Saat Peran Ganda Tak Dilalui Sendiri, Ibu Perlu Dukungan dari Suami dan Anak

Nisrina Nuraini
Ditulis oleh Nisrina Nuraini diterbitkan Selasa 23 Des 2025, 15:33 WIB
Susanti pedagang makanan ayam penyet di depan Kampus FISIP Unpas, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

Susanti pedagang makanan ayam penyet di depan Kampus FISIP Unpas, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

AYOBANDUNG.ID - Ciri khas datangnya Hari Ibu biasanya ditandai dengan banyaknya bongkahan bunga, surat cinta dari anak untuk sang ibu, hingga makanan-makanan manis yang sarat makna sebagai tanda kasih sayang kepada sosok tercinta yang telah melahirkan insan ke dunia.

Upaya-upaya romantis ini diberikan pada hari spesial peringatan jasa ibu yang selama ini kasih dan sayangnya tak lekang oleh waktu. Meski berkali-kali harus merasakan pahitnya hidup, para ibu tetap kokoh bertahan dan melanjutkan perjuangannya demi keutuhan keluarga besar.

Kisah tersebut selaras dengan jalan hidup Susanti (43), yang berprofesi sebagai penjual aneka hidangan ayam—salah satunya ayam penyet—di depan Kampus Fakultas Ilmu Pemerintahan (Gedung FISIP) Universitas Pasundan, Lengkong Besar.

Beragam terjalnya kehidupan telah ia cicipi. Kini, Susanti bertahan sebagai penjual ayam penyet sejak usahanya dibuka pada 27 Desember 2017.

“Awal mulanya, waktu itu saya ibu rumah tangga biasa yang selalu antar-jemput anak sekolah. Lalu pada akhirnya ada aturan hanya bisa mengantar anak sampai gerbang sekolah saja, enggak sampai kelasnya. Ketika ada aturan itu, otomatis kan saya cuma bekerja di rumah aja, cuma cuci piring,” tuturnya.

“Akhirnya coba-coba bikin ayam goreng, terus kasih tester ke tetangga, ke teman. Katanya enak. Dari situ mulai yakin untuk buka usaha sendiri,” ujarnya kembali, memutar memori awal mula berwirausaha demi membantu perekonomian keluarga.

Susanti menambahkan, dirinya sangat menikmati proses merintis usaha sendiri, meski pada realitasnya pasang surut kerap kali ia alami. Salah satunya terjadi pada masa pandemi COVID-19 yang menerjang dunia. Ia sempat merasa terpuruk karena omzet dan pendapatannya menurun selama hampir tiga tahun.

Di balik alat penggorengan ayam penyet dan suara bising pelanggan yang datang silih berganti, Susanti tetap mengingat identitas sejatinya sebagai seorang ibu di rumah. Ia bersyukur, setidaknya sang suami menjadi pilar utama yang mendukung kariernya dalam aspek berniaga sejak awal keputusan itu diambil hingga sekarang.

“Ada titik di mana saya sudah terbiasa bekerja dan mencari nafkah sendiri. Jadi rasanya, kalau enggak produktif dan hanya mengandalkan uang dari suami, ada kehampaan tersendiri dalam hati saya,” katanya.

Sebelum terjun ke dunia kuliner, Susanti sempat memulai karier di bidang fotografi bersama pamannya. Ia tampak gigih dan pantang menyerah meski harus beradaptasi dengan panci penggorengan serta peralatan masak di fase hidupnya yang sekarang.

“Justru suami saya yang berpengalaman di bidang kuliner. Dulu pernah membuka usaha soto sulung sebelum memulai usaha ayam penyet ini,” lanjutnya antusias.

Tak hanya diberkahi suami yang selalu mendukung setiap keputusannya, Susanti juga bersyukur atas kehadiran kedua anaknya yang melengkapi kebahagiaan keluarga kecil mereka. Anak-anak Susanti tumbuh dengan pola pengasuhan yang disiplin dan mandiri.

“Anak saya ada dua. Yang satu sudah lulus sekolah dan sekarang berdagang di salah satu mal di Bandung. Yang kedua masih kelas dua SMA,” ujarnya.

Susanti lalu bernostalgia, mengingat masa ketika membesarkan anak menjadi tantangan sehari-hari.

“Pada saat mereka masih kecil, saya punya aturan untuk mereka agar tidak main handphone setelah magrib. Di jam-jam itulah waktunya kita bisa ngobrol, bercanda, atau melakukan kegiatan lain bersama-sama sampai jam sembilan malam,” bebernya sembari tersenyum sumringah.

Ia mengaku menerapkan pola pengasuhan tersebut setelah terbiasa melihat kondisi keluarga bibinya yang harmonis dan memiliki pola parenting tegas.

Tak dimungkiri, kondisi dirinya saat masih menjadi ibu rumah tangga penuh waktu sangat kontras dengan versi dirinya hari ini.

Menurut Susanti, peran ganda perempuan memerlukan adaptasi jangka panjang. Tidak selalu mudah, tetapi dapat terlewati dengan baik berkat anak-anaknya yang cepat tanggap memahami kondisi, serta sosok suami yang selalu membersamai dan berupaya tidak bersikap patriarkis. Hal itu membentuk kompromi kuat dalam keluarga tentang pentingnya waktu berkumpul, terutama di akhir pekan.

“Kalau menurut saya, momen yang paling tepat untuk mengajak anak berbicara dari hati ke hati itu memang saat makan dan berkumpul bersama. Atau kalau enggak, saat mengantarkan dia ke sekolah,” ujarnya.

“Jadi, saya biasanya mengajak ngobrol tentang apa yang sedang ia senangi, apa yang sedang ia tekuni. Saya berusaha mendengarkan ceritanya saat kami sedang dalam perjalanan ke sekolah,” lanjut dia.

Selain merasa pagi hari adalah waktu paling netral dari berbagai emosi sebelum berjuang mencari nafkah, Susanti juga ingin memaksimalkan kebersamaan dengan anak perempuannya sebelum berpisah sementara di sekolah.

Ia meyakini, pemilihan waktu untuk berbincang dari hati ke hati dengan anak merupakan hal krusial yang harus dipikirkan secara matang.

“Terkadang, kalau badan sudah terasa capek—lelah banget setelah dagang—kita jadi suka uring-uringan enggak jelas dan itu imbasnya ke anak,” katanya.

Meski peran ganda terus melekat, Susanti menyadari bahwa dirinya tetap manusia biasa dengan keterbatasan.

“Tapi kembali lagi, mungkin Allah SWT membuat saya menjadi kuat dan mandiri, jadi perempuan yang punya peran ganda dalam hidup. Jadi ujung-ujungnya saya hanya bisa bersyukur dan ikhlas,” ucapnya.

Ia kembali menekankan pentingnya peran suami yang aktif membantu pekerjaan rumah tangga. Menurutnya, hal itu bukan hanya meringankan beban istri, tetapi juga menjadi teladan bagi anak laki-laki agar mata rantai patriarki dalam keluarga bisa diputus.

“Maka dari itu, saya berusaha mengajarkan anak sulung saya, jangan menjadi laki-laki yang enggak mau bantu pekerjaan rumah. Dia anak laki-laki pertama di keluarga ini, juga seorang kakak,” tuturnya.

“Jadi harus bisa saling bantu, gotong royong, saling meringankan beban. Soalnya rumah tangga itu bukan tugas istri saja, tapi saling melengkapi kekurangan masing-masing.”

Di akhir pertemuan, Susanti menyampaikan pesan agar semakin banyak perempuan berdaya dan mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa menggantungkan hidup pada belas kasih orang lain.

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)