas. Di bawah kepemimpinannya, berbagai layanan UT disesuaikan agar lebih ramah bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, mulai dari alur administrasi hingga dukungan pembelajaran. Kiprahnya dinilai YIPB sebagai upaya nyata membuka akses pendidikan tinggi yang lebih adil dan setara.

Dr. Fauzi – Dosen Tuli, Akademisi & Pelaku Seni Fotografi

Dr. Fauzi mengubah keterbatasan komunikasi menjadi kekuatan pedagogis melalui pendekatan visual dan inovasi teknologi dalam mengajar fotografi. Ia meraih gelar Doktor Seni Fotografi, penyandang disabilitas pertama yang mencapainya serta aktif berkarya di dunia seni dan industri kreatif. YIPB mengangkatnya sebagai penerima penghargaan karena kontribusinya membuka jalan bagi lebih banyak penyandang disabilitas untuk berkarya dan percaya diri.

Rina Jayani – Founder Aluna Montessori

Berangkat dari pengalaman mendampingi putranya, Rina Jayani mendirikan Aluna Montessori sebagai sekolah yang menggabungkan pendekatan Montessori dengan dukungan profesional tumbuh kembang. Sekolah ini memberikan ruang belajar yang nyaman dan terstruktur bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. YIPB menilai kontribusinya berdampak nyata bagi banyak keluarga dan layak mendapat apresiasi.

Putri Ariani – Penyanyi & Penulis Lagu Internasional

Putri Ariani membuktikan bahwa kualitas dan dedikasi dapat menembus batas ketika ia melaju ke final America’s Got Talent 2023 dan meraih Golden Buzzer dari Simon Cowell. Dengan karakter vokal yang kuat dan karya yang autentik, Putri membawa representasi positif penyandang disabilitas ke panggung dunia. YIPB memberikan penghargaan karena kiprahnya menginspirasi generasi muda dan memperluas ruang inklusi Indonesia di level internasional.

Sebagai puncak acara, InklusiLand menghadirkan pertunjukan Simfoni Cahaya Penghidupan yang melibatkan talenta nasional, seperti Putri Ariani, Ghea Indrawari & Akusara Dance.

Menutup pembicaraan Cahaya menuturkan terima kasih kepada seluruh relawan, komunitas, keluarga penyandang disabilitas, mitra lembaga, sektor swasta, dan semua pihak yang mendukung terselenggaranya InklusiLand. "Perjalanan ini adalah hasil kerja bersama, dan kami bangga dapat melangkah bersama Anda semua. Semoga InklusiLand menjadi ruang bertumbuh,

ruang belajar, dan ruang harapan. Mari kita lanjutkan perjalanan ini dengan semangat kebersamaan, memperkuat nilai inklusi, dan membangun masa depan yang memberi tempat bagi semua," pungkasnya.

Inklusiland 2025 turut dihadiri Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono, Menteri UMKM Republik Indonesia Maman Abdurrahman, Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Afriansyah Noor, Gubernur Banten Andra Soni, dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos.

Sebagai Official Media, Navaswara terlibat penuh dalam mengabadikan seluruh rangkaian perhelatan Inklusiland 2025, dimulai sejak persiapan hingga pelaksanaan festival. Kehadiran Navaswara menghadirkan dokumentasi visual, liputan, serta publikasi yang membantu menyebarkan cerita para peserta dan semangat gerakan inklusi kepada masyarakat yang lebih luas. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)